SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
ARLO khawatir


__ADS_3

iras menutup kembali pintu yang sedikit terbuka, dan kembali ke kamarnya iras membiarkan inna menagis sendirian agar meluapkan emosinya, supaya jauh lebih baik besoknya, iras tau inna bukan tipe perempuan yang ingin bercerita jadi percuma iras masuk , iras tau betul dengan sikap arlo, karena iras kenal arlo sejak dia berumur enam tahun saat di bawa Pamteo ke keluarga alexander, dan juga iras pernah menyukai arlo sebelum kenal rider.


sedangkan cris teringat akan kejadian saat pertama dia kerja sebagai dokter.


"yang di bilang der itu benar, pernah, seingat saya, saat saya baru kembali dari luar negeri dan memilih masuk ke sebuah rumah sakit umum di kota ini, saat itu saya baru awal kerja. dan atas kami sedang menagani seorang pasien yang trauma karna kecelakaan mobil, dan hal itu mengangguk kesehatannya, dan akhirnya keluarganya mencari seorang yang profesional dalam menghilangkan ingat , seperti trauma karna banyak hal yang memicu orang untuk tidak ingin mengingat kejadian itu -


dan orang itu menghilangkan ingatan waktu kecelakaan itu , dan dia pun pingsan setelah dua puluh empat jam dia sadar, dia langsung hilang ingatannya saat kecelakaan itu, tapi setelah dua tahun kemudian, saya tidak kerja ladi di rumah sakit umum itu, dan saya masih penasaran dengan orang itu, dan saya bertemu teman teman kerja saya waktu itu, dan saya tanya mereka soal orang yang di hilangkan ingatannya itu, dan mereka berkata dia koma, karena dia ingin ingat kembali, lalu mereka melakukan hal yang sama, tapi hasilnya membuat orang itu koma karena, masalah di otak kecilnya saat kecelakaan itu hingga di tambah paksaan untuk mengingat dan akhirnya dia terbaring selama hampir setahun, dan setelah sadar dari koma dia jadi bodoh. " ujar cris membuat arlo kwatir dengan ika, arlo langsung bangun dan pergi ke toilet.


to to to bunyi telfon masuk ika hanya melihat nama yang tertera di handphonenya itu, dan memilih untuk tidak menjawab panggilan telepon masuk itu.


"dasar tikus jelek, di telfon malah tidak di jawab, apa dia masih marah, atau sudah tidur ? " ujar arlo dengan menelfon ulang, dan tetap tidak di angkat, ika yang melihat nomor yang sama terus membuatnya kesal lalu memasukkan handphonenya ke bawah bantal .


"buat apa dia telfon, apa mau minta maaf karena pergi begitu saja tanpa pamit ? " ucap ika bergumam dengan kembali mengambil handphone yang berada di bawah bantal.


ternyata sudah tidak bunyi lagi, dan ika hendak menyimpan handphone itu, tiba-tiba bunyi telfon masuk, ika panik dan dalam seketika sudah terjawab panggilan masuk itu , karena panik salah tekan, sebenarnya ika ingin mematikan telfonnya tapi malah menjawab, ika saking panik mendengar suara dari handphonenya itu, dan langsung membuang handphone itu ke seberang arah, pak, handphone itu turjun bebas dari tempat tidur, ika bergegas melihat handphonenya dan ternyata layar langsung gelap, ika yang melihat layar handphonenya gelap, panik dan langsung turun dari tempat tidur itu, lalu bergegas mengambil handphone itu, langsung mengaktifkan tapi tidak ada tanda kehidupan dari handphonenya itu, ika mengangkat handphone itu untuk mencari sinyal, dengan memutar badannya dalam ruangan itu tapi tetap saja, tidak ada tanda kehidupan, ika menampar layar handphone itu , tapi sama saja. hingga ika mulai kesal dan langsung melemparkan handphonenya ke atas tempat tidur itu, dengan umpatan kesal pada sih penelfon.


"dasar anjing laut mesum, kenapa kalau telfon orang sekali dua kali tidak di jawab, berarti orang tidak ingin menjawab panggilan telepon dari kamu, dasar anjing laut brengs*k, saya harap selamanya kamu tidak akan pernah menikah , brengs*k, brengs*k, kamu anjing laut mesum. " teriak ika dalam kamar dengan kesal lalu melemparkan dirinya ke atas tempat tidur itu.


sedangkan arlo yang menelfon ika terus menerus, tapi hanya dapat jawaban : nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, arlo mencoba berkali kali menelfon ika tapi hanya dapat jawaban yang sama. akhirnya arlo berhenti menelfon dengan kesal kembali ke ruangan di mana teman teman nya berada.


"dia benar benar marah, saya hanya menelfon dia untuk tanya, apa dia sering ingin mengingat kembali separuh ingatannya, tapi malah handphonenya di matikan." ucap arlo dengan kesal, setelah berada di ruangan itu, lima orang yang berada dalam ruangan itu memandang arlo dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


"jadi kamu diam diam keluar untuk menelfon dia, karena khawatir ? kayaknya kamu benar benar sudah memasukkan adi ipar kamu ke hati mu ! " ujar cris membuat arlo serbah salah.


"ya, untuk apa juga ! saya telfon tikus jelek itu buat apa ? apa saya benar benar khawatir dengannya ? tidak ini tidak benar . " pikir arlo dan langsung menepis ucapan cri.


"saya menelfonnya karena khawatir kalau dia sering ingat terus, akan terjadi sesuatu dengannya ! dan kalau itu terjadi akan membuat davina khawatir. " ujar arlo membuat ke lima orang itu menatap seolah tidak percaya dengan ucapan arlo.


"ar kalau kamu ingin tau soal calon adik iparmu itu, saya sarankan supaya bertanya kepada kakaknya, mungkin dengan begitu kamu tidak akan khawatir. " ujar derek mengusulkan hal, itu untuk arlo tapi sebagai orang yang kerja di FBI, tentu saja dia juga penasaran pernah ada kasus yang sama tapi tiba tiba dari pihak keluarga membatalkan laporan mereka dan akhirnya kasus yang di tanganinya di tutup.


bro saya tidak bisa bertanya kepada davina, apa lagi berhubungan dengan adiknya, itu tidak mungkin. " ujar arlo bangkit dari duduknya hendak pulang.


hy mau kemana ? kita belum bersenang senang ! " ujar def mengambil gelas yang berisi minum alkohol itu "cheers "


"arlo kalau kamu tidak bisa bertanya kepada calon tunangan kamu , kamu bisa ajak dia ke sini biar derek yang bertanya." ujar cris membuat arlo hanya mengangguk kepala menyetujui pertanyaan perkataan cris.


" yang di katakan cris boleh juga nanti saya coba tanya tapi dalam dua hari ini ya soalnya saya akan ke luar kota dalam dua hari kedepan ." ujar derek membuat arlo menimbang nimbang.


"baiklah besok malam. " ujar arlo lalu pergi dari night club itu, sesampainya di istana alexander arlo masuk dan langsung menuju ke kamarnya tapi sempat melihat lampu di kamar inna masih menyala.


tok tok. "masuk." ujar inna.


" kamu belum tidur ? " tanya arlo saat berada di dalam kamar inna, seketika membuat inna kaget, karena mengira yang menyetuk pintu adalah iras.

__ADS_1


"belum tuan, sebentar lagi, belum mengantuk." jawab Inna dengan sedikit gugup karena sudah hampir jam satu.


"ohh gitu saya pulang, dan melihat lampu kamar kamu menyala , maaf soal tadi, saya lagi emosi , jadi saya harap kamu tidak marah ." ujar arlo lalu berbalik hendak pergi.


"saya tidak marah." ujar inna secepat kilat, arlo berbalik badan dan tersenyum penuh arti kepada Inna, sedangkan ika baru sadar dari tidurnya dan langsung pergi mandi.


setelah di kamarnya arlo mencoba lagi untuk menelfon ika, tapi tetap saja tidak aktif, dan arlo memilih untuk chat ika tapi tidak ada balasan, arlo pergi mandi lalu ganti baju lalu ke kamar arden.


orlo melihat arden yang sedang tertidur lelap, arlo menyentuh pipi arden dengan mengingat kembali moment saat bersama ika, orlo tidur di samping putranya.


pagi pagi buta arlo sudah berangkat kerja arlo berangkat pagi karena ingin menugu ika, sekitar jam tujuh empat puluh menit, ika sampai di ruangan itu di mana ada arlo sudah duduk.


"buatkan kopi sekarang." ujar arlo tanpa melihat ika.


"selamat pagi , segera saya siapkan kopinya tua. " ujar ika membuat arlo omosi dengan sebutan tuan.


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


🐲trimakasih sudah membaca🐲


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


__ADS_2