SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kemarahan ika


__ADS_3

"ka inna !! kenapa kaka bisa ada di sini ? ka tau tidak ? saya sama mama cari kaka kemana mana !! sedangkan kaka di sini enak, santai ,memangnya kaka angap saya dan mama itu apa? sehingga seminggu hilang tidak ingin kasi kabar." ujar ika marah setelah melihat kakaknya.


inna yang tidak ingin menjawab pertanyaan adiknya, malah, berlari menghampiri ika dan langsung memeluknya, dengan erat seolah sudah puluhan tahun tidak bertemu.


sedangkan ika yang merasa, di peluk kakanya membuatnya semakin marah, karena tidak mendapat jawaban apa pun dari davina atas pertanyaannya . dan ika memikirkan bagaimana dia berusaha mencari kakanya kemana mana. membuatnya semakin marah. ika bahkan berusaha untuk mendorong kakanya.


"ah !! lepaskan kaka !! ka inna di sini baik baik saja. sedangkan saya dengan mama, mencari kaka kemana mana, seperti orang gila di jalan. kenapa kaka tega pergi tidak kasih tau mama ,,kaka tidak peduli mama kwatir, karena itu pergi pun tidak ingin mama tau , bahkan handphone kaka tidak aktif setiap di hubungi nomor di luar jangkauan, atau sedang tidak aktif, bahkan selama seminggu ini kaka kemana saja? kenapa tidak telfon untuk kasih kabar !! ." ujar ika penuh amarah dengan meronta ronta di pelukan kakaknya.


sedangkan aden yang berada di ruangan belajarnya mendengar suara ika.


"bibi dengar suar di ruangan tamu? itu seperti suara kaka wangi, dewiku datang.ujar aden lalu bangkit dari duduknya dan berlari tanpa menunggu jawaban bi sofi.


"jangan lari tua muda kecil !! luna kejar nanti dia jatuh." pinta bi sofi kepada luna, luna berlari mengikuti aden higa di depan ruang tamu luna mematung saat melihat ika.


"mati sudah kita, kenapa perempuan itu kesini !! jangan jangan tuan arlo yang menyuruhnya ke sini, untuk interogasi kami karena membiarkan orang lain bermain dengan aden." ujar luna yang terus memperhatikan ika yang dalam keadaan di peluk inna. sedangkan arde


sesampainya di ruang tamu aden melihat dewinya meronta ronta di pelukan tanta cantik membuat aden lari menghampiri ika dan langsung merangkul kaki ika.


ika yang merasa kakinya di rangkul langsung berhenti meronta dan melihat di sekitarnya. mata langsung fokus ke semua pelayan yang ada istana itu yang sedang mengerumuni dia sama kak.kemarahan ika hilang dalam sekejap saat mata beralih ke sosok yang merangkul kakinya, sedang inna melepaskan pelukannya dengan pandangan heren ke arah kaki ika.


"aden !! " ujar ika dengan melepaskan pelukan aden dari lakinya dan duduk hingga posisi mereka berdua sama tinggi.


"kenapa kaka dewi di sini ? apa kak dewi kangan sama aden, sehingga ke sini?" ujar aden dengan kedua tangannya yang sudah di pipi ika .


"sejak kapan kamu kenal arden ? " tanya inna kepada adiknya davika tanpa peduli dengan semua pandangan para pelayan yang ada di situ


Pamteo yang merasa para pelayan akan bergosip, jadi dia menatap tajam ke pada pelayan yang ada di situ,, tatapan pamteo membuat semua pelayan itu mulai berlari ke tempat kerja mereka masing-masing.sedangkan ika tidak peduli dengan pertanyaan kakanya malah memilih menjawab pertanyaan arden.


"kaka datang ke sini karena di suruh papanya arde." jawab ika dengan mengusap kepala aden


ye deddy is the best,, I really miss you my goddess." ujar aden lalu memeluk ika.


inna yang melihat kedekatan ika dan aden merasa heran dan tidak percaya dan menimbulkan sedikit emosi di dadanya.


"kenapa aden lebih dekat dengan ika,, dari pada saya yang sudah mengenal dia, dan sudah bersama selama satu minggu lebih,, tapi aden tidak sedekat itu dengan saya,, apa lagi memeluk saya ke dia peluk ika." pikir inna yang sudah merasa cemburu atas kedekatan ika dan aden.

__ADS_1


bi sofi dan luna berdiri di situ mematung


bi sofi tidak takut, akan apa yang akan terjadi kalau tuannya tau keadaan waktu di mall,, hanya saja pandangannya pada ika dan inna yang muka hampir sama.


"dari awal saya sudah curiga jangan jangan calon ibu untuk aden adalah saudara ika secara muka mereka sama. " ujar bi sofi kepada luna yang tidak bergerak sama sekali.


"aden pergi bermain dengan bi sofi dan luna ya kaka bicara dulu dengan tanta cantik nanti setelah bicara kaka akan bermain sama aden ." ujar ika yang ingat waktu aden bilang ada tanta cantik di rumahnya


"oke janji ya? aden tunggu kaka dewi." ujar aden dengan memberi jari kelingkingnya sebagai tanda janji lalu mengaitkan jari kelingkingnya ke punya ika,, membuat ika tambah tersenyum seolah olah kemarahannya hilang dalam sekejap mata saat melihat aden.


"kaka jelaskan ke saya,, kenapa kaka pergi tidak memberitahu mama !! " ujar ika berdiri setelah ke pergian aden


"jangan bicara di sini ayo ke kamar." ujar inna lalu menarik tangan ika menaiki tangga itu menuju kamarnya.sedangkan iras ingin mengikuti inna dan ika tapi di tahan oleh pamteo.


"jangan ikut mereka !! biarkan mereka menyelesaikan masalah di antara mereka." ujar pamteo lalu berjalan kembali ke dapur. sedangkan iras pergi untuk mencari rid tunangannya.


sesampainya di kamar ika kaget melihat kamar kakanya yang besar luas dengan dekorasi cantik dan unik. tapi tidak peduli dengan itu semua.karna yang dia pedulinya adalah jawaban dari kakaknya.


"jelasin ke saya kenapa kaka pergi tidak memberitahu mama." ujar ika



baik lah jadi ceritanya berawal dari kedatangan tuan arlo ke 7 eleven


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


flash on


waktu tiba-tiba ada mobil sport parkir di depan 7eleven dan itu memancing pandangan Inna tidak lama kemudian seseorang masuk dan dia adalah asisten damen.


"selamat sore apa anda davina puspita." ujar asisten damen


"ia itu nama saya"


lalu asisten damen mengeluarkan sketsa wajah inna dan bertanya.apakah ini adalah sketsa wajah kamu

__ADS_1


"ya itu wajah saya dan. " jawab ika belem selesai bicara asisten damen memotong jawab Inna.


"bos saya ingin bertemu kamu mohon ikut saya ke parkiran,, karena bos menugu di parkiran." ujara sisten damen lalu berbalik hendak kembali inna yang melihat asisten damen pergi tanpa sadar dia mengikuti asisten ke arah parkiran sampai nya asisten damen mengetuk pintu mobil.


"bos saya suka membawa perempuan itu" ujar asisten damen.


dan arlo menurunkan kacang mobil tersebut dan berkata "naik lah"


asisten damen menyuruh inna naik dan


inna pun patuh dan menaiki mobil itu dengan sedikit gugup.


"nama saya arlo alexander,, saya seorang ayah, yang ingin mencari sosok perempuan yang ingin menjadi mama untuk putar saya,, dan kamu yang terpilih." ujar arlo tanpa berbasa basi langsung to the point dengan menyerahkan sebuah kotak berisi cincin berlian yang cantik pandangan inna menatap cincin itu dengan mata berbinar.


"woo cantik banget tua." ujar inna


"ia ini memang cantik jikalau kamu mau menjadi tunangan saya, saya akan memberikan ini sebagai cincin pertunangan,, dan apa pun yang kamu inginkan akan saya berikan. sebagai gantinya kamus akan menjadi calon mamanya anak saya." ujar arlo


"mau mau bangat" jawab inna biru buru tanpa pertimbangan sedikit pun.


"kapan lagi ketiban buah durian kaya , siapa yang tidak ingin menjadi tunangan orang kaya tanpa tajir ini,, pasti orang gila aja yang tidak mau." ujar inna dalam hati


"kamu tidak akan menyesali perkataan kamu kan ? karena setelah masuk ke keluarga alexander,, akan ada banyak yang harus kamu urus dan juga dari semua hal,, anak saya yang terpenting.dan kalau kamu menyesal di kemudian hari,, saya akan membuat kamu membayar berkali kali lipat." ujar arlo


"tidak tuan menjadi tunangan anda,, saya tidak akan menyesalinya." jawab Inna sedikit gugup tapi berusaha memberikan kesan yang baik untuk arlo.


"baik lah karena kamu sudah setuju,, sekarang saya akan membawa kamu ke rumah keluarga alexander,, mulai hari ini kamu akan tinggal dengan saya dan keluarga besar saya." ujar arlo


"mau pergi sekarang ya tuan tapi tas saya masih di dalam , saya ambil dulu tuan" ujar inna dengan keluar dari mobil dan belari ke dalam dan mengambil tasnya lalu berpamitan ke dimas sekali mengirim pesan ke ika


"jadi kaka setuju begitu saja ?" tanya ika


flash off


♻️ trimakasih sudah membaca♻️

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2