SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kemarahan arlo


__ADS_3

" itu kan adiknya non, non davika kan?" ujar rider sambil menunjuk ika yang berdiri di tepi jalan.


"oh, iya, coba hentikan mobil di depannya , sepertinya dia sedang buru-buru dari gelagatnya " ujar inna yang terus melihat ika.


"dek dek , i k a !! " teriak inna membuat ika kaget.


" ya ampun ka, kenapa bisa ada di sini , kalau kaka bisa keluar jalan-jalan ! kenapa tidak skalian ke rumah bertemu mama , dan jangan parkir di sini menghalangi saya cari ojek." kata ika sekaligus mengayunkan tangan beri isyarat ke rider agar memajukan mobil supaya tidak menghalanginya mencari ojek.


" memangnya non ika mau ke mana sini sekalian saya antar. " ujar rider membuat inna senang.


" ia dek, mau ke mana ? biar ka rider yang antara " ujar inna dengan membukakan pintu untuk ika masuk.


"memang boleh ka rider mengantar saya " ucap ika.


" boleh non , mau kemana ? " ujar rider dengan melihat keluar ternyata ika sudah di dalam mobil .


" sejak kapan non ika masuk mobil. " ujar rider.


"aduh ka, jangan banyak tanya ! jalankan saja mobilnya , saya lagi buru-buru , ceo arlo sedang menugu proposal , mohon cepat ya takutnya ceo marah." kata ika membuat rider bersemangat.


" kalau ini berhubungan dengan ceo maka harus cepat. " ucap rider dengan menambah kecepatan mobil.


sedangkan arlo mondar mandir di lobby hotel itu dengan cemas menugu asisten damen mengantar proposal itu , karena tersisa 15 menit lagi, rayhan nugroho akan tiba di hotel tempat arlo sekarang.


saat arlo tiba di hotel, dan hendak melihat isi proposal itu sekali lagi sebelum rayhan nugroho tiba, begitu kagetnya arlo setelah membuka proposal itu, tenyata dia selah membawa proposal itu. dan langsung menelfon asisten damen.


" ka saya turun di depan situ , jangan masuk !! " pinta ika dan di setujui rider.


" non ika turun di sini lebih baik, karena kalau masuk dan ketahuan tuan bisa gawat kami berdua." ujar rider membuka pintu dan ika langsung turun dan berdiri masuk hotel itu.


ika berlari hingga tiba di depan hotel itu , sedangkan arlo kaget melihat ika yang datang.


" kenapa tikus jelek ini yang datang , tadi saya telfon damen atau dia sih. " ujar arlo bergumam dengan melihat kembali telfonnya dan dia memang tidak salah menelfon

__ADS_1


"saya tidak salah menelfon mungkin dia di suruh damen antara proposal itu , ya terserah lah yang terpenting adalah proposal itu. " ujar arlo dengan memanggil ika.


" tikus jelek sini" !! panggil arlo membuat ika sedikit kesal karena beberapa orang sedang duduk di situ, dan arlo memanggilnya tikus jelek, ika hanya bisa menahan kekesalannya dan berjalan ke arah arlo.


" mana proposalnya !! " pinta arlo dengan mengulurkan tangan meminta proposal itu , dan ika hendek memberikan proposal itu dengan mengangkat tangan dan ternyata tangannya kosong ,


"tadi saya masih pegang , kenapa bisa tidak ada di tangan saya." ucap ika kebingungan dan membuat arlo marah karena dari tadi dia mondar mandir menugu proposal itu dan saat ika tiba malah tidak ada proposalnya.


arlo menatap ika dengan tatapan tajam di sertai wajah marah seolah akan menelan ika hidup-hidup, ika yang melihat tangannya kosong kaget sekaligus bingung karena dari tadi dia memegang proposal itu di tangannya.


"di mana proposalnya !! teriak arlo dengan suara keras membuat ika kaget.


"saya tanya sekali lagi, di mana proposalnya? "ujar arlo dengan mengguncang badan ika.


ika masih tidak bisa bicara karna bingung dengan proposal yang di pegang dari tadi keluar kantor, hingga tiba di hotel dia masih memegang saat turun dari mobil pun.


"di mana proposalnya ? kamu tau proposal itu berharga ratusan miliar ." bentak arlo dengan masih mengguncang badan ika.


"kalau kamu tidak menyatakan di mana proposalnya, saya akan menelfon polisi sekarang, karena itu bukan hal sepeleh,apa lagi pemilik proposal itu akan segera tiba." ujar arlo makin marah karena ika bahkan tidak menyatakan apa pun hanya berdiri seperti patung.


sedangkan arlo tidak bisa lagi mengendalikan emosinya hingga mencakar rambutnya.


" kalau saya tau kamu yang akan mengantarkan proposal itu ,saya lebih baik kembali untuk mengambilnya sendiri. ucapan orlo penuh emosi tapi saat melihat raut wajah ika yang kebingungan membuat semakin marah dan akhirnya menelfon polisi.


"lebih baik ini di tangani polisi, karena saya sudah terlalu baik dengan kamu, hingga saya bertanya kamu tidak mau jawab. lebih baik di tanya polis mungkin kamu akan jawab. " ucap arlo dengan mengambil handphone dari saku celana ,


" kalau kamu bicara dengan teriak teriak dia akan tambah kebingungan lebih baik anda tenangkan pikiran anda dan tanya dia. " ucap seorang wanita parubaya yang sedang berjalan ke arah arlo .


sayangnya arlo di kuasai oleh emosi hingga tidak berpikir lagi, dan menelfon polisi.ika bagun saat arlo tidak berteriak histeris lagi.


dan ika mulai mengingat kembali saat turun dari mobil


handphonenya jatuh, dan dia menaruh proposal itu di tempat duduk saat hendak mengambil telfon , dan turun dari mobil dengan berlari.

__ADS_1


"tunggu dulu , proposal itu tertinggal di. " ujar ika belum selesai bicara tiba-tiba sebuah mobil polisi datang, kebetulan pos polisi tidak jauh dari hotel itu, dengan cepat mereka sampai saat di telfon arlo


"siapa yang melaporkan ada pencurian di sini ? " tanya polis itu.


" tangkap dia, saya yang melapor, karna dia telah menghilangkan proposal perusahaan saya, yang bernilai ratusan miliar. " ujar arlo dengan menunjuk ika


kedua polisi itu datang menghadap ika dan langsung di pasangan borgol di tangan kiri ika.


"tunggu dulu saya belum selesai bicara jangan seenaknya main hakim sendiri ,saya tidak salah , dan saya juga tidak menghilangkan proposal itu. " ucap ika dengan kesal hingga menendang kaki arlo


"nanti saja kamu bicara di kantor polis. " ucap seorang polisi yang memborgol ika


" tapi saya tidak melakukan kejahatan apa pun , yang mengharuskan saya di bawah ke kantor polis ! " ucap ika dengan melihat borgol di tangannya. sedangkan arlo melihat tangan ika di borgol merasakan perasaan bersalah.


"kenapa dada saya terasa sakit melihat tangan tikus jelek itu di borgol, mungkin rasa bersalah. karena itu dada saya sakit. " ujar arlo dalam hati


"anda adalah ceo arlo alexander ya ? anda yang melaporkan kasus ini, jadi mohon di isi surat pelaporan terhadap terdakwa supaya di proses ke kantor." ujar polis itu sedangkan ika melihat borgol di tangannya yang satunya belum terpasang ika melihat tangan arlo , mulai menggeser kakinya perlahan ke arah arlo dan langsung krek bunyi borgol telah terkunci


"ya, saya arlo alexander dan dia adalah." ucap arlo hendak mengangkat tangan menunjuk ika.dan ternyata tangannya berat, saat hendak di angkat. arlo memperhatikan tangan kanannya tenyata sudah di borgol, hal itu membuat arlo kaget sekaligus marah.


"apa apa ini ? kenapa saya juga di borgol ! "tanya arlo dengan melihat polis itu.tapi polisi itu mengangkat tangan tanda tidak tau dan juga bukan dia yang memborgol arlo.


"dari pada saya seorang diri yang ke kantor polis, untuk sesuatu yang tidak saya perbuat, lebih baik yang pelapor dan terdakwa sekalian ke kantor polis. " ucap ika dengan mengangkat tangan yang di borgol untuk Arlo lihat. saat mengangkat tangan, tangan arlo juga ikut terangkat. membuat arlo terlihat marah , tapi senang dalam hati.


"tolong buka borgol ini sekarang juga" ujar arlo dengan suara tegas mengancam.


"tunggu saya buka ." ucap polisi itu dengan mencari kunci di saku celana tapi tidak menemukan kunci itu, hingga dia mencari lagi di saku bajunya tapi tetap tidak menemukan kunci borgol itu.


"maaf mungkin tertinggal di mobil ! " ujar polis itu canggung , membuat atasannya marah


pergi ambil tunggu apa lagi !! ucap atasan


polisi itu ke anak buahnya.

__ADS_1


🐉 trimakasih sudah membaca 🐉


🐲♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️🐲


__ADS_2