SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
TIDAK MEMILIKI INGATAN DI UMUR 18


__ADS_3

davika putri. biasa di panggil ika.


ika tingal bersama mama dan kakak yang bernama davina puspita. biasa di sampa Inna mereka berdua hanya terpaut dua tahun tapi wajah mereka hampir sama pesis tapi bukan kembar, namanya juga saudara sekandung ya pasti kemiripan itu ada. papa nya telah meninggal dunia sewaktu ika delapan tahun mereka menjalani kehidupan dengan baik.


ibu melinda sutomo menjaga ke dua putri nya dengan baik seperti yang dia janjikan ke almarhum suaminya. sendiri membesarkan ke dua putri nya dalam susah senang akan berusaha demi kedua anak nya biar dia hanya seorang guru SD gajinya cukup untuk kebutuhan keluarga kecilnya hingga kini kedua putrinya telah tumbuh dewasa di sebuah kampung yang tidak jauh dari kota .


Ika gadis berusia 21 ini duduk dengan menghembuskan nafas dengan kasar berkali kali karena berusaha untuk mengingat kejadian tiga tahun lalu di mana dia terbangun di umurnya yang sudah sembilan belas tahun.


dia sama sekali tidak ingat saat dia berumur delapan belas tahun.


kejadiannya berawal dari mama nya masuk rumah sakit karena kanker usus.


di mana hari itu juga dia baru di nyatakan lulus SMA.


Ika pulang ke rumah dengan begitu senang.


""hari ini hari Yang paling membahagiakan,ini adalah kado ulang tahun ku,lulus SMA dengan peringkat kedua dari lima puluh siswa.


oh senangnya,ini harus di rayakan bersama mama dan ka Ina. karena dua hari yang lalu saya ulang tahun yang ke delapan belas, tapi tidak di rayakan"" kata ika dalam hati sambil berjalan pulang ke rumah dengan gembira sambil memasang handset ke telinga untuk mendengarkan musik kesukaannya lalu ikut bernyanyi.


""aduh davika putri mau sampai kapan kamu terus berusaha mengingat sesuatu yang ,kamu sendiri tidak ada kenangan sedikit pun di ingatan kamu waktu itu, jadi berusaha sapai kapan pun untuk mengingat waktu itu akan sama saja. karena sudah tiga tahun berusaha mengingat tapi tetap saja tidak mengingat apa pun""


Ika bangkit dari duduknya dan berdiri dengan kedua tangannya menjulang dan berkata dengan tegas ""ya mulai hari ini saya tidak akan memikirkannya lagi tidak ada kenangan di umur delapan belas tahun juga tidak jadi masalah sekarang harus memikirkan masa depan ku hooooooo" kata katanya berakhir dengan suara hembusan nafas dengan malas dengan kedua tangan menepak meja dengan ringan di samping laptopnya.

__ADS_1


sebuah suara panggilanπŸ“’πŸ“Ά I k a yang bergema di dalam rumah entah sudah yang keberap kali suara itu terus memanggil nama Ika. Ika tidak dengar karna asik bergulat dengan pikirannya sendiri hingga pagilan itu berada di belakang nya ""πŸ“’ I k a ""panggilan keras membuat Ika kaget dan berbalik ke arah suara tersebut.


"aaaaaaaa bising ka bisa tidak panggil orang dengan pelan tidak usah teriak teriak Ika tidak tuli hoooo"" ucap Ika dengan kasar menghadap kaka nya Inna


""memang kamu itu tuli! saya sudah panggil kamu dari tadi bahkan jerit jerit sampai suara bergema di dalam rumah aja kamu tidak dengar " ucap Inna sambil berjalan melewati sofa menghadap adik nya Ika


"apa yang kamu lakukan hingga saya panggil tidak dengar"? tanya Inna


mengerjakan tugas kampus ka


emang telinga kamu yang kerja tugas atau otak kamu? ucap Inna dengan ke dua tangan di pinggang seperti ma ma yang sedang marah pada anak nya


""bukan saya sengaja tidak dengar tapi benar benar lagi fukus kerjain tugas ka"".jawab Ika dengan suara tinggi.


Ibu Melinda yang mendengar anak anak nya beradu mulut di luar ruangan tamu segra buka pintu keluar ""apa yang kalian ributkan hingga teria teria? apa kalian tidak sadar sudah mau jam sepulu malam "" Ibu Melinda berjalan ke tempat anak anak nya dan berdiri di tengah antara kedua putrinya.


"ini ma, Ika dari tadi saya panggil dia bahkan jerit aja dia nggak dengar ""Inna mengadu ke mama nya sambil melihat Ika.


bukan maksud Ika cuek atau tidak peduli dengan panggilan ka Inna . Ika lagi fukus kerjain tugas kuliah ma, hingga tidak dengar panggil ka Inna "" kata Ika lalu melihat ke arah mama nya untuk melihat reaksi mamanya.


"" suara ribut kalian itu seperti mama memiliki sepuluh anak di rumah ini satu hari saja tidak ribut tidak pernah, setiap hari ada ada saja keributan kalian berdua mama hanya memiliki dua putri di rumah ini, tapi keributan kalian berdua melebihi keluarga yang memiliki sepuluh anak, kalah telak"" ucap Ibu Melinda dengan mengarah jari telunjuk ke Inna dan Ika bergantian


"maaf ma"" ucap Inna dengan Ika bersamaan

__ADS_1


""dan Inna kamu jerit jerit ke gitu mama di dalam kamar saja suara kamu masuk telinga kiri mama keluar dari kanan kalau tetangga dengar suara jerit kamu piki ada maling masuk rumah."" Ibu Melinda melihat kedua putrinya dan berkata dalam hati ""huuuu sehari saja kalau kalian bisa akur mama akan tenang.""


"dan kamu Ika kaka kamu mungkin ingin bicara dengan kamu karena itu dia memanggil tapi, kamu bahkan tidak dengar sama sekali panggil nya, kalau kamu terus kegini suatu saat pencuri masuk rumah curi barang hingga keluar baru kamu sadar ""Ibu Melinda berbalik ke Inna


"" dan kamu Inna memang ada hal penting apa ingin kamu bicarakan dengan adik kamu hingga berteriak"tanya Ibu Melinda kepada Inna


sedangkan Ika ikut menatap Inna sambil mengangguk kepala tanda setuju atas pertanyaan Ibu Melinda kepada Inna .


"Saya memanggil Ika mau minta tolong besok mampir ke tempat kerja saya 7 eleven minta ijin karna rasa tidak enak badan sekarang dan mungki besok tidak masuk kerja"" ucap Inna degan muka tidak enak di lihat seperti kelelahan


""Ya sudah Ika besok ke kampus jangan lupa mampir ke tempat kerja kaka kamu"" kata Ibu Melinda dengan berbalik melangkah kembali ke kamarnya sesampainya di pintu kamarnya ""kalian berdua tidur sudah jam sepulu,dan kamu Inna sedang tidak enak badan segra istirahat"" lalu pintu tertutup dari pandangan kedua putrinya


Ibu Melinda berjalan menuju tempat tidur nya saat berada di samping tempat tidur, sempat menyentuh foto almarhum suaminya ""kalau kamu di sini memberikan sosok laki laki tegas di rumah ini mungkin aku tidak secemas ini, untuk kedua putri kita. tapi apa daya saya kita telah terpisah alam sudah 13 tahun. jadi lah pendoa bagi saya dan kedua putri kita semoga kedepannya mereka berdua akur dan tidak saling bertengkar lagi"" ucap Ibu Melinda sambil merebahkan diri di atas kasurnya


sedangkan Ika dan Inna masih berdiri di luar memandangi pintu yang telah tertutup


maafkan kaka tadi teriak teriakin kamu padahal kamu lagi fukus dengan tugas kuliahmu ucap Inna dengan senyum tipis di bibirnya


""ia tidak apa apa ka, Ika yang salah tidak mendengar panggil kaka"" Inna mengulurkan tangannya untuk memeluk adiknya di sambut uluran tangan sang kaka Ika masuk kedalam pelukan kakaknya


"maaf ya ka bukan maksud Ika bohongi kaka sama mama tadi Ika tidak sedang mengerjakan tugas kuliah,Ika sedang memikirkan 3 tahun yang lalu jadi pikiran saya melayang layanan tidak menentu jadi tidak fokus waktu kaka panggil maaf


β˜˜β˜˜β˜˜β™»οΈβ™»οΈπŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


πŸ™


__ADS_2