SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
indahnya ciptaan mu ?


__ADS_3

setibanya di lobby, ika menugu supir yang akan menjemputnya , ika berdir di lobby itu dengan hati yang dug dag, karna ini kali kedua dia pergi ke rumah orang, selain rumah teman temanya, ika ingat kunjungan pertama waktu umur 18 tahun.


"waktu itu, umur saya baru delapan belas tahun, dan baru lulus SMA, mama masuk rumah sakit, karena kanker usus, dan kami tidak punya uang untuk bayar operasi." ika berusaha untuk mengingat waktu itu ," tiba tiba suara klakson mobil menyadarkan ika dari pikirannya, sebuah mobil berdiri di hadapannya, ika melihat kiri dan kanan melihat siapa yang akan menaiki mobil yang berdiri di depannya itu.tiba tiba supir itu menekan sekali lagi klakson mobil tersebut lalu menurunkan kacang mobil itu .


"nona, apakah kamu yang bernama davika putri? " tanya supir tersebut .


"ya itu nama saya." jawab ika


"saya adalah supirnya ceo arlo, dan saya di suruh untuk menjemput nona." 'ujar supir itu dengan turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk ika. "silahkan naik nona, saya akan membawa anda ke rumah ceo. " ika menaiki mobil itu dengan was was.


"trimakasih" ujar ika saat menaiki mobil itu.


setelah ika menaiki mobil itu, supir menutup pintu dan berjalan balik ke arah kemudi dan langsung berlalu dari situ.


setelah mobil itu berada di jalan raya menuju rumah arlo supir itu melihat ika dari kaca spion depannya.


"kayaknya nona ini sedikit takut." pikir supir itu lalu mengajak ika berbicara.


"nama saya rider nona, saya supir di rumah tuan arlo. " ujar rider memperkenalkan diri sendiri kepada ika.


"nona jangan takut kuluaga alexander baik banget, jadi nona tidak usah takut ke rumah tuan." ujar rider berusaha sebisa mungkin untuk membuat ika rileks.


"trimakasih ka rider." ujar ika sedikit lega setelah di ajak ngobrol sama rider pria yang berusia sekitar empat puluh tahun itu


"panggil saya, rid juga boleh non, dan sebentar lagi kita memasuki pekarangan rumah ceo arlo." ujar rid


"baik lah ka rid." ujar ika lalu melihat ke luar kaca mobil


ika melihat pemandangan di sekitar jalan menuju rumah ceo arlo, pandangan yang begitu menakjubkan rumah rumah dengan ukuran besar dan juga bertingkat, dengan halaman yang di penuhi beragam bunga warna marni.


"woooh perumahan di sini mewah dan indah di pandang , pasti pemiliknya orang elitekan? pasti rumah ceo juga sama ." ujar ika yang begitu kagum dengan pemandangan yang begitu indah di luar mobil.


"ya, yang nona davika katakan benar, tapi tuan arlo punya lebih besar. coba lihat ke depan. " ujar rid.


ika mengikuti kata rid, dan melihat kedepannya.


ika kaget melihat rumah yang di tinggali ceo

__ADS_1


arlo lebih tinggi dan besar dari rumah di sepanjang jalan masuk.


RUMAH KELUARGA ALEXANDER



"woo !! besar banget, itu seperti istana di tv, yang pernah saya lihat ." ujar ika tanpa berkedip


"ya ini adalah tempat tinggal ceo arlo, dan juga seluruh keluarga besar alexander. dulu rumah ini tidak sebesar sekarang.., dulu rumah ini sama persis, ke rumah yang di sepanjang jalan. tapi karena tuan tertua tidak ingin anak , cucu , cicit keluar dari rumah ini , akhirnya di ubah menjadi istana, jadi semua keluarga besar alexander bisa tetap tinggal di rumah ini sampai beranak cucu." ujar rid dengan memasuki halaman rumah itu.


davina yang berdi di balkon kamarnya melihat mobil memasuki halaman rumah itu, secara refleks langsung berlari menuju kamarnya, dan keluar menuruni tangga satu persatu karena sudah kangen dengan teman cecok di rumahnya.


"nona kenapa lari !! nanti jatuh, pasti saya di marahi tuan." teriak iras yang melihat inna menuruni tangga dengan cepat, iras pelayan berkelas yang mengajari inna cara bersikap, makan, duduk,berdiri ,tertawa.pokonya semua hal yang berurusan dengan sikap orang berkelas atas.


inna yang tidak mempedulikan panggilan iras terus berlari hingga di depan pintu.


"ada apa kenapa kamu berteriak di sore hari." tanya pamteo saat berada di dapur, sedang memberitahukan menu untuk makan malam keluarga alexander, tiba-tiba mendengar suara teriakan iras dan bergegas ke depan.


"nona menuruni tangga dengan cepat saya takut dia jatuh pa, saya di tugaskan tuan untuk menjaga nona, kalau terjadi sesuatu saya pasti di marahi tuan pa." ujar iras dengan wajah cemas. iras adalah anak dari kepala pelayan rumah arlo pamteo.


"nona mau masuk dari pintu depan atau pintu belakang." tanya rid setelah melihat sikap ika yang rada gugup jadi dia berinisiatif mengajaknya lewat belakang biar sedikit membuatnya nyaman.


"lebih baik masuk dari belakang, takutnya kalau lewat depan kemungkinan ada keluar alexander yang duduk di depan ruang tamu." pikir ika


"baik lah nona, pikir saya, mau turun di sini depan " jawab rid dengan pura-pura karena dia sudah tau dari sikap gugup ika, dan terus melajukan mobil ke belakang tempat parkir.


sedangkan Inna yang berada di dalam melihat mobil itu yang tidak berhenti di depan, tapi terus ke parkiran membuatnya kecewa.


"mungkin itu bukan mobil yang menjemput ika tapi ko supirnya sama dengan yang biasa mengantar saya sam iras" ucap Inna dalam hati.


silahkan turun nona."ujar rid saat membuka pintu mobil.


ika turun dengan mata melotot, karena pemandangan yang begitu indahn menakjubkan, disekitar halaman depan dan juga belakang, yang di penuhi beragam bunga



__ADS_1


"indahnya cipta mu" ucap ika bergumam , tapi malah suaranya terdengar oleh rid "bukan ciptaan mu !! tapi ciptaan paman darius nona , haha ha." ujar rid dengan tertawa


"siapa, paman darius ? " tanya ika penasaran


"paman darius adalah tukang kembun yang menanam bunga bunga di halaman rumah ini." jawab rid


jawaban rid membuat ika tertawa geli atas ucapannya (indah ciptaan mu)


"ayo nona !! saya antar ke dalam jumpa pamteo kepala pelayan tuan arlo." pintah rid dengan berjalan mendahului ika, dan ika mengikuti rid ke dalam.


Pamteo yang berdiri di dapur sedang ngobrol bersama koki rumah itu.


"ayah mertua saya sudah menjeput nona davika ucap rid dengan menyebut pamteo ayah mertua. karena rid adalah calon suaminya iras.


sedangkan Inna masih berdiri di pintu dengan raut wajah sedih dan juga kecewa


"kenapa saya berharap, tuan akan mengabulkan permintaan saya , memangnya saya ini siapanya !! sehingga harus memenuhi permintaan saya." ujar inna sedih


"kenapa wajah kamu berubah nona tadi baru lari menuruni tangga dengan semangat tapi sekarang raut wajah sedih." tanya iras kepada Inna setelah melihat wajah sedih inna.


"Tidak apa apa iras." jawab Inna dengan suara kecewa


sedangkan di dapur pamteo kaget setelah melihat ika.


"ya ampun kenapa wajah mereka sama persis !! apa jadinya kalau mereka tinggal serumah, mungkin na arlo akan salah mengenali mereka, mana tunangan mana yang adik ipar haha." ujar pamteo dalam hati dengan tertawa geli atas pikirannya sendiri .


"ayah mertua apa yang kau lamunan." pertanyaan rid menyadarkan pamteo dari pikirannya.


"ayo saya antara kedalam" ujar pamteoberjalan mendahului ika.ika mengikuti pamteo dari belakang. sesampainya di ruangan tamu


"nona tamu sudah datang" ucap Pamteo kepada Inna sontak saja pandangan ika dan inna bertatap dengan kerinduan dan juga kaget


"lebih baik pergi cari, cris def dan jayden untuk minum, dari pada pulang menggangu pertemuan adik sama kaka."ujar arlo dengan menelfon sahabatnya lalu menuruni lift ke arah parkiran, dan menuju mobilnya lalu menaiki mobil sportnya menuju tempat favoritnya bersama sahabat sahabatnya .


arlo ingin memberikan waktu buat davina bersama adik nya davika karena sudah seminggu tidak bertemu mungkin ada banyak hal yang harus di obrolin.


💠 trimakasih sudah membaca 💠

__ADS_1


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


__ADS_2