SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kopi rasa janda atau kopi rasa gadis


__ADS_3

"hari ini kita ada meeting, jadi kamu harus bantu saya seperti biasa. karena meeting kali ini akan sangat melelahkan." ucap anna dengan memberikan daftar nama yang akan ikut meeting.


ika menerima daftar nama tersebut dan mengikuti anna ke tempat kerja mereka.


asisten damen sudah berada di ruangannya sejak jam 6 pagi.


saat ika dan anna duduk tiba tiba telfon masuk langsung di jawab anna.


"pagi pak" sapa anna ke pada sih penelfon


"ia pagi anna tolong bilang asisten damen ke ruangan saya sekarang !! "


"baik pak"


"siapa yang telfon ka " tanya ika penasaran


"CEO arlo yang menelfon." jawab anna dengan bangkit dan berjalan ke arah ruangan asisten damen


tok tok. anna langsung membuka pintu tanpa menunggu jawaban asisten damen." permisi pak damen, di panggil ceo arlo."ujar anna dengan berbalik


"tunggu semua yang ikut rapat hari ini sudah di "konfirmasi belum" tanya asisten damen


"sudah pak." jawab anna yang sudah berada di pintu keluar


"kamu boleh keluar." pinta asisten damen


"baik pak" jawab anna lalu keluar dari ruangan asisten damen


asisten damen menuju ke ruangan ceo arlo sedangkan ika duduk membalas chatting dari aden.


📲"dewiku !! di rumah saya kedatangan tanta cantik, dia mirip ke kaka wangi, hanya saja dia tidak wangi seperti kaka." < aden


ika membaca chatting dari aden sedikit bingung "tanta cantik yang mirip saya? " pikir ika


lalu membalas chatting dari aden


📲 "kalau begitu aden harus baik baik dengan tanta cantik jangan nakal ya? kasian tanta cantik kalau aden nakal" < ika

__ADS_1


📲 "aden tidak nakal, sekarang saya di sekolah nanti pulang baru saya baik baik dengan tanta cantik ya " < aden


📲 "oke dewi ku" < aden


di ruangan ceo arlo alexander


setelah asisten damen mengetuk pintu tok tok tok


"masuk !! " pinta arlo


"cari saya" tanya asisten damen dengan berjalan mendekati meja tempat kerja arlo


"kamu tau mahasiswa yang magang di sini semua kan? " tanya arlo


"ya, ada apa?" jawab asisten damen


"carikan saya satu di antara mereka yang bernama davika putri mahasiswa akuntansi menajemen ." ujar arlo


"buat apa cari bawah saya ? jangan macam macam ya, dia masih anak di bawah umur " ujar asisten damen dengan sikap kwatir pikir kelakuan lama arlo kembali.


"saya peringatkan kamu jangan main main, kamu sudah ada calon istri, buat apa cari bawahan saya." pintah demen kepada sahabat itu yang sekarang berprofesi sebagai atasannya.


"apa yang kamu pikirkan? jangan-jangan kamu suka dengan davika putri, karena itu kamu melarang saya, dan tidak boleh macam macam dengannya, tapi kalau suatu saat suka sama suka dan dia masih gadis saya tidak akan menolaknya, ha ha ha." ujar arlo dengan kembali tertawa jahil.


"jangan sembarangan !! dia masih kecil, saya tidak tertarik dengan anak kecil, cepat katakan kenapa saya harus mencari davika." ujar damen


"karena dia adik dari calon mamanya aden." ujar arlo dengan menaikan ke dua alisnya


"kamu tidak bercanda kan ? " ujar deman


"tidak. saya tidak bercanda, nanti suruh dia ke lobby setelah selesai kerja supir akan menjemput dia." ujar arlo lalu mengambil beberapa dokumen untuk menandatangani.


"dia adalah bawah saya, dia baru menggantikan gita yang sedang cuti hamil." ujar damen menjelaskan kerjaan ika di kantor itu


"ya sudah keluar sana, saya masih banyak kerjaan, yang belum saya kerjakan dan tolong buatin kopi." pintah arlo kepada asisten damen.


"oke, mau kopi rasa janda, atau kopi rasa gadis?"ujar asisten damen dengan menggoda atasannya.

__ADS_1


" saya suka yang rasa amazon, rasanya di perusahaan baru kita yang di amazon butuh tambahan orang, kalau asisten damen kurang kerjaan di sini, saya rasa ke amazon lumayan bagus ." ucap arlo dengan senyuman licik lalu mengangkat kepalanya untuk melihat reaksi asisten damen, ternyata asisten damen sudah tidak ada di ruangannya. karena sejak ngobrol dengan asisten damen, arlo sedang melihat beberapa dokumen dan tidak memperhatikan asisten damen keluar.


" ho selamat, kalau saya terus di ruangannya pasti saya sudah di kirim ke amazon, beruntung saya melarikan diri dari ruangannya." ujar asisten damen dengan menyapukan tangan ke dadanya beberapa kali dengan menutup mata.


"tuan deman sedang apa di sini? dan kenapa harus menutup mata, lalu kenapa pintu ceo tidak di tutup dengan bagus? " ujar ika dengan melihat kesamping kiri dan kanan asisten damen berharap bisa melihat yang namanya ceo arlo karena sudah kerja di sini mau tiga minggu tapi tidak pernah melihat ceo arlo.


"ika kamu sibuk? tanya asisten damen tanpa menjawab pertanyaan ika.


"sedikit sibuk tuan damen ada apa ." ujar ika


"tolong buatkan kopi untuk ceo, cepat ya !! " pintah asisten damen kepada ika.


"siap tuan, tunggu sebentar ya tuan damen. ika akan membuat kopi secepat kilat." ujar ika berlalu ke dapur kecil mereka para pekerja.


lalu asisten damen menyusul ika ke dapur kecil itu


"eh tuan damen ke sini." tanya ika


"saya mengikuti kamu ke sini, karena ada yang harus saya sampaikan ke kanu, nanti setengah lima ada mobil yang akan menjemput kamu, saya harap setengah lima kamu sudah di lobby untuk menugu sopir menjemput kamu." ujar asisten damen. ucapan asisten damen membuat ika bingung.


"supir siapa yang menjemput saya , dan untuk apa tuan? " tanya ika kebingungan sekaligus takut.


"ceo arlo yang menyuruh kamu tunggu di lobby, nanti supirnya akan menjemput kamu setelah jam pulang." ujar asisten damen


ika menaruh kedua tangan dengan posisi bersilang di dadanya tanda melindungi diri sendiri.asisten damen yang melihat tingkah polos ika langsung menyentil jidat ika


"apa yang kamu pikirkan? tenang saja kamu bukan tipe wanita yang di sukai ceo." ujar asisten damen dengan tertawa lepas membuat ika tambah cemas.


asisten mengambil kopi yang sudah di buat ika dan pergi menuju ruangan ceo arlo sedangkan ika berdiri mematung memikirkan ucapan asisten damen.


"tunggu !! supirnya ceo arlo? dan yang menyuruh adalah ceo sendiri , oh tidak tamat sudah hidupku, ini pasti aden yang cerita ke ceo arlo, dan sekarang meminta supirnya menjemput saya" pikir ika dengan menelan silvanya dengan susah payah.


ika berjalan kembali ke tempat duduknya seperti orang linglung.


kamu kenapa ika? apa sudah selesai menata ruangan meeting ? " tanya anna dengan menepuk bahu ika.


"apa meeting !! ya ampun lupa belum menata ruangan." ujar ika dengan bangkit dan berlari ke ruangan meeting.seharusnya dia sudah menyelesaikan tugas yang di berikan anna, tapi saat hendak ke ruangan meeting ika berjumpa dengan asisten damen yang berdiri di depan pintu ceo dengan mata tertutup.

__ADS_1


☘trimakasih sudah membaca☘


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


__ADS_2