
"hmm, jadi dia wanita yang saya tabrak di mall waktu itu, ternyata perasaan saya tidak salah mengenali orang.
pertama kali mencium aroma yang sama saat itu, saya sangat yakin dia orang yang sama, jadi Kalung pemberian ayah kamu yang ada pada saya, kejutan yang luar biasa tikus jelekku." ujar Arlo dalam hati dengan senyuma senyum sendiri di kala melihat kelakuan ika dan Arden dalam foto itu, senyuman Arlo membuat bi sofi bingung.
"tuan..! bisa, menyuruh non davika, untuk menemani tuan muda kecil, dari pertemuan mereka di mall, dan juga waktu non davika datang ke sini untuk bertemu dengan non Davina, tuan kecil dan non davika sangat mudah akrab dan mereka memiliki tingkah lakunya yang hampir sama." ujar bi sofi membuat arlo mengingat waktu ika menginap, dan waktu sarapan pagi, sarapan pagi di mana ika memakan sepotong roti miliknya, yang di ambil Arden dari piring nya.
"Baik lah bi, terimakasih atas usulan Nya, nanti saya coba bicara dengan adiknya Davina, dan bibi boleh menyusul Luna dan Nana, kalau sampai di kampung apa pun yang bibi butuhkan, telfon, saya akan sediakan, dan nanti saya akan suruh sopir rumah, untuk mengatar bibi sampai di kampung halaman." ujar Arlo melihat Arden yang sudah tertidur dengan nyenya, padahal baru jam 8 malam π
Arlo keluar dari kamar Arden, tidak lama kemudian dia kembali dengan uang di tangannya.
"bi ini uang buat keperluan bibi di kampung , saya rasa sekarang bibi lebih membutuhkan uang tunai, dari pada black card, atau Cek. " ujar Arlo memberikan uang itu kepada bi sofi, bi sofi tidak heran karena selama ini Arlo selalu memberikan gaji lebih untuk bi sofi Luna dan Nana.
"terimakasih tuan, anda tau betul apa yang kami butuhkan." ujar bi sofi.
"jangan bicara seperti itu bi...! ini tidak seberapa dengan apa yang kalian korbankan untuk menjaga Arden selama ini " ujar Arlo membuat bi sofi terharu, bi sofi mengambil kopernya yang sudah di susun dengan rapi dari tadi pagi.
sejak pagi bi sofi menelfon asisten Damen untuk berbicara dengan Arlo perihal kepulangannya ke kampung. namun asisten Damen menyatakan Arlo akan pulang hari ini juga, setelah mendengar ucapan asten daman, bi sofi langsung mempersilahkan keperluannya untuk pulang kampung.
bi sofi menuruni tangga bersama Arlo, Arlo membantu bi sofi membawa koper nya, pamteo langsung menyambut Arlo dengan menerima koper di tangan arlo.
tidak usah pamteo, tolong suruh salah satu supir yang free untuk mengantar bi sofi pulang ." ujar Arlo dengan sesekali melihat handphone Arden yang di tangannya.
"tadi saya sudah menyiapkan supir yang akan mengantarkan bi sofi pulang, kebetulan supir yang masih satu kampung dengan keluarga Luna dan Nana " ucap pamteo.
"ternyata sudah mengaturnya ya pamteo...?" tanya Arlo kepada pamteo, pamteo sudah mengaturnya dengan sempurna dan supir itu juga yang mengantarkan Luna dan Nana pulang.
"sudah nak Arlo "
"terimakasih pamteo, saya sudah lapar, apa makan malam sudah siap..? sekalian bi sofi ikut makan malam. " ucap Arlo membuat pamteo bergegas ke dapur.
5 menit kemudian pamteo kembali dari dapur, tandanya time dinner.
__ADS_1
"silahkan nak Arlo makan malam sudah siap "
"terimakasih pamteo, tolong panggilkan Davina untuk makan malam bersama, atau, apa kah dia sudah makan..? " ujar Arlo.
"non Davina belum makan malam nak Arlo, saya sudah menyuruh orang untuk memanggilnya. " jawab pamteo dengan berbalik kembali ke dapur, sedangkan bi sofi , Arlo juga mengikuti pamteo ke ruangan makan yang bersebelahan dengan dapur, ini turun dengan wajah yang sumringah.
"malam tuan, sudah pulang ya..? " tanya Davina dengan duduk di sebelah bi sofi.
"senang atau tidak, kemarin pergi ke night clubs...? tanya Arlo kepada Inna.
"senang banget tuan, terimakasih tuan" ujar Inna menatap Arlo dengan wajah sumringahnya.
sedangkan ika bergulir guling di tempat tidurnya dengan mengingat pernyataan arlo yang menyukai nya.
"akhirnya bisa punya pacar..! tapi kenapa harus calon tunangan ka Inna, apa tidak ada pria di dunia ini yang menyampaikan perasaannya kepada saya tanpa berstatus milik orang lain hoo, jadi serba salah kalau kegini..! " ujar ika bergumam sendiri dalam kamarnya.
sedangkan Arlo baru selesai makan malam hendak minum ternyata tersedak minumnya, Inna dengan cepat memukul pundak Arlo, Arlo kaget dengan sikap Inna, hal itu semakin membuatnya tersedak.
"sudah, sudah saya bisa sendiri." ujar Arlo dengan bangkit dari tempat duduknya, lalu keluar dari ruangan makan itu, meninggalkan Inna dari bi sofi, tidak lama kemudian Inna menyusul Arlo, sedangkan bi sofi membantu pamteo membersihkan meja makan itu, Inna keluar dengan mata mencari keberadaan Arlo, tapi tidak menemukannya.
"ini buat kamu..! " ucap Arlo dengan memberikan sebuah kontak yang lumayan.
lalu menyuruh pamteo membagikan kepada semua pekerjaan.
sebenarnya semua itu asisten Damen yang pesan semuanya itu, sedangkan arlo hanya memesan kotak kecil yang di inginkan Inna, untuk di lihat.
"tuan apa boleh..! selagi bi sofi pulang kampung, boleh tidak saya yang menjaga Arden." ujar Inna bersemangat.
"boleh, tapi berhenti lah memanggil saya dengan sebutan tuan..! kamu bukan pekerja di sini, jadi mulai sekarang, saya tidak ingin mendengar sebutan tuan lagi."
"panggil saja Arlo..! " pintah Arlo membuat Inna takut.
__ADS_1
baik , terimakasih atas oleh-olehnya,a a arlo." ucap Inna dengan suara hampir tenggelam karena takut.
Arlo berpamitan kepada bi sofi, lalu naik kembali ke kamar Arden, sesampainya di kamar Arlo terus melihat foto foto dalam handphone Arden.
"kenapa tikus jelekku berkelakua sama dengan Arden..?" ujar Arlo dengan melihat sebuah video yang di ambil bi sofi ketika ika dan Arden asyik bermain.
setelah kepergian bi Sofi, Inna merasa senang karena akan lebih dekat lagi dengan Arden, Inna kembali ke kamarnya dan membuka hadia Inna sangat kaget dengan perhiasan
"wooo cantik banget seumur hidup saya belum pernah menyentuh perhiasan sebagus ini. " ujar Inna dengan segar memakai kalung itu.
sedangkan ika masih terjaga dengan suara kucing yang terus menganggunya.
2 ekor kucing yang sedang jerit jeritan di belakang rumahnya membuat ika yang sendiri dalam rumah itu duduk dengan diam di atas tempat tidur, Ika belum terbiasa di tinggal sendirian.
"aduh kenapa harus kucing kucing itu harus jeritan malam inilah mereka tidak tau saya lagi sendiri." ujar ika belum selesai bicara tiba-tiba bunyi pesan'masuk,ika mengambil handphone dan melihat siapa yang chat dia malam π
"uuh, Arden jam segini belum tidur kah..? ujar ika setelah melihat pesan masuk itu ternyata sebuah foto saat bermain di time zoon bersama Arlo.
"hy aden Belum tidur ya..? ka ika juga belum bisa tidur takut sendirian." ika duduk menunggu balasan dari Arden tapi tidak di balas.
arlo perlahan lahan menggendong Arden, lalu di dekap putranya itu, lalu keluar dari kamar, Arden Yang tertidur nyenyak tidak menyadari kalau sedang di gendong ayahny.
sebuah bel pintu terdengar, hal itu membuat ika keluar kamar untuk melihat siapa yang datang berkunjung malam malam.
"haa π kenapa dia harus datang malam malam kegini." ujar ika saat melihat Arlo,
lalu perlahan menekan lampu,lalu keluar.
ππ ππ·ππ ππππ·ππ ππ·π
__ADS_1
πterimakasih sudah mampir π
π π π π π π π π π π π π π π π