
"apa pun syaratnya, saya akan lakukan. asal anda bantu saya, dengan uang dua puluh lima juta, agar mama saya bisa di operasi, besok pagi jam sebelas . " ujar ika aga takut dengan ucapannya sendiri.
"berapa pun uang yang kamu butuhkan akan saya sediakan. bagi saya uang tidak jadi masalah , besok pagi anak buah saya akan langsung mengantar uang nya. tapi saya harus yakin dulu kamu benar benar butuh uang atau tidak ." ujar pria itu membuat ika bingung.
"saya benar benar butuh uang, mama saya dalam keadaan kritis dan dokter bilang besok harus segra operasi." ujar ika mulai menagis.
"baik lah, sebagai orang yang minta uang, saya harap kamu isi formulir dulu, lalu foto KTP kamu." ujar pria itu.
"tapi saya belum punya KTP dua hari yang lalu, saya baru berumur delapan belas tahun." ujar ika membuat pria itu diam ika yang merasa pria itu mulai meragukan ika.,
"bukannya umur 17 tahun sudah ada KTP ? " ujar pria di telfon itu.
" ya, mama belum setujui saya untuk punya KTP harusnya ini tahun, tapi tuan tanpa KTP pun, saya bisa kerja apa pun, asal anda meminjamkan uang untuk operasi mama saya, saya mohon tuan hanya anda satu satunya harapan mama saya." kata ika dengan memohon karna hanya pria itu yang dapat memberikan ika uang untuk operasi mamanya.
ika belum punya KTP , saat berusia 17 tahun , ika ingin buat KTP tapi di larang mamanya , inna juga memiliki KTP di umur 18 tahun
"kamu yakin mau kerja apa pun beleh ? kalau begitu jual diri juga boleh? kalau memang bisa, kamu bisa ambil uang sekarang juga ! " ucapan pria itu membuat ika takut dengan menelan salivanya, untuk beberapa saat, Ika terdiam membeku , ucapan pria itu membuat sekujur tubuh ika dingin.
"tapi tuan apa tidak ada kerjaan yang lainnya , saya masih delapan belas tahun ." ujar ika takut harus jual diri.
"hanya bercanda ! kerja yang akan kamu kerjakan simpel saja, kamu harus tinggal dengan saya selama setahun , setelah itu kamu boleh pulang , tapi selama setahun itu kamu tidak boleh berhubung dengan siapa pun termasuk keluarga kamu , tenang saja setelah kamu datang ke sini ! untuk kerja , segala hal yang berhubungan dengan keluarga kamu, akan di tangani oleh orang orang kepercayaan saya, bahkan biaya mama kamu dari operasi hingga sembuh total akan saya tangung , jadi gimana setuju kerja dengan saya, atau tidak setuju." ucap pria itu membuat ika bingung karena ika ingin tau kerja apa yang akan dia kerjakan jika dia setuju , karena masih takut dengan ucapan pria itu yang menyatakan ika harus jual diri.
__ADS_1
"kalau saya setuju , apa yang akan saya kerjakan ? " tanya ika membuat pria itu diam.
"apa kamu masih ada waktu untuk menayangkan pertanyaan itu ? sedangkan mama kamu sedang menunggu ajal ! bukannya kamu bilang akan kerja apa saja asal saya membantu kamu dengan dua puluh lima juta ! " ujar pria itu dengan suara ketus membuat ika kwatir atas ucap pria itu.
"ia, maaf tuan saya hanya salah bicara, tolong tuan jangan marah , saya benar benar butuh uang itu." ujar ika dengan dada terasa sesak menahan tangisannya, agar tidak di dengar pria itu .
"nah kegitu dong ! baru saya juga semangat mengeluarkan uang untuk kamu , sekarang kirim foto dan kartu pelajar atau apa pun yang hanya tercantum data kamu, dan juga alamat rumah sakit tempat mama kamu di rawat, kirim lewat ini nomor besok anak buah saya akan menjemput kamu , tidak boleh bawa telfon atau apa pun semua yang akan kamu butuhkan akan di sediakan di sini ." ujar pria itu dengan langsung mematikan obrolan telfon itu.
ika bangun, dan obrak abrik semua yang ada di situ, hanya untuk mencari sesuatu yang terdapat data dirinya , tapi tidak menemukan apa pun , dan akhirnya memilih kartu pelajarnya , lalu melakukan seperti apa yang di minta pria itu , setelah selesai mengirim semuayang di minta pria itu, ika duduk termenung , memikirkan apa yang dia lakukan sudah benar atau salah .
"apa orang asing itu bisa di percaya ? tapi apa pun itu, saya tidak bisa mundur lagi , tidak punya pilihan ,hanya pria itu satu satunya jalan untuk menolong mama ." ujar ika , dalam hati.
setelah selesai masak ika mengabil lauk yang di masaknya , dan di bagi ke tetangga.
"bibi tia, bibi, " panggil ika kepada tetangganya yang bernama fatia seorang janda, yang kebetulan masih kerabat ayahnya.
"eh nak ika ! gimana keadaan mama kamu ? apa yang di katakan dokter ? " tanya bi tia, pertanyaan bi tia membuat ika terdiam sebelum menjawab.
"hooo mama kena kanker usus stadium dua , dan dokter bilang besok harus segra di operasi , sekarang ka inna menugu mama , dan saya kembali untuk ambil makan dan juga baju ganti untuk ka inna." ujar ika menatap bibinya itu dengan raut wajah yang sedih.
"oh pantesanselama ini mama kamu sering merasa sakit , tapi saat saya tanya ,dia hanya berkata maag nya kambuh ,jadi saya percaya , dan ternyata mama mu menyembunyikan penyakitnya dari kita." ujar bi tia , ika tidak sanggup lagi untuk bicara, hanya angukan kepala mengiakan kata kata bi tia.
__ADS_1
"ini sedikit lauk yang saya masak , kebetulan lebih ,dan bibi titip rumah ya ,sebentar lagi saya kembali ke rumah sakit. " ujar ika dengan menyerahkan lauk yang di bawanya .
"ika jangan repot , bibi tentu akan memantau rumah , kamu bawa pulang lauknya buat kamu sama kaka kamu makan, bibi sudah masak ." ujar bi tia dengan mendorong lauk yang di codongkan ika , tapi tiba tiba anak laki-laki bi tia langsung menyambar lauk itu dari tangan ika.
"masak ika pasti enak saya ingin mencoba masakannya." ujar anak laki-laki bi tia.
"ia ka dio, silahkan coba masakan ika enak loh." ujar ika dengan tersenyum kepada anaknya bi tia yang bernama dio.
"ini anak tidak tau ika sedang susah dengan keadaan mamanya di rumah sakit, malah main ambil saja , oh ya tunggu sebentar ." ujar bi tia lalu berlari masuk kembali ke dalam rumahnya, danbeberapa saat kemudian dia keluar lalu menyerahkan sebuah amplop ,ke pada ika.
"na ika, ambil ini , bibi hanya bisa bantu segini saja ,semoga bisa bermanfaat untuk mama kamu ." ujar bi tia dengan memberikan amplop itu ke pada ika ,dan langsung di tolak ika karna bibitia punya enam anak yang harus di urusnya ,apa lagi seorang diri menjaga enam anak , membuat ika enggan untuk menerima amplop itu .
"tidak usah bi ." ujar ika dengan mendorong amplop itu , tapi bi tia langsung memasukkan amplop itu ke saku baju ika
πππππππππππππππ
π Trimakasih sudah membaca π
πππππππππππππππ
βββββββββββββββ
__ADS_1