
seminggu kemudian ika dengan anna kembali ke induk perusahaan alexander. ika dan anna langsung ke kantor untuk menyerahkan dokumen yang mereka bawa dari perusahaan cabang perusahaan baru tersebut.
setelah selesai menyerah sebuah dokumen dari cabang perusahaan tersebut ika langsung ijin pulang karna dari kemarin mamanya menelfon dia terus karena kakaknya inna belum pulang ke rumah, membuat ibu Melinda kwatir, sesampainya di rumah ika melihat mamanya yang duduk dengan wajah penuh kecemasan
"ma sudah telfon ka inna belum" tanya ika setelah memasuki ruangan tamu rumahnya
"sudah saya hubungi berkali kali, tapi nomor tidak aktif atau di luar jangkauan. dan saya sudah tanya beberapa orang dekat sini tapi tidak ada yang melihat kaka kamu, entah dia pergi kemana hingga hapenya tidak di aktifkan." jawab ibu Melinda dengan raut wajah lesu.
ika mencoba untuk menghubungi kakaknya tapi tidak aktif handphonenya.
"ma saya ke tempat kerjanya coba tanya ka dimas, mungkin ka dimas tau ke mana kaka." ucap ika dengan menyimpan barang bawaannya dan bebalik pergi.
12 menit kemudian, akhirnya ika sampai di depan 7eleven,ika memarkirkan motornya itu di depan 7eleven, dan masih duduk di atas motor sambil memandang ke dalam 7eleven, berharap saat dirinya memasuki ruangan itu dapat melihat sosok kaka nya di dalam.
"ka kamu kemana, kenapa tidak ada kabar? apa kamu tidak peduli dengan kekawatiran mama ka !! setidaknya kasih tau saya, keman kaka mau pergi. jangan tiba tiba menghilang entah kemana. menyebalkan !! pergi tidak kasih tau mau kemana, dan sekarang harus repot cari dia padahal bukan anak kecil, yang harus di kasih tau kalau pergi bilang bilang, kaka persis ke anak tk yang belum tau apa apa. ini sudah dewasa kalau pergi tidak kasih kabar ya tentu orang rumah panik, cemas kwatir !! " ujar ika dalam hati dengan awal mengeluh dan berakhir dengan kekesalan baru pulang kerja harus sibuk cari kakaknya.
ika turun dari motornya dan berjalan memasuki 7eleven, ika terus berjalan hingga depan casira sedangkan dimas sedang duduk santai di belakang meja kasir kebetulan sepi pembeli.
"selamat sore ka dimas." sapa ika kepada Dimas, dimas kaget karena suara sapan ika.
"eh ika tumben kesini mau beli barang ya." tanya dimas
"tidak ka dimas, saya kasini mau cari kaka inna sudah seminggu tidak pulang. waktu itu dia hanya mengirim pesan ke saya.katanya mau ke tempat temannya beberapa hari, tapi anehnya sampai sekarang tidak pulang - pulang
di telfon juga nomor di luar jangkauan atau tidak aktif , jadi saya kasini mungkin ka dimas tau ke mana kaka saya pergi . mama saya sangat kwatir karena tidak biasa kaka tidak pulang , mama kwatir terjadi sesuatu dengan kaka." tanya ika yang terus memandang dimas dengan memohon.
"maksud kamu !! kaka kamu tidak pulang seminggu ? dia juga tidak masuk kerja sudah seminggu. tadi saya baru memikirkan kaka kamu kenapa tidak masuk kerja dia bahkan tidak telfon saya, pikirku mungkin kaka kamu sakit lagi, karena itu dia tidak masuk kerja, jadi saya bilang ke manager kalau kaka kamu sakit lagi, karena dia tidak masuk kerja." ujar dimas dengan bingung sekaligus heran.
"ia ka karna itu saya kesini mungkin ka dimas tau kemana kaka saya pergi. " ujar ika dengan menatap wajah dimas
__ADS_1
"saya tidak tau. terakhir kali dia pulang awal dari biasanya." ujar dimas.
"maksud ka dimas pulang awal gimana? " tanya ika kepada dimas dengan tatapan menyelidiki.
"pulang awal dari biasanya, biasa dia pulang setelah jam 7 atau jam 8 malam, tapi terakhir kalinya dia pulang sekitar jam 3 sore , waktu itu ada seorang laki laki bertubuh kekar datang dan berbicara dengannya, saat itu saya lagi sibuk kebetulan ada stok barang yang baru sampai,
jadi saya susun di ruang penyimpanan, dan tidak sempat melihat wajah laki laki itu,tapi mereka bicara berselang beberapa menit inna dan laki laki itu keluar, dan inna bilang ke saya mau keluar sebentar. saya jawab oke tapi saya sempat melihat saat inna berjalan ke sebuah mobil sport.dan saya pikir mungkin keluarga kalian, lalu berselang beberapa menit inna masuk kembali tapi dia hanya bilang tidak enak badan ingin pulang ,kebetulan sepi jadi saya bilang oke, lalu dia mengambil tasnya dan keluar,sampai saat ini dia tidak pernah ke sini." ujar dimas menceritakan terakhir inna ika kerja membuat ika bingung.
"maksud ka dimas seorang laki laki bertubuh kekar? ka dimas tau kan kami baru tinggal di kota baru 3 tahun ka, kaka juga kenal ka inna semasa kuliah.kami tidak punya keluarga di sini." ujar ika cemas
"kalau bukan keluarga kalian , apa mungkin pacarnya inna? " ujar dimas dengan berwajah sedih.
"tidak mungkin ka.kalau ka inna ada pacar mungkin saya tau, tapi selama ini kaka tidak menunjukkan gejala orang lagi jatuh cinta, " ujar ika membuat dimas lega.
"terus dia siapa." ujar dimas
"saya juga tidak tau ka, kalau begitu saya lanjut cari di tempat teman temannya ka inna, tapi ka dimas tolong kalau ada kabar tentang ka inna nanti hubungi saya ka." ujar ika lalu berbalik pergi dari 7eleven.
saat ika sudah di luar hendak menaiki motornya tiba tiba handphonenya berbunyi, dengan cepat ika menjawab tanpa melihat siapa penelfon yang menelfonnya.
"hallo ka,kaka kemana saja. ika saya sary bukan kaka kamu." jawab sary yang menelfonnya
"maaf pikir ka inna." ujar ika
"emang ka inna kemana sehinga kamu mencarinya." ujar sar.
"entahlah ka inna sudah seminggu tidak pulang pulang dan sekarang saya sedang cari dia dan juga menugu telfon dari ka inna." ujar ika yang sudah kelelahan baru pulang kerja harus sibuk mencari kakanya.
"ya sudah nanti kami pulang ke tempat kamu supaya bantu cari ka inna. tadi saya ke tempat kerja kamu pikir kamu ada mau ajak makan malam berlima karena sudah seminggu kita tidak makan bersama." ujar sary
__ADS_1
ia trimakasih. maaf tidak bisa makan malam sekarang mungkin lain kali." ujar ika
"ya sudah jangan di pikirin lain kali baru makan bersama sekarang kita fokus cari ka inna, sudah ya supaya saya telfon nia dan Adit." ujar sary dengan mengakhiri obrolan telfon dengan ika.
"ada apa kenapa wajah kamu jadi serius ke gitu " ujar chika dengan terus menatap wajah sary.
"ka inna hilang sudah seminggu tidak pulang." ujar sary membuat chika kaget.
"ko hilang sih , apa mungkin ka inna pergi dengan pacarnya." ucap chika
"tidak mungkin, kalau pun ada seharusnya dia sudah menghubungi" ika ujar sary dengan langsung menghubungi nia dengan adit
ika sudah di jalan sedang menanyai orang orang yang ada di sekitar jalan tapi tidak ada yg kenal kakanya.dan ika juga pergi ke beberapa temannya inna untuk bertanya di antara mereka adayang sudah lama tidak bertemu inna ada yang menyatakan tidak melihatnya membuat ika lelah secara pikirandan badan.
2 jam kemudian sary , chika , nia ,adit datang membantu ika mencari inna tapi tetap saja tidak ada informasi tentang keberadaan inna. mereka sudah kelaparan dan kelelahan ,
"kita makan dulu sudah jam 9 malam." ujar adit
kita hentikan besok pulang kerja baru cari lagi kalau tidak ketemu laporkan ke pihak polis. ujar ika dengan merasa seakan mau pingsan karena kelelahan.
sedangkan di sebuah rumah mewah nan istana .
"tuan sudah pulang " sapa seorang perempuan ke pada pria yang baru memasuki ruangan tamu itu.
"kamu belum tidur ya? sudah jam 9 "ujar pria itu dengan melangkah ke lift rumah itu untuk ke kamarnya.
"tunggu tuan apa saya boleh meninta sesuatu " tanya perempuan itu.
"apa yang ingin kamu minta." ujar pria tersebut
__ADS_1
ππππππππππππππππ
β»οΈtrimakasih sudah membaca ππ