
asisten damen melihat layar memperhatikan menejer yang dengan sabar mengawasi arden bermain, sesuai yang di perintahkannya untuk menjaga aden
sedang di perusahaan alexander , arlo sedang membahas hal penting dengan professor .
"ini yang kami hasilkan setelah di analisis berkali kali dan hasilnya tetap sama. jadi kami putuskan berhenti di umurnya yang 30, karna waktu itu anda berkata menganalisis sampai umurnya yang ke 25, tapi kami membuatnya sampai umur 30. karena itu kami kasini untuk menyerahkan hasilnya" kata professor lim sambil menyerahkan sketsa yang di dihasilkannya setelah membentuk dan menganalisis wajah selama hampir 2 minggu.
"trimakasih atas bantuannya prof kalau tanpa bantuan prof saya mungkin tidak tau harus berbuat apa untuk meggujutkan semua ini".
"tidak jadi masalah anda sudah membantu kami, untuk lebih di kenal orang dengan mengunakan jasa saya . tapi yang saya tidak mengerti, kenapa anda tidak mengunakan jasa FBI mungkin akan lebih baik.ucap prof lim
"sebenarnya saya awalnya ingin menyewa jasa FBI, tapi akan banyak pihak yang terlibat jadi akan sangat merepotkan. jadi di sarankan oleh teman untuk mengunakan cara ini" jawab arlo dengan mengambil cek senilai 2,5M memberikan kepada professor.
"ini bantuan saya kepada usah prof semoga bermanfaat" ucap dengan menyerahkan cek tersebut. dan langsung di tolak professor lim.
"ini tidak perlu, anda sudah membantu kami dengan diwawancarai di stasiun televisi anda itu sudah luar biasa karena kami sudah di kenal banyak orang.
"tapi ini hal yang berbeda.ini adalah kerja keras tangannya prof ,jadi saya tetap memberikan ini atas kerja keras professor. ujar arlo
"tidak perlu harus sampai ke gini di kasih cek segala ,tapi kalau anda memaksa maka berikan saja kepeda ke dua asisten saya " ucap professor lim. akhirnya cek di terima kedua asisten professor dan professor menyerahkan sketsa tersebut.
Arlo menerima sketsa itu dan hendak membuka tiba tiba terdengar ketukan pintu tok tok tok tok!! dan semua mata tertuju pintu yang sudah terbuka.
"hy bro" sapa ketiga yang memasuki ruangan tersebut
hallo professor apa kabar seorang dari ke tiga orang tersebu menyapa professor
hallo juga dokter cris kabar seperti yang kamu lihat sapa professor lim
ketiga orang tersebut adalah sahabatnya arlo
JAYDEN:OLIVER( JAY )
DEFIS :WILDER(DEF)
CRIS :FELIX
dan professor adalah kenalan dokter cris dari temannya di FBI. karna itu cris mengenalkan professor kepada arlo .
setelah ines menghubungi arlo untuk memberitahu kedatangan professor lim
Arlo langsung menghubungi ketiga temannya.
"apa sudah jadi ya prof" tanya cris ke pada professor sketsa di tangan arlo
__ADS_1
"sudah dokter cris" jawab professor lim
jayden ,defis ,cris menghampiri arlo untuk membuka sketsa tersebut "AR ayo buka!! "kata jayden dengan mengambil sketsa itu dari tangan arlo dan meletakkan di meja tengah mereka hendak di buka.
"kalau begitu saya dan kedua asisten saya pamit pulang karna masih banyak kerjaan yang harus kami selesaikan ucap professor lim dengan bangkit berdiri hendak pulang dan juga di ikuti kedua asistennya.
baik lah prof saya tidak akan menahan anda lama lama di sini karena pekerjaan prof masih menunggu, sebentar saya panggil pihak resepsionis untuk memandu anda turun maafkan saya yang tidak bisa mengantar anda. ujar arlo
"to to ines jemput professor turun "
"siap tuan" jawab ines
beberapa saat kemudian tok tok
"masuk "ines memasuki ruangan ceo dengan tercengang "ya ampun kenapa begitu banyak congan di dalam sini" ujar ines dalam hati
...ines!!...
"panggil arlo membangunkan ines dari lamunannya"
"ya tuan "
antara professor turun
"kami pamit dulu dokter cris dan semuanya" ucap professor lim dengan mengikuti ines meninggalkan arlo dan ketiga sahabatnya.
sesampainyadi parkiran professor lim meminta cek itu dari kedua asistennya.
"mana itu cek" tanya professor kepada ke dua asistennya
"kan tadi professor tidak mau jadi cek ini buat kami" ucap salah satu asistennya
"siapa bilang itu hanya gertak saja bukan sungguh sungguh tidak mau hanya saja tidak enak dengan ceo,sini ceknya!!"ujar professor lim
mana ada orang tidak mau uang, biar pun sudah ada uang juga kalau di kasih mana ada orang nolak," ucap salah seorang asisten
setelah kepergian professor lim akhirnya mereka membuka sketsa tersebut.
"wooo cantiknya"kata yang keluar dari mulut jayden dan defis setelah melihat sketsa wajah yang di buat professor.
"apa kamu yakin akan mengunakan sketsa ini. apa ini akan akurat 100% " tanya cris ke pada arlo
"ya saya tidak punya pilihan lain, hanya ini satu satunya cara untuk menolong anak saya dari ejekan di rumah." jawab arlo
__ADS_1
"Tapi kalau kamu salah orang itu akan berakibat kepada aden" ujar defis
"ya ini pilihan terbaik bro yang bisa saya pilih jawab arlo
"baiklah kami akan membantu sekuat kami" semoga berhasil ujar jayden yang terus mempehatikan sketsa tersebut.
"saya hubungi damen dulu dia di mall menemani Aden " jadi kita menyusul mereka kesana ujar arlo langsung menghubungi damen asistennya
sedang di ruangan cctv mall asisten damen berkhayal tinggi.
"enaknya jadi bos gertakan kecil saja bisa
buat orang kepanikan, hhhhh stengah hari jadi bos lumayan" ucap asisten damen dalam hati belum selesai berkhayal to to to tiba-tiba bunyi telfon membuatnya hampir serangan jantung.
hallo tuan
"apa aden enjoy atau tidak di mall " tanya arlo kepada asistennya
"ia tuan sekarang tuan muda kecil sedang asik bermain di time zone" jawab asisten damen
"oke, sekarang kamu hubungi derek dan berapa orang yang berpengalaman dan kompeten dalam mencari orang, sekarang!!! sebentar lagi saya ke situ, harus sudah ada orang orang itu!!! ucap arlo dengan tegas. lalu bergumam sendiri setelah di matikan handphone nya "sebentar lagi kita akan bertemu, seperti apa pun dan siapa pun kamu tidak penting untuk saya, yang terpenting adalah arden.
"baik tuan segera laksanakan, baru berkhayal jadi bos tidak sampai menit sudah jadi bawahan nasip nasip" ucap asisten damen dengan mencari nomor nomor penting yang di handphonenya.
sedang di time zone ika dengan aden keasikan bermain dan selalu di ikuti luna dan nana
sedangkan bi sofi memperhatikan ika dan aden secara intens seola olah ada yang tidak bibi jelaskan dengan kata kata tapi semakin di perhatikan bibi semakin tidak mengerti.
ada apa bi ko, dari tadi bibi perhatikan ika dengan aden terus apa ada masalah tanya sary penasaran karna bi sofi memperhatikan tanpa mata berkedip.
"berapa umur ika3 tanya bi sofi tanpa menjawab pertanyaan sary
"baru 21 bi, kenapa?" jawab sary
"oh masih muda .ya dia masih muda tidak mungkin seperti yang saya pikirkan aden sudah 3 tahun lebih jadi ini mungkin hanya kebetulan semata" kata bi sofi dalam hati.
tiba tiba to to to bunyi telfon masuk " ika ada telfon masuk teriak sary kepada ika membuat semua mata yang di situ tertuju pada sary.
"Ika mendengar teriakan sary lalu berkata kepada luna dan nana "kalian berdua bermain dulu dengan aden saya angkat telpon dulu."dan hendak pergi.
"saya juga ikut kaka wangi, nanti baru balik main lagi, kalau ka wangi sudah selesai telfon" kata aden dengan memegang tangan ika.
"baiklah kita istirahat dulu nanti baru kita lanjut" ujar ika dengan menggandeng tangan aden dan berjalan di ikuti luna dan nana menuju bi sofi dan sary ,
__ADS_1
🍀🍀♻️☘☘