SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
TEMAN MASA KECIL


__ADS_3

"maaf telah menugu lama." ujar rayhan nugroho dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan arlo, dan beralih ke ika , tapi ika menatap rayhan nugroho tanpa berkedip dan hal itu di lihat arlo dan langsung marah.


rayhan nugroho datang bersama asisten dan dua staf perusahaannya, yang selalu siaga menemani rayhan nugroho.


"maaf asisten saya kalau melihat pria ganteng seperti anda, pasti hilang kesadarannya." ujar arlo kesal dengan menepuk bahu ika. setelah mempersilahkan rayhan nugroho duduk.


"tidak apa tua alexander." ujar rayhan nugroho dengan duduk di sertai asisten dan ke dua stafnya.


"maaf ! " ujar ika dengan masih memandang rayhan nugroho. sedangkan arlo dan rayhan nugroho mulai membahas perubahan dalam proposal itu.


"rasanya saya pernah bertemu tuan rayhan nugroho , tapi di mana ya " pikir ika dalam hati , ika memperhatikan apa yang di bicarakan arlo dan rayhan nugroho prihal perubahan dalam desain yang di inginkan rayhan nugroho.


"di kampung, yang akan di membangun hotel itu adalah impian mama saya. beliau saat masih hidup, ingin membangun hotel di kampung halamannya, tapi sayang belum terwujud sudah pergi untuk selamanya, saya ingin hotel itu bisa ramai pengunjung. karena itu saya ingin merubah beberapa yang sudah di sepakati oleh tuan matthew dan juga menambahkan beberapa hal,seperti teman bermain dan lain lain nya." ujar rayhan nugroho sedangkan ika terharu mendengar ucap rayhan nugroho.


"jadi nama hotel itu, adalah hotel mawar melati." ujar arlo.


"ya seperti yang terulis di proposal itu , nama mawar adalah nama mama saya, dan melati adalah nama kampung, jadi hotelnya di beri nama mawar melati." ucap rayhan nugroho membuat ika kaget karena nama kampungnya adalah kampung melati.


"baiklah tuan rayhan nugroho saya akan membicarakan hal ini dengan tuan matthew dan juga parah stafnya " ujar arlo


"tolong jangan panggil tuan, panggil saja dengan nama saya, ray juga boleh. " ujar ray melihat ika.


" boleh juga kalau begitu anda juga boleh panggil nama saya arlo." ujar arlo dengan kembali berjabat tangan menandakan pertemuan berakhir.


" permisi tuan rayhan nugroho , apa boleh saya tanya ? apa kampung melati itu yang dekat gunung kah tuan ? dan apa boleh saya tau kenapa ada bekas luka di alis tuan rayhan." ujar ika masih dengan melihat ray dengan intens.

__ADS_1


"davika apa apa kamu , tidak sopan ke pada client ." ujar arlo kesal karena dari tadi ika terus memperhatikan ray hingga membuatnya tidak suka dengan pandangan ika.


"maaf , tadi anda menyebut nama davika ? " tanya ray kepada arlo dengan menatap ika.


"apa nama kamu adalah davika putri ? adik dari davina puspita, dua kaka adik yang mirip seperti kembar. lahir di kampung melati " tanya ray tanpa menunggu jawaban arlo sedangkan ika hanya mengangguk mengiakan setiap pertanyaan ray.


" ia saya davika putri, adik dari davina , apa tuan adalah kakak han? " tanya ika dengan menahan nafas menugu jawaban ray


"ya saya han, pernah tinggal di kampung melati bersama mama dan nenek saya. " ujar rayhan membuat ika senang dengan senyuman lebar.


"ternyata apa yang saya pikirkan dari tadi itu benar, saya merasa menyenal tuan , dan ternyata tuan adalah kakak han, teman sekolah ka inna. " ujar ika bersemangat dan hal itu membuat arlo mengepalkan tangan karena kesal belum pernah dia melihat ika semangat mengemaskan seperti sekarang.


sedangkan rayhan nugroho sudah berada di depan ika, dan langsung memeluk ika dengan gemas karena dari kecil rayhan gemas kalau lihat ika.sampai sekarang sudah besar tapi pandangan rayhan ke ika masih sama.


"apa kabar kamu, sih gendut imut dan mengemaskan." ujar rayhan nugroho dengan memeluk ika sikap rayhan sudah tidak di control lagi, dengan status ceo, sekaligus penerus perusahaan nugroho grup. sikapnya berubah sembilan puluh persen di hadapan teman masa kecil.


"maaf tidak bermaksud memeluk sih gendut, hanya saja sudah lama tidak bertemu. sudah 11 tahun tidak melihat mereka, jadi terbawah suasana . " ujar ray dengan menelan salivanya karena arlo masih menatap tajam ke arah nya.


"apa hubungannya arlo alexander dengan sih gendut, setiap kata yang keluar dari mulutnya seperti silet yang menyat hati orang. " pikir rayhan nugroho dengan menatap ika.


"pertemuan kita berakhir sampai di sini, tuan rayhan nugroho , saya pamit keren masih ada kerjaan yang saya tinggalkan di kantor , dan kalau ada perubahan lagi cari saja tua matthew , permisi , " ujar arlo tanpa basa basi lagi dengan langsung meraih tangan ika dan di tarik pergi dari hadapan rayhan.


"eh tunggu tuan alexander saya ingin minta nomor davika. " ujar rayhan dan langsung dapat tatapan tajam penuh ancaman dari arlo hingga membuat ray mengurungkan niat untuk meminta nomor ika.


"anda sudah punya nomor saya !! buat apa minta nomor asisten pribadi saya ! kalau berhubungan dengan kerja sama kita langsung hubungi saya saja, tidak perlu minta nomor asisten saya." ujar arlo kesel.

__ADS_1


" ka han catat nomor saya ! kosong, delapan, dua." teriak ika belum selesai memberikan nomornya ke rayhan, arlo langsung menutup mulut ika dengan tangan nya.


" diam !! saya bawa kemu ke sini untuk kerja, bukan untuk bertemu mantan di sini." ujar arlo menarik ika kedalam lift, dan langsung ke bawah tempat parkirkan,


"apa apa sih, kenapa anda jadi marah ? saya hanya ingin memberikan nomor kepada ka han . " ujar ika membuat arlo tambah marah saat mendengar sebutan akrab ka han ke rayhan sebutan itu terlalu akrabdi telinga arlo membuatnya tambah marah.


"masuk" ujar arlo dengan mendorong ika masuk ke dalam mobil tanpa menjawab pertanyaan ika arlo memutar langkah cepat ke kemudi, dan langsung buka pintu lalu masuk, langsung menatap ika seoal akan menelan ika hidup hidup.


tangan arlo langsung meraih tengkuk leher ika , hingga membuat ika mencodongkan kepala ke arah arlo dan langsung di sambut arlo dengan ciuman ganas penuh amarah dari arlo, ika kaget saat mendapat kecupan kasar dari beb*r arlo membuat nya marah.


"apa yang kamu lakukan dasar mesum " ujar ika berusaha melepaskan tangan arlo dari lehernya tapi malah membuat arlo menarik ika hingga posisi duduk ika menghadap arlo.


"ini hukum karena seenaknya tersenyum ke orang lain " ujar arlo mencium ika dengan kasar.


"dan yang ini adalah hukuman karena membiarkan laki laki itu memeluk kamu. " ujar arlo membuat ika bingung dengan sifat dan prilaku arlo yang berubah ubah.


"Arlo mencium ika lagi dan lagi perlahan lahan melembutkan ciumannya. membuat ika memejamkan mata yang awalnya emosi dan menolak ciuman arlo.


setiap sentuhan bib*r arlo membuat ika tidak bisa berpikir malah menerima setiap kecupan dari arlo dan perlahan lahan ika mengalunkan kedua tangannya ke leher arlo. hal itu membuat arlo menuntut lebih dengan memaksa lidahnya masuk ke rongga mulut ika mencari lawan beradu rasa.


keduanya bib"r mereka seolah saling merindukan sehinga membuat keduanya terlena dalam setiap sentuhan kelembut yang tiada tara dari kedua bibir mereka.


entah kapan ika berpidah ke pangkuan arlo kedekatan mereka membuat arlo ikin lebih daripada sekedar c*uman


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️

__ADS_1


🐲trimakasih sudah membaca 🐲


🐉💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎🐉


__ADS_2