
"Tidak perlu tuan mungkin dia salah mengira garam adalah gula ." uja asisten damen dengan hati dug dag karna berusaha membela bawahannya.
sedangkan ika yang bersembunyi di kolong meja arlo merasa marah karena saat menutup matanya terbayang kejadian arlo menciumnya
"kenapa saya tidak buka mata untuk melihat seperti apa reaksi anjing laut ini saat mencium saya, mungkin saat itu saya langsung mendorongnya. tapi saya malah menutup mata dan memberikan dia mencium saya lagi dan lagi " ujar ika kesal membayangkan seperti apa yang terjadi saat terjatuh matanya langsung terpejam di tambah kecupan dari arlo membuat ika semakin memejamkan mata.dan hanya bisa merasakan apa yang yang di lakukan arlo terhadap bi**rnya.
"ya sudah nanti kamu duluan ke tempat tua genit itu, saya ke mall sebentar, nanti pulang langsung ke tempatnya." ujar arlo
"baiklah tuan, saya keluar dulu kalau tidak ada yang tuan perlukan." ujar asisten damen berbalik dengan perasaan lega karena berhadapan dengan arlo selalu harus banyak sabar, mengingat kata kata arlo yang akan mengirimnya ke amazon.
"tunggu dulu , kamu bawa kopi ini keluar !! " ujar arlo menunjuk kopi di atas mejanya yang telah di cicipi asisten damen.
"baik tuan " ujar asisten damen dengan berbalik mengangkat kopi itu dan segra keluar dari ruangan ceonya itu.
"hoooh selamat." ujar asisten damen setelah berada di luar pintu. sedang arlo memperhatikan ika di kolong mejanya yang sedang duduk dengan memeluk lututnya
"orang sudah keluar ruangan, tapi kamu masih ingin sembunyi, tidak ingin keluar dari kolong meja ya ? " ucap arlo tegas membuat ika kaget hingga kepala keceduk meja.
"aaaauuh sakit !! bisa tidak kalau tegur orang itu tidak usah bersuara keras karena saya tidak tuli." ujar ika kesal setelah keluar dari kolong meja sambil mengusap kepalanya yang sakit karena keceduk meja, dan berjalan ke arah pintu tanpa melihat arlo.
"mau kemana? " tanya arlo
"ya mau keluar lah, mau apa lagi. " jawab ika dengan suara kesal.
"kamu tidak boleh keluar !! " ucap orlo tegas
"apa ? gila ya kamu !! memang saya tidak boleh keluar supaya kamu menc*um saya seenak jidat mu , kamu sudah mencuri ci*man pertama saya, dan sekarang saya mau keluar dari ruangan ini kamu tidak ijikan !! apa mau kamu !! " teriak ika membuat arlo kaget dan langsung menatap wajah ika yang sudah memerah karna menahan amarah.
__ADS_1
"baiklah kalau kamu ingin keluar silahkan, tapi saya harap, setelah keluar dari ruangan ini kamu tidak akan jadi bahan omongan orang orang yang dari tadi melihat kamu keluar masuk ruangan saya, tapi kalau kamu ingin aman ikut saya." ujar arlo dengan bangkit dari tempat duduknya menuju ika dan langsung menariknya tangannya menuju lift pribadinya.
"apa yang ingin kamu lakukan ? dasar mesum lepaskan, kamu menyakiti tangan saya." ujar ika dengan memutar tangannya ingin melepaskan tangannya yang di genggam arlo dengan erat.
sejak arlo menc*um ika tanpa ijin sudah membuat ika tidak ada rasa hormat kepada arlo sebagai ceonya malah memanggil dengan sebutan kamu, bukan tuan lagi.
arlo melepaskan tangan ika setelah di depan pintu lift , ika mengusap pergelangan tangannya yang memerah.
"di pegang sebentar saja tangannya sudah memerah apa lagi melakukan hal yang lebih dari memegang . " ujar arlo dalam hati dengan senyuman licik saat melihat pergelangan tangan ika.
"jadi saya mau di bawa ke mana? " tanya ika penasaran karena belum pernah naik lift pribadi.
"kamu ikut saya turun dari sini setelah itu kamu naik kembali melalui lift karyawan." ucap arlo setelah memasuki lift di ikuti ika.
"baik lah ." ujar ika datar
arlo keluar dari lift setelah lift berhenti di lantai bawah tempat parkir, lalu menaruh tangan di tengah lift untuk menahan pintu lift agar tidak tetutup sedangkan ika masing berdiri mematung di dalam lift.
"kamu tidak ingin keluar, apa masih mau di dalam." ujar arlo
ika memperhatikan dan mengingat apa yang di lakukan arlo saat pintu lift terbuka dan hanya dengan sebuah kartu lift terbuka.
"orang kaya tidak perlu mengunakan tangan hanya dengan satu kartu bisa melakukan apa pun." pikir ika sekali lagi lalu beranjak keluar dari lift.
"sebelum kamu kembali kerja, kamu harus ingat jam 3 kamu ikut saya dan asisten damen ke lapangan golf karena ada pertemuan dengan rekan bisnis saya di sana jadi kamu harus jaga sikap jagan buat saya rugi." kata kata arlo membuat ika melongok
apa saya tidak salah dengar, kamu ingin mengajak saya main golf ? dengar ya saya tidak tau main dan apa untungnya kamu membawa saya ke sana lebih baik kamu ajak kaka saya." ujar ika membuat arlo tertawa.
__ADS_1
dengar tikus jelek siapa yang menyuruh kamu ikut bermain !! kamu ikut saya hanya untuk membawa tas golf dan juga minum saya." ujar arlo membuat ika kesal.
jadi maksudnya kamu itu, saya ikut ke lapangan golf untuk di jadikan caddy golf ya."tanya ika kepada arlo.
"yap betul sekali ! untuk apa saya bawa kamu kesan, kalau bukan untuk jadi caddy golf saya" ujar arlo dengan menatap wajah ika.
"tapi kan di sana banyak caddy golf yang tau bagaimana cara membantu kamu sedang saya bisa apa ? apa pun tidak tau permainan golf." ujar ika berharap dapat merubah pikiran arlo.
ya karena kamu tidak tau, itu jauh lebih baik karena permainan kali ini berurusan dengan bisnis jadi saya tidak ingin ada caddy golf." ujar arlo mematahkan harapan ika.
"ah terserah tapi jangan salahkan saya kalau tidak profesional." balas ika pedas ucapannya. membuat arlo senang dan langsung menghubungi orang untuk mempersiapkan baju khusus untuk ika.
hallo tolong siapa baju golf untuk perempuan usia 21 tahun dengan ukuran dada 38 cup." ujar arlo dengan melihat ke arah dada ika.
sedangkan ika mendengar ukuran 38 cup yang di ucapan arlo membuatnya langsung kedua telapak tangannya berada di kedua gundukannya.
"kenapa dia tau ukuran bra saya" ? pikir ika dengan kedua telapak tangan masih menopang kedua gundukannya.
"ukuran p*yud*ra ika melebihi telapak tangan kecilnya membuat arlo yang melihat kelakuan ika itu menelan salivanya .
"sial tikus jelek ini bodoh atau polos sih, kenapa menyentuh pay*d*r*nya sediri di hadapan laki-laki. " ucap arlo dalam hati dengan pandangan masih fokus di kedua telapak tangan ika.
"kenapa kamu bisa tau ukuran b r a saya ." tanya ika sedikit gugup karena menyebut bra kata paling sensitif buatnya.
β»οΈtrimakasih sudah membacaβ»οΈ
ππππππππππππππ
__ADS_1