
"kenapa malam malam ke sini..? " tanya ika yang sudah di depan gerbang hendak membuka gembok pintu gerbang itu.
Arlo berdiri di depan gerbang itu dengan jari telunjuk Megara ke mobil di mana Arden sedang tertidu,mata ika mengikuti jari telunjuk Arlo yang mengarah ke arden yang sedang tertidur dalam mobi.
"Arden menagis,dan ingin bertemu dengan kamu, karena itu saya membawanya ke sini, boleh dia menginap di sini ? " tanya Arlo yang berada di luar gerbang rumah 🏡 susun Ika.
"Hamm, gimana ya..! kamar saya tidak sebagus, kamar Arden, apa dia bisa tidur di kamar yang kecil, dan tidak ada air conditioning(AC) ." ujar ika yang masih berhadapan dengan Arlo di luar gerbang itu.
begini bi sofi, Luna dan Nana, pulang kampung, karena mama mereka masuk rumah sakit dan Arden tidak ada yang menjaganya, jadi bi sofi bilang kamu sangat dekat dengan Arden karena itu saya bahwa dia kesini. " ujar Arlo membuat ika merasa ibah atas apa yang terjadi dengan mamanya Luna dan Nana.
"baik lah tapi apa tidak akan jadi masalah buat Arden secara kamar saya kecil,dia pasti tidak akan nyaman." ujar ika membuat Arlo berpikir.
sedangkan di kediaman Alexander Inna bergegas ke kamar Arden untuk milhat Arden yang sudah tertidur, inna perlahan lahan membuka pintu kamar Arden, setelah terbuka Inna masuk dengan menjinjit, agar tidak membangunkan Arden, setelah berada di samping tempat tidur Arden, Inna kaget karena tidak nampak sosok Arden di tempat tidur itu.
"ko tidak ada di tempat tidurnya..? apa jangan- jangan tuan membawanya ke kamarnya..! kalau begini terus saya tidak akan bisa dekat dengan Arden." ujar Inna dengan berbalik, Inna yang tidak membuka lampu kamar Arden, tapi masih bisa nampak suasana di dalam ruangan itu, karena kamar Arden di desain khusus oleh Arlo, jadi kalau malam hari masuk tidak membuka lampu, tapi masih nampak suasana di dalam kamar.
Inna kembali dengan perasaan kecewa, niatnya ingin melihat Arden sekaligus mendekati arden dengan terus berkunjung ke kamarnya, gagal.
" boleh gerbang nya di buka..? tidak enak bicara di luar. " ujar Arlo membuat ika tersenyum datar.
setelah ika membuka gerbang itu, Arlo kembali ke mobilnya lalu menyetir mobil itu memasuki tempat di depan pintu rumah ika, ika dapat melihat Arden yang tertidur dalam mobil itu.
setelah memarkirkan mobilnya itu, arlo keluar dari mobilnya, lalu jalan memutari mobilnya menuju ke kiri di mana Arden sedang tertidur. Arlo membuka pintu mobilnya lalu menggendong Arden yang sedang terlelap, Ika yang berdiri di belakang Arlo hanya menatap Arden gemas.
__ADS_1
"dia tidur saja, masih terlihat imut pipinya tambamnya menggemaskan." ujar ika memandangi Arden yang kepala di pundak arlo.
setelah ketiganya sampai dalam rumah Ika bingung 😕 mau kasih arden tidur di kamarnya atau kamar tamu.
"kamu kasih tidur Arden di kamar tamu saja ya..?" tanya Ika kepada arlo.
"jangan..! di kamar tamu, khawatir kalau dia sadar di tempat asing 👽 dia akan menagis, lebih bagus di kamar kamu, bisa dekat dengan kamu, kalau dia sadar paling dia tidak akan menangis." ujar Arlo membuat ika hanya sanggup menggangukan kepalanya menyetujui saran Arlo.
Ika membawa Arlo ke kamarnya, dan arlo langsung membaringkan arden di tempat tidur singel itu ukuran khusus satu orang.
"nah Arden sudah di kamar kamu, terus saya juga tidur di sini ya...? ujar Arlo membuat ika menatap dengan tajam.
"tidak bisa, anak boleh menginap, bapaknya tidak boleh, akan ada masalah besar kalau kamu juga menginap di rumah saya, apa lagi Mama tidak ada, apa kata dunia...? " ujar Ika dengan menaiki kedua alisnya.
ho..! saya pikir 😂 benar, mau menginap di sini, bisa bisanya pagi semua tetangga berdatangan, bersama RT/RW lalu...! ujar Ika terdiam.
"lalu kita di nikahkan..? " ujar Arlo menyambungkan ucapan Ika yang terhenti, Ika kaget mendengar ucapan arlo, Ika menatap Arlo dengan pipi merona.
"iiih apa apaan, itu tidak akan terjadi, malah sebaliknya Kita di seret keliling kompleks perumahan susun." ujar ika membuat Arlo tertawa lepas. tawa arlo membuat ika kaget secara spontan tangan ✋ ika menutup mulut Arlo hingga suara tawanya tidak terdengar tetangga.
Arlo berjalan ke arah ruang tamu lalu duduk di sofa, sedangkan ika ke dapur mengambil air untuk Arlo minum, dua menit kemudian ika kembali dengan segelas air puti.
minum dulu sebelum pulang." ujar Ika dengan menaruh minuman itu di depan meja dekat Arlo duduk.
__ADS_1
"kenapa kamu tidak menyuruh ka Inna untuk menjaga arden..?" tanya Ika kepada arlo, Arlo diam dengan mengosok lututnya.
waktu saya di luar kota, saya melihat Arden tidak begitu suka dekat dengan kaka kamu, setiap di dekati kaka kamu, Arden selalu berusaha untuk menjauh, semakin kaka kamu ingin dekat, atau sekedar bermain bersamanya,dia akan tiba-tiba bosan dengan menyimpan kembali mainannya dan pergi meninggalkan kaka kamu, karena itu saya tidak ingin memaksanya untuk lebih dekat dengan kaka kamu, biarkan berjalan apa adanya." ujar Arlo, Ika yang mendengar ucapan arlo yang menyatakan apa adanya membuat dadanya sakit.
maksudnya apa adanya berarti apa arti kehadiran saya di antara dia dan Arden, kaka dan dia...? " pikir Ika dalam hati, arlo dapat membaca expresi Ika.
"kamu jangan berpikiran aneh, saya akan memberitahukan hubungan kamu dan saya, kepada kaka kamu, tapi sebelum itu saya ingin dia dan Arden dekat." ucap Arlo membuat ika bingung 😟
"kenapa ke gitu, kenapa kaka harus dekat dengan Arden..? " tanya Ika dengan berwajah kesal.
"jangan marah sayang suatu saat saya akan menceritakan ke kamu, tapi bukan sekarang..! " ujar Arlo membuat ika tambah kesal.
"kemarin sebelum keluar kota juga kamu bilang hal yang sama ingin menceritakan pasal Asura mamanya Arden tapi sejak kamu pulang sampai sekarang tidak cerita, padahal saya sudah menunggu untuk mendengarkan cerita kamu..? " ucap Ika marah, karena dari arlo berjanji untuk menceritakan hubungan Arden dengan Asura, tapi Arlo selalu menyelak untuk cerita.
"baik lah sayang, jangan marah saya akan ceritakan sekarang tentang Asura dan Arden, tapi sebelum itu kamu tenangkan dulu pikiran mu, 🤭 nanti saya ceritakan kamu akan tambah marah. " ujar Arlo menatap Ika.
hoo dasar tikus jelek, kalau marah buat orang jantungan." ujar Arlo dalam hati. 💓
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
terimakasih sudah sudah mampir
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
__ADS_1