SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kupu kupu


__ADS_3

"jadi kaka setuju begitu saja, untuk menjadi tunangan orang yang belum pernah kaka temui? dan langsung melupakan keluarga kaka,, hanya demi menjadi tunangan orang yang baru kaka kenal !! hingga mau kasih kabar saja begitu berat ,, kaka takut kalau calon suaminya kaka tau bawah keluar calon istrinya miskin karena itu tidak menelfon ke rumah " ujar ika kesal pada kakanya demi satu orang asing abaikan keluarga.


"bukan seperti itu ika ,, waktu itu saya tidak sempat hubungi kamu,, atau mama,, karna saat sampai keluarga alexander , saya di kenalkan kepada beberapa keluarga yang kebetulan di rumah saat itu ,, dan setelah di kenalkan kepada mamanya tuan arlo, mamanya langsung meminta saya belajar bagaimana cara menjadi wanita berkelas,, yang sebanding dengan keluarganya. agar bisa mengimbangi tuan arlo,, saat ada acara atau pergi keluar tanpa mempermalukan tuan arlo. dan saya di minta semasa belajar tidak boleh mengunakan handphone sampai saya bisa menjadi seperti permintaan mamanya tuan arlo." ujar davina berusaha menjelaskan prihal dia tidak memberi kabar kepada mamanya dan davika.


"haaa..." ika tertawa sinis mendengar penjelasan kaka nya yang bertele tele.


"ka kalau memang seperti itu, seharusnya kaka pake otak kaka !! di sini banyak pelayanan yang menggunakan handphone, kenapa kaka tidak minta tolong kepada salah satu pelayan di istana ini, atau pun tuan arlo untuk memberi kabar kepada kami,, atas keberadaan kaka. supaya saya dan mama tidak mencemaskan kaka." ujar ika dengan suara tinggi.


maaf itu adalah kebodohan saya, tidak sempat berpikir hal itu,soalnya waktu itu takut dan juga bingung karena tuan arlo datang secara tiba-tiba dan langsung meminta saya untuk menjadi tunangannya." ujar davina dengan memegang tangan ika.


oke karna kaka sudah minta maaf,, kita kembali ke rumah sekarang juga !! buat apa kaka di sini." ujar ika lalu menarik tangan davina hendak melangkah tiba tiba davina melepaskan tangannya dari genggaman ika.


"maaf kaka tidak bisa pulang,, ini kesempatan merubah hidup kita,, dengan saya menikahi tuan arlo." ujar davina dengan kepala tertunduk.ika yang kaget mendengar ucapan kakanya langsung melotot ke arah kakanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya .


"apa kamu benar benar ka inna ? sekarang saya merasa kamu bukan kaka saya !! kaka saya tidak akan melakukan sesuatu,, hanya karena ingin jadi orang kaya,, atau itu hanya keinginan kaka? jangan bawa-bawa saya dan mama,, karena saya dan mama tidak butuh menjadi kaya,, bagi kami yang penting bersama. tidak punya apa apa juga tidak jadi masalah ,, rumah kecil makan seadanya yang penting nyaman dan bahagia bisa berbuat apa pun asal rumah sendiri ." ujar ika dengan air mata mulai menetes karena sedih dan kesal atas sikap kakanya.


"bukan begitu ika,, kaka hanya ingin mama tidak kerja lagi, dan saat di minta jadi tunangan tuan arlo , saya tidak pikir panjang.karna kapan lagi ada orang sekaya tuan arlo mau bertunangan dengan wanita seperti saya,, saya juga sudah lelah kerja." ujar inna dengan isak.


ika ingat kebutuhan di rumah di tangung inna sama mamanya,, dan sedangkan dia belum bisa apa apa. secara naluri ika memeluk inna.


"baik lah kalau itu keinginannya kaka tapi ika harap ka bahagia dengan pilihan kaka dan jangan menyesal di kemudian hari,, ika akan dukung kaka asal kaka bahagia,, tapi sekarang kaka telfon mama dulu ." ujar ika dengan menepuk punggung kakanya dengan perlahan.


"saya tidak akan menyesali apa yang sudah saya katakan." ujar davina setelah melepaskan rangkul adiknya lalu membimbing adiknya ke sofa untuk menelfon mamanya ika yang dari tadi tidak memperhatikan suasana di kamar kakanya.



"cantik banget kamar kaka " ujar ika yang melihat sekeliling kamar itu lalu bertanya lagi tanpa menunggu jawaban.


"apa kaka tau di mana mamanya aden? " tanya ika penasaran karena tiba tiba bosnya menjadikan kakanya sebagai tunangannya.


"saya tidak tau dan tidak pernah dengar tuan membicarakan.……"inna

__ADS_1


tapi kalau suatu saat mamanya aden kembali apa yang akan kaka lakukan?... " ika


saya tidak pernah memikirkannya...."inna


"ya sudah kaka telfon mama kasih tau semua,, supaya mama jangan cemas ,nanti setelah kaka telfon saya pulang , sudah mau malam jam 7 ." ujar ika ika dengan menyerahkan handphone ke inna setelah menghubungi mama nya.


halo ika ! ko jam segini belum pulang sih. "ujar Ibu Melinda saat itu menjawab panggilan telepon masuk


"halo ma saya inna !! bukan ika " ujar inna


"inna !! kemana saja kamu ?" ujar ibu Melinda yang mendengar suara putri tertuanya merasa lega


"ma, saya baik- baik saja, sekarang di rumah tunangan saya. " ujar inna lalu mulai menceritakan segalanya hingga dia berada di istana itu dan alasan seminggu dia tidak ada kabar.


ibu Melinda hanya diam mendengar setiap ucap inna . "ternyata kedua putriku sudah dewasa untuk menikah mereka akan pergi dari rumah ini." pikir ibu Melinda dalam hati.


"ma nanti ika menginap di sini ya menemani saya semalam besok dia akan pulang mama sendiri di rumah tidak apa apa kan." ujar inna. ika yang mendengar perkataan kakanya dengan cepat mengelak dari ucap kakaknya


"tidak ka saya mau pulang ." ujar ika sedikit tidak nyaman dengan ucapan kakanya karena tidak ingin tidur di rumah orang lain selain rumahnya, ina menyerahkan handphone ika setelah selesai bicara dengan mamanya


"baik lah nyonya alexander." jawab ika dengan mengoda kakanya


"hus jangan panggil nyonya nanti ada yang sedang !!" ucap Inna dengan membungkam mulut ika


tiba-tiba terdengar ketukan pintu tok tok tok nona makan malam sudah siap : " ujar pamteo


"baik paman sebentar lagi kami turun." jawab inna


"kamu mandi dulu, baru turun makan." ujarinna lalu bangun menuju ruangan ganti untuk mencari baju untuk ika.


setelah selesai mandi ika dan inna turun untuk makan malam di sambut aden yang sudah duduk di ruangan makan tersebut,

__ADS_1


"tuan tidak pulang untuk makan malam ya paman ? " tanya Inna kepada pamteo


"tuan tadi telfontidak ikut makan malam ." ujar pamteo


sedangkan di club milik defis arlo dan teman temannya aski minum dan bercanda bersama.


"kenapa kamu tidak pulang untuk bermesraan dengan calon nyonya alexander ? tanya jaydan dengan mengoda sahabatnya itu.


"bermesraan? haaa setiap bertemu saya, dia selalu menundukkan kepala, dan terus memanggil saya tuan." ujar arlo langsung di sambar tawa dari teman temannya.


"nasip mu malang." ujar cris masih dengan tertawa geli


"adiknya kerumah jadi saya tidak pulang supaya dia lebih leluasa berbicara dengan adik nya. " ujar arlo dengan menekuk minum itu sekali telan.


"seperti apa adik ipar mu" tanya jaydan penasaran


"tidak tau juga belum pernah bertemu. " jawab arlo


sedangkan di istana alexander ika sedang asik bermain bersama arden hingga beberapa saat kemudian arden tertidur dan fi sofi mengendong aden ke kamarnya sedangkan ika ke kamar kakanya dan langsung terlelap di kasur yang embuk.


pagi menyingsing ika bangun dan madi untuk ke kantor.


"ka saya tidak ada baju untuk kerja." ujar ika yang sudah selesai mandi


nanti saya pergi minta iras ujar inna lalu keluar kamar di ikut ika. saat di bawah inna pergi mencari iras sedang ika pergi melihat bunga di samping rumah.


"pak sedang apa? tanya ika kepada tukang kembun itu. saat sudah di taman samping rumah


"sedang melihat kepompong sebentar lagi jadi kupu kupu ujar tukang kembun itu. lalu berjalan terus untuk menyiram bunga bunga itu. sedangkan ika mesih berdiri di situ menugu kupu kupu


sedangkan arlo baru bangun dan berjalan ke arah balkon kamarnya dan langsung di sapa dengan aroma yang begitu familiar.lalu arlo melihat ke bawah.

__ADS_1


💠trimakasih sudah membaca💠


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


__ADS_2