
"kalian berdua mirip coba nona....eh nama kamu siapa? " tannya cris dengan melihat ika.
"nama saya davika putri tuan,, biasanya di panggil ika ." jawab ika polos
"coba kamu lepaskan kaca mata kamu,, mungkin benar benar kembar dengan kaka kamu, kalau di lihat secara saksama juga tetap mirip orang kembar . ujar cris
"ternyata bukan hanya nama yang hampir sama ,, tapi begitu juga dengan wajah kalian berdua seperti kembar " ucap cris dengan kembali duduk.
akhirnya mereka mulai sarapan seperti biasanya aden selalu mengambil roti yang sudah di potong arlo dan juga sudah di makan beberapa potong, lalu aden memberikan roti punya arlo kepada ika, dan dia mengambil punya ika untuk di makan.
ika dan aden mulai makan dengan santai sedangkan ika tidak tau kalau roti yang di makan adalah punya arlo karna sejak arlo ada di samping adeh ika tidak ingin melihat takut tertawa.
inna ,, cris ,, arlo ,, bi sofi yang melihat ika memakan roti punya arlo , melototin ika dengan raut wajah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
DOKTER. CRIS: FELIX.
sedangkan ika tidak peduli dengan tatapan mereka yang berada di ruangan makan tersebut , dengan santai terus makan,, karna dengan makan dia tidak perlu memperhatikan arlo dengan hidung badut nya
sedangkan arlo merasa apa yang ika lakukan adalah trik untuk membalasnya,, karena dia tidak percaya putranya sedekat itu dengan orang yang baru di kenal.
"tidak mungkin tikus jelek itu memakan roti saya,, mungkin dia ada maksud lain,, karna putraku tidak mungkin secepat itu dekat dengan orang yang baru di kenal,, apa lagi memberikan makanannya ke orang itu,, saya harus hati hati dengan tikus jelek ini." ujar arlo dalam hati, dengan bangkit dari tempat duduknya sehabis makan hendak pergi , di lihat cris yang tidak berdiri dan masih santai memandangi ika dan inna a secara bergantian karena penasaran.
kaka,,adik,, tapi muka persis ke kembar identik?" pikir cris yang terus menatap ika dan inna bergantian.
DAVIKA PUTRI
"kamu tidak mau pulang ya !! setelah selesai sarapan ? " tanya arlo kepada cris dengan menatap tajam seolah memberi isyarat kepada cris untuk pergi setelah selesai makan, ucap arlo menyadarkan cris dari pikirannya.
cris mengangkat kepalanya dan melihat arlo yang sudah berdiri di samping meja makan.
__ADS_1
"dasar duda,, tidak lihat orang lagi menikmati pandangan,, yang jarang saya lihat setiap pagi di rumah saya. " ujar cris dalam hati dengan melihat ika dan inna bergantian dan perlahan lahan berdiri.
"baik lah bro,, dan para perempuan cantik trimakasih sudah mengajak sarapan bersama,, mengenangkan bisa setia pagi selalu di temani sarapan oleh perempuan perempuan cantik." ujar cris dengan membungkuk memberi hormat ala bangsawan jaman dulu.
"chiiiii dasar playboy ." umpat arlo hendak pergi dari meja makan itu.
inna yang melihat piring arlo masih ada roti.
"tuan tidak ingin sarapan lagi ? masih ada roti di piring tuan." ucap inna yang mengira arlo lupa menghabiskan rotinya.
"saya sudah kenyang." ujar arlo lalu membungkuk untuk memberi ciuman ke pada putranya.
"deddy pergi dulu ya !! bi sofi jaga dia." ujar arlo mengusap kepala aden dan berlalu pergi di ikuti cris.
"bye bye dad " ujar aden kepada ayahnya
sedangkan ika yang melihat roti di piring arlo masih stengah.
"dasar pria mesum , cabul, roti sekecil itu pun tidak di makan sampai habis,, mentang-mentang,, punya segalanya jadi sekecil itu tidak ada harganya, karena itu tidak di habiskan." umpat ika dalam hati.
"Are you okay ? " tanya aden kepada ika setelah melihat wajah sedih ika begitu pula kakaknya inna
"kamu baik baik saja kan? " tanya inna dengan melihat wajah ika yang sedih saat mendengar aden bertanya inna juga ikut melihat wajah sedih ika.
arlo kesal dengan sikap buru-buru,, karena ini pagi lupa kalau ada janji bertemu rekan bisnisnya di hotel untuk sarapan,, padahal dari semalam sudah di ingatkah damen berkali kali sebelum pulang rumah.
pagi pagi sudah lupa janji dengan rekan bisnis !! ini semua karena perbuatan tikus jelek itu akan saya balas. " ujar arlo kesal lalu menerima kunci mobilnya dari rider
saat hendak memasuki mobil itu tidak sengaja melihat motor yang parkir di samping mobil cris,,arlo berbalik dan menuju motor itu sedangkan cris sedang memasukkan tasnya duluan ke dalam mobil dan berbalik melihat arlo yang berjalan ke arahnya.
"hy !! kamu tidak akan menyuruh saya untuk mengantar kamu ke kantor kamu kan? " ujar cris dengan terus memperhatikan arlo yang terus berjalan ke arahnya,, dengan cepat masuk kedalam mobil sportnya dan langsung injak gas kabur dari situ,, karena arlo tidak memberi respon atas pertanyaannya.
"pagi pagi sudah minta saya ke sini sekarang saya harus mengantar dia ke kantor nya , padahal saya masih ingin tidur. " ujar cris yang sudah keluar dari parkiran dan melihat ke arah kacang spion mobilnya itu.
__ADS_1
"ternyata dia ke arah motor itu kenapa saya harus kabur." pikir cris dengan terus melajukan mobilnya lalu klakson seolah berkata pamit ke pada arlo,, dan arlo yang mengangkat tangan tanpa berbalik dan terus berjalan hingga di depan motor itu.
"ini motor siapa rider ? " tanya arlo
"itu motornya nona davika,, adiknya nona davina tuan. ujar rider dengan berjalan ke arah arlo yang berdiri di samping motor ika
"mana kuncinya? " tanya arlo
"ini kuncinya tuan." ujar rider dengan menunjukkan kunci yang di tangannya dan langsung di ambil arlo
"buat apa tuan ? " setelah kunci itu di ambil darinya
sedangkan ika juga berpamitan kepada kakaknya dan juga arden
arden memeluk ika dengan merengek tidak ingin ika pergi
"please don't go stay here with me." ujar arden dengan terus memeluk ika dengan kuat sedangkan ika merasa tidak nyaman karena ada sesuatu yang membuat dadanya tiba-tiba rasa sesak saat mendengar permintaan arden.
"arden !! kamu bisa sering bertemu dengan ka ika,, kan ada tanta davina di sini ,, nanti ka ika akan sering berkunjung ke sini,, jadi kamu akan sering bertemu." ujar inna dengan suara sedikit kesal,, karena sampai sekarang dia belum bisa sedekat itu dengan arden ketimbang ika adiknya sediri
DAVINA PUSPITA .
"baik lah tapi kaka dewi,, janji sering berkunjung ke sini ya? sering-sering bertemu saya." ujar arden senang dengan melonggarkan pelukannya dari leher ika.
"baik lah pangeranku yang ganteng ka ika janji akan sering berkunjung ke sini untuk jumpa pangerankuyang ganteng ini." ucap ika dengan mengecup kepala arden dengan lembut dan berlama.seolah rasa rindu membuat ika tidak ingin mengakhiri kecupanya kepada arden.
"ada apa dengankub? kenapa dada saya terasa sesak setiap kali berpelukan dengan arden? " ujar ika dalam hati.lalu berdiri setelah arden melepaskan pelukannya.
"ka jangan lupa sering telfon mama !! dan terimakasih untuk pemilik baju ini." ujar ika lalu berbalik untuk pergi sedangkan arden sudah di bawah bi sofi dan luna untuk bersiap siapa pergi ke tempat belajar berenang karena hari ini arden ada klas berenang.
"ia ka akan ingat." jawab davina
__ADS_1
🤝 trimakasih sudah membaca 🤝
♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️