
setelah mengganti baju ika mengeringkan rambut panjangnya
'hari ini tidak mau kepang rambut, tapi tetap mengunakan kaca mata minus haaa." ujar ika dengan tertawa geli atas ucapannya sendiri.
setelah selesai mengeringkan rambutnya ika ke arah cermin untuk melihat penampilannya. "sekarang siap menuju ke tempat kerja" ujar ika dengan percaya diri.
ika keluar pintu kamarnya dengan menyentuh lehernya. "di mana kalung ku coba ada yang menemukannya dan berbaik hati untuk mengembalikan. itu pasti orang yang luar biasa, kalau bisa ho." pikir ika dengan hembusan nafas pelan.
" ika ayo sarapan nanti telat kerja." ujar ibu Melinda
"ia ma" jawab ika lalu berjalan ke arah meja makan ternyata ibu Melinda membuat roti panggang kesukaan ika. setelah ika duduk ibu Melinda menyimpan roti yang telah di makannya.untuk mengolesi roti panggang buat ika dengan mentega dan selei kacang kesukaan ika. saat melihat ika mengambil rotinya yang sudah di giginya dan itu sudah biasa.
ika mengambil roti yang telah di makan ibu Melinda, dan memakannya.
"ma ika pergi dulu ya ! nanti mampir jemput chika, " ujar ika lalu bangkit dari duduknya lalu mencodongkan badan ke arah mamanya dan mengigit separuh roti yang di pegang ibu Melinda "nyami enak roti buatan mama" ibu Melinda hanya bisa menggelengkan kepalanya .
sedangkan di istana keluarga alexander
arlo baru menuruni tangga dengan di temani asisten damen.
"pagi tuan, sapa perempuan itu kepada arlo. sejak jam 5 pagi perempuan itu sudah bangun dan mandi ,setelah mandi ia bersiap turun untuk menugu arlo takut arlo akan lupa dengan permintaannya.
"ia pagi ." jawab arlo singkat.
"tua mau sarapan?" tanya perempuan itu dengan menundukkan kepala karena gugup saat berhadapan dengan arlo.
" sepertinya dia takut sama saya , mungkin dengan sarapan bersama sesering mungkin akan membuatnya lebih santai dan mungkin harus belajar memahami dia calon mama jagoanku." pikir arlo dengan terus memperhatikan perempuan itu.
sedangkan asisten damen yang paham atas pandangan tuannya ke pada calon nyonya muda segra berpamitan untuk memberikan waktu buat mereka berdua.
"ya kalian sarapan, saya duluan ke kantor untuk mempersiapkan pertemuan dengan beberapa investor asing ujar asisten damen berlalu, sebelum arlo berkata kata
"baik lah" ujar arlo dengan melihat asisten damen yang sudah di depan pintu hendak keluar.
"tuan sarapan sudah siap." ucap Pamteo lalu pergi menaiki tangga untuk memangil tua muda kecil sarapan.
"siapa nama adik kamu yang kerja di perusahaan saya?" tanya arlo kepada perempuan itu
"namanya davika putri tuan, dia mahasiswa yang baru magang di perusahaan tuan. jawab perempuan itu yang sudah duduk berhadapan dengan arlo di meja makan.
"oh gitu nama kalian berdua kedengaran hampir sama kamu davina puspita adik kamu davika putri. " ucap arlo yang terus memperhatikan inna.
__ADS_1
ya tunangan arlo adalah inna kaka dari davika putri. yang sejak kemarin mencarinya.
arlo membawa inna ke istananya waktu itu untuk di jadikan tunangannya
***flash on***
seminggu yang lalu derek bertemu dengan arlo untuk makan siang sekaligus mengajak arlo untuk bertemu dengan perempuan yang mereka cari sesuai sketsa wajah yang di berikan oleh arlo.
sekitar jam 12 lebih waktu itu arlo pergi ke sebuah restoran di pinggir kota A bersama asisten damen untuk bertemu dengan derek.
sesampainya di restoran itu ternyata derek sudah sampai duluan, suasana di restoran itu cukup Sepih.karna dari kemarin asisten damen sudah menyewa restoran itu selama sehari penuh jadi suasana di situ sepih pengunjung.
"hy bro sudah sampai duluan ya?" tanya arlo setelah sampai di meja yang di tempati derek
"baru sampai bro." ujar derek dengan mendorong beberapa kertas di atas meja ke pada arlo, saat arlo hendak duduk berhadapan dengan derek.
"ini adalah berkas dari perempuan yang kita cari, " ujar derek
arlo mengambil berkas itu dan melihat dan membca secara saksama.
"perempuan itu bernama davina puspita umur 23 tahun seorang pekerja di 7eleven dia tingal bersama ibu dan adiknya. ibunya seorang guru SD sedangkan adiknya seorang mahasiswa akuntansi menajemen." ujar derek
"kalau ayahnya tidak ada informasi yang kami cantumkan, karena kami hanya fokus ke target kita dan kebetulan, mereka baru tinggal di kota baru 3 tahun lebih. tapi tetangganya bilang ayah mereka sudah meninggal dunia itu saja yang waktu itu kami tau saat tanya tetangganya." ujar derek
permisi tuan pihak restoran sudah menyiapkan hidangan untuk makan siangnya." tanya asisten damen setelah di kasi tau oleh pihak restoran.
ya sudah hidangkan saja, kita makan dulu setelah itu baru lanjut bahas lagi ujar arlo dengan menyimpan berkas tentang davina.
satu jam kemudian mereka selesai makan siang.
"gimana bro apa kita langsung ke tempat kerjanya atau besok , semua informasi tentang davina ada di dalam berkas itu.tapi ada satu hal yang membuat saya sedikit bingung, awal kecocokan wajah aden dengan davina malah di bawah seratus persen dari pada adiknya malah seratus persen tapi sayangnya adiknya masih di bawah umur waktu itu dan juga tidak cocok dengan target kita." ujar derek
"mungkin karena mereka kaka adik" ujar asisten damen.
"saya hanya bisa mengantar kamu ke tempat kerjanya selanjutnya ku serahkan ke kamu. " ujar derek dengan berdiri.
baik lah ayo antara saya ke tempat kerjanya dan kamu boleh pulang, untuk lanjutkan pekerjaan kamu ,dan trimakasih bro." ujar arlo dengan berdiri lalu melangkah keluar dari restoran itu bersamaan.
30 menit kemudian mereka sampai di 7 eleven tempat kerja perempuan itu.
oke bro saya serahkan kepada kamu semoga berhasil. ini tempat kerjanya." ujar derek setelah memarkirkan mobil sportnya di ikut oleh damen yang membawa mobil sport arlo suara kedua mobil itu memancing pandangan orang ke arah mereka termasuk dimas dan inna.
__ADS_1
"wah tumben ada pelanggan yang menggunakan mobil sport di depan." ujar inna kepada dimas yang sedang sibuk menyusun barang yang baru tiba.
"bro saya duluan pulang." ujar derek dengan memundurkan mobil keluar parkiran.
"oke trimakasih" ujar arlo dengan mengangkat tangan melambaikan ke derek .
"kamu turun dan masuk ke dalam terus bawa itu perempuan kesini." pinta arlo kepada damen
damen keluar, saat berada di luar mobil, sebuah mobil sport dengan 4 tempat duduk memasuki area parkir 7 eleven.ya itu adalah salah satu mobil sport arlo yang kapasitas 4 tempat duduk .
"tuan mobil yang di bawah jack sudah sampai apa mau tukar mobil. " ujar damen saat keluar dari restoran damen menelfon jack salah satu bodyguard kepercayaan arlo untuk mengantar mobil ke alamat yang di kirim karena damen tau, tidak boleh sembarang orang menaiki mobil sport kesukaannya karena itu asisten meminta jeck untuk mengantar salah satu mobil arlo .
demen masuk ke dalam 7 eleven sedangkan arlo berpindah mobil ke yang baru datang .
"tuan" sapa jack bodyguard nya dengan membuka pintu mobil untuk arlo.
beberapa saat kemudian damen keluar dengan perempuan itu dan berjalan menuju mobil yang di naiki arlo.
"tuan sudah saya bawa perempuannya." kata asisten damen dengan menyetuh kaca mobil.
perlahan lahan arlo menurunkan kacang mobil tersebut ."ayo naik !! " pinta arlo kepada perempuan itu .
tanpa pikir panjang perempuan itu menaiki mobil itu dengan was was, takut yang di dalam mobil orang jahat. perlahan lahan perempuan itu masuk dengan perasaan deg degan. setelah duduk tanpa melihat orang yang ada di dalam mobil.
tuan ada keperluan apa dengan saya? tanya perempuan itu
nama kamu davina puspita, umur 23 tahun.kamu dua bersaudara , ibu kamu seorang guru .ujar arlo
ia itu nama saya, davina puspita, dari mana tuan menyenal saya? tanya Inna dengan suara ketakutan.
saya mencari sosok perempuan seperti kamu untuk di jadikan tunangan saya dan juga mama untuk anak saya.
flash off
"good morning deddy" teriakan aden membuat arlo menoleh.
πtrimakasih sudah membacaπ
π π π π π π π π π π π π π π π
... ...
__ADS_1