SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
Arlo memangku Ika


__ADS_3

polis itu pergi ke mobil patroli untuk mencari kunci itu.


arlo yang menatap tangan kanannya, dan tangan kiri ika yang di borgol membuatnya senyum tapi perusahaan untuk merubah mimik wajahnya agar senyumannya tidak terlihat orang tanpa di sadari bunyi telfon masuk.


"maaf telfon anda berbunyi." ujar polis yang di depan arlo sedang ika posisi di belakang arlo, arlo langsung menjawab telfon itu.


" hallo ? " sapa arlo pada sih penelfon.


" hallo tuan arlo , saya rayhan. maaf membuat anda menunggu, saya sekarang lagi di jalan tapi terkena matcet ,ada kecelakaan di depan dan sekarang saya terjebak di tengah , mau maju tidak bisa , mundur pun tidak bisa, kata polis lalulintasnya mungkin akan makan waktu dua puluh menit ,karena itu saya menelfon ada takutnya anda menunggu lama." ujar rayhan nugroho , kata kata dari rayhan nugroho membuat arlo lega dan melirik ika yang berada di belakang satu langkah dari samping arlo.


" jangan kwatir pak nugroho , kebetulan saya juga baru mau ke hotel , kalau begitu sampai jumpa tiga puluh menit lagi." ucap arlo mengakhiri obrolan telfon dengan rayhan nugroho.


polis yang mencari kunci itu , sedang mengobrak abrik dalam mobil patroli itu, sedangkan arlo ika masih di posisi yang sama dengan di jaga polisi yang satunya.


"permisi tuan alexander ,ada yang menitipkan ini katanya milik tuan, yang tertinggal di mobil saat nona davika turun, tapi dia bilang tidak bisa masuk untuk mengantar karena sedang buru buru." ujar security itu dengan memberikan barang titipan itu dan langsung di terima arlo.


sedangkan ika menatap arlo dengan sinis karena arlo berbohong saat menerima telfon dari rayhan nugroho.


" chili kenapa dia tidak bilang, kalau dia sudah di hotel menugu. malah bilang baru mau berangkat ke seni !! " pikir ika yang masih melihat kuping arlo sedangkan arlo menerima titipan itu dengan terkejut setelah melihat nama yang ada di map titipan itu.


" inikan proposalnya , siapa yang mengantarkan ini ? " tanya arlo kepada security itu dengan tatapan tajam membuat security itu menelan silavanya.


"maaf tuan, tadi orang yang mengantarkan langsung pergi, saya tidak sempat bertanya tuan ." ujar security itu dengan gugup hingga kata terakhir keluar dari mulutnya tidak terdengar dengan jelas.


sedangkan ika mengahadap arlo hingga mereka berdua saling bertatap, dan saat mata ika melihat mata arlo seketika apa yang ingin di katakan ika buyar seketika , dan mereka hanya saling bertatapan , dan polisi yang mencari kunci itu kembali dengan membuat ika dan arlo membuang muka.


"maaf tuan alexander sepertinya kunci borgol tertinggal di kantor !! " ujar polisi itu dengan sikap tegas dari gelagatnya tapi suaranya terdengar gugup dengan melihat atasannya .


"kamu ini selalu melakukan segala sesuatu tidak pernah benar, malah selalu membuat keadaan bertambah runyam !! lihat sekarang apa yang kamu lakukan . " ucap atasan polisi itu.

__ADS_1


"siap pak maaf tadi dari toilet, saat kembali pak berkata ada pencurian di dekat sini jadi saya mengambil semua yang di perlukan, tapi kuncinya tertinggal di meja pak, " ucap polisi itu tegas.


"kamu kembali ke kantor untuk ambil kuncinya sekarang ." ujar atasannya.


" tadi saya mau bilang proposal sudah kembali dan saya tidak bersalah, tapi saat memandang matanya, saya seperti lupa dengan semua yang ingin saya katakan. " ucap ika dalam hati .


" siap pak , saya tidak bisa pak, karena ruangan pak harus mengunakan sidik jari , kalau ingin memasuki ruangan itu " ucap polisi itu.


" karena proposalnya tidak hilang, jadi saya tidak bersalah kan ? dan tuan arlo alexander anda mungkin di tuntut karna anda melaporkan saya tanpa bukti . " ujar ika membuat arlo menatap ika dengan senyum, yang kalau di lihat akan membuat orang ngilu dengan senyuman arlo .


" jadi menurut kamu siapa yang lalai, dalam hal ini ? hingga proposalnya hilang." ujar arlo mematahkan rahang ika higga tidak dapat membalas perkataan arlo, karena memang ika yang lalai .


"tidak perlu pergi ambil kunci , kebetulan saya yang salah melapor, dan karena proposalnya sudah kembali, jadi kami berdua akan ikut ke kantor pos anda. " ujar arlo membuat polisi itu senang.


"baiklah pak alexander , trimakasih atas kerja samanya ." ujar polis itu dengan mengayunkan tangan mempersilahkan arlo masuk ke mobil patroli itu.


"maaf, saya bawa mobil saya sendiri ke sana. " ujar arlo terkesan sedikit arogan.


" ayo, ke mobil untuk mengikuti mereka !! " ujar arlo dengan berjalan di depan, sedangkan ika mengikuti arlo dari belakang hingga mereka berada di parkiran khusus.


arlo membuka pintu mobil itu lalu, langsung masuk hal itu menyebabkan tangan ika di geret borgol hal itu membuat ika jerit.


"auh sakit ! " teriak ika kesakitan dan teriakan ika membuat arlo kaget hingga langsung keluar.


"maaf tidak sengaja , lupa kalau tangan kita bergantung borgol ." ujar arlo melihat ika yang sedang mengusap tangannya yang sempat terkikis borgol hingga merah.


"saya yang masuk duluan. " ucap ika membuat arlo berpikir.


"tidak bisa, borgol di tangan kiri kamu sedang saya di tangan kanan , jadi akan susah untuk menyetir . " ucap arlo dengan tersenyum karena sudah tau harus gimana caranya agar mereka berdua tidak sejauh.

__ADS_1


" kamu pernah lihat seorang wanita yang sedang mengendong bainya ? " tanya arlo kepada ika. pertanyaan arlo membuat ika bingung .


"maksudnya apa ? saya tidak paham apa yang kamu katakan !! " ujar ika kebingungan.


"maksudnya saya itu, kamu masuk dan duduk di pangkuan saya ! dengan begitu saya bisa menyetir. " ujar arlo dan akhirnya ika paham apa yang di maksud arlo.


ika pelahan masuk kedalam mobil sport arlo dan hendak duduk , ika merasa apa yang di maksud arlo bukan hal yang baik , apa lagi dia seorang perempuan yang harus duduk di pangkuan seorang laki-laki , terdengar tidak masuk akal , akhirnya ika keluar kembali karena merasa tidak nyaman dengan posisi arlo memangku dirinya.


"gila, masa dia harus memangku saya, diakan laki-laki ,dan saya perempuan apa yang akan di katakan orang jika di perjalanan ada yang melihat, saya di pangkuan laki-laki mau taruh di mana wajah cantikku ini . " pikir ika dalam hati dengan kedua telapak tangan menutup wajahnya karena malu dengan merah merona.


"mau sampai kapan berdiri di luar ? cepat masuk ! saya masih ada urusan penting, jadi jangan buang waktu saya ! " ujar arlo membuat ika kesal dan langsung masuk dengan duduk di pangkuan arlo.


arlo merasa senang saat ika berada di pangkuannya , tapi arlo merasa posisi duduk ika malah menghalangi dia untuk menyetir.


" saya pikir cara duduk kamu itu, malah menghalangi saya untuk menyetir. " ujar arlo di sadari ika karna dengan posisi ika di pangkuan arlo akan membuat arlo tidak hanya bisa tidak menyetir tapi juga tidak bisa melihat kedepan.


"tadi kamu masih ingat saya bertanya apa pernah lihat seorang wanita memangku bainya" ujar arlo dan ucapan arlo di angukan kepala oleh ika .


"apa hubungannya kita yang sekarang ini " ujar ika.


"dan sekarang tangan kanan kamu merakul leher saya, atau pun pinggang juga tidak masalah , sedangkan kaki kamu tempatkan di pintu. " ucap arlo, ika mengikuti setiap kata arlo.


dengan merangkul leher arlo, dan merubah posisi kaki ke samping pintu, dan hendak berbalik tidak sengaja ika mencium pipi arlo, sentuhan lembut di pipi arlo membuatnya hanya tersenyum penuh arti sedangkan ika malu tanpa sadar menyusupkan kepalanya di antara bahu dan leher arlo karena malu



dengan posisi duduk meraka yang di mana ika seperti seorang anak dalam gendongan seorang wanita membuat ika terus bergerak membuat arlo tidak nyaman, karena dapat merasakan kelembutan dari dua gunung kembarnya ika di dadanya.


"kalau kamu bergerak terus, kamu akan membangkitkan adik saya ,kalau itu terjadi kamu harus menidurka dia kembali ." ujar arlo membuat ika bingung.

__ADS_1


🍀 trimakasih sudah membaca 🍀


🐉♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️🐉


__ADS_2