SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
bukan pacar


__ADS_3

arlo yang merasa ika meminta lebih, karena itu ia kembali naik ke tempat tidur itu dan langsung memegang dagu ika dan memperdalam ciumannya ,ika memejamkan matanya tapi masih bisa membalas ******* arlo ,dan ikut dalam permainan arlo di tempat tidur itu, arlo m*nd*s*h nikmat lalu tangan menyusup masuk ke dalam baju ika lalu mer*m*s salah satu gunung kembar ika, ika. bukannya terbangun malah terlelap dengan tangan terkulai lemas , dan ciuman arlo pun tidak di balasnya, arlo yang melihat ika terlelap kembali, hanya pasrah, tapi tangannya masih bermain dalam baju ika.


beberapa menit kemudian arlo bangun dan langsung ke kamar mandi untuk pelepasan .


"sial, kenapa tikus jelek itu bisa membuat saya tidak berdaya, sangat berbeda dengan asura. " ujar arlo membayangkan pertama kali saat bersama asura, kalau dia menginginkannya maka asura dengan senang hati melayaninya hingga pelepasan.


"ternyata dia berbeda dengan asura, tikus jelek ini tidak gampang untuk di manja." ujar arlo yang sedang mandi air dingin.


setelah mandi, arlo berganti pakaian lalu keluar ke ruangan kerjanya , tiga puluh menit kemudian ika terbangun dan ternyata di atas tempat tidur, di mana dia membaringkan arlo.


"sejak kapan ! saya naik ke tempat tidur anjing laut " ucap ika dengan melihat badannya ternyata masih berpakian utuh, lalu teringat mimpinya.


"mimpi yang sangat indah, di cium pangeran berkuda putih . hmm sayangnya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas . ujar ika menggelengkan kepalanya dengan malu saat membayangkan ciuman panas di mimpinya.


ika turun perlahan dari tempat tidur itu dengan menyuap, tanda baru bangun tidur ,ika berjalan keluar ruangan itu dengan mata mencari orang . sesampainya di pintu, di perhatikannya pintu itu, dengan berulang kali lalu menendang dengan rigan.


"dasar pintu sialan gara gara kamu saya jadi terlambat pulang. " ujar ika dengan keluar dan melihat arlo sedang serius dengan laptopnya.


"handphone kamu, dari tadi berbunyi terus , sepertinya pacar kamu kwatir jam segini belum pulang kerja, jadi menelfon kamu." ujar arlo, membuat ika berlari untuk melihat handphonenya yang tadi tertinggal di meja.


"bukan pacar yang telfon, tapi mama saya , aduh mama pasti cemas jam segini saya belum pulang." ujar ika membereskan mejanya dan tidak lupa membawa beberapa buku yang di berikan asisten damen untuk di baca.


"kenapa tidak telfon balik mama kamu? " ujar arlo.


"mama saya menugu tapi saya belum pulang , dan mama sudah pergi ke pernikahan anak temannya. karena tidak ada yang saya kerjakan di sini lagi , saya mohon pulang duluan, bisa kah ? " tanya ika kepada arlo mengingat ucap asisten damen jika keluar harus ijin ceo.


"baiklah ayo saya antar ! " ujar arlo membuat ika menolak.

__ADS_1


"tidak perlu, saya membawa motor jadi bisa pulang sendiri. " kata kata ika, tidak di tanggapi arlo , arlo berjalan ke arah ika dan menarik tangannya.


"saya sudah bilang akan mengantarkan kamu pulang jadi tidak terima bantahan ." ujar arlo , ika pasrah saja dengan mengikuti arlo ke lift. lalu keduanya turun.


sesampainya di parkir tiba tiba tukang parkir itu datang.


"malam tuan , ini tagihan memperbaiki mobil tuan yang terkena goresan tempo hari. " ujar pak herman tukang parkir itu, ucap pak herman tukang parkir itu membuat ika bak di sambar petir.


"kasih, ke asisten nona davika." ujar arlo, dan pak herman pun menyerahkan ke ika, ika menerima dengan gugup ,hampir tidak bisa memegang kertas itu.


"kenapa harus kegini, beberapa hari ini saya sudah lupa dengan goresan yang saya buat di mobilnya." ujar ika dalam hati dengan melihat mobil arlo dan memang tidak ada goresan lagi, lalu melihat kertas itu dan begitu kagetnya ika melihat nominal dalam kertas itu.


"ayo naik buat apa lagi ?" ujar arlo dengan sedikit tegas tapi dalam hati sedang tertawa melihat expresi ika.


ika masuk dalam mobil itu dengan gugup, tanpa sekata pun lalu duduk di samping arlo tapi merasa badannya semakin kecil mengusut, dalam mobil itu.


"tagihan dalam kertas itu berapa ? " tanya arlo membuat ika tambah gugup.


oh kecil banget ,seharusnya dua puluh miliar." ujar arlo membuat ika menelan silavanya.


mereka berdua duduk dengan diam , arlo fokus menyetir sedangkan ika meramas kertas di tangannya dengan melihat keluar, lima belas menit kemudian mereka sampai tempat di mana ika pernah turun di situ


"rumah kamu dekat yang mana ?" tanya arlo kepada ika tanpa melihat ke samping.


"rumah kedua dari urutan terakhir bagian kanan. " ujar ika tanpa menyadari katanya , arlo mengendarai mobilnya hingga depan rumah yang di bilang ika lalu berhenti.


"ada yang pernah bilang , mobil tidak bisa masuk komplek perumahnya, dan hanya bisa di lalui motor , tapi ko mobil saya bisa masuk, hingga di depan gerbang rumahnya." ujar arlo membuat ika sadar lalu berbalik menghadap arlo.

__ADS_1


"baiklah saya mengaku salah , waktu itu saya marah karena pagi pagi , kamu memeluk saya ,dan setelah itu kamu menamai saya tikus jelek , jadi setelah ke kantor saya melihat mobil kamu dan tanpa pikir panjang ,saya menggores mobil kamu ." ujar ika dengan air mata memenuhi kantung matanya.


"oke jangan menagis goresan itu sudah di bersihkan oleh pak herman tukang parkir itu." ujar arlo membuat ika bingung.


"saya tidak punya uang sebanyak ini untuk ganti rugi. " ujar ika dengan menagis, air mata turun ke pipinya, membuat arlo salah tingkah.


"sudah saya bilang goresan itu di bersihkan oleh pak herman tukang parkir ,jadi jangan menangis, itu nota bulan lalu saya yang kasih ke pak herman agar memberikan kamu pelajaran." ujar arlo membuat ika marah dengan berlutut di tempat duduk itu dan langsung memukul arlo.


"kamu keterlaluan ! saya takut hingga ingin mati, melihat nominalnya, dulu saya juga di tagih sebanyak itu, dari rumah sakit. dan saya dengan ka inna, tidak punya uang sama sekali untuk bayar ,dan saya pergi kerja selama satu tahun lebih entah di mana tempat itu, dan gara gara itu saya jadi kehilangan separuh ingat saya. dasar kamu manusia tidak punya hati. " ujar ika menagis sejadi jadinya sambil memukul arlo.


arlo yang melihat air mata ika bercucuran , membuatnya hatinya sakit lalu memegang tangan ika yang sedang memukulnya dan menarik ke dalam pelukannya.


"sorry honey ,tidak bermaksud membuat kamu megigat sesuatu, yang tidak kamu inginkan . " ujar arlo dengan mengecup kening ika dengan lembut dan lama, dengan memeluk ika dengan erat.


entah berapa lama arlo menenangkan ika ,arlo melihat jam tangannya dan ternyata sudah jam tujuh malam , tiba tiba bunyi perut keroncongan dari keduanya, arlo melepaskan pelukannya dan menatap ika.


"sudah lapar, ikut saya pergi dinner dulu ke restoran, nanti saya antar pulang. " ujar arlo dengan kedua telapak tangan menangkap majah ika dengan gemas.


tidak bisa, mama bilang dia sudah masak, kalau saya ikut pergi makan kan sayang mama sudah susah payah masak untuk ika." ujar ika dengan menatap arlo.


"kalau begitu bolehkah saya ikut mencicipi masakan mama kamu ? " tanya arlo kepada ika dengan senyum ramah.


ika menimbang nimbang permintaan arlo lalu menganggukan kepala mengiakan permintaan arlo.


spontan arlo mencium bibir ika dengan gemas ,dengan kedua telapak tangan masih di pipi ika sebelah kiri dan kanan.


🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲

__ADS_1


♻️Trimakasih sudah membaca ♻️


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


__ADS_2