SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
mobil bergerak


__ADS_3

arlo mencium ika sekali , dua kali membuat ika tanpa sadar membalas ciuman arlo, balasan dari ika seolah membangkitkan hasrat terpendam arlo, yang dari tadi pagi di tahan nya.


tiba-tiba ika di sadarkan diri getaran handphone yang di saku celananya karena sejak tadi pagi ika hanya settingan getaran pada handphonenya aga tidak menggangu kerjanya


"ya ampun apa yang terjadi, kenapa saya selalu di lecehkan laki laki mesum ini , ujar ika berusaha mendorong arlo, tapi arlo dalam keadaan terbawah hasrat sampai dorongan dari ika tidak bisa menyadarkannya, sedang ika ingin memukul arlo, tapi sayangnya tangan kananya di pegang arlo dengan erat. sedangkan tangan kirinya hanya bisa mendorong dada arlo karena posisi tangan terjepit antara badan mereka dalam posisi ika yang miring.tadi berusaha untuk membuka seatbelt membuatnya memiringkan badannya menghada arlo agar dapat melihat seatbelt itu.


sedangkan tiga orang laki laki, sedang lewat di samping jalan raya tempat arlo menghentikan mobilnya.ketiga orang itu memperhatikan mobil arlo yang sedang bergoyang dan itu membuat mereka berpikir yang tidak tidak.


"apa kalian lihat gerakan mobil ini ? seperti sedang anu." ujar seseorang dari tiga orang tersebut.


"jagan sembarangan mungkin mereka sedang bertengkar karena itu mobil bergerak. ujar yang satunya lagi.


"saya pernah nonton berita , sepasang kekasih yang sedang ahamm di dalam mobil, dan mobil itu juga bergerak seperti gerakan mobil ini. " ucap salah satunya lagi, dengan asumsi mereka bertiga membuat mereka bertambah penasaran dengan gerakan mobil arlo.


sedangkan ika mencubit arlo dengan tajam hinga membuat arlo meringis kesakitan.


"aaauh apa yang kamu lakukan ?" jeritan arlo bersamaan dengan ketukan di kacang mobilnya.


arlo menahan sakit dengan perlahan menurunkan kaca mobil itu, dan pandangan ketiga orang itu kaget sekaligus malu,hingga yang keduanya berlari kedepan meninggal salah satu yang mengetuk kaca mobil itu.


"maaf tidak sengaja mengetuk." ujar nya dengan berlari mengikuti kedua temannya.


sedangkan arlo kembali menutup kacang mobil itu dan sempat mendengar ucap tiga orang itu.


"anjir ternyata mereka sedang tidak keadaan anu, di lihat dari pakian mereka masih rapih. " ujar salah satunya dengan tertawa keras sambil menepuk kedua temannya yang ada di sebelah kiri dan kanannya dan itu membuat arlo sempat dengar sebelum kacang mobilnya tertutup rapat.


"maaf, saya terbawah suasana. dan wangi parfum kamu membuat otak saya tidak bisa berpikir ." ujar arlo bebalik untuk menatap ika ternyata tempat duduk kosong ika sudah berada di luar mobil sport itu.


"what ! sejak kapan kamu keluar ?" ujar arlo dengan membuka pintu hendak keluar mengikuti ika.


"saya baru keluar saat kamu sedang bicara dengan orang tadi, dan juga kalau saya terus di dalam mobil takutnya setan akan lewat ." ujar ika membuat arlo tersenyum malu.


"ya saya tau, setan yang kamu maksud itu. maaf saya terbawah suasana hingga menci*m kamu lagi. entah kenapa, sejak pagi saya memeluk kamu. entah lah mungkin otak saya sudah rusak setelah kamu menonjok saya. " ujar arlo membuat ika ingin tertawa tapi di tahan dengan berusaha bersikap serius.

__ADS_1


"tapi saya harap kejadian hari ini tidak akan terulang lagi , tolong hargai kaka saya , dia sudah bersedia menjadi tunangan kamu ,dia bahkan meninggalkan keluarganya tanpa kabar , hanya untuk menjadi tunangan kamu , jadi saya harap anda dan saya harus menjaga jarak itu yang terbaik , dan angap ci*man tadi adalah sebuah kesalahan yang tidak boleh terulang lagi , dan mulai besok saya akan berusaha menjauh dari anda karena wangidari parfum saya." ujar ika tegas.


"tapi saya tidak mengunakan parfum mungkin hidungnya benar benar rusak gara gara pukulan saya. " pikir ika


"bukan itu maksud saya, ya memang baru sehari kita saling mengenal tapi , ah terserah lah menurut mu. " ujar arlo kesal karena dia sendiri juga tidak paham kenapa dia memiliki rasa emosional sangat kuat terhadap ika.


"ya sudah lah !! " ujar arlo kembali masuk ke mobilnya dan langsung pergi dari situ.


"kenapa dia jadi emosi ? seharusnya saya yang emosi, karna di lecehkan olehnya. " ucap ika sambil melambai tangan ke arah para ojek di pangkalan masuk perubahannya.


"nona ika baru pulang kerja ya ini sudah jam tujuh lebih. " ujar tukang ojek yang pertama melihat lambaian ika.


"ia nih ka, baru pulang kerja. " ujar ika menerima helem dari tukang ojek itu.


sekitar tujuh menit kemudian mereka sampai di depan rumah , ika turun lalu membayar tukang ojek itu.


ika masuk lansung di sambut chika dan sary sedangkan nia dan Adit menemani mamanya ika di dapur.


"ko kalian berdua saja yang datang? nia dan Adit tidak ikut ke sini ? " tanya ika sambil melihat sofa ruangan tamu itu dengan sak sama.


sedangkan arlo sudah di istananya dan langsung mencari inna.


"luna kamu lihat dia tidak ? " tanya arlo tanpa menyebutkan nama membuat luna bingung.


"dia siapa tuan ? " tanya luna.


"itu calon mamanya arden. " ujar arlo merasa canggung menyentuh nama davina.


"oh maksudnya tuan itu, nona davina ya ? dia sedang di kamarnya bersama ka iras." ujar luna.


arlo berjalan menuju lift agar cepat sampai di lantai tiga.


tok tok tok ketukan yang ketiga kalinya dan akhirnya pintu di buka.

__ADS_1


"ar mau ketemu sama davina ya ? " ujar iras saat membuka pintu setelah di ketuk arlo tiga kali.


"hmmm . gumam arlo sebagai jawaban atas pertanyaan iras , iras langsung keluar dari kamar davina meninggal inna dan arlo untuk ngobrol.


"tuan sudah pulang ? apa tuan ingin memakan sesuatu? nanti saya turun minta pamteo untuk menyiapkan makan malam untuk tuan. " ujar inna gugup karena arlo datang sendiri ke kamarnya.


"tidak perlu, saya hanya ingin bicara sebentar soalnya mau pergi lagi. " ujar arlo membuat inna sedih.


"apa yang tuan ingin di bicarakan dengan saya." tanya inna.


"ya, saya mau tanya , di rumah kamu ada siapa saja , dan kamu berapa bersaudara ? " ujar arlo tidak sabaran menugu jawaban dari inna.


"di rumah saya hanya bertiga, adik yang semalam nginap di sini , dan juga mama saya. hanya itu tuan yang ada di rumah saya, apa ada yang salah tuan. " ujar inna tidak begitu memahami pertanyaan arlo


" terus chika, sary, nia dan Adit itu siapa nya kamu ujar arlo tegas membuat inna ketakutan.


"apa tuan ingin menghukum ika karna masalah tadi pagi dan chika sary kerja di perusahaan tuan,apa karena ika mereka akan di pecat karena itu tuan tanya , apa yang harus saya lakukan." pikir inna


"kamu belum menjawab pertanyaan saya !! " ujar arlo menyadarkan ika dari pikirannya.


"kalau tuan ingin menghukum adik saya atas kejadian tadi pagi, silahkan tapi jangan memecat teman temannya yang kerja di perusahaan tuan, mereka tidak salah." ujar inna membuat arlo bingung.


sedangkan ika baru selesai mengati baju, dan menuju ruangan makan, di mana kelima orang sedang menugu ika dengan ceritanya menginap di istana alexander.


"siapa yang mau menghukum siapa ? saya hanya ingin bertanya tentang nama nama yang saya sebutkan baru san. " ujar arlo membuat inna lega.


"maaf tuan saya pikir tuan ingin menghukum teman teman adik saya, yang tuan sebut, chika sary nia dan Adit." ujar inna membuat orlo tersenyum penuh arti.


"jadi mereka adalah teman ya termasuk adit kan ? " ujar arlo menginginkan penjelasan yang mendetail.


"ia tuan adit adalah teman adik saya sekaligus pacar nia. " ujar inna membuat orang merasa aneh karena saat mendengar adit teman sekaligus pacar nia arlo merasa kegirangan .


"kenapa mendengar jawaban davina saya meresa sangat senang seperti ada yang salah dengan semua ini, dan untuk apa saya harus tanyakan semua ini ke davina." pikir arlo keluar dari kamar davina tanpa sekata pun membuat davina bingung.

__ADS_1


πŸ’ πŸ€trimakasih sudah membaca πŸ€πŸ’ 


🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬


__ADS_2