
"tolong di terima ini tidak seberapa dengan pertolongan mama kamu ke keluarga kecil bibi , jadi jangan di tolak ya ? " ujar bi tia membuat ika susah untuk menjawab karna menahan tangis , dan hanya mengangguk kepala, bi tia yang melihat mata ika berlinang air mata ,langsung memeluknya.
"dio nanti bawa motor antara ika ke rumah sakit, sekalian jenguk mamanya ika ! " pintah bi tia , dan langsung di setujui dio.
"baiklah nanti pergi panggil saya ya , saya makan dulu masakan kamu. "ujar dio dengan membawa lauk itu kembali ke dalam rumah ,sedangkan ika juga pamit untuk bersiap siap ke rumah sakit ,
setelah selesai mempersiapkan keperluan yang akan di bawa ke rumah sakit ,sebelum keluar rumah ika menyalahkan lama di depan dan belakang rumah dan juga, lampu kecil yang ada di ruangan makan itu lalu keluar dan mengunci pintu.
"ka dio ! saya sudah siap , kaka sudah selesai makan kah ? " ucap ika ,
"sudah, sebentar saya ganti baju dulu. " ujar dio , ika berdiri di depan pintu menugu dio beberapa menit kemudian akhirnya dio keluar. dan langsung memberikan helm kepada ika.
" ya ampun ika ! kamu mau ke rumah sakit, atau pergi berlibur ? hingga bawah koper ke gitu ? " ujar dio dengan melihat koper itu.
"ke rumah sakit lah ka ! ini baju ka inna , untuk di pake semasih mama di rumah sakit." ujar ika , ika memang sengaja membawa baju untuk inna lumayan banyak, karena besok ika tidak ada untuk berganti jaga mamanya, jadi ika mempersiapkan segala yang di perlukan kakanya agar tidak meninggalkan mamanya sendiri di rumah sakit.
dua puluh menit kemudian dio dan ika sampai di rumah sakit, inna yang melihat kedatangan ika, langsung berlari menyambut ika.
"ko ka inna di sini ,. siapa yang jaga mama ka ? " tanya ika, setelah melihat inna berlari ke arah mereka.
"ka baru dari ruangan mama , dokter sedang memeriksa kondisi mama karena itu saya keluar kesini." ujar inna , yang sudah kelaparan, kehausan, karena dari rumah ke dengan ambulance inna tidak sempat mengambil uang.
"hallo inna gimana keadaan bibi ? " tanya dio kepada inna.
"mama masih belum sadar, dan dokter sedang memeriksa lagi kondisinya, trimakasih ya dio sudah datang ! " ucap inna lemas karna lapar.
__ADS_1
"kaka makan dulu ! " ujar ika memberikan makan yang di bawanya .
inna mengambil makan itu lalu makan tapi hanya beberapa suap, dan menutup kembali makanan itu , inna lapar tapi tidak ada selera untuk makan, beberapa menit kemudian, mereka bertiga masuk ke ruangan di mana ibu Melinda sedang berbaring, dalam ruangan itu juga terdapat dua pasien lainnya dengan kondisi yang tidak sadarkan diri.
setelah mereka duduk beberapa menit di samping ibu Melinda , seorang perawat sedang memeriksa kondisi dua pasien yang lain.
" permisi ! kalian keluar pasien ini ya? mohon nanti duduknya di sebelah , yang sudah di siapkan khusus untuk keluarga pasien , supaya pasien tidak terganggu . " ujar perawat itu dan langsung pergi dari situ.
ika duduk di situ tapi pikirannya melayang layangtidak menentu , ika memikirkan cara bicara dengan kakanya ,tentang besok akan pergi meninggalkan inna dan mamanya.
dio yang tidak suka bau obat di rumah sakit kecil itu memiliki untuk pamit pulang .
"ika , inna, saya pulang dulu ya nanti besoksaya dengan mama akan kesini lagi untuk menemani , waktu bibi operasi." ujar dio
Trimakasih dio sudah menemani kita, baiklah besok saya tunggu ya ? ujar inna, dan dio bangun dan pergi, belum jauh dari pandangan mata ika, ika memanggil dio.
"ka mungkin besok ika tidak akan menemani mama operasi, saya berharap ka dio bisa di sini menemani ka inna , saya besok akan pergi kerja ke luar kota, karena saya sudah pinjam uang untuk biaya operasi mama. jadi saya mohon ka dio temani ka inna ya , saya mohon ka ! " ujar ika memohon karena hanya dengan meminta dio menemani inna waktu mamanya operasi akan lebih baik , karena inna selalu pingsan saat sesuatu terjadi .
"baiklah saya janji besok sebelum bibi operasi saya akan sampai di sini , menemani inna , dan saya harap kamu kerja di luar kota dengan hati hati ya , saya akan menjaga mereka berdua hingga kamu pulang ." ujar dio membuat ika meneteskan air mata , karena memikirkan operasi mamanya dan dia tidak ada, dan entah hasilnya gimana nanti ,ika memikirkannya saja membuatnya ingin menagis sekuat kuatnya agar hatinya lega.
"Trimakasih ka dio ika tidak akan lupa kebaikan ka dio, suatu saat ika akan balas kebaikan ka dio dan bibi ." ujar ika membuat dio tersenyum , lalu pergi dari situ , sedangkan ika kembali ke tempat kakanya duduk , dan langsung menyerahkan amplop yang di berikan bi tia.
"ka simpan ini amplop , kalau butuh apa apa kaka pake saja, dan jangan tinggalkan mama sendiri ya ka ! ika sudah bawa baju kaka untuk beberapa hari.ini amplop dari bi tia, titip mama ya ka, kaka harus selalu sabar, mama pasti sembuh. ucap ika membuat inna menatapnya dengan bingung .
"kata kata kamu aneh, kita akan sama sama jaga mama hingga sembuh, masalah kita sekarang adalah, belum dapat, uang untuk operasi mama." ujar inna dan ika hanya tersenyum melihat kakanya yang terus bicara.
__ADS_1
"ka jangan kwatir besok mama akan operasi ,ika pastikan itu, semoga operasinya lancar ." ujar ika dan hanya di angukan kepala oleh inna.
malam pun bejalan, ibu Melinda belum sadar, tapi dokter menyatakan kondisinya pelan pelan membaik untuk operasi besok, ika dan inna mulai tertidur, tidak jauh dari ibu Melinda , ika kadang tidak bisa tidak dengan nyenyak, karena sering di telfon oleh pria yang akan membantu biaya operasi mamanya, pria itu hanya memastikan ika tidak merubah pikirannya.
pagi pun tiba, sekitar jam 5 pagi dua orang datang dan mencari ika. ika keluar menemui mereka setelah menerima telfon.
"davika putri ? " tanya seorang wanita yang berpakian serba hitam.
"ia saya ! " jawa ika kaget dengan suara tiba tiba di belakangnya , wanita itu langsung menyerahkan berkas di mana uang operasi mamanya sudah di bayar dan juga beberapa persyaratan yang harus ika lihat.
ika duduk di luar rumah sakit bersama wanita itu, dan membaca setiap inci surat itu dengan teliti.
"kenapa ada rumah, motor, biaya, selama satu tahun ke keluarga saya ? ini uang bukan sedikit , kamar VIP untuk mama di rawat , dua perawat pribadi untuk mama sampai sembuh ? ini maksudnya apa? " tanya ika dengan air mata mulai menetes, entah ika sedih atau senang, saat membaca isi dari kertas kertas itu
"itu di sediakan bos setelah kamu mengikutinya ke luar kota, jadi bersiap siap lah mobil akan menjemput kamu jam tujuh, karena penerbangan jam sembilan." ujar wanita itu dan langsung memisahkan dokumen itu.
"kenapa secepat itu ! boleh saya menugu hingga mama saya selesai operasi ? " tanya ika yang hatinya sudah di liputi kesedihan memikirkan pergi meninggalkan mama da kakanya, apa lagi dalam keadaan mamanya akan operasi.
***πβ»οΈ***flash offβ»οΈπ
"terus kamu terima semua pemberian laki laki itu ? " tanya arlo sedikit terusik
"ya, saya mengambil surat pembayaran untuk operasi mama saya , dan menyuruh resepsionis itu memagil kaka sekali saya juga menitip tas dan juga telfon, karena saya tidak sanggup bertemu ka ,saat kaka datang ke resepsionis, saya pergi ke tempat mama berada untuk pamit ," ujar ika dengan air mata memenuhi kantung matanya, arlo yang tadinya duduk berhadapan sekarang berada di samping ika dan langsung menenangkan ika.
π π π π π π π π π π π π π π π
__ADS_1
β»οΈTrimakasih sudah membaca β»οΈ
πππππππππππππππ