SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kekecewaan inna


__ADS_3

setelah membuat kopi ika mengantar ke asisten damen dan kopi itu langsung di teruskan oleh asisten damen ke ruang arlo.


" merepotkan sekali, satu cangkir kopi harus di kerjakan dua orang." ujar asisten damen setelah berada di ruangan arlo.


"harumnya kopi ini, sama seperti keharuman sih pembuat." ujar arlo spontan saat menghirup aroma kopi itu


" kalau harum kopi itu sama seperti harumnya orang yang membuat ! kenapa bukan pembuat kopi yang hantar ke sini , lalu kenapa harus saya ? " ujar asisten damen kesal pada sahabatnya itu karena satu cangkir kopi harus di kerjakan dua orang.


"mulai hari ini kamu yang antara kopi seperti sebelumnya ." ujar arlo membuat asisten damen hanya menatap arlo dengan pandangan kosong.


"terserah, kamu ceonya , oh, ya kamu juga akan hadir di audisi nanti ? " tanya asisten damen membuat arlo tiba-tiba pura pura sibuk.


"sebentar lagi saya akan sibuk, jadi tidak ada waktu untuk melihat perkembangan audisi nanti. " ujar arlo dengan mencari barang yang tidak ada, karna hanya pura-pura mengobrak abrik beberapa dokumen yang di atas mejanya.


"baiklah saya bergi dulu, untuk melihat persiapan audisinya." ujar asisten damen meninggalkan ruangan itu dan langsung pergi dengan di temani anna dan ika.


sedangkan di kediaman alexander inna buru- buru turun untuk menyiapkan sarapan untuk Arlo.


" pamteo, pamteo di mana? " panggil inna kepada kepala pelayan keluarga alexander.


" ada apa nona davina mencari saya ? " tanya kepala pelayan itu kepada Inna.


" saya ingin tau, biasanya tuan arlo pagi-pagi sarapannya apa ya ? soalnya saya ingin membuatkan sarapan untuk tuan dan juga tuan muda kecil. " ujar inna bersemangat dengan senyuman yang lebar.


"maaf non davina, tuan sudah ke kantor tadi pagi, dan tidak sempat sarapan, tapi semalam saat pulang sekitar jam dua pagi dini hari, tuan meminta saya menyiapkan sarapan untuk di bawah ke kantor pagi ini , kata tuan ada kerjaan yang harus di selesaikan sebelum matahari terbit . " ujar pamteo membuat senyuman inna menghilang, di ganti dengan raut wajah kecewa.


"oh gitu ya pamteo, saya pikir tuan belum bangun, jadi saya buru-buru turun untuk menyiapkan sarapan. tapi ternyata orangnya sudah pergi." ujar inna dengan senyuman terpaksa.


"tidak apa apa nona , nona masih punya waktu banyak untuk membuatkan sarapan untuk tuan ar. ujar pamteo memberi semangat kepada Inna karena pamteo sempat melihat wajah kecewanya inna.

__ADS_1


" oke saya kembali ke atas, o yah apa tuan kecil sudah bangun ? " tanya Inna berusaha untuk mengalihkan pembicaraannya dengan pamteo.


" belum non, arden hari ini tidak ke sekolah, hari ini gurunya yang kesini, tapi mungkin jam sepulu baru ke sini. jadi tua kecil tidak di bangunkan." ujar pamteo


"oh gitu, kalau begitu saya tunggu dia bagun baru sarapan bersama. " ujar inna lalu keluar dari dapur itu dengan tidak bersemangat.


dua jam kemudian arden bangun, langsung gosok gigi ,cuci muka di bantu luna dan nana.


"good morning arden. " ucap bi sofi dengan memegang gelas berisikan air putih hangat untuk di minum arden.


" ia pagi aunt." sahut Arden menanggapi sapaan bi sofi


"minum ini air hangat dulu ya, sebentar lagi sarapan dengan tanta cantik. " ujar bi sofi membuat arden menatanya dengan tatapan tidak suka.


"I don't want breakfast !! " ujar arden dengan membalikkan badannya.


"ayo, sarapan aunt, aden sudah lapar !! " ujar arden dengan menarik tangan luna untuk keluar bersamanya, hal itu membuat bi sofi tertawa.


"ternyata arden takut non davika marah sama dia, dia sangat menyukai non davika." ujar nana yang ikut tertawa atas sikap arden.


"ia dia kwatir kalau non ika marah sama dia karena itu merubah pikiran dengan cepat kalau sebut non ika." ujar bi sofi yang mengikutia rden ke ruangan makan di mana inna telah menugu untuk sarapan bersama.


setelah turun arden menyapa inna dengan ramah.


"good morning tante cantik. " ujar aden dengan memeluk Inna dari belakang tempat duduk inna, tangan kecil itu tidak sepenuhnya merangkul inna ,hanya sekedar menyentuh bajunya.


"pagi arden, ayo sarapan bersama saya yah ? ujar inna dengan sangat ramah dengan senyuman halus.


"ia tante cantik. " ujar arden seramah mungkin membuat inna tersenyum lebar seolah rasa kecewanya pagi tadi menghilang, hanya dengan memandang arden.

__ADS_1


sedangkan di alexander grup, ika dan anna mulai sibuk membantu beberapa karyawan ar entertaimen untuk mempesiapkan audisi yang akan di adakan.


" ika, apa kamu ingin foto bersama beberapa artis dan aktor itu." ujar anna saya melihat ika yang sedang memperhatikan beberapa artis yang sedang ngobrol.


"tidak ka, dulu saat teman saya berkata, saya di terima di sini untuk magang ,saya senang banget ka, dan yang pertama kali terpikirkan oleh saya adalah, ingin foto bersama banyak artis di sini , tapi setelah kerja hampir sebulan ini, saya jadi tidak tertarik untuk foto karena sering bertemu dengan mereka." ujar ika membuat anna tertawa.


"hahaha ternyata bukan hanya saya, dulu saya juga begitu, saat lamaran magang saya di terima, saya langsung beli notebook dan pena, khusus untuk di pake minta tanda tangan para artis , tapi setelah kerja, saya tidak pernah minta tanda tangan satu artis pun , dan pada akhirnya notebooknya itu tidak tau lagi saya taruh di mana ." ujar anna membuat kedua tertawa terbahak , tawa mereka di dengara sisten damen dan langsung menghampiri mereka berdua.


" kelihatannya kalian berdua kurang kerjaan ya ? sehingga masih ada waktu untuk tertawa.kebetulan di sebelah penata panggung sedang kekurangan orang, saya harap kalian berdua bergabung dengan mereka agar kerjaan itu cepat selesai , sehingga acara cepat di laksanakan." ujar asisten damen dengan pergi tanpa menunggu jawaban ika dan anna.


" aduh sial banget nasib kita baru selesai kerja, harap bisa santai sebentar, gara gara tertawa jadi kerja dobel." ujar ika dengan melihat anna yang senyuman senyam.


"ha de bucin akut nih, ka anna , dengar suara asisten damen saja, langsung pipi merona , di suruh kerja dobel malah senyum senyum sendiri hoo." ujar ika menatap anna.


ika dan anna mulai membantu menata minum di atas meja para juri.sambil mendengar ocehan para pekerja yang ada di situ, membuat ika kadang tertawa penuh arti membuat orang yang sedang memperhatikannya juga ikut tertawa, mendengar suara tawa ika.


"manis juga kalau dia sedang tertawa , dia juga cantik , hari ini tidak pake kacamata lagi. bagus kalau dia mengikuti saran saya semalam, untuk tidak pake kacamata. " ujar sih pengintai.


ceo kenapa berdiri di sini ? apa sedang memperhatikan para pekerja itu ya ? " tanya salah satu karyawan yang sedang melihat arlo memperhatikan ika.


suara karyawan itu membuat arlo kaget dan hampir menabrak tembok saat hendak berbalik untuk melihat sumber suara itu.


"ya saya hanya kebetulan lawat dan mampir untuk melihat persiapannya." ujar arlo tegas membuat karyawan itu kaget sekaligus takut.


🐲🐉trimakasih sudah membaca 🐉🐲


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


.

__ADS_1


__ADS_2