
"maksudnya kamu itu ceo Alexander ya? kalau saya belum pernah jumpa. jadi tidak begitu tau, tapi selama beberapa bulan saya kerja di alexander entertaimen saya dengar dia selalu bersama beberapa artis perempuan, dan ada yang bilang sudah menikah dan sudah punya anak.hanya itu yang saya tau ." ujar chika sedang ketiga sahabatnya menggelengkan kepala tanda tidak tau apa apa soal arlo alexander.
sedangkan di rumah sakit cris berusaha menasihati arlo.
"bro tikus jelek itu adalah calon adik ipar kamu, kamu sendiri yang menjadikan kakanya calon tunangan mu , jadi saya harap kamu tidak membuat kedua saudara itu bertengkar , dan kamu bilang tidak jatuh cinta pada tikus jelek itu. saya harap kamu pegang omongan kamu itu." ujar cris dengan menepuk bahu arlo.
"saya hanya jatuh cinta dengan asura ! dan itu tidak akan berubah, kalau tentang kakanya tenang saja, saya akan memenuhi setiap permintaannya, apa pun itu. saya akan memenuhinya, kecuali cinta. karena rasa cinta itu hanya milik asura. " ujar arlo meyakinkan
"baik lah kalau begitu, tapi boleh saya dekati adik ipar mu itu ? secara dia sangat cantik dan imut !! " ujar cris membuat arlo menatapnya dengan tajam.
"tidak boleh ! sifat tikus jelek itu, tidak cocok dengan sifat kamu, jadi jangan cari masalah dengan mendekatinya." ujar arlo bersamaan dengan bunyi perut tanda kelaparan.
"hy bro !! perut kamu sedang minta makan, jangan hanya mementingkan yang lain, hingga melupakan perutmu, kalau seringan perut mu yang meminta makan, takutnya kalau sering kali akan jadi penyakit, dan saran saya, coba kamu menjauhi adik ipar kamu untuk beberapa hari ." ujar cris dengan membuka baju kebesarannya.
"kenapa harus menjauh? dia bawahan damen. jadi sering di bawa kemana mana, di mana ada saya, pasti ada damen dan di situ juga ada tikus jelek itu, bagaimana bisa menjauh." ujar arlo dengan menggerakan tangan tanda tak berdaya.
"ya coba suruh damen memberikan tugas kepada ika di luar office, atau di tingkat yang berbeda, dengan begitu kalian tidak akan sering bertemu. " ujar cris dengan bangga memberi saran kepada ceo ar entertaimen itu.
"baiklah kebetulan mulai besok jose grayson akan mengadakan aidisi, untuk para artis dan aktor untuk filmnya, jadi mungkin saya suruh damen membawa tikus jelek itu." ujar arlo mengambil kunci mobilnya hendak pergi.
sedangkan di kediaman alexander inna berdiri di tepi jendela memperhatikan jalan di mana keluar masuk mobil keluarga besar alexander. berharap arlo pulang.
"kenapa berdiri di situ ? hmm saya tau, kamu sedang memperhatikan jalan, berharap melihat mobil arlo pulang." ujar iras membuat inna malu dan langsung menutup gorden jendela itu, lalu kembali duduk di sofa kamarnya itu.
"tidak juga, saya hanya ingin melihat pemandangan di luar saja." ujar inna saat duduk di sofa itu.
"kerjaan kamu sudah bereskan ? kita ke hotelnya def, untuk makan malam bersama."ucap arlo dengan membuka pintu itu tanpa menunggu jawaban cris.
"kerjaku belum selesai, sebagai seorang dokter tidak ada kata selesai, akan selalu ada pasien yang membutuhkan bantuan dokter." ujar cris mengambil telfon dan kunci mobilnya mengikuti arlo keluar.
sedangkan ika bersama ke empat sahabatnya saling cerita, hingga ketiduran di ruangan tamu itu ika ,sary ,chika ,nia duduk di lantai dengan kepala di sofa sedang adit tidur di sofa dengan menekuk lutut hingga ke muka karena sofa ukuran satu orang.
__ADS_1
ibu Melinda keluar melihat lihat, karna tidak mendengar suara mereka lagi.
"ya ampun sudah kelelahan, tapi masih mau bercerita dan akhirnya kegini ketiduran di sini." ujar ibu Melinda dengan membangunkan mereka.
"ayo ika, bangun bawa teman teman ke kamar, kalau tidur di sini terus besok pagi leher sakit "ujar ibu Melinda membangunkan ika. lalu mereka bangun menuju kamar ika sedangkan adit ke kamar tamu.
sedangkan di istana alexander inna masih menunggu ke kepulangan arlo.
"lebih baik kamu tidur ini sudah mau jam sebelas malam jangan menunggu ar pulang , biasa dia pulang tidak menentu waktu." ujar iras membujuk inna tidur.
"apa dia tidak ingin mengucapkan selamat tidur untuk arden ? " tanya Inna membuat iras tertawa.
"jangan kwatir, biasa dia pulang tidur di kamar arden kadang-kadang , arden adalah segalanya bagi ar . karena sejak lahir ar merawat arden, di bantu bi sofi luna dan nana, bahkan kerja juga arden di bawa ke kantor arlo, saya masih punya foto ar saat pertama kali bawa arden ke kantornya. " ucap iras dengan menunjuk foto arlo saat membawa arden ke kantor.
"wah dia dengan pakian formalnya terlihat serius dengan mengendong arden ? " ujar inna melihat foto di handphone iras sambil tersenyum dengan bangga.
πππππππππππππππ
keesokan paginya terlihatlah kesibukan di kediaman ika, ibu Melinda pagi pagi sudah bangun untuk menyiapkan sarapan, sedangkan ika, sary , chika ,nia berganti mandi lalu mereka bersiap siap untuk ke kantor.
"ika, kalian sudah siap belum? sarapan dulu, nanti telat ke kantor." ujar ibu Melinda hendak ke kamar adit tapi tiba tiba pintu adit tebuka.
"pagi tante." sapa adit kepada ibu Melinda
"pagi pagi sudah rapih adit ? tante sudah menyiapkan sarapan pagi, ayo sarapan dulu" ujar ibu Melinda berjalan ke ruangan makan di temani adit sedangkan ika dan ketiga sahabatnya sudah selesai dengan rutinitas pagi dandan. ika melihat dirinya di cermin dengan kacamata, dia teringat dengan kata arlo.
"dia bilang mata saya sama ke mata arden." ujar ika dalam hati dengan melepaskan kaca mata itu sambil tersenyum.
beberapa menit kemudian ika dengan ke tiga sahabatnya menyelesaian dadan mereka dan berjalan ke dapur untuk bergabung dengan adit dan ibu Melinda.
__ADS_1
dua puluh menit kemudian mereka selesai sarapan dan langsung berangkat, sedangkan ibu Melinda membereskan meja makan dan mencuci piring kotor sehabis sarapan. dan ikut bergabung dalam rombongan keluar dari rumah, karena ibu Melinda juga seorang guru.
setelah sampai di alexander grup ika ,sary ,chika , langsung ke tempat kerja mereka masing-masing sedang adit dan nia ke perusahaan owan tempat mereka kerja.
"pagi ka anna." sapaan riang dari ika langsung di balas anna
pagi juga ika, wah hari ini kamu keliatan senang banget. "jawab anna membuat ika tersenyum ramah dan langsung menyimpan tasnya. di meja sebelah anna.
"tadi kamu di cari sama asisten damen di suruh ke ruangannya." ujar anna membuat ika bertanya tanya.
"untuk apa asisten damen memanggil saya pagi-pagi ya ka? " ujar ika dengan melihat anna.
" asisten damen mau kasih tugas ke kamu mungkin !! " ujar anna dengan tersipu, setiap menyebut nama asisten damen.
"baiklah ka saya ke ruangannya dulu." ujar ika berbalik pergi ke ruangan asisten damen.
"tok tok tok " permisi tuan damen , apa tuan mencari saya ? " tanya ika berdiri di depan pintu masuk, karena pintu tidak di tutup.
"ya, masuk lah ! " ujar asisten damen, ika masuk dan berdiri di depan meja kerja berhadapan dengan asisten damen.
"nanti kamu temani saya dan anna, ke lantai 10 tempat audisi pencarian artis dan aktor, yang akan di adakan tuan jose grayson, tapi sebelum itu kamu buatkan kopi untuk ceo arlo nanti saya yang antar !! " ujar asisten damen membuat ika lega karena tidak akan ke ruangarlo lagi.
"baiklah tuan, saya buatkan sekarang , saya permisi dulu tuan untuk buat kopi."ujar ika berbalik keluar dari ruangan itu.
"untuk apa ar menyuruh saya yang antar kopi !! " pikir asisten damen dengan mengingat kembali saat pagi-pagi sudah di panggil ke ruangan arlo hanya untuk menyuruh ika jangan antar kopi ke ruangnya .
"mungkin dia sudah ingat kata kata saya semalam agar saling menjauhi karena itu , saya yang buat kopi ,asisten damen yang antar , bagus juga, tapi kenapa rasanya saya aga kecewa hoo ? " ujarika dalam hati dengan terus membuat kopi.
πtrimakasih sudah membacaπ
π²ππππππππππππππ²
__ADS_1
.