Sakit! Paman, Duke

Sakit! Paman, Duke
Aku Caroline Betrigh, bukan Caroline Knight


__ADS_3

Flasback


"Nona, selamat atas pertunangan nona." Ucap Baron Knight.


"Ah, terimakasih Baron." Balas Anabella seraya melihat kanan kiri.


Baron Knight mengerti siapa yang di cari oleh Anabella, dengan ide liciknya itu ia bisa membuat semua orang bertambah membenci Caroline. "Apa nona mencari Pangeran Oskar."


"Em, Iya." Balas Anabella.


"Pasti Pangeran Oskar bersama Caroline, semua orang kan tau. Akhir-akhir ini Caroline sangat dekat Pangeran Oskar. Alangkah baiknya nona Anabella secepatnya bertindak. Saya takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi," perkataan Baron Knight membakar emosi Anabella, dia juga mendengar rumor tentang Caroline yang menyukai Duke Elios, ia juga mendengar Caroline dan Pangeran Oskar berteman.


Tanpa berfikir panjang lagi, Anabella mencari Caroline dan Pangeran Oskar. Hingga kejadian itu membuat Ariana dan Baron Knight tertawa dalam hatinya.


Flasback Off.


"Ariana, ayo kita ke kediaman Baron Bright, kita harus berpura-pura menenangkan Caroline . Pasang semua rasa kasihan mu." Ucap Baron Knight menarik lengan Ariana.


Sesampainya di kediaman Baron Betrigh, Baron Knight memasangkan wajah kewibawaannya seraya menggandeng lengan Putrinya.


"Kamu siap sayang,"


Ariana mengangguk seraya tersenyum.


Ariana dan Baron Knight masuk ke ruang tamu, ia mengedarkan pandangannya. Setiap inci rumah itu rumah itu, membuatnya merasakan sakit hati.

__ADS_1


"Ayah, aku ke atas dulu." Ariana berlalu pergi menuju ke lantai atas. Sementara Baron Knight menatap benci ke arah lukisan di depannya. Senyuman kedua orang itu membuatnya merasakan sesak kembali. Dia tidak kuat dan hendak pergi namun di hentikan oleh suara yang ia kenal.


"Baron Knight,"


Baron Knight menoleh, ia melihat wanita paruh baya yang ia kenal dulu.


"Selamat datang di kediaman Baron Betrigh." Ucap bibi Roseline mengepalkan tangannya. Kali ini dirinya ingin memaki Baron Knight, setelah mendengarkan cerita Caroline, ia tidak bisa melepas rasa amarahnya.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan mu Nyonya."


"Benar, sudah lama kita tidak bertemu. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan."


"Jika masalah tentang masa lalu, maaf Nyonya aku tidak ada waktu mendengarkannnya."


Bibi Roseline duduk berhadapan dengan Baron Knight, sebelum ia memulai pembicaraannya. Dia menyeruput tehnya, mengumpulkan semua keberanian dan nyawanya.


"Kenapa kamu ikut campur masalah mereka Baron?"


"Apa salah seorang Ayah melindungi Putrinya dan berusaha membuatnya bahagia." Balas Baron Knight dengan penuh penekanan.


Bibi Roseline terkekeh, ia menatap kosong teh di depannya. "Bagaimana jika yang kamu sakiti adalah Putri mu sendiri?" tanya bibi Roseline.


"Tapi sayangnya, dia bukan Putri ku." Jawab Baron Knight seraya menyeruput tehnya.


"Apa kamu lupa kejadian malam itu? apa kamu pikir kejadian malam itu tidak membuahkan hasil."

__ADS_1


Baron Knight mengepalkan tangannya, masa lalu yang ia kubur dalam-dalam kini berputar seperti di depannya. "Jika hanya mengatakan itu, aku tidak memiliki waktu." Ucap Baron Knight berlalu pergi.


"Bagaimana jika Caroline putri kandung mu? apa dia bisa menerimanya? Ayahnya kandungnya sendiri menghinanya, tapi untungnya dia tidak tau siapa Ayah kandungnya. Mungkin dia akan malu mengakuinya, mungkin saja seumur hidupnya dia akan membencinya."


Baron Knight mengepalkan tangannya, ia membalikkan badannya. Ada rasa bersalah di hatinya. Caroline tidak mungkin putri kandungnya. "Jangan berbelit-belit bibi. Aku tidak akan mempercayainya."


"Apa kamu pikir aku berbohong? seharusnya kamu tanyakan pada dirimu sendiri. Kenapa Berlia berbohong? pada saat pernikahannya dia mengandung anak mu. Kamu tau, Baron Betrigh menerima anak mu, menyayangi anak mu. Dia juga tau, Caroline anak kandung mu. Pernikahan mereka hanya sebatas berteman dan sebatas Adik Kakak." Bibi Roseline berdiri, menatap tajam ke arah Baron Knight dengan air mata yang sudah bercucuran.


"Berlia lah yang berkorban demi melindungi anak mu dan dirimu di melepaskan semua kebahagiannya. Memang dari luar Berlia bahagia, tersenyum. Tidak bisakah kamu melihat senyum tangisannya, saat dirimu menikah dengan orang lain, dialah yang menderita. Bahkan Baron Betrigh menghiburnya dalam keterjatuhannya. Jika kamu masih menganggap bibi mu berbohong, kamu bisa mengeceknya sendiri. Dan setelah kamu tau kebenarannya, jangan menyesal." Ujar bibi Roseline yang hendak pergi, namun menghentikan langkah kakinya saat melihata seorang gadis yang ia kenal.


"Apa maksud bibi?" teriak Caroline, saat ia melihat bibi Roseline bersama dengan Baron Knight dan menangis, ia merasa curiga sampai ia mendengarkan semua perkataan bibi Roseline.


"Caroline,"


"Jangan pernah mengatakan hal yang menjijikkan bibi, dia bukan Ayah ku." Caroline menunjuk ke arah Baron Knight.


"Caroline dia memang Ayah mu, Nak."


"Sekalipun dia Ayah ku, aku tidak akan mengakuinya sebagai Ayah ku." teriak Caroline.


"Caroline," Baron Knight hendak meraba pipi Caroline. Ada rasa bersalah di hatinya. Dengan kasarnya Caroline menepis tangan Baron Knight.


"Menjijikkan, anggap saja perkataan bibi tidak ada."


"Aku Caroline Betrigh, bukan Caroline Knight." Ucap Caroline berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2