SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
dekat dengannya


__ADS_3

"wah semuanya memiliki logo brand ternama...! " ujar inna hendak menyentuh sebuah box 🎁 kecil yang berlogokan khusus.


"non jangan sentuh..! itu semua barang brand ternama, nona Davina bisa melihat dari logo di box masing-masing, semuanya ini tuan belum sentuh. " ujar pamteo, inna yang mendengar ucapan pamteo merasa kecewa dengan kata dan sikap pamteo yang melarangnya untuk menyentuh box itu.


"baik lah paman saya kembali ke kamar saya." ujar inna dengan dada bergemuruh karena kecewa.


sedangkan ika dan arlo baru sampai di kompleks perumahan ika, di sepanjang jalan Arlo mengendarai mobil dengan 60,km/jm, hanya untuk berlama-lama dengan ika, arlo tau kalau ika tidak mengijinkan nya masuk rumahnya, setelah kejadian waktu itu, dan arlo tidak ingin ika bersikap dingin lagi padanya.


setibanya di gerbang ika turun, tapi sebelum keluar dari mobil, arlo mencegahnya.


"iiih ada apa lagi...? saya sudah sangat lapar, dan sudah di depan rumah saya, jadi kenapa saya tidak boleh turun." ujar ika berusaha melepaskan genggaman tangan arlo.


"saya mau tanya sesuatu..! ujar Arlo setelah ika kembali duduk.


"mau tanya apa lagi..!"


"kejadian kamu hilang ingatan itu, di kampung mana..?


"kenapa tanya lagi, bukannya saya sudah pernah bilang..?" ujar ika heran karena dia pernah bercerita kepada arlo.


"sudah lupa, waktu itu kamu marah pada saya, jadi otak saya tidak bisa menyimpan banyak hal, hanya fokus memikirkan kamu..!" ujar Arlo membuat ika memberi reaksi mau muntah.


"hoo kenapa mau tanya hal itu lagi..? apa mau membantu saya untuk cari tau..? " ujar ika, arlo menatap ika dengan tatapan yang serius.


"ya saya ingin kamu ingat kembali "


"benar kah..? " ujar ika bersemangat, tapi tiba-tiba kembali termenung.

__ADS_1


"ada apa..? apa kamu tidak suka dengan rencana saya untuk membantu kamu ingat kembali ? " ujar Arlo, dan di sambut gelengankan kepala oleh ika.


"lalu apa ?" ujar Arlo dengan memegang pipi ika.


"nama kampung raya." ujar ika hendak berbalik untuk keluar dari mobil Arlo.


Arlo menarik ika mendekat dan langsung mencium kening ika beberapa kali.


baik lah sayang kalau tidak mau cerita, sekarang kamu boleh turun sayang, tapi ingat kalau kamu memerlukan saya telfon ya..! saya akan cepat sampai sini." ujar Arlo memundurkan mobilnya, setelah ika turun langsung membuka gerbang rumah susunnya itu, setelah di dalam ika menutup pintu gerbang itu, tapi tidak sampai tertutup rapat, kepalanya di condongkan keluar agar dapat melihat arlo, begitu pula Arlo yang menunggu ika menutup pintu gerbang itu.


"kenapa dia masih di situ..?" ujar ika dalam hati dengan perlahan lahan mengintip Arlo.


"kalau kamu tidak masuk, saya akan terus di sini. hingga kamu berada dalam rumah." ujar Arlo yang dapat melihat ika dari kaca spion mobilnya.


"dia bisa melihat saya ?" ujar ika dengan menutup pintu gerbang itu dengan kasar hingga besi besi itu saling bertautan hingga menimbulkan bunyi nyaring, membuat tetangganya Mayang keluar.


"kenapa kamu tidak mendekati saja pacarnya, kan masih pacaran, di lihat dari sikap ika yang kasar dan seenaknya itu, bisa bisanya suatu saat laki laki kaya itu meninggalkannya, dan setelah itu, no kamu harus mengambil hati pria itu, jadi mulai sekarang kamu dekati dia, siapa tau setelah melihat sikap kamu yang baik cantik seksi dan dia akan melirik kamu." ujar mamanya Mayang.


Arlo yang melihat nyala lampu dalam rumah ika, bertanda Ika sudah di dalam rumah, Arlo mulai Star mobilnya dan tiba-tiba bunyi mobil sport Arlo yang keras, membuat Mamanya Maya kaget dan hampir jatuh dari tempat duduknya.


Arlo langsung menuju kembali ke istananya sesampainya di kediamannya Arlo menaiki lift itu agar cepat sampai kamar Arden, tok tok tok ! setelah mengetuk pintu itu lalu masuk, Arlo kaget dengan koper yang di depan pintu masuk kamar Aden.


"bibi ini koper punya siapa kenapa menaruh di depan pintu ? " ujar Arlo setelah di dalam kamar Arden.


"oh syukurlah tuan akhirnya pulang, itu koper saya tuan." ujar bi sofi setelah keluar dari ruang ganti atau tempat menyimpan baju baju Arden.


"buat apa koper ini bi ...? dan di mana Luna dan Nana..? " tanya Arlo penasaran.

__ADS_1


"itu tuan, Luna dan Nana semalam sudah kembali pulang ke kampung tuan, karena mamanya lagi sakit, 4 hari yang lalu mama mereka masuk rumah sakit dan dokter bilang kankernya kembali, dan dia tidak ingin operasi lagi, dia sering sakit tapi di sembunyikan, dan hal itu sudah lama, dan akhirnya tidak kuat dan pingsan, lalu di larikan ke rumah sakit terdekat, dan dokter bilang kondisinya sudah sangat parah untuk di operasi lagi. " ujar bi sofi membuat Arlo heran.


"bukan nya operasi sudah sering..? dan waktu Nana kembali dari kampung waktu itu, saya tanya dia, dan dia bilang mamanya sudah sehat. ujar Arlo yang tau betul operasi mamanya Luna dan Nana, karena Arlo yang membiayainya.


ia waktu itu sudah sembuh tapi kambuh lagi dan dia tidak engin operasi,dia merasa sudah lelah karena itu tidak memberitahukan ke siapa pun, dan akhirnya berakhir di rumah sakit, karena itu saya tunggu tuan untuk berpamitan,menyusul Luna dan Nana ke kampung karena dokter bilang dia tidak akan bertahan lagi. " ujar bi sofi membuat arlo menggaruk kepalanya, karena kalau bi sofi pergi siapa yang akan menjaga Arden.


"baik lah bi, kalau begitu suruh seseorang yang kerja di sini, yang dekat dengan Arden, supaya dia menemani Arden kalau saya kerja. " ujar Arlo membuat bi sofi khawatir karena selama ini Arden tidak dekat dengan siapa pun yang kerja di kediaman Alexander.


"kayanya saya tau siapa..! yang bisa menjaga tuan kecil." ujar bi sofi dengan mengambil handphone Arden.


"emang siapa bi..?"


"tuan lihat foto foto dalam handphone tuan kecil, orang itu cocok banget untuk menemani tuan muda kecil.


"Arlo tidak percaya dengan apa yang di lihatnya dalam handphone Arlo melihat foto itu satu persatu, dengan menggelengkan kepala tanda tidak percaya yang dia lihat.


"bi, sejak kapan Arden dekat dengannya..?"


"sudah lama tuan, sejak kami ke Mall waktu itu, dan setelah itu tuan menyusul kami dan tuan kecil ke mall, saat itu lah pertama kali tuan muda kecil bertemu dengan adiknya nona Davina." ujar bi sofi yang memandang arlo dengan bingung.


Arlo yang melihat foto foto itu membuat hatinya dug dag, dengan senyuman lebar


🔷💠🔷💠🔷💠🔷💠🔷💠🔷💠🔷


terimakasih sudah mampir untuk membaca.


🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉

__ADS_1


__ADS_2