
"baik tuan , a a am itu tuan, saya tidak jadi ke amazon ya ? trimakasih tuan. " ujar damen langsung berbalik hendak kabur.
"saya masih belum merubah keputusan saya, keputusan saya masih berlaku tergantung sikap dari kamu.." ujar arlo membuat semangat asisten damen langsung hilang.
"saya tidak akan mengulanginya lagi tuan" ujar asisten damen dengan berjalan cepat, ingin cepat keluar dari ruangan ceonya itu.
sedangkan ika baru sampai tempat parkir hendak memarkirkan motornya.
"kenapa hari ini tempat parkir penuh? apa ada meeting lagi kah, tapi setau saya hari ini tidak ada meeting. " ujar ika bergumam
seorang tukang parkir sedang berjalan ke arah ika
"semua parkiran di sini sudah penuh hanya ada satu tempat yang bisa kamu tempati kebetulan pemilik tempat parkir sedang berada di luar kota, ikuti saya. " ujar sih tukang parkir itu.
"trimakasih pak." ujar ika dengan mengendarai motor mengikuti tukar parkir itu hingga sampai di tempat parkir khusus para pemegang saham di perusahaan alexander.
"ini tempat parkirnya." ujar tukang parkir itu lalu berbalik hendak pergi.
"pak apa tidak salah, inikan tempat parkir khusus atasan !! " ujar ika dengan menunjuk sebuah papan dengan tulisan parking khusus.
"ya saya tau ! parkirkan saja motor kamu di situ !! tempat parkir itu pemiliknya seorang desainer sekaligus teman ceo. dia sedang di luar kota, jadi kamu parkir saja, tapi jangan sentuh mobil sport hitam itu, itu mobil ceo arlo." ujar tukang parkir lalu berbalik pergi dari situ sedangkan ika langsung memikirkan balas dendamnya.
"hmm mobilnya sih anjing laut, saya akan membalas perbuatan kamu ke motor saya tadi dengan mobil berharga kamu. " pikir ika dengan senyum jahat lalu dia mengambil jipit rambut yang di gunakannya. hiasan rambut itu sedikit tajam ujungnya bisa di gunakan untuk mencakar.
"hai jipit rambutku, sekarang kamu ada kerjaan yang harus kamu lakukan, khusus untuk tuan kita sih anjing laut." pintah ika kepada benda mati yang ada di tangannya itu lalu berjalan kearah mobil sport arlo dan menancapkan ujung runcing dari jipit rambut itu ke mobil arlo lalu di tarik hingga terlihat sebuah garisan panjang di samping pintu mobil itu.
"aduh lupa biasanya mobil sport kalau di pegang orang tiba-tiba bunyi harus cepat kabur, tapi ko tidak bunyi ya ? " gumam ika dengan berlari menjauhi mobil itu.
sedangkan arlo di dalam ruangannya dengan ide jahatnya untuk mengajak ika pergi main golf.
"baik lah tikus jelek balasan selanjutnya untuk kamu, setiap hari kamu akan merasakan balasan saya hingga biru di hidung saya hilang," pikir arlo dengan menyentuh hidungnya.
sedangkan anna memperhatikan jam di tangannya.
"biasanya jam segini ika sudah di kantor, kenapa ini pagi belum sampai juga jam segini" gumam anna dengan memandang ke depan siapa tau ika nongol.
sedangkan ika menaiki lift dengan takut atas perbuatannya menggores mobil ceonya
__ADS_1
"kenapa tadi saya melakukannya tidak takut, tapi sekarang memikirkannya kembali membuat lutut saya lemas, itu kan mobil mewah kalau ketahuan dan saya di suruh ganti rugi gimana nih, kenapa tidak berpikir panjang saat melakukannya ,sekarang baru ngesal, hoo ngesal juga keadaan sudah terlanjur mau gimana lagi, ohh celakalah hidup mu davika putri." ujar ika dalam hati penuh ketakutan hingga menagis dalam hati, hingga tidak sadar lift sudah terbuka tandanya sudah sampai tujuannya.
ika berjalan ke dalam ruangan lantai tiga itu puluh dengan raut wajah yang susah di tebak.
orang-orang yang berada di ruangan itu melihat raut wajah ika yang tidak semangat seperti biasanya.
dia kenapa? ko tidak bersemangat seperti biasanya" ucap seorang yang di ruangan itu.
"ia nggak tau juga, mungkin dia baru putus dari pacarnya karena itu tidak semangat." ujar salah satu teman kerja dari pihak akuntansi menajemen di ruangan besar itu.sedangkan ika terus berjalan dengan pikiran kacau tanpa menyadari kata kata dari orang orang yang di ruangan itu.
aduh davina putri lupakan kejadian tadi kan bukan salah kamu, kamu hanya ingin membalas perbuatan pria cabul itu." pikir ika berusaha untuk menyingkirkan pikiran takutnya.lalu menghembuskan nafas dengan kasar.
"semangat davika putri kamu pasti bisa, dia pantas mendapatkannya. "ujar ika dalam hati dengan tersenyum lalu melangkah dengan semangat ke tempat duduknya.di mana anna sedang menunggunya.
ika , kenapa ini pagi lewat daripada biasanya? apa kamu sakit ? " tanya anna kepada ika.
"pagi ka, saya baik baik saja, hanya saja ada sedikit masalah di jalan menuju mesin ka, biasa macet ." ucap ika dengan menaruh tasnya di meja kerjanya lalu duduk.
sedangkan arlo menelfon asisten damen
tot tot tot ada tuan bunyi telfon berdering membuat asisten damen kaget setengah mati ,karena baru membayangkan dirinya berada di amazon.
"suruh tikus jelek itu buatkan saya kopi ! dan suruh dia antar ke ruang saya sekarang !! " pintah arlo kepada asisten damen dengan langsung mengakhiri panggilan telepon itu sebelum asisten damen berbicara lagi.
asisten damen langsung menghubungi anna
tot "halo asisten damen ada yang bisa saya bantu. " ujar anna sopan dan ramah suaranya setelah melihat nomor yang terpampang di layar telfon kantor itu.
"suruh davika buatkan kopi untuk ceo arlo, dan langsung antara ke ruangannya. " ujar asisten damen memikirkan suara anna yang berbeda dari biasanya.
"baik pak " jawab anna
"apa ada yang salah dengan pendengar saya kah? baru san itu suaranya anna sopan dan terdengar ramah biasanya seperti kucing liar." pikir asisten damen kebingungan.
ika buatkan kopi untuk ceo arlo dan antara ke ruangannya." ujar anna membuat ika kaget.
"kenapa harus saya ka? oke saya buatkan tapi kaka bantu saya antar ke ruang ceo arlo ya ? " pintah ika dengan memohon.
__ADS_1
tidak kamu antara sendiri tadi asisten damen menyuruh kamu yang antara kopi ke ruang ceo arlo mungkin itu perintah ceo." ujar anna dengan tersenyum membayangkan perlakuan asisten damen semalam saat mengantarnya pulang ke apartemennya.
♻️flashon ♻️
saat ika berpamitan pulang duluan karena di jemput rider anna harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih banyak sedangkan asisten damen juga hingga waktu pulang kerja anna dan asisten damen masih bergulat dengan setumpuk kertas di atas meja kerja mereka begitu pula dengan arlo.
jam delapan malam arlo sudah meninggalkan perusahaan alexander hendak pergi menemui teman temannya di bar karena tidak ingin kembali ke istana alexander dan juga tidak ingin menggangu ika dan inna.
sedangkan asisten damen dan anna masih bekerja lembur hingga jam 9 malam akhirnya pekerjaan anna selesai lalu berkemas dan pergi berpamitan ke asisten damen.
tok tok tok "permisi saya sudah selesai, boleh saya pulang duluan? " ujar anna sedikit cuek.
"tunggu !! pulang bersama kebetulan saya akan menuju jalan yang sama dengan kamu, jadi skalian saya mengantar kamu." ujar asisten damen tidak membutuhkan jawaban dari anna dengan menutup laptopnya dan berdiri lalu berjalan ke arah anna.
anna tidak protes atau menjawab permintaan asisten damen.mereka menuruni lift dengan sungi tanpa persuara hingga mereka tiba di lantai satu dan berjalan ke lobby.
kamu tunggu di depan saya pergi ambil mobil. " ujar asisten damen meninggalkan anna di lobby dan dia pergi ke tempat parkir.
beberapa menit kemudian asisten damen dengan mobilnya di depan lobby lalu turun setelah berhenti di depan anna lalu keluar dari menyetir dan membukakan pintu mobil untuk anna sontak anna kaget dengan perlakuan asisten damen yang tidak biasanya.
"ayo naik" pinta asisten damen membuat jantung anna berdetak dengan kencang.
ada apa dengan saya, kenapa jadi dukdak gini jantung saya." pikir anna tanpa protes lalu menaiki mobil itu masih dengan pikiran. melayang, hingga setelah duduk tidak memasang sabuk pengaman.
saat asisten damen masuk mobil dan hendak melajukan mobilnya tiba-tiba asisten damen melihat anna yang tidak memakai sabuk pengaman.
"pake sabuk pengamannya !! " ujar asisten damen dengan mencodongkan badan ke arah anna untuk membantu memasang sabuk pengamannya.
sedangkan anna muka memerah merona dengan detak jantung sepertiorang sedang berlai maraton.
"apa kamu baik baik saja ? ujar asisten damen saat menyadari perubahan raut wajah anna dengan merona seperti orang terkena demam"
"saya baik baik saja tuan " ujar anna dengan suara lembut.
♻️flash off♻️
ka, bisa tidak bantu saya antar kopi untuk ceo arlo " ucap ika menyadarkan anna dari pikirannya
__ADS_1
💠trimakasih sudah membaca 💠
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀