
"kenapa menyatakan hal itu pada saya, dan kenapa saya harus ikut dengan kamu, kamu dan saya hanya hubungan bawahan dan juga atasan." ucap ika tepat seperti apa yang di pikirankan arlo.
" dia benar, kenapa juga saya harus memintanya untuk ikut dengan saya keluar kota." pikir arlo atas ucapannya sendiri.
"ya, kamu harus ikut saya, karena kamu asisten pribadi saya ! jadi dengan ikut saya keluar kota, kamu bisa tambah nilai dan juga tambah pengalaman ." ujar arlo membuat ika menimbang nimbang, ucapan orlo.
"saya tetap tidak bisa, karena mama akan sendiri di rumah, jika saya ikut pun tidak bisa membantu banyak, saya di sini temani ka anna . " ujar ika membuat arlo sedikit kecewa.
"baik lah, kalau itu mau kamu, sebagai bos saya tidak boleh memaksakan kehendak. " ucap arlo membuat ika memutar kedua matanya.
tiba tiba arden berteriak membuat ika panik dan bergegas turun dari tempat tidur itu, sedang arlo tidak ingin melepaskan tangan ika, arden yang melihat tangan ika di pegang arlo, langsung berlari mendekati ika dan menarik tangan arlo yang sedang memegang tangan ika.
"dad don't hold my goddess hand ! " teriak arden dengan menarik tangan arlo, tapi arlo tidak ingin kalah dengan arden dengan mengencangkan pegangannya di tangan ika arden yang terus menarik tangan arlo, agar melepaskan genggamannya tapi tetap tidak bisa lepas dan akhirnya membuat arden menagis.
"laki laki ko menagis" ujar arlo membuat arden membersik air mata dan memperbaiki mimik wajah yang sedih berubah menjadi ceria.
" I'm not crying dad ! " ujar arden berusaha untuk tersenyum tapi tangan masih menarik tangan arlo yang sedang memegang tangan ika.
sedangkan ika yang melihat arden berusaha menarik tangannya dari arlo membuatnya senang dan langsung menarik paksa tangannya dari genggaman arlo.
"kenapa arden tidak ke sekolah ? bukannya liburan masih lama , mungkin dua minggu ke depan ? " tanya ika kepada arden, arden mendongak untuk melihat ika, sedangkan ika berlutut hingga posisi sama tinggi dengan arden..
"tadinya mau ke sekolah tapi surat dari sekolah arden, belum di tanda tangan sama tuan ." ujar bi sofi saat memasuki ruangan itu.
"kenapa tidak bilang dari semalam bi ? " ujar arlo dengan menerima surat itu , sedangkan bi sofi memandang ika yang sedang di rangkul arden, lalu kembali melihat arlo.
__ADS_1
"semalam saya sudah menaruh, surat dengan Pena, di ata nakas samping kiri tempat tidur arden, dengan maksud kalau tuan pulang dan melihatnya akan tanda tangan, tapi pagi ini mau siap ke sekolah, ternyata belum di tanda tangan. " ujar bi sofi .
"semalam saya benar benar tidak bisa fokus bi, karena telfon dia ! tapi malah di matikan hingga membuat saya tidak fokus saat berada di kamar aden, saya langsung berbaring di samping aden, dan tidak melihat apa pun di nakas itu. " ujar arlo dengan menunjuk ika , arlo mulai kesal saat melihat ika yang begitu tenang saat merangkul arden.
tiba-tiba asisten damen masuk dan melihat suasana di dalam ruangan pribadi arlo yang sedang ramai dengan ocehan ika dan arden.
"kenapa kamu bisa masuk ! bukannya saya sudah mengunci pintu ? " ujar arlo membuat bi sofi menghayati perkataan arlo.
"saya asisten kamu sejak kecil, masuk ruangan kamu itu hal kecil , kan ada kartu satu kali buka ! jadi kamu mau kunci atau tidak saya tetap bisa masuk. dengan ini segalanya akan terbuka dengan sendiri." ujar asisten damen dengan menunjukkan kartu keluarga yang hanya di miliki keluar besar alexander.
"lalu, ada apa kamu kesini ? " tanya arlo dengan matanya memandang ke lain tempat, dimana ika dan arden yang sudah berpindah ke sofa di ruangan itu, dan duduk di sofa itu dengan bercanda tawa, membuat arlo yang melihatnya mereka berdua Jadi kesal sampai mengeraskan rahangnya hingga terdengar bunyi gigi yang sedang bertarung dalam ranga mulut arlo.
"penerbangan di tunda jam dua, karena tuan besar juga ikut, jadi penerbangan jam sebelas di tunda ke jam dua, dan tuan besar akan mendarat sekitar pukul satu siang ini , dan tuan besar berkat, sebelum berangkat mau di adakan meeting skalian membahas lagi property yang akan di beli di luar kota. " ujar asisten damen dengan mengikuti pandangan arlo.
" bersama dengan arden dia begitu senang, tapi saat bersama saya, selalu ada ada sikap penolakan yang selalu dia tunjukkan nya, di mana saat di memanjakan, hoo, apa saya harus seperti anak kecil juga, agar dia senang, apa yang saya pikirannya ! " ujar arlo menyadari pikirannya terhadap ika, dengan berbalik melihat asisten damen.
"penerbangan di tunda, dan tuan besar akan ikut , jadi sebelum berangkat mau meeting skalian lagi, hy dari kemarin kamu tidak fokus , kalau suka dengan dia kenapa bersikap ke gitu, saya rasa kamu mulai menghilangkan asura perlahan lahan ." ujar asisten damen dengan membisikkan ke telinga arlo.
"tuan tolong tanda tangan surat dari sekolah tuan kecil, nanti terlambat ." ujar bi sofi dengan melihat kertas yang di pegang arlo.
"ya sudah kamu atur meeting nanti, sekarang saya antar aden sekolah, bi duluan ke sekolah arden nanti saya menyusul, biarkan saya yang mengantar arden." ucap arlo, sedangkan asisten damen langsung keluar, sebelum keluar asisten damen melihat ika yang begitu akrab dengan arden, sedangkan bi sofi juga pergi ke arah lift dan turun ke area parkiran di mana luna, nana dan rider. menugu.
"ika ikut saya antar arden nanti baru balik kerja. " ucap arlo tanpa melihat ika.
"kenapa saya harus ikut seharusnya dia mengajak kaka saya." pikir ika dengan melihat arden begitu senang dengan ucapan arlo.
__ADS_1
"sebagai asisten pribadi saya,kamu juga harus antar jemput aden, karena itu kamu harus ikut untuk tau di mana arden sekolah." ujar arlo , ika paham maksud arlo.
"baik lah saya akan ikut antara aden." ucap ika dengan melihat arden yang loncat punuh kesenangan.
"yeee dewiku ikut ke sekolah aden, nanti aden kenalin ke guru aden, guru selalu bilang harus kenalin keluar ke teman teman, tapi aden hanya punya deddy, dan deddy tidak sering ke sekolah aden. " ucapan Arden membuat ika menatap arlo dengan tatapan mengintimidasi.
"jangan melihat saya seperti itu, saya sering ke sekolah arden, saat ada kegiatan anak dan orang tua. " kata kata arlo membuat ika dan arden memutar bola mata mereka, dan hal itu membuat arlo kaget, karena kelakuan arden dan ika yang bersamaan.
" kalian berdua jangan lakukan hal itu lagi." ujar arlo dengan duduk untuk tanda tangan surat yang di pegangnya.
"Dad comes to events at school but is always to late." ujar arden.
"yang penting saya hadir kan biar sering terlambat ." ujar arlo lalu bangkit ucap arlo membuat ika menggelengkan kepala.
"itu sama saja tidak hadir, kalau acara sudah selesai baru kamu hadir"
"baik lah lain kali saya usahakan, jadi sekarang kita antara arden ke sekolah, kalau tidak dia juga akan terlambat." ujar arlo menatap ika begitu pula ika juga memandang arlo, arden yang berada di antara mereka hanya melihat mereka berdua dengan kebingungan.
"hy tuan, tadi ke ruangan ceo, apa yang terjadi, kenapa ika menjerit ? " ujar anna penasaran dengan jeritan ika.
sebentar lagi arden akan punya adik. ujar asisten damen membuat anna tambah bingung.
πππππππππππππππ
βtrimakasihsudah membacaπ
__ADS_1
π π π π π π π π π π π π π π π π