SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
TAU berterima kasih


__ADS_3

sedangkan di istana alexander Inna bingung kenapa sudah malam arlo belum pulang hingga membuatnya bertanya tanya.


bagaimana bisa saya menjadi tunangannya, sedangkan jumpa saja susah, kalau pun jumpa hanya di meja makan, apa artinya saya di sini apa hanya menjadi tunangan yang tidak berguna." ujar inna bergumam saat hendak pergi bi sofi lewat.


"bi sofi apa tuan muda kecil sudah makan? dan apa yuan arlo juga sudah pulang belum ya ? " tanya Inna berharap bi sofi menjawabnya


"tuan kecil baru selesai makan non dan kalau tuan arlo saya tidak tau non biasanya tidak selalu teratur jam pulangnya . " ujar bi sofi dengan menaiki tangga menuju kamar arden.


inna merasa tidak berguna karna sudah belajar banyak hal tapi sepertinya sia sia karna sejak datang ke istana alexander tugasnya harus mendekati arden tapi sampai sekarang arden selalu menjauhinya kalau dia dekati.


"apa semuanya aka sia sia, sudah belajar menjadi perempuan yang di inginkan mamanya, tapi malah sangat susah dekat dengan arden. apa lagi ayahnya, hoo ternyata tidak semudah yang saya pikirkan. "ujar inna dan hal itu di dengar iras


"jagan berkata seperti itu, saya saja yang sudah tinggal di sini lebih lama dari kamu tapi tidak begitu dekat dengan arden, anaknya susah untuk di dekati jadi kamu harus extra sabar dan coba lagi dan lagi untuk dekati arden." ujar iras berusaha menenangkan inna


ika dan arlo sedang di jalan raya, ika duduk di samping arlo tanpa bergerak matanya hanya fokus memandang kedepan lampu di sekitar jalan raya sudah menyela tandanya hari semakin gelap.


"setelah lampu merah ke arah mana lagi ? " tanya arlo mencairkan suasana di dalam mobil itu, sebenarnya arlo sudah tau tempat tinggal ika dari biodata inna. tapi karena suasana hening dalam mobil membuatnya bertanya.


"lurus aja masih jauh ." jawab ika singkat


"di rumah kamu ada siapa saja." tanya arlo tanpa melihat ika karna sedang menyeti.


"kenapa dia jadi banyak tanya, apa dia ingin menyelidiki latar belakang ka inna secara dia adalah ceo Alexander tentunya wanita yang berada di sampingnya harus memiliki latar belakang keluarga yang baik." pikir ika


"Kenapa tidak jawab, apa pertanyaan saya bersifat privasi sehingga tidak jawab. " ujar arlo membuat ika tersenyum.


"kalau anda ingin tau siapa saja yang ada di rumah saya, maka dengan senang hati saya akan memberitau anda, di rumah ada chika ,sary ,nia ,adit dan mama saya." ujar ika membuat arlo rem mendadak, untungnya mengendarai mobil sportnya dengan santai .


"apa di rumah kamu sebegitu banyak orang kah ? mereka semuanya adalah keluarga kamu !! "tanya arlo penasaran.


"ya memang segitunya." ujar ika tersenyum puas dalam hati setelah membuat arlo rem mendadak.

__ADS_1


"sial ternyata seorang yang sangat profesional seperti derek, juga tidak dapat menyelidiki keluarga kecil seperti ini, dalam catatan yang di berikan derek tercantum hanya dua bersaudara bersama seorang ibu.lalu kenapa tikus jelek menyebut banyak orang di rumahnya." ujar arlo dalam hati.


"adit itu siapa ? kaka atau adik kamu ? " ujar arlo spontan terpikir ucap ika yang menyebutkan nama adit.


"bukan urusan anda, kalau tidak mau mengantar saya , anda bisa turun kan saya di sini, supaya saya bisa naik ojek !! " ujar ika membuat arlo marah karena pertanyaannya belum di jawab ika.


dalam sekejap arlo menginjak gas mobil sport itu dalam kecepatan tinggi hingga membuat ika terkapar kedepan untung ada balon yang tiba tiba muncul dan melindunginya kalau tidak mungkin kepalanya sudah kebentur, ika menutup matanya karena takut ini pertama kalinya dia naik mobil sport dan itu sangat menakutkan baginya apa lagi dengan kecepatan tinggi.


arlo pun kaget dengan apa yang barusan dia laku.


"Kenapa saya begitu emosi padahal baru kenal sehari saja, tapi rasanya seperti sudah pernah menyenalnnya." pikir arlo dengan memukul stir mobil dengan kesal dan kembali mengurangi kecepatan mobilnya secara normal mobil melaju.


ika yang masih tersungkur menyadari mobil sudah dalam laju perlahan membuatnya mengangkat kepalanya.begitu kaget saat melihat kedepan ternyata begitu cepat mereka hampir sudah mau dekat perumahan ika.


"gila ternyata mobil sport ini bisa secepat ini dalam sekejap hampir sudah mau dekat dengan rumah susun tempat tinggal saya." ujar ika dalam hati sedangkan balon yang menahan ika pelahan menyusut ke bawah jok tempat duduk ika.


"ke arah mana lagi. " tanya arlo pura pura tidak tau.


"sepuluh minit lagi ke arah kanan." ujar ika melihat raut wajah arlo yang terlihat serius menatap lurus kedepan,


"ke arah kanan !! ujar ika memberi petunjuk ke arlo dan orlo hanya mengikuti petunjuk ika.


beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di tempat tujuan ika.


"berhenti di depan situ ." ujar ika sekali lagi dan akhirnya arlo berhenti, tapi perasaan karna masih jauh tempat tinggal ika seingat arlo.


apa kamu yakin kita sudah sampai perumahan kamu ? ujar arlo melihat ika yang duduk di sampingnya.


"saya tidak pernah membiarkan wanita mana pun, duduk di mobil sport saya. ini pertama kalinya setelah asusara tapi asura saya tidak pernah pake mobil sport. " ujar arlo yang masih menatap ika di samping nya


"ya, ini memang masih jauh sih, tapi anda hanya bisa antar saya sampai di sini, karena mobil sport anda tidak bisa masuk ke komplek perumahan tempat saya tinggal, karena jalan hanya bisa di lalui motor . ujar ika

__ADS_1


"Kenapa mulut saya dengan mudah nya berbohong ." ujar ika dalam hati


"Baik lah trimakasih untuk hari ini." ujar arlo membuat ika kaget dan langsung menatap arlo dengan tatapan tidak percaya, dengan apa yang di dengarnya.


what !! saya tidak Salah dengarkan ? anjing laut mesum ini bisa tau trimakasih ? setahu saya orang kaya tidak pernah trimakasih, apa lagi di antara bawahan dan juga atasan " ujar ika dalam hati.


Arlo mengangkat tangan dan mengambil kaca mata yang di pake ika.


"apa kita pernah bertemu sebelumnya." tanya arlo penasaran karena sejak pagi sampai sekarang arlo merasa tidak asing dengan harum dan suara ******* dan juga rasa bibirnya ika.


"belum pernah bertemu sebelumnya, dan hari ini adalah pertemuan kita yang pertama. jadi jangan berasumsi sendiri, dan satu hal lagi jangan suka ambil kaca mata orang tanpa minta ijin." ujar ika mulai kesal karena dari pagi sampai sekarang arlo selalu menang darinya.


"maaf saya hanya penasaran karena melihat mata kamu seperti melihat mata arden anak saya, mata kalian berdua seperti air jernih di kolam yang begitu tenang." ujar arlo membuat ika tersenyum dengan pipi memerah karna malu.


"benar kah mata saya mirip sama arden? " ujar ika bersemangat.


"kenapa dia jadi semangat kalau sebuah arden." pikir arlo.


"ia benar jadi jangan berkacamata lagi." ujar arlo


"baiklah demi arden saya tidak akan berkacamata lagi , kalau begitu trimakasih atas tumpangannya." ujar ika hendak melepaskan sebuk pengalaman nya ternyata susah untuk di buka entah apa yang terjadi semakin dia tekan sabuk itu tetap tidak terlepas hingga membuatnya mulai jengkel.


"tidak bisa buka." ujar ika melihat arlo dengan wajah memohon.


Arlo mengulur tangan untuk melihat seatbelt itu dan ternyata sangkut di baju ika sewaktu memang seatbelt ternyata bajunya ikut terselip.


"sebentar jagan tarik, baju kamu sangkut."ujar arlo memperbaiki posisi duduk aga dengan mudah membantu ika melepaskan seatbelt itu.


keduanya lagi sibuk untuk membuka seatbelt itu, tanpa mereka berdua sadari posisi mereka begitu dekat, dan terjadilah sentuhan hangat , saat arlo mengangkat kepalanya dan saat bersamaan ika menuduk untuk melihat tanpa sengaja bib*r mereka saling bersentuhan dan arlo tidak akan melepaskan kesepakatan bagus itu sedangkan ika kaget hingga tidak bergerak dan itu adalah kesempatan untuk Arlo mencuri c*uman dari ika sebanyak mungkin.


arlo menaruh tangan di tengku leher ika untuk menariknya lebih dekat agar dapat merasakan seluruh b*bir ika.

__ADS_1


🌬🌬trimakasih sudah membaca🌬🌬


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


__ADS_2