SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
perjanjian asura dan arlo/of


__ADS_3

Asura sering tinggal di luar negeri dan arlo sering mengunjunginya seminggu sekali, hingga suatu saat asura menyatakan ingin punya anak.


" honey bagaimana kalau kita punya anak..? tapi jangan menikah ya..! karna keluarga besar kamu ingin kita menikah agar mereka segra punya cucu, cicitkan, jadi saya sudah memikirkannya untuk memberikan mereka cucu, gimana menurut kamu...? " tanya asura, arlo sangat senang mendengar ucapan Asura. akhirnya asura bersedia menjadi mama dari anak anaknya.


" benarkah honey, kamu ingin kita punya anak..? tidak apa kalau kamu tidak ingin menikah, asal kamu senang apa pun terserah kamu." ujar arlo dengan mengendong Asura,lalu mencium Asura dengan begitu bersemangat hingga mereka berada dalam kamar.


" tapi ada syaratnya honey entah kamu suka atau tidak, tapi hanya ini jalan satu satu nya agar orang tua mu tidak meminta kita menikah, kamu tau kan saya memiliki kontrak di sini, jadi saya sudah memikirkannya, cara ini paling bagus untuk menyelesaikan semua masalah kita." ujar Asura dengan memberikan sebuah surat yang tertulis perjanjian menjadi orang tua.


"ini apa honey..? kenapa harus ada surat perjanjian menjadi orang tua, dengar honey surat ini tidak penting, karena saya tidak akan mencari perempuan lain, apa kah tidak cukup kesetiaan saya selama ini honey..? hingga kamu membuat surat perjanjian untuk menjadi orang tua, dari anak kita." ujar arlo dengan membaca surat itu, yang menyatakan demikian.


setelah anak lahir sebagai mama dari anak itu, adalah asura, jika suatu saat ayah dari anak tersebut mempunyai hubungan dengan perempuan lain, maka hak anak akan menjadi milik mamanya , arlo membaca surat itu dengan tertawa.


" honey, ini sangat konyol, buat apa surat seperti ini, saya tidak akan mencari perempuan lain, kamu sudah cukup bagi saya untuk apa saya cari yang lain lagi..? apa lagi kamu adalah mamanya anak saya , mana bisa saya mencari perempuan lain..!! " ujar arlo menatap Asura dengan bingung, sikap Asura membuat arlo melihatnya seperti orang lain, yang bicara dengannya bukan asura, karena Asura yang arlo kenal bukan tipe perempuan yang suka perhitungan untuk segala hal.


" tidak bisa kamu harus tanda tangan surat itu, dengan begitu suatu saat nanti kita tidak akan saling menyakiti, dan kita tidak tau kedepannya gimana, jadi harus bersiap siap dari sekarang. " Jawab Asura membuat arlo mengusap wajahnya dengan frustasi, lalu berdiri dengan mandar mandir di hadapan asura.


arlo mulai frustasi dengan ucapan Asura, arlo tidak menyangka perempuan yang di cintainya selama ini ternyata tidak percaya dengannya, padahal sudah bersama 4 tahun lamanya, kalau punya anak mungkin anak sudah 3 tahun, arlo juga bingung selama ini Asura tidak mengkonsumsi pil pencegahan kehamilan.


" apa kamu sedang hamil..? karena itu memikirkan sesuatu yang saya sendiri tidak terpikirkan, hanya seorang perempuan hamil yang dapat memikirkan semua itu...! " tanya arlo dengan berjalan ke arah asura dan memandangnya dari dekat.

__ADS_1


" Ar bagaimana saya bisa hamil..? nikah saja saya belum siap, apa lagi punya anak sekarang..! itu lebih tidak memungkinkan, karena saya sudah menandatangani kontrak, dan dalam kontrak menyatakan selama proses syuting tidak boleh hamil. " ujar Asura, arlo yang mendengar ucapan Asura menjadi gusar lalu menendang sesuatu yang di lantai itu hingga benda kecil itu memantul ke mana mana.


" jadi tadi kamu bilang kita punya anak tapi kamu sendiri tidak ingin hamil...? lalu bagaimana kita bisa punya anak..! " tanya arlo dengan suara tinggi.


" bisa honey, sini saya bisikan..! ujar Asura dengan berbisik di telinga arlo, bisikan asura membuat arlo kaget hingga mematung di tempat, arlo tidak percaya dengan apa yang di bisikan asura, arlo seperti hilang kesadaran sebentar karena syock dengan bisikan asura, beberapa menit kemudian arlo sadar dengan marah lalu berjalan ke arah pintu.


" bagaimana kamu bisa punya pemikiran yang begitu gila, saya tidak pernah memaksakan kamu untuk kita punya anak," ujar arlo dengan gusar lalu menutup pintu setelah keluar, arlo menutup pintu dengan keras hingga pintu itu retak hampir terbelah, Asura yang hanya melihat kepergian arlo dengan bingung.


once yang dari tadi mendengar ocehan keduanya, lalu keluar kamar untuk melihat karna bunyi pintu kerasa.


" ada apa As, kenapa arlo pergi dengan marah...? " tanya once asisten Asura dengan menyerutkan keningnya.


" kenapa dia harus marah coba...! seharusnya yang marah itu kamu.. ? karena saya yang berusaha demi hubungan ini, bahkan mencari solusi dari masalah yang kami hadapi, ya itu keluarganya, tapi lihat dia, saya sudah berusaha melakukan semua yang saya anggap terbaik, tapi malah tidak di hargai..! " ujar Asura dengan membuang naskah yang di pegangnya.


" once seorang pria itu tidak akan pernah setia dengan satu perempuan, jadi dengan punya anak, dan anak itu tercantum nama saya , maka dia akan berpikir dua kali untuk bersama perempuan lain, kecuali saya..! sempurna kan..? " tanya asura dengan mementingkan jari-jarinya dengan anggun.


" terserah kamu as..! tapi kamu akan menyesal suatu saat nanti, saat semuanya tidak sejalan dengan apa yang kamu pikirkan. " ujar once dengan bangkit dari duduk nya lalu pergi meninggalkan asura sendiri.


seminggu kemudian, arlo tidak pernah menelfon asura, atau pun mengunjunginya. arlo benar-benar tidak menyangka dengan apa yang di bisikan asura, bisikan asura masih terngiang ngiang di telinganya, hingga once menelfon nya dengan panik.

__ADS_1


" Ar cepat kesini, asura meneggelamkan dirinya di bathtub...!" ujar once panik arlo yang mendengar suara once di telfon masuk itu juga ikut panik, arlo lalu ke bandara dan langsung terbang ke luar negeri di mana asura telah berada di sebuah rumah sakit, di sepanjang penerbangan itu arlo terus memikirkan apa yang di katakan asura.


" maaf As semua yang kamu lakukan untuk hubungan kita, seharusnya saya tidak marah, dan sekarang menyebabkan kamu masuk rumah sakit, semoga kamu baik baik saja, saya akan melakukan segala permintaan kamu." ujar arlo dalam hati.


setelah di rumah sakit dokter menyatakan asura baik-baik saja, ucapan dokter membuat arlo senang dengan berbisik di telinga asura.


"saya akan melakukan apa pun yang kamu inginkan, asal kamu sehat kembali. " ucap arlo membuat Asura tersenyum, setelah ucapan arlo, keesokan harinya keluar dari rumah sakit dan setelah keluar asura mengurus semua yang hal berhubung punya anak.


setahun kemudian arden lahir, dan hal itu menyebabkan asura dan keluarga Alexander jadi retak mamanya arlo tidak ingin menerima perempuan yang tidak menikah, tapi sudah punya anak, hal itu akan mencoreng nama baik keluarga Alexander, karena hal itu arden tidak di terima di keluarga Alexander.


🍀***FLASH Of 🍀***


" jadi keluarga kamu tidak menginginkan arden karena mamanya, karena tidak ingin menikah dengan kamu..? tanya ika dengan tatapan penasaran.


" dia tidak ingin menikah karena karir nya yang sudah sangat bagus, dia tidak akan membuang waktu hanya untuk menggambarkan uang hanya untuk menikah." ujar arlo, ika menatap Arlo dengan pandangan ibah.


keduanya terhanyut cerita hingga mereka tidak menyadari waktu berjalan dengan cepat.


" saya pulang dulu sudah jam 12 lebih besok harus kerja, besok siap siap saya jemput." ujar arlo lalu berdiri hendak pulang.

__ADS_1


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉


__ADS_2