
"kenapa, tidak kasih tau kaka kamu ! saya jadi penasaran apa yang kamu kerjakan ,waktu itu ! " ujar arlo dengan mengusap kepala ika.
"saya ingin kasi tau tapi, kaka mungki tidak akan sangup menerimanya, pilihan yang baik tidak perlu kasih tau ka inna, dengan begitu kaka tidak akan marah, hingga pingsan." ujar ika dengan membereskan meja.
"apa mama kamu pingsan di rumah sini ? " tanya arlo dengan membantu ika membawa piring ke tempat cuci.
"bukan, di kampung halaman ayah saya, yang tidak jauh dari sini , dari sini kesan makan waktu dua jam. " ujar ika dengan membersihkan meja makan itu, lalu sekalian mencuci piring ,dan arlo pun iku membantu.
"masakan mama kamu enak, saya belum pernah makan, makan yang di masak mama kamu sebelum nya , saya juga belum pernah makan makanan yang di masak mama saya." ujar arlo dengan tersenyum karena dari kecil nyonya besar alexander tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur.
"benar kah ? saya pikir anak orang kaya selalu di sediakan makan oleh mamanya." ujar ika setelah keduanya selesai mencuci piring, arlo nampak menikmati suasana di rumah ika, dan sudah menyesuaikan diri dengan rumah ika.
"ya mama tidak pernah pergi ke dapur, apa lagi harus masak. nyonya besar alexander terlahir dari keluarga owen wilson yang cukup terpandang, selain tertua matthew alexander kake saya yang status lebih tinggi dari keluarga owen." ujar arlo dengan menatap ke dada ika, ika yang menyadari pandangan arlo langsung mengangkat tangan untuk menutupi dadanya, tapi malah di tepis tangannya oleh arlo.
"ada sabun cuci piring di sini !" ujar arlo dengan jari telunjuk mengarah ke dada ika, jari telunjuk itu membersihkan busa di dada ika dengan sedikit tekanan, agar dapat menghilangkan busa itu, arlo menelan ludah saat telunjuk menekan dan terasa kenyal di atas dari gunung kembar ika, sontak ika melihat arlo ,terapan ika tajam memberikan peringatan.
"lebih baik kamu pulang ! karna sudah selesai makan, dan sebentar lagi mama saya akan pulang." ujar ika melangkah mendahului arlo, ika melangkah cepat agar menghindari arlo, ika takut sikap mesum arlo kembali.
__ADS_1
"tapi saya belum makan makan penutup." ujar arlo membuat bulu badan ika berdiri.
"kalau kamu makan di rumah kamu, pasti ada makan penutupnya, tapi kalau di rumah saya tidak tau makan penutup itu apa ? " ujar ika membuat arlo tertawa dan langsung meraih tangan ika dan memutar badan ika, saat mereka sudah di depan pintu.
ika kaget dengan kelakuan arlo hingga memilih menutup matanya, agar tidak melihat apa yang akan di lakukan arlo padanya, arlo menatap ika, yang menutup mata dengan kuat, membuatnya tersenyum jail, ika mengira arlo akan menciumnya karena itu menutup mata, ika sudah mulai memahami sikap arlo yang sering mencari kesempatan dalam kesempitan saat bersamanya, arlo juga tau setiap kata yang keluar dari mulut ika adalah penolakan, tapi tubuhnya berkata lain, ika da arlo seolah sudah sangat mengenal satu sama yang lain, hanya dengan sentuhan ringan membuat kedua lupa dengan semua hal.
arlo memberi kecupan di kening ika ,dan berlama di kening itu lalu mulai turun ke hidung ika, dengan mengecup hidung ika berkali kali.
"coba tiba-tiba muncul jerawat di hidup saya biar dia tau rasa, dasar manusia mesum." ujar ika dalam hati, ciuman arlo mulai menurun ke bibinya , kecupan sekilas di bibi ika dengan langsung kedua tangan memeluk ika hingga ika tidak bisa bergerak, arlo mulai mencium ika dengan intens saat mersakan balas dari ika, membuat otaknya hilang kendali, ciumannya mulai memanas,tapi arlo mersakan rasa yang sedikit asin, saat ciuman nya mulai mendalam, lalu arlo melonggarkan pelukannya untuk melihat ika, orlo kaget melihat air mata ika, dan langsung menujukkan tangannya ke pintu dengan menyesal, karena ika tadi sudah memperingatkannya, tidak boleh bersikap mesum di rumahnya.
"kenapa kamu selalu memperlakukan saya seperti perempuan murahan ? setiap bertemu selalu berakhir dengan ciuman, setiap sentuhan juga berakhir dengan ciuman , sebenarnya saya ini siapanya kamu ? kita baru kenal hampir seminggu ini ! tapi kenapa kamu selalu membuat saya jadi perempuan murahan, yang sangat gampang di sentuh, kenapa kamu tidak melakukan semua itu dengan ka inna ? dia calon tunangan kamu ! " ujar ika dengan menagis karena kesal , entah kesal pada diri sendiri karena mudanya arlo menciumnya atau marah pada arlo yang selalu bisa mengendalikan pikirannya lewat sentuhan.
"lebih baik kamu pulang sekarang ! kaka saya pasti menugu, dan saya harap mulai sekarang tolong saling menjauhi, dengan begitu kita tidak akan melakukan hal yang tidak baik, apa lagi kamu calon kaka ipar saya, kita harus jaga jarak. ujar ika membuat arlo sedikit kecewa karena memang ciumannya di balas ika jadi dia tidak bisa mengontrol dirinya lagi.
arlo langsung membuka pintu itu dan keluar dengan kemarahan lalu naik ke mobilnya, ika membuka gerbang untuk arlo keluar, dan dalam sekejap mata arlo menghilang dari pendangan ika , ika hanya bisa mendengar bunyi mobil sport yang kencang hingga beberapa tetangganya keluar untuk melihat , sayangnya mobil itu sudah menjauh.
"kenapa dia jadi marah ? kan yang saya omongin benar ! dia langsung pergi begitu saja tanpa pamit. " ujar ika dengan mengusap matanya yang basah karna air mata.
__ADS_1
arlo yang pulang dengan kemarahan, mengendarai mobil sportnya seperti orang gila, menyalip di sepanjang jalan, untuk tidak terjadi kecelakaan, karena arlo juga mahir dalam menyalip, beberapa menit kemudian arlo tiba di istana alexander, dan langsung menuju kamar inna.
taak !! pintu kamar Inna di dobrak arlo, hingga inna yang berada di dalam kamar itu kaget hingga melongok, inna yang duduk di atas tempat tidur itu, melihat arlo yang berjalan terus ke arahnya membuat inna dekdekan, karena raut wajah arlo yang terlihat kejam berjalan ke arahnya.
arlo langsung mendorong inna hingga terlentang di atas tempat tidurnya , arlo langsung menindih inna, inna kaget dan juga senang atas kelakuan arlo padanya, karena ini adalah penantiannya hampir satu bulan lebih, dan akhirnya arlo sendiri yang datang ke kamarnya.
"bagus , kalau hal ini kami lakukan, saya adalah calon tunangan tuan, dan setelah ini saya tidak perlu mendekati arden , atau belajar bagaimana cara menjadi istrinya, karena setelah ini tuan akan dengan senang hati menikah dengan saya. " pikir inna dengan tersipu hingga pipinya merah merona karena malu atas pikirannya.
sedangkan arlo menurunkan wajah hingga hidungnya dan hidung inna saling bersentuhan, arlo masih marah, tapi saat ingin mencium inna, tiba-tiba arlo teringat ciuman panasnya dengan ika di mobilnya, membuat dadanya terasah sesak. saat memori panasnya dengan ika terus berputar di kepalanya seperti film tayang ulang, des*h*n ika masih terngiang-ngiang di telinganya.
" sial ! " umpat arlo pada dirinya sendiri dengan menjauhi inna, arlo turun dari tempat tidur itu dengan kesal, hingga menendang nakas yang berada di samping tempat tidur inna, inna yang masih berbaring di tempat tidur itu, dengan kecewa karena apa yang di inginkan tidak terlaksana.
"kenapa ? kenapa saya selalu tidak bisa membuat tuan melihat saya, atau menginginkan saya di tempat tidurnya, padahal saya sudah berusaha sejauh ini , menjadi seperti yang di inginkan keluarganya, tapi kenapa tuan tidak bisa memberikan kesempatan, agar lebih dekat lagi dengan saya, padahal saya akan menikah dengannya, " ujar inna dalam hati, hingga tidak sadar air matanya menetes ke tempat tidur itu.
🐉🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐉
🍀trimakasih sudah membaca 🍀
__ADS_1
♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️