
Ika duduk dengan mentap Arlo, Arlo mulai gelisah sebelum bercerita karena tatapan Ika, sedangkan ika dengan santainya menanti cerita Arlo.
"mau cerita atau tidak, kalau tidak mau cerita, saya mau tidur, ngantuk. ujar Ika hendak berdiri, tapi langsung di tarik Arlo duduk kembali.
jadi saya mengenal Asura, saat saya baru 21 tahun, dan di baru 19 tahun seorang mahasiswa dia kuliah di sebuah kampus modeling school
π flash on π
hari itu Arlo baru pulang dari luar negeri pas ulang tahun nenek nya Olivia rato Alexander, dua hari, setelah kedatangannya dari luar negeri, Derek mengajak Arlo untuk bertemu di tempat favorit mereka. sebuah villa di pegunungan.
saat itu Derek mengajak Asura, kebetulan Asura adalah teman Derek sejak kecil, Asura yang baru berusia 19 tahun memeliki paras yang cantik, tinggi, sexy, sangat sempurna, setiap laki-laki yang melihatnya pasti menatap nya dengan kagum, ada juga yang ingin mengenalnya lebih dekat, setiap ucapan kagum dari semua laki laki yang memandangnya hanya di balas dengan senyuman ramah.
ASURA
tapi tidak dengan Arlo, Arlo mempunyai pengalaman buruk terhadap perempuan saat SMA, jadi dia tidak peduli saat itu, Derek mengenalkan Arlo dengan Asur.
"hy bro, kenalin ini adik kelas saya dulu di kampung, sekaligus teman kecil." ujar Derek dengan menunjuk Asura, Jay, Chris , dan Def, menerima jabatan tangan asura sedangkan arlo, yang mengangkat tangan β menyapa Asura tanpa melihatnya.
Asura tidak nyaman dengan sikap dingin dari Arlo,. penolakan Arlo untuk berjabat tangan dengan Asura, telah meninggalkan kesan yang tidak baik di hati Asura, semuanya lagi asyik minum dan bersenang senang.
Asura terus menatap Arlo sedangkan Arlo tidak menganggapnya ada.
"Der, apa yang di sukai pria itu..? " tanya asura dengan menunjuk Arlo.
"As, jangan dekati dia, dia sangat rumit orang nya, jadi jangan pergi hanya untuk mendekatinya, karena dia sangat tidak suka perempuan yang sok kenal sok dekat, kamu sudah melihat sikapnya kan tadi..? " ujar derek dengan memperingatkan Asura, tapi Asura hanya tersenyum ringan kepada Derek.
__ADS_1
Der..! saya hanya tanya apa yang di sukai pria itu, malah kamu jelasin panjang lebar, yang tidak saya pahami. " ujar Asura membuat derek tertawa.
"maaf As, untuk sahabat saya yang satu itu, dia different, sangat susah untuk di dekati, contohnya lihat sendiri, semuanya lagi asyik bersenang senang sedangkan dia asyik dengan laptopnya." ujar derek. Asura dan Derek yang duduk tidak jauh dari Arlo, Asura terus melihat Arlo yang lagi fokus ke laptopnya, tiba-tiba seorang perempuan membawa segelas wine, berjalan ke arah Arlo.
"hy mau minum bersama..?" tanya perempuan itu, setelah berdiri di depan Arlo, Arlo tidak mempedulikanya dia terus fokus dengan apa yang sedang di kerjakan di laptopnya, sedang Asura yang melihat perempuan itu, langsung berdiri lalu berjalan ke arah Arlo dan perempuan.
"apa kamu tidak lihat..? dia lagi fokus dengan pekerjaannya, dan tidak ada waktu untuk minum bersama kamu, kenapa memaksakan banget..! " ujar Asura dengan menunjuk Arlo membuat perempuan itu kesal dengan pergi dari hadapan Arlo.
"hy bro teman saya telah menolong kamu dari perempuan itu tapi kenapa tidak ada rasa trimakasih..?" ujar Derek dengan duduk di samping arlo lalu menepuk bahunya.
"maaf bro lagi sibuk kerjakan sesuatu, jadi tidak sadar dengan kehadiran teman kamu, o ya trimakasih atas bantuannya...!" ujar arlo dengan menatap Asura, lalu kembali melihatnya layar laptopnya.
"ayo lah bro..! kenapa tidak ikut bersenang senang dengan kami..? " bujuk derek kepada Arlo tapi yang di pikiran Arlo di penuhi dengan rancangan bisnis masa depannya, karena arlo tidak ingin, mengikuti usaha kakek dan ayahnya, Arlo ingin berdiri di kakinya sendiri, tanpa melibatkan orang-orang terhebat di sekitarnya.
"kalian bersenang senang saja Der, saya sedang mencoba menganalisis sesuai yang ingin saya bangun, " ujar arlo membuat Derek hanya menaikkan kedua abisnya atas penolakan sahabatnya itu.
okay. " ujar Derek lalu pergi menghampiri Jay and Def.
Asura duduk tanpa bergerak pandangannya hanya tertuju Arlo, sedangkan arlo mengabaikannya,
10 menit kemudian Asura mulai bosan dan hendak pergi dari samping arlo, karena sejak Asura duduk di samping yang tidak jauh dari Arlo, Arlo dapat melihat Asura dari bayangannya di laptopnya.
"kenapa tidak ikut Derek untuk bersenang...? tanya Arlo kepada Asura, seketika Asura kaget hingga menumpahkan minum yang di pegangnya minuman itu mengenai lengan Arlo spontan, Asura menyimpan gelas itu, dan mengambil tisu untuk mengerikan lengan tangan Arlo yang basah.
"maaf, maaf , saya tidak sengaja..! " ujar Asura dengan menundukkan kepala beberapa kali.
"tidak perlu minta maaf, ini mungkin adalah bayaran karena mengabaikan perempuan cantik seperti mu.? " ujar arlo dengan memegang tangan asura yang sedang mengerikan tangannya yang basah, hendak mengambil tisu yang di tangan asura. Asura gugup hingga menarik tisu yang sedang di pengang arlo, tisu itu terbagi menjadi 2, keduanya saling menatap, Arlo tersenyum di kala mata mereka bertemu, senyuman arlo mendapatkan hasil yang bagus, karena senyumannya itu menyebabkan pipi Asura merona, karena malu.
__ADS_1
"pergilah bersenang senang dengan Derek. " ujar arlo membuat Asura hanya menggelengkan kepalanya.
"saya tidak begitu menyukai keramaian." ujar Asura, Arlo yang kagum dengan ucapan Asura, menatap Asura dari kaki hingga kepala, dan dari kepala kembali ke kaki.
"saya juga tidak suka keramaian, hmm lebih bagus di luar udara pegunungan nya segar dan terasa damai saat beada di luar. mau keluar jalan jalan dengan saya..? " tanya Arlo kepada Asura, Asura hanya sanggup menganggukan kepalanya menyetujui permintaan arlo.
setelah di luar, beberapa saat berlalu Asura dan arlo mulai menemukan kesamaan pada diri mereka masing-masing, mereka mulai tertawa, bertanya tentang hobi, dari semua pertanyaan demi pertanyaan yang mereka saling tanyakan dan ternyata hampir 90% mereka berdua memiliki kesamaan
"kamu seorang model..?"
"ya, tapi belum sempurna, masih banyak yang harus saya pelajari. " ujar Asura.
"begitu ya..., saya juga baru berencana untuk membangun sebuah perusahaan entertainment, maukah kamu menjadi artis pertama saya...? " ucapan arlo membuat Asura kagum, kekaguman Asura tidak dapat di lihat arlo karena suasana yang gelap di malam hari.
"Benar kah..? kamu ingin menjadikan saya artis pertama anda...? saya akan sangat berterima kasih, karna akan menjadi artis pertama di perusahaan yang akan anda bangun." ujar Asura dengan bersemangat.
"ia tapi tidak sekarang kemungkinan tahun depan, besok saya akan kembali keluar negeri untuk menyelesaikan kuliah saya, dan setelah pulang , saya akan langsung membangun perusahaan entertainment saya sendiri." ujar arlo membuat Asura sedikit kecewa, suasana yang tadi penu semangat berubah jadi hening seketika.
"kamu kenapa..? ko diam." tanya Arlo setelah tidak mendapat jawaban dari Asura.
"saya tidak apa apa hanya saja merasa dingin di sini. " ujar Asura, suasana yang akrab seketika menjadi canggung
mereka berdua kembali masuk, sesampainya di dalam Asura berusaha menjaga jarak, sering kali arlo mencarinya untuk sekedar ngobrol , tapi Asura berusaha menghindarinya, hingga pesta usai. masing-masing mencari tempat untuk istirahat, sedangkan arlo bersiap pulang karna esok pagi akan kembali ke luar negeri.
πππππππππππππππ
πtrimakasih sudah mampir untukπ ππmembacaπ
__ADS_1
π π π π π π π π π π π π π π π