Sang Pangeran Pengembara

Sang Pangeran Pengembara
Bab 057: Keberangkatan Delegasi


__ADS_3

“Sebagian besar penduduk kekhaganan adalah orang-orang nomaden,” jelas Yun Jili seusai rapat resmi bersama para menteri, “Mereka berpindah-pindah tempat setiap musim-musim tertentu.”


“Orang-orang nomaden, ya?” Li An mengelus dagunya. Ia cukup penasaran dengan tatanan kehidupan di negeri tetangganya itu. Menurut berita yang didengarnya, mereka adalah orang-orang tangkas yang kuat.


“Pangeran, perjalanan kali ini jelas berbeda dari sebelumnya,” Yun Jili mengingatkan. Kalau dulu Li An diutus sebagai sarjana ahli yang bergerak di bawah Pangeran Keempat, kali ini Pangeran Kedelapan sendiri yang menjadi kepala duta kehormatannya. Ia yang bertanggung jawab penuh atas seluruh rombongan diplomasi ke Kekhaganan Tarkan.


“Kondisi geografisnya pun jauh berbeda dari Wilayah Utara,” tambah Yun Jili, “Sebagian besar kekhaganan merupakan padang pasir dan gunung berbatu yang curam. Cuaca di sana panas, tidak seperti Wilayah Utara yang dingin.”


“Aku mengerti,” Li An mengangguk paham, “Kita harus mempersiapkan banyak hal.”


Persiapan membutuhkan waktu kurang lebih seminggu. Selama waktu itu, Li An banyak berdiskusi dengan orang-orang yang bergabung dalam rombongannya. Mereka terdiri atas perwakilan menteri dari bangsawan terhormat, sarjana ahli, dan perwira militer, serta penasihat khusus. Usia rata-rata mereka jauh di atas sang pangeran. Bisa dibilang, Li An sendiri adalah anggota sekaligus kepala termuda di rombongan delegasinya.


Brigade Cenangkas yang dipimpin Wang Hongli bertanggung jawab atas keamanan delegasi. Mereka merupakan orang-orang terbaik yang dipilih langsung oleh sang pendekar dari perguruan-perguruan ternama. Kemampuan mereka tidak perlu diragukan lagi. Meski jumlah mereka tidak sebanyak pasukan batalion militer milik pangeran lain, mereka tetaplah disegani sebagai salah satu pasukan elit terkuat di kekaisaran. Kekuatan individu maupun kerja sama kelompok mereka sangat terkenal, bahkan sampai ke negeri-negeri seberang.

__ADS_1


“Salam, Yang Mulia Pangeran Kedelapan,” sapa seorang pria muda berwajah tampan yang memiliki senyum menawan di bibirnya, “Xiao Chyou menghadap Yang Mulia Pangeran. Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Anda.”


“Senang bertemu denganmu, Tuan Chyou,” balas Li An formal. Ini adalah jadwal pemeriksaan terakhirnya. Esok hari, rombongannya sudah harus berangkat ke Kekhaganan Tarkan. Ia harus memastikan bahwa semua persiapannya berjalan lancar.


“Yang Mulia, izinkan saya melaporkan status logistik rombongan,” pinta Xiao Chyou sopan. Setelah Li An mengangguk singkat, barulah ia melanjutkan, “Logistik telah dipersiapkan dengan matang. Makanan, tunggangan, dan kereta-kereta terbaik, serta kebutuhan lainnya sudah lengkap. Hadiah-hadiah yang akan diberikan pada kekhaganan juga telah diamankan. Kami siap berangkat esok hari sesuai jadwal yang telah ditentukan.”


“Bagus,” Li An mengapresiasinya singkat, “Terima kasih sudah bekerja keras dengan baik, Tuan Chyou.”


“Sudah menjadi kewajiban hamba untuk melaksanakannya sebaik mungkin, Yang Mulia,” Xiao Chyou tersenyum ramah, menunjukkan kesan yang sebaik mungkin, “Anda tidak perlu mengkhawatirkan apa pun selama saya yang mengurusnya. Semua tugas pasti tuntas terlaksana.”


Xiao Chyou diam-diam menelan ludah. Sebagai orang yang akrab dengan lingkungan pemerintahan dan istana, ia memiliki kepekaan yang baik untuk menangkap maksud tersembunyi dari ucapan manis para bangsawan. Begitu juga kata-kata baik yang diucapkan oleh orang-orang berstatus tinggi dan berpendidikan seperti Pangeran Kedelapan. Adapun maksud dari ucapan sang pangeran itu ialah, “Jangan sampai ada masalah sedikit pun. Pastikan kata-katamu itu bukan omong kosong.”


“Hais …,” Xiao Chyou menghela napas pelan begitu Li An meninggalkannya, “Aku tidak pernah menyangka akan memulai karirku di bawah pengawasan pangeran semuda itu.”

__ADS_1


Xiao Chyou memperhatikan lekat-lekat junjungannya yang berjalan menjauh. Di kepalanya, ada segudang ekspresi yang tak bisa diungkapkan. Ia penasaran, tak percaya, sekaligus kagum pada kecakapan Pangeran Kedelapan dalam mengorganisasikan delegasi. Berkat ketelitian pangeran muda itu, tidak satu hal pun yang terlewatkan.


“Yah, setidaknya beliau memang pantas untuk diikuti,” Xiao Chyou mengenyahkan segala prasangkanya. Ia harus kembali mengerjakan beberapa hal lagi sebelum pulang ke rumah. Saat ia hendak melanjutkan pekerjaannya, seseorang tetiba menepuk pundaknya.


“Tuan Chyou,” panggil orang yang menepuk itu, “Bisakah kita mengobrol sebentar?”


Xiao Chyou menoleh. Didapatinya seorang pria berpakaian resmi ala pejabat kekaisaran. Dari pakaiannya itu, ia bisa mengenal bahwa pria itu bukanlah orang sembarangan. Xiao Chyou pun menunjukkan hormat, lantas berkata, “Anda—”


***


Li An dan rombongannya memberi salam sekaligus pamit secara resmi pada Kaisar Yung Wei sebelum berangkat. Para menteri, panglima, dan kerabat kaisar yang lain menyaksikannya dengan hikmat. Namun, di antara mereka ada yang bermata picik dan berhati kotor. Di balik tampang mereka yang menawan diliputi pakaian kehormatan, ada penyakit hati yang membusukkan akal.


Iri, dengki, dan sombong. Penyakit-penyakit itu seolah mengendap menjadi satu sehingga menghasilkan perilaku tak pantas dan munafik. Mereka bahkan mengharapkan kecelakaan bagi Pangeran Kedelapan.

__ADS_1


Tanpa banyak basa-basi yang membosankan, Kaisar Yung Wei melepaskan delegasi yang dipimpin oleh putranya yang kedelapan. Ia menatap iring-iringan Li An yang menyusuri jalan-jalan lebar ibu kota dari istananya. Matanya tak lama-lama menatap rombongan Pangeran Kedelapan. Ia segera berpaling setelah puas memandang.


Menteri Liu yang menemaninya menatap dengan takzim. Meski sudah tua, ia bisa melihat haru yang samar-samar terukir di wajah sang kaisar. Ia tahu betapa sayangnya Kaisar Yung Wei pada Pangeran Kedelapan. Karena itu, ia berusaha sebisa mungkin agar keluarganya tidak menyusahkan sang pangeran, apalagi setelah tragedi yang menimpa Permaisuri Eminen dari Keluarga Liu. Sayangnya, ia tidak memiliki kekuatan untuk mengawasi seluruh kerabatnya.


__ADS_2