Sang Pangeran Pengembara

Sang Pangeran Pengembara
Bab 059: Tawaran dari Khagan


__ADS_3

Delegasi mendapat undangan makan malam bersama begitu sampai di Istana Khagan. Makan malam itu dihadiri oleh para tetua Tarkan dan salah seorang kepala suku yang mewakili sepuluh suku. Makanan-makanannya jauh berbeda dengan apa yang biasa dimakan oleh orang-orang kekaisaran. Sebagai bangsa yang hidup dengan berburu, mereka lebih banyak menyediakan daging-dagingan daripada sayuran.


“Saya Otugai Shad, Anak Panah Kedua dari Sepuluh Anak Panah. Suatu kehormatan dapat bertemu dengan Pangeran Kedelapan dari kekaisaran,” sapa seorang pria paruh baya berkumis panjang dan berjenggot tebal. Pria itu menunjukkan senyum formal yang hangat kepada Li An dan para utusan kekaisaran yang duduk di seberang. Sekilas, ia tampak seperti pria ramah yang dapat bergaul dengan siapa saja, padahal ia adalah panglima yang sangat keji di medan pertempuran.


“Kami pun begitu pula,” balas Li An formal dengan senyum tipis di wajahnya. Suasana makan malam pada hari pertama itu masih sangat canggung. Delegasi hanya berbasa-basi sesaat sambil mengamati karakter setiap orang yang hadir di meja makan. Walaupun Otugai beberapa kali bergurau sampai membuat orang-orangnya tertawa, delegasi kekaisaran hanya dapat terdiam sembari menjaga martabatnya.


“Pangeran, saya dengar Anda pandai memanah?” tanya Otugai memastikan informasi yang diterimanya beberapa saat yang lalu, “Bagaimana kalau kita berburu setelah bulan bersinar?”


“Yah, saya bisa memanah,” Li An membalasnya datar dengan anggukan kecil. Setelah bulan bersinar berarti adalah hari di mana bulan purnama terbit pada malam harinya. “Saya tidak keberatan. Beberapa orang kami juga suka berburu.”


“Oh~ itu kabar bagus!” seru Otugai semangat. Ia pun berujar kepada orang-orang Tarkan dengan bahasanya sendiri, “Kawan-kawan, mari tunjukkan kehebatan dan kengerian kita pada orang-orang kekaisaran itu. Buat mereka tahu bahwa kita tidak pernah kalah sama sekali dengan mereka.”


Seruan Otugai dibalas dengan sorak-sorai yang tak kalah semangat dari orang-orangnya. Seruan itu membuat ciut nyali beberapa orang delegasi kekaisaran yang umumnya adalah sarjana. Setelah mendengar apa yang mereka serukan dari seorang penerjemah, Li An hanya menatap Otugai dengan tenang.


Pesta singkat malam itu berlalu dengan cepat. Li An tidak banyak menyantap hidangan yang diberikan padanya. Selain untuk berhati-hati dengan kemungkinan terburuk, rasa hidangan itu tidak sesuai dengan selera Li An.


Keesokan paginya, Pangeran Kedelapan bernegosiasi langsung dengan pemimpin tertinggi Kekhaganan Tarkan, Ertamis Khagan. Tujuan utamanya adalah menyepakati hubungan perdamaian dan persahabatan setelah selama puluhan tahun ini mereka berperang. Selain itu, Li An juga bertugas untuk mengamankan jalur sutra yang selama ini diblokir oleh orang-orang Tarkan. Kalau sampai diplomasi ini gagal, kemungkinan besar kedua negara akan kembali berseteru.


“Pangeran, mereka adalah bunga-bunga terbaik kami,” ucap Ertamis di salah satu sela pertemuan diplomasi. Berbagai makanan dan minuman dihidangkan. Para penari-penari wanita di datangkan. Mereka meliuk-liuk indah dengan selendang warna-warni yang elok dan mempesona. “Anda bisa memilihnya satu jika menginginkannya.”

__ADS_1


“Tidak, Yang Mulia. Saya tidak bisa melakukan itu,” tolak Li An tegas. Ia menatap minuman di gelasnya alih-alih menonton para penari wanita yang molek itu. Tentu Pangeran Kedelapan tak dapat menyangkalnya, para wanita itu cantik-cantik nan menawan sampai menggetarkan hati siapa pun yang melihatnya. Namun, Pangeran Kedelapan punya tekad yang kuat untuk menepati janjinya pada Li Huanran dan Keluarga Putri Kecil.


“Oh, rupanya Pangeran Kedelapan adalah lelaki yang setia,” ucap Ertamis dengan senyum takzim di bibirnya, “Aku menghormati kesetiaanmu pada tuan putri. Namun, tidak ada salahnya kamu mengambil selir.”


Li An menggeleng pelan tanpa memberi tanggapan lisan sepatah kata pun. Dalam beberapa kesempatan, ia berjalan bersama Li Xiayu yang selalu memakai cadar dan pakaian tertutup sehingga kedekatan mereka berdua itu disalahpahami oleh orang-orang Tarkan. Yah, Li An memang sengaja tidak meluruskannya. Ia membiarkan mereka berasumsi seadanya. Seandainya Li Xiayu tidak merengek minta keluar dari kamarnya, ia tidak akan mau melakukan itu.


“Manusia itu harus banyak bersyukur,” balas Li An datar tanpa memalingkan pandangan dari gelasnya yang sesekali beriak karena guncangan kecil, “Kalau mereka kufur, hidup ini akan menjadi sempit dan tidak bermakna.”


“Ho, apa di kekaisaran ada ajaran semacam itu?” Ertamis mengerutkan keningnya.


“Tidak,” Li An menggeleng pelan, “Aku mempelajarinya dari orang-orang asing asal barat.”


“Dari negeri-negeri baratkah?” Ertamis manggut-manggut pelan. Negaranya adalah negeri yang dilewati banyak pedagang setiap tahunnya. Tentu ia tahu banyak tentang dunia luar. “Yang mana? Rum? Pars?”


“Oh,” Ertamis terdiam sejenak, lalu memastikan kabar yang sempat diterimanya beberapa tahun belakangan ini, “Apa maksudmu adalah negeri orang-orang Arab yang menaklukkan Negeri Pars dan menantang hegemoni Rum itu?”


“Tepat,” Li An mengangguk.


“Pangeran, mereka jelas eksistensi yang mengancam,” Ertamis menepuk-nepuk pahanya pelan, “Aku tidak ingin mengambil risiko untuk berseteru dengan mereka. Kalau kekaisaran mau, kalian bisa saja mencobanya”

__ADS_1


“Kami punya perjanjian dagang yang erat dengan mereka,” Li An menatap Ertamis dengan tajam kali ini, “Buat apa kami harus melakukannya? Itu hanyalah tindakan bodoh yang dilakukan oleh orang-orang paling bodoh.”


“...”


Ertamis terdiam, sekejap kemudian ia tertawa. Dalam hati, ia diam-diam merutuki nasibnya. Pantas saja ia kalah dalam perang. Musuh-musuhnya saja saling bekerja sama dan menghimpun kekuatan.


“Yah, kalaupun di masa depan aku harus berhadapan dengan mereka,” Ertamis menyeringai lebar di hadapan Li An seolah sengaja memprovokasi, “Aku akan menghadapinya dan tidak mundur sama sekali.”


“Silakan saja,” balas Li An enteng, berbeda jauh dengan perkiraan Ertamis, “Aku hanya ingin memberi saran saja. Jangan buat masalah kalau kalian tidak ingin diserbu. Mereka adalah kaum yang melakukan pertahanan ofensif. Selama kamu tidak mengusiknya, mereka tidak akan mengusikmu.”


“Aku menghargai nasihat dari Pangeran Muda,” Ertamis mengubah seringainya menjadi senyum yang lembut kali ini. Ia pun menepuk pundak Pangeran Kedelapan, lantas bertanya, “Pangeran, bagaimana kalau Anda menikah dengan putri saya?”


“Uhuk?!” Li An tersedak minumannya sendiri saking kagetnya. Ia bukannya tidak mempertimbangkan akan diberi tawaran itu oleh khagan. Namun, ini terlalu cepat baginya. Lagi pula, ia sudah punya janji dengan Keluarga Putri Kecil. Sekalipun ia putri seorang khagan ….


“Panggilkan Asina ke mari,” seru Ertamis tanpa menunggu reaksi lebih lanjut dari Pangeran Kedelapan. Tak lama kemudian, seorang gadis yang usianya sepantaran dengan Li An hadir ke tengah pesta dengan pakaian yang paling mencolok. Ia berjalan dengan wajah yang tertunduk malu-malu. Begitu sampai di hadapan ayahnya, ia pun memberi salam dengan penuh hormat.


“Bagaimana menurutmu, Pangeran?” tanya Ertamis sekali lagi.


Li An terdiam. Hatinya sempat berdesir ketika matanya saling bertemu pandang dengan gadis yang baru datang itu. Putri bernama Asina itu sungguh cantik dan rupawan, apalagi dengan berbagai riasan tebal yang dipakai olehnya. Wangi parfumnya pun semerbak bak kasturi yang ditumpahkan ke bumi.

__ADS_1


“Pangeran, Anda tidak perlu terburu-buru,” Ertamis menepuk-nepuk pundak Li An dengan semangat karena melihatnya tidak langsung menggelengkan kepala seperti tadi. Setidaknya, putrinya masih punya wajah untuk mendekat pada sang pangeran. “Cobalah kalian mengakrabkan diri. Kalian pasti akan menjadi pasangan yang serasi. Yah … aku tidak masalah sih walaupun dia menjadi yang kedua di hatimu.”


Li An sungguh kehabisan kata-kata pada perjamuan itu. Ia langsung mengalihkan topik dan berharap waktu segera berlalu agar dapat lekas beristirahat. Begitu sampai di kamar, ia hanya dapat menghela napas panjang sembari meneguhkan hatinya. Betapa lemahnya hati manusia. Ia mudah sekali terbolak-balikkan kapan saja.


__ADS_2