
"non ika jangan marah, tadi non ika bilang, dia bos saya kan? dia juga bosnya non ika. kan non kerja di perusahaan tuan, jadi bos saya juga bos nya nona davika ." ujar rider berusaha agar ika tidak marah lagi dengan tuannya. sedang arlo yang bersembunyi di balik pohon mendengar ucapan ika menjadi kesal dan meninju pohon itu dengan ringan .
"saya ini juga bos kamu ! dasar tikus jelek ." ujar arlo dengan melihat ika yang sudah berdiri di samping motornya
"tapi kenapa tikus jelek ini juga memiliki wangi seperti wanita yang menabra saya di mall waktu itu ,aroma yang begitu enak dan rileks saat di hirup, membuat saya semarah apa pun kalau mencium aromanya membuat amarah saya hilang dalam sekejap, sama seperti wanita yang saya tabrakan di mall. saya harus ke mall cari tau perempuan itu apakah dia si tikus jelek ini kah." ujar arlo dengan memejamkan mata menikmati aroma yang terbawah agin terhampar di hidungnya.
"saya tidak ingin datang lagi ke sini ." ujar ika
"kenapa nona davika tidak ingin ke sini lagi. " tanya rider penasaran
"tidak mau,, ya memang tidak ingin kesini lagi, lagian saya siapanya ." ujar ika dengan kembali memikirkan kata kata nya sendiri
"ya ampun apa yang saya pikirkan memangnya saya ini ada hubungan apa ? dengan siapa? siapanya di kediaman ini ? saya ke sini hanya untuk bertemu kaka kenapa jadi berpikiran aneh !! " ujar ika dalam hati dengan sikap malu hingga pipinya memerah .
sedangkan arlo yang menghirup harumnya dari aroma ika tersenyum, saat mendengar ucapan ika, amarah di hatinya entah menghilang ke mana dengan rencana jahatnya.hingga dia tersenyum seperti orang bodoh dengan hanya mendengar satu kata siapanya yang terucap dari bibir ika.
"trimakasih ka rider sudah mengambil motor saya dari kantor ke sini kalau ada waktu saya akan traktir ka rider . " ujar ika karna lebih nyaman berbicara dengan rider biar baru sehari semalam kenal tapi rider orangnya cepat akrab seperti sifat ika juga yang cepat berbaur dengan orang-orang dalam lingkungan baru.
"baiklah saya akan tunggu hari dimana non davika mentraktir saya , tapi tadi non davika bilang tidak ingin kesini lagi jadi bagaimana akan mentraktir saya? " ujar rider
"oh ia kalau begitu ka rider kasi nomornya biar saya telfon ka rider, kalau saya ada waktu." ujar ika dengan memberikan handphonenya ke rider.
"bagus juga, dengan memiliki nomor ka rider saya akan sering berbicara dengan kaka lewat nomornya ka rider dari pada sering berkunjung ke sini." pikir ika dengan senyum.
" sudah non davika, non, non, apa kamu baik baik saja? " panggilan rider menyadarkan ika dari pikirannya.
"eh saya tidak apa apa ka, hanya sedikit memikirkan sesuatu, ya sudah ka rider saya pamit dulu ya ." ujar ika dengan tersenyum ramah lalu menaiki motornya
__ADS_1
"baiklah non selamat jalan dan hati-hati di jalan menuju ke kantornya mungkin akan sedikit macet." ujar rider dengan memperhatikan mobil tuannya yang parkir di tikungan. sedangkan ika belalu pergi dari situ.
"hmm ternyata tuan ku lagi sembunyi .
tuan tidak ingin keluar ya? saya kwatir di balik bunga yang banyak terdapat ulat berbulu." ujar rider menyadarkan arlo dari khayalannya dari keharumnya ika.
"ko kamu tau saya di sini ? " tanya arlo kepada rider dengan perlahan keluar dari persembunyiannya lalu merapikan pakian yang di kenakannya.
"tentu saja saya tau tuan, dari mobilnya yang parkir di tikungan itu.jawab rider
"apa sih tikus jelek itu juga menyadari saya sembunyi ? " tanya arlo
"saya rasa tidak tuan." ujar rider
"baiklah saya pergi dulu , apa arden sudah ke sekolah ? " tanya arlo sebelum berjalan balik ke mobilnya.
sedangkan arlo juga berlalu pergi secepat kilat dengan mobil sportnya
"ya ampun macet seperti yang di katakan ka rider , kalau ke gini saya pasti akan telat masuk kantor, ka anna dan teman-teman pasti menugu seharusnya saya tadi tidak melewati jalan ini." ujar ika yang memperhatikan laju perlahan kendaraan yang berderetan di depannya, dengan niat ingin menyelinap, dengan motornya di sela ruangan di sekitar barisan kendaraan di depannya tapi terlalu padat merayap mobil dan motor.
sedangkan arlo sudah sampai di kantor dan asisten damen memasuki ruangannya begitu kaget asisten damen melihat hidung arlo.
"kenapa dengan hidung kamu? " tanya asisten damen kepada arlo dengan menahan tawa.
"ulah tikus jelek gara-gara dia hidung saya ke gini, dan kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu !! " ujar arlo kesal karena melihat asisten damen seperti ingin tertawa.
"saya tidak tau kalau kamu sudah di ruangan, karna itu masuk tidak mengetuk.
__ADS_1
dan baru kali ini saya dengan ada tikus masuk istana alexander, kamu jatuh membenturkan hidung kah saat menangkap tikus itu ya ? " tanya asisten damen dengan melihat ke sembarang arah dengan tangan kiri mengusap tengkuk lehernya.
"pertanyaan kamu banyak banget !! yang menyebabkan hidung saya ke gini, itu sih tikus jelek bawahan kamu, yang di jemput rider kemarin, yang menonjok hidung saya pagi-pagi ." ujar arlo semakin geram kalau mengingat kejadiannya.
"haaaaaaaaa lucu skali, seumur hidup saya bersama kamu, ini pertama kalinya ada yang menghajar kamu , ceo Alexander hingga hidung merah kebiruan, apa lagi yang menghajar kamu ada perempuan,biasanya kamu di elu elukan tapi hari malah di hajar." ujar asisten damen ngagak, dengan tangan kiri menekan perutnya dengan tawa keras membuat amarah arlo sudah di ubun-ubun.
"diam !! kamu begitu tertawa penuh kesenangan ya? mengetahui saya di hajar tikus jelek itu ya. " ujar arlo spontan asisten damen menjawab.
"ya betul sekali, kapan lagi bisa dengar ada perempuan yang menghajar ceonya hingga hidung merah kebiruan kegitu.siapa pun bawah kamu pasti tertawa mendengarnya." ujar asisten damen tanpa menyadari kata kata nya membuat arlo semakin geram.
"oh mungkin kamu akan lebih senang lagi kalau kamu berada di amazon." ujar arlo dengan berdiri di tepi meja kerjanya.
"ya tentu saja." ujar asisten damen yang tidak peka dengan ucapan arlo karena masih tertawa dengan membayangkan ika menghajar arlo.
"baiklah kembali ke ruangan kamu untuk bersiap siap berangkat ke amazon." ujar arlo membuat asisten damen berhenti tertawa lalu menyimpan dokumen yang dipegangnya di atas meja kerja arlo.
"ini adalah dokumen untuk pertemuan dengan tuan jose grayson soreh nanti, dan tadi asisten tuan tertua meminta anda nanti ke tempat beliau, untuk melihat contoh rumah baru yang di desainnya. karena hari ini beliau meminta semua rekan kerjanya di desain interior untuk melihat desain rumah barunya. jadi tuan tertua berharap anda kesana untuk memberi masukan atau pendapat tuan tentang desain barunya." ujar asisten damen dengan muka serius dalam seketika saat mendengar ucap arlo menyuruhnya ke amazon.
"jam berapa pertemuan di tempat keke tua itu? " tanya arlo
"jam sepulu tuan." jawab asisten damen
"baik lah saya mau ke mall sebentar ada urusan. " ujar arlo
💠trimakasih sudah membaca💠
♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️
__ADS_1