SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
arden bersin bersin


__ADS_3

Setelah kepergian arlo ika kembali ke kamarnya dengan terus memikirkan surat perjanjian asura dan arlo, di mana surat itu menyatakan arlo tidak boleh berhubungan dengan perempuan lainnya kalau itu terjadi arlo akan kehilangan arden.


apa yang akan terjadi kalau asura tau arlo membawa ka inna ke rumahnya, apa akan menjadi masalah, dan si kecil ini akan ikut Asura..? pikir ika dengan perlahan naik ke atas tempat tidur itu lalu perlahan membaringkan tubuhnya, agar segra tertidur, ika tidur dengan merangkul arden, arden yang tidur dengan lelap perlahan lahan bergerak lalu menempatkan wajahnya di dada ika.


arlo yang sedang di jalan pulang memilih tidak peluang ke istana keluarga Alexander, malah memili pergi ke condominiums miliknya dengan Asura.


di sepanjang jalan arlo terus memikirkan cara tidur arden dengan ika. dimana arlo membayangkan ika memeluk arden dalam tidur mereka, arlo hanya membayangkan saja sudah membuatnya emosi.


" aduh kenapa harus emosi, memikirkan ika tidur dengan memeluk arden, bukannya saya yang mengantarkan arden kesana, ini gara-gara tikus jelek itu membalas chatting di wa arden, " ujar arlo.di mana saat ika membalas chatting arlo. yang menyatakan demikian: ika sedang takut gara-gara kucing bertengkar di belakang rumahnya, saat arlo membacanya langsung memikirkan cara untuk membawa arden, supaya menemani ika agar tidak takut sendirian.


"sial kenapa saya jadi paranoid. " ujar Arlo setelah sampai di condominiums miliknya.


sedangkan arden dan ika tidak dengan nyenyak 30 menit kemudian arden mulai bergerak dengan tidak nyaman dalam tidurnya, gerakan arden dapat di rasakan ika, hingga ika perlahan lahan membuka matanya untuk melihat arden.


" kamu kenapa sayang, apa tempat tidur ini membuat kamu tidak nyaman kah sehingga bergerak terus...? " ujar ika dengan menggosok punggung arden, tapi arden terus menggeliat dalam tidurnya membuat ika bingung.


ika bangun untuk memperbaiki posisi tidurnya arden, ika membalikkan badan arden agar terlentang, ika melakukan semua itu dalam keadaan masih ngantuk sesekali menyuap dengan mata tertutup, tapi tangan nya masih bergerak untuk membuat posisi tidur arden lebih baik.


" hmm ko basah..? " pikir ika dengan mata masih terpejam lalu perlahan lahan mengusap wajah arden, ika kaget karena telapak tangannya basah saat mengusap wajah arden.


ika langsung membuka mata, yang dari tadi susah untuk di buka, karena masih di alam mimpi, hanya naluri yang bekerja.


yah kenapa kamu basah kegini sayang..? apa kamu mengompol..? " ujar ika dengan mata terang dan langsung menyentuh bok*ng arden.


tidak basah , apa dia sedang kepanasan..? tapi kan kipas angin sudah maksimal, lalu bagaimana dia bisa basah. " ujar ika dengan kembali menyentuh wajah arden dan ternyata makin basah akhirnya ika sadar kalau arden sedang kepanasan, ika bangun lalu perlahan membuka baju arden.

__ADS_1


" aduh di sini tidak ada pakaian anak anak." ujar Ika dengan mencari baju miliknya untuk di pakaian ke arden, setelah selesai ika pergi ke kamar inna untuk mengambil kipas angin inna, lalu di pasang 2 kipas angin itu , perlahan lahan arden terdiam tidak bergerak lagi.


huuu akhirnya selesai juga, hmm ternyata punya anak seperti ini harus extra di perhatikan. ujar Ika kembali tidur setelah arden tidak dengan nyaman.



sedangkan arlo yang sudah di kamarnya bersiap untuk tidur, tapi tidak bisa tidur, karena terus memikirkan arden tidur dengan di peluk ika, pikiran Arlo tidak bisa dia hilangkan, akhirnya memilih untuk kerja.


"apa mereka sudah terlelap ya..? sial banget saya juga ingin tidur, apa karna efek tidur sore bersama tikus jelek itu karena itu saya tidak mengantuk. " ujar arlo dengan memainkan handphonenya dan tidak sengaja menelfon dan orang yang di telfon adalah ika.


" hallo...! apa kamu tidak mengenal malam..? waktunya orang tidur, bukan waktunya untuk telfon. " ujar ika, sedangkan arlo kaget mendengar suara ika.


" kenapa jam segini belum tidur..? apa kamu sedang menelfon orang hingga belum tidur..? " ujar arlo membuat ika bingung atas ucapan arlo.


saat mereka lagi asyik mencari kesalahan satu sama yang lain, arden haaciuh


arden bersin dobel dua kali berturut turut membuat arlo yang mendengar suara bersin arden langsung panic, sedangkan ika yang juga ikut panic hingga menyimpan telfon nya yang masih dalam keadaan hidup, suara arlo masih terus terdengar di handphone ika, sedangkan ika sudah bangun dan langsung mematikan kedua kipas angin itu lalu arden pun berhenti bersin, arlo langsung mengambil kunci mobilnya lalu keluar, 12 menit kemudian arlo sudah berada di depan rumah ika, di perjalanan ke rumah ika arlo mengendarai mobilya seperti orang gila, kebutuhan mau jam 1 dini hari, keadaan lalulintas lengah.


" buka pintu gerbang saya di depan. " ujar arlo di telfon ika, sedang ika kualahan karena arden mulai berkeringat lagi, dan jikalau ika buka kipas angin, arden akan akan kembali bersin bersin, hal itu membuat ika mengambil buku yang di atas meja, untuk di gunakan sebagai kipas untuk arden.


" buka pintu..! " ujar arlo sekali lagi di telfon, ika yang mendengar suara arlo akhirnya sadar kalau dari tadi handphone nya masih tersambung dengan arlo.


" ada apa..? " tanya ika setelah mengambil handphone itu.


" saya di depan rumah kamu, tolong buka gerbang nya. " ujar arlo membuat ika heran.

__ADS_1


" apa yang kamu lakukan malam malam, kenapa kembali ke sini..? " tanya ika


" arden sedang bersin bersin kan, buka pintu saya ingin melihatnya."


" hmm mungkin lebih baik dia membawa pulang arden, karena kemungkinannya arden tidak cocok di sini, biasanya dia tidur dengan suhu ruangan yang sedikit dingin. " pikir ika dalam hati lalu berjalan menuju pintu untuk di bukakan buat arlo.


beberapa saat kemudian arlo masuk dan langsung melihat arden, dan ternyata arden menggunakan baju ika, arlo yang melihatnya langsung tertawa.


"ternyata lucu juga dia." ujar arlo dengan menyentuh kening arden.


"dia tidak demam, hanya saja dia tidak cocok di sini, udaranya dari kipas angin tidak bagus buat dia ." ujar ika dengan mengusap tangan arden dengan perlahan.


"ya, mungkin kamu benar juga..! " ujar arlo.


"ya sudah kamu bawa dia kembali mungkin dengan begitu dia bisa tidur dengan nyenyak." ujar ika dengan menatap arlo.


"kamu ikut kami juga..! "


"buat apa..? saya tidak bisa, karena rumah sendiri, mama sudah meminta saya untuk jaga rumah, jadi saya tidak bisa pergi." ujar ika, hal itu sangat gampang untuk arlo.


"tenang saja, nanti saya suruh orang jaga." ujar arlo dengan berusaha untuk membujuk ika ikut, arlo keluar beberapa menit kemudian arlo kembali dengan 2 orang satu perempuan satu laki-laki.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠

__ADS_1


__ADS_2