SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
fotografer


__ADS_3

"memangnya ada adik kamu dalam mobil ini ?" tanya ika dengan melihat ke samping dan juga belakang tempat duduk tapi tidak menemukan sesosok adik yang di katakan arlo


"adik saya itu tidak duduk dalam mobil ini , tapi dia selalu ada bersama saya kemana pun saya pergi !! " ujara rlo membuat ika tambah kebingungan.


"adik yang mana ? di sini tidak ada orang lain lagi, hanya kita berdua . " ujar ika sedikit gugup, takut, ketahuan kakanya, dan juga seluruh keluarga alexander salah paham dengan posisi duduknya di pangkuan arlo .


"kamu tau tidak ? tuhan itu penciptaan alam semesta, sedangkan adik saya ,itu menciptakan keturunan ." ujar arlo membuat ika mengerti dengan langsung memukul bahu.arlo.


"dasar mesum !! saya pikir benaran ada orang di sini. " ucap ika malu.


"kan, sudah saya bilang membawa ke mana mana ." ujar arlo melajukan mobil itu dengan perlahan menikmati waktu memangku ika, padahal kantor polis tidak jauh dari situ. kalau yang di kendarai mobil sport maka dalam 5 menit sudah sampai.


pas lampu merah ika malu di pandang orang untung dari samping kaca mobil hitam , jadi yang di luar tidak bisa melihat keadaan dalam mobil kecuali dari depan. orang yang mengendarai motor di depan dapat melihat ika di pangkuan arlo.


orang melihat itu pun hanya tersenyum melihat keadaan dalam mobil itu.


ika dan arlo saling kedengaran detak jantung entah milik siapa ? ika atau arlo, kerna posisi dada mereka yang saling menyentuh seiring dengan gerakan mobil saat melaju. akhirnya mereka berdua sampai di depan pos polisi itu.


ika turun dengan perlahan setelah di depan pos polisi itu , tiba-tiba arlo menutupi kepala ika dengan jas yang di pakenya.karna saat hendak turun arlo melihat sebuah kamera di balik bunga dan dengan cepat membuka jas yang di pake , dan di tarik ke tangan kanan langsung menutupi wajah ika.


"ada apa? apa kamu suda gila menutup wajah saya ! " ucap ika dengan menggelengkan kepala ke kiri dan kanan agar jas itu menjauh dari wajahnya.


"jangan bergerak ! kalau tidak ingin mereka mengambil foto kamu ! " ujar arlo dengan mendekap ika ke sampingnya dengan wajah yang masih tertutup jass.


sedangkan polisi yang berdiri di sekitar situ, tanpa aba-aba, hanya dengan saling memandang mereka sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan, dan dengan cepat mereka menangkap orang yang sedang mengintai arlo dengan kameranya.


arlo dan ika di bantu beberapa polisi lainnya dengan melindungi mereka berdua hingga masuk ke ruangan polisi itu, ika mulai risih dengan apa yang terjadi, saat di dalam ruangan khusus tamu , polisi yang memborgol ika langsung melepaskan borgol itu dan mengucapkan maaf saa membuka borgol di tangan arlo.


"maaf tuan alexander, atas kelalaian saya telah membuat anda dalam masalah hingga di ikuti wartawan . " ucap polisi itu dengan memberi hormat setelah membuka borgol di.


"tidak jadi masalah , semua masih bisa saya atasi. " ujar arlo, sedangkan ika setelah di lepas borgolnya langsung ingin pergi, tapi masih di tahan arlo.


" mau kemana masalahnya belum selesai ,dan di luar mungkin masih ada reporter. " ucap arlo sambil memegang tangan ika dengan erat.

__ADS_1


" bodo amat, saya kan bukan artis, yang mau di ikuti reporter , dan tugas saya mengantar proposal sudah selesai , sekarang saya pulang ke kantor. " kata ika dengan memutar tangannya yang di genggaman arlo berharap bisa terlepas dari genggaman arlo ,tapi semakin di putar arlo semakin menggenggam lebih kuat lagi .


tiba-tiba polisi membawa dua orang yang telah memotret arlo dan ika.


"lapor pak, dua orang fotografer yang mengintai tuan alexander sudah di amankan , menugu tindakan lanjut. " ucap salah satu polisi yang membawa dua orang tersebut.


tunggu ! tidak usah di tahan, saya hanya ingin mereka menghapus foto yang sudah mereka ambil." kata arlo dengan suara ancaman.


" ampuni kami tuan , kami hanya fotografer jalan. yang mencari uang dengan menjual hasil potretan kami ke bebera medis masa tuan. ucap seorang seorang fotografer itu dengan gugup.


" siapa yang menyuruh kalian mengikuti saya? " tanya arlo dengan melihat foto di dalam kamera itu. dan ternyata mereka sudah mengikuti arlo dari ar entertaimen perusahaan alexander grup hingga ke kantor polis.


" tidak ada yang menyuruh kami tuan , kami hanya mengambil foto tuan, untuk di jual ke beberapa midia tuan." ujar 2 orang fotografer itu bersamaan.


"baiklah kalian boleh pergi, dan saya tidak ingin hal ini terulang kembali, kalau saya melihat kalia berdua di dekat saya , saya akan mematahkan tulang kalian ! " ujar arlo mengancam dengan mengembalikan kamera mereka.


"baik tuan kami tidak akan muncul lagi di hadapan tuan. " ujar keduanya bersamaan dan langsung berlari keluar dari ruangan polisi itu.


sedangkan ika menatap arlo dengan kagum.


"melepaskan bukan berarti mereka bebas." ujar arlo dengan menghubungi jack


"hallo tuan " jawab jeck .


"cari tau, dua orang yang baru keluar dari kantor polisi sekarang " pintah arlo tegas.


"siap tuan" jawab jeck mengakhiri panggilan telfon itu, dan langsung mencari keberadaan tuannya dari Gps, setelah mengetahui keberadaan tuannya ,jack beralih ke cctv di kantor polis di mana ada arlo dan ika.


arlo dan ika berpamitan ke pada atasan polisi itu , sesampainya di luar , jack dapat melihat tuannya dari cctv kantor polis itu.


arlo berjalan ke arah mobilnya sedang ika berjalan berlawanan dengan arlo , arlo berbalik untuk melihat ika ternyata ika ke arah lain.


"kamu mau ke mana ? " tanya arlo dengan berjalan ke arah ika.

__ADS_1


"mau cari gojek ." jawab ika


"kamu tidak perlu cari ojek , karena kamu akan ikut saya menemui rayhan nugroho. " ujar arlo dengan memegang tangan ika dan menarik ika ke mobilnya.


"saya tidak ada pengalaman, lalu kenapa saya harus ikut menemui rayhan nugroho ? " tanya ika dengan menatap arlo.


" kamu mahasiswa maggang kan ? jadi hal bertemu client itu seharusnya menambah nilai kamu . " kata arlo membuat ika bersemangat ,


"benar kah ? kalau begitu, setiap ada pertemuan dengan client ,saya di ajak ya ." ujap ika.


" hmm boleh-boleh saja hanya sayangnya kamu bukan asisten saya , karena kalau bertemu client harus orang yang bersamaan saya itu berstatus asisten pribadi saya. " ujar memancing ika .


sebenarnya arlo sudah ada pikiran ingin menjadi ika sebagai asisten pribadi nya , tapi meminta secara terang-terangan bukan sifat arlo, dan mungkin ika juga tidak akan mau jadi asisten arlo , jadi dengan alasan penambahan nilai pasti ika tidak akan berpikir panjang ika pasti setuju.



arlo menatap ika dengan tangan membuka pintu mobil itu untuk ika, dan mempersilakan ika masuk , saat berada di dalam ika berharap arlo menjadikannya sebagai asistennya.


"emmm, bagai mana kalau kamu menjadikan saya sebagai asisten kamu ! jika kamu mau !!ucap ika sedikit gugup, hal yang di harapkan arlo akhirnya terwujud , dengan ika meminta untuk menjadi asisten pribadinya.


"boleh , itu ide yang bagus dengan begitu saya tidak akan sering lupa membawa keperluan bertemu client ." ujar arlo dengan menggema tangan ika dan hal itu langsung membuat ika kaget.


" trimakasih, dengan menjadi asisten anda, nilai pun pasti bertambah juga. ujar ika senang , sedangkan arlo memegang tanganika, dengan santai.


akhirnya ika dan arlo tiba kembali di hotel tempat pertemuan dengan rayhan nugroho


dan arlo langsung membawa ika ke tempat pertemuan untuk menunggu rayhan nugroho.


setelah duduk beberapa menit rayhan nugroho tiba , ika menatap rayhan nugroho seolah mengenalnugroho sosok rayhan


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


πŸ€trimakasih sudah membacaπŸ€

__ADS_1


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


__ADS_2