
🍀♻️☘
"no my son ( tidak anaku) deddy nanti menyusul setelah kerjaan deddy selesai." ucap Arlo lalu merangkul putranya.
"bersabarlah sayang, setelah ini akan ada yang menyayangi kamu melebihi diri nya sendiri. dan kamu tidak akan kesepian lagi, daddy janji sebentar lagi kalian akan bertemu, maafkan daddy karena egois selama ini. " kata arlo dalam hati dengan memeluk anaknya dengan erat
arlo menyatakan itu karena dari masih 0 bulan sampai sekarang, kedua orang tuanya Davit Alexander dan istrinya Elisabeth Owen sama sekali tidak menerima kehadiran Arden, dan hampir seluruh keluarga besar Alexander juga tidak menerimanya. hanya adik perempuanya, Diva yang paling kecil dan juga kakeknya. biar kakeknya di depan orang tidak mengakui tapi diam diam selalu mencari Arden hanya sekedar menghilangkan kebosanan di istana keluarga besar Alexander
"I can't breathe dad"( saya tidak bisa bernafas ayah ) " ucap Arden yang susah bernafas karna di peluk ayahnya dengan erat.
"sorry son" ucap Arlo dengan melepaskan pelukannya dari Arden
"bi jaga baik baik tuan muda tugas kamu hanya fokus ke dia jangan sampai dia kenapa napa. " ucap Arlo kepada pengasuh putranya
"baikk tuan" jawab bi sofi
"sayang jangan nakal dengar kata bibi ya nanti daddy menyusul..! " kata Arlo kepada putranya
"yes daddy" jawab Arden
bibi sofi dan kedua asistennya siap berangkat ke mall di temani asisten Arlo tuan Damen/ atau asisten Damen, dan juga 6 bodyguard yang sudah menunggu di bawah.
"I'm going now dad" ( saya berangkat ayah)." pamit Arden kepada ayahnya.
"be careful my son's( hati hati sayang )." pintah Arlo dengan memandang putranya memasuki lift pribadinya itu
setelah kepergian putranya Arlo kembali ke ruang kerjanya lalu mengambil telfon untuk menghubungi resepsionis to to "hello ada yang bisa saya bantu tuan" tanya resepsionis yang menyetaui ceonya yang menelfon
" Ines , nanti ada seorang profesor yang akan datang mencari saya, kamu antar mereka ke ruangan saya..! " perintah Arlo kepada Ines sang resepsionis "baik tuan "
Sedangkan di kampus, Ika dan ketiga sahabatnya baru menyelesaikan mata kuliah mereka. setelah itu, lalu mereka duduk di kantin dengan memikirkan Sary dan Ika, yang akan kerja di tempat yang sama, berbeda dengan Adit dan Nia, yang akan magang di perusahaan Owen.
" besok adalah hari pertama, untuk kita memulai sesuatu yang baru. jadi di mana pun kita kerja, tetap semangat forever." ucap Ika dengan menatap ketiga sahabatnya
(4 forever ) 4 sahabat selamanya julukan pertemanan Iks, Sary, Nia dan Adit mereka mulai persahabatan saat pertama kali masuk kampus.
"ayo kita pergi belanja." ucap Sary
__ADS_1
Adit yang mendengar kata belanja jadi merinding "3 wanita belanja, dan seorang pria yang harus membayar, belanjaan ke tiga perempuan tersebut. " pikir adit
Ika, Sary, Nia berjalan ke arah parkiran,
sedang Adit masih berdiri di kantin dengan pikirannya .Nia berbalik untuk melihat Adit, dan ternyata Adit tidak mengikuti mereka.
"Adit..! buat apa masih di situ..? ayo jalan. " panggil Nia
Adit tidak merespon panggilan Nia, Adit terus bergulat dengan pikirannya, " ikut tidak ikut, Kalau ikut saya yang harus bayarin belanjaan mereka, kalau tidak ikut di marahin Nia, oh siapa pun tolong saya." pikir adit.
sudah pernah Adit alami, saat bersama ketiga perempuan itu untuk berbelanja, setelah selesai berbelanja, mereka akan meninggalkannya di kasir, dengan setumpuk belanjaan mereka, dan Adit kapok, berbelanja dengan mereka bertiga.
"eh tunggu dulu..! " panggil Adit.
"apa kalian ada uang tidak..? saya tidak bawa uang banyak, kartu saya di ambil ayah saya..! " ucap Adit beralasan dan langsung di tatap dengan expresi tidak percaya, oleh ketiga sahabatnya itu.
"karena kita belanja buat keperluan kita kerja..! jadi pake uang sendiri sendiri." jawab Ika membuat Adit lega.
slamat,slamat. " ucap Adit dalam hati.
"ayolah masih berdiri di situ buat..? cepat sini. " panggil Nia yang melihat Adt, tidak beranjak dari tempat dia berdiri.
to to tapi tidak di angkat "mungkin mama lagi tidur..!" kata IKA dalam hati.
"coba telfon kaka Inna, siapa tau di angkat." ujar ika lalu menelfon kakaknya Inna.
to to to berselang beberapa detik di jawab panggilan telefon dari ika.
"hallo de "jawab Inna dengan suara berat.
"ia ka, nanti bilang ke mama, saya pulang aga malam. karena sekarang kami mau ke mall, untuk beli baju ka, besok saya magang." ucap Ika.
"kaka ada banyak baju formal, kamu bisa pake punya kaka. " kata Inna dalam keadaan demam.
"kaka gimana demamnya sudah mendingan belum..? " tanya Ika setelah mendengar suara kakaknya, yang kurang bersemangat.
"kaka istirahat saja, saya hanya beli dua atau tiga pakian formalnya, mungkin Ika pinjam punya kaka juga. tapi sekarang kaka istirahat, jangan lupa minum obat, semoga cepat sembuh ya ka.? Ika ke mall dulu ya ka, kalau ada yang kakak mau beli telfon saya. " kata Ika lalu mengakhiri obrolan telfon dengan kaka nya Inna.
__ADS_1
"Ika sudah selesai telfon belum..? jangan pulang kemalaman, nanti saya di marahi ortu." ucap Sary, yang sudah di atas motor siap berangkat.
"sudah, ayo berangkat..! jawab Ika dengan menaiki motornya ,Ika, Sary bawa motor sendiri sendiri, sedang Adit bonceng Nia.
sesampainya di mall, mereka memasuki mall tersebut.
" kita menuju ke tempat pakian saja, atau mau keliling dulu..? tapi takutnya setelah berkeliling pada sakit hati, " kata Adit kepada tiga perempuan ini.
karena Adit tau kalau mereka keliling mall setelah selesai, belanja pada mengeluh, dan sakit hati.
seperti 2 minggu yang lalu mereka datang ke mall hanya untuk hiburan dan tidak belanja tapi setelah mereka keluar dari mall.
"ho tas itu cantik banget keluaran terbaru.
ho baju itu cantik lembu pasti nyaman banget untuk di kenakan..!
ho sepatu itu keren banget, cocok dengan kakiku yang cantik ini..!
tapi sayangnya dompet pas pasan. " ucap Adi menirukan sikap dan kelakuan ke 3 sahabat nya itu.
mereka menyatakan seperti orang yang sakit hati,kecewa itu lah kata kata andalan Ika ,Nia ,Sary, dan Adit hanya sebagai pendengar setia mereka.
tahap pertama benlanja, cuma di lihat doang mondar mandir, di lihat di tepis 30 menit kemudian, mereka bertiga mandar mandir berganti di fitting room, atau kamar pas membuat, Adit yang melihat mereka yang bergantian mencari baju yang cocok, tapi belum menemukan yang meraka suka, atau yang nyaman di pake, awal nya Adit yang melihat, dan menilai baju yang mereka coba, dan Adit selalu berka.
"cocok ,cantik ,baju yang bagus" pada akhirnya tidak di ambil juga, lama kelamaan membuat Adit ketiduran
"selamat sore saya sudah buat janji untuk bertemu ceo" ucap laki laki berumur lima puluhan
"anda adalah professor" tanya INES
"ya saya"
to to to "ada apa Ines..?"
"tuan, professor sudah datang." kata Ines
"antara mereka ke ruangan saya..!"
__ADS_1
" baik tuan"