
hari pun berajak siang asisten damen dan arlo baru pulang dari tempat tuan matthew atau tuan kakeknya arlo
"tuan mau makan siang dulu atau mau tanda tangan beberapa dokumen yang tadi di antara oleh pihak menejem ar entertainment." ujar asisten damen.
"selesaikan dokumen dulu, kamu pesan makan siang di restoran biasanya. " ujar arlo
"pesan seperti biasanya atau mau tukar." tanya asisten damen.
"ganti jangan pesan makan yang biasanya tidak enak." ujar arlo membuat asisten damen kaget karena selama ini arlo selalu memesan makanan yang sama.
"hari ini dia jadi aneh biasanya selalu pesan makanan kesukaan asura sebagai makan siangnya, tapi ini hari malah di tukar, tapi bagus juga perlahan lahan perempuan itu menghilang dari hidungnya." pikir asisten damen.
"ka ayo makan siang" ujar ika dengan bangkit dari duduknya.
"kamu duluan saja ya, saya masih menunggu kirim data dari cabang perusahaan." ujar anna.
"baiklah ka, saya duluan ya tapi kalau kaka butuh sesuatu telfon saja ya." ujar ika
"oke selamat menikmati makan siang." ujar anna dengan melihat ika pergi dari situ.
"baiklah tuan saya keluar dulu untuk pesan makan siang ." ujar asisten damen lalu bebalik hendak keluar dari ruangan ceonya.
"tunggu dulu kamu suruh davika yang pesan makan siangnya, bilang ke dia terserah mau beli makan siang seperti apa pun boleh terserah ." ujar arlo dengan senyum jahat.
"ko perasaan saya tidak enak nih dug dag terus. " pikir ika yang sedang berada di lift bersama beberapa karyawan yang juga akan pergi makan siang.
"ko seharian ini kamu selalu menyebut nama adik ipar kamu terus, sebenarnya ada apa di antara kalian ? tapi saya peringatkan jangan macam macam !! dia itu adik ipar mu, kamu yang memutuskan untuk menjadikan kakanya sebagai tunangan kamu." ujar asisten damen dengan menarik nafas.
" apa yang kamu pikirkan !! dia bukan tipe perempuan yang bisa saya ajak untuk having fun, tidak ada sedikit pun dari dirinya yang membuat saya tertarik , saya hanya ingin membalas perbuatannya tadi pagi." jawab arlo membuat asisten damen memutar kedua bola matanya seolah tidak percaya dengan ucapan arlo
"saya harap kamu bisa memegang ucapan kamu ar. " ujar asisten damen keluar dari ruangan ceonya dengan menggaruk kepala karena pusing terhadap sikap arlo ke ika
__ADS_1
setelah asisten damen keluar dari ruangan itu arlo kembali membayangkan ci*mannya dengan ika, lalu perlahan ibu jari membelai b*b*rnya sediri dengan membayangkan saat bibirnya dan bib*r ika saling berbagi rasa.
"bib*rnya yang lembut manis, di tambah keharuman yang begitu memikat benar-benar luar biasa si tikus jelek ini, saya jadi makin penasaran dan ingin lebih dari sekedar ciuman." pikir arlo tersenyum sinis ke dirinya sendiri dengan kedua jari memijat alisnya.
sesampainya di ruangnya asisten damen langsung menelfon ika.
"hallo ika kamu sekarang di mana? " tanya asisten damen setelah menelfon dan di jawab ika.
"ya hallo tuan damen, saya sedang berada di Coffee shop sebrang jalan, tidak jauh dari kantor tuan, ada yang bisa saya bantu? " tanya ika saat menjawa telfon dari asisten damen.
"ya tolong kamu belikan makan siang !! buat saya ceo arlo dan juga anna ini permintaan ceo arlo sendiri dan ceo bilang terserah kamu mau beli makan apa pun dan juga minuman trimakasih di tunggu ya." ucap asisten damen dengan mengakhiri obrolan telfon tanpa menunggu jawaban ika .
"hallo tuan saya tidak tau makan kesukaan kalian apa lagi ceo, halo tuan , hallo hallo, ya sudah di matikan, apa saya harus telfon ulang , untuk tanya , tapi tadi bilang terserah saya , bagus juga kalau gitu beli makan siang terserah saya." ujar ika dengan senyum jahat
"hy ika mau makan siang juga ya? ayo makan siang bersama !! " ujar sary dengan berlari ke arah ika lalu menggandeng tangan ika di ikut chika.
"gimana ika rasanya menginap di rumah ceo arlo, dan seperti apa karakter ceo arlo ? dan seberapa besar rumahnya, dan berapa banyak orang di rumahnya , lalu bagaimana sikap keluarganya terhadap kamu dan ka inna dan ? " ujar chika dengan pertanyaan bertubi tubi membuat ika bingung mau jawab yang mana.
"stop chika pertanyaan mu banyak banget , satu-satu bisa tidak kalau mau bertanya ." ujar ika menghentikan ucapan chika.
"ia nih ika dimas dan nia juga penasaran kemarin malam kita telfon grup." ujar sary
"jadi kalian terlfonan grup untuk obrolin saya ya ? " tanya ika membuat sary dan chika cegigisan.
"bukan begitu ika, kami hanya berbagi informasi satu sama yang lain, prihal ka inna hilang dan sudah di temukan." ujar sary.
"oke kalau kalian mau tau nanti malam nginap di rumah saya, nanti saya ceritakan ke kalian, kasi tau nia dan Adit sekarang saya tidak bisa soalnya mau beli makan siang buat ceo ,asisten damen dan juga ka anna , kalian makan siang sendiri ya, lain kali saya temani kalian makan siang bey bey. " ujar ika dengan berlari mendahului chika dan sary memasuki coffee shop.
tidak lama kemudian ika keluar dengan kedua tangan menenten orderan makan siang untuk ceo arlo, asisten damen dan juga anna.
setibanya di kantor langsung membagikan makan siang itu kepada asisten damen lalu anna, membuat anna kaget.
__ADS_1
"loh ko saya di belikan makan siang sih ika, kan tadi saya bilang akan menyusul setelah datanya datang, jadi repotin kamu." ujar anna dengan menerima box makan siang yang di serahkan ika.
"tidak apa apa ka, kebetulan tadi di suruh asisten damen untuk beli makan siang, buat ceo ,asisten damen dan juga ka anna." ujar ika dengan mengambil makan siang untuk arlo dengan senyum jahat.
"oh ya ka saya antar punya ceo dulu ya. " ujar ika dengan mengambil satu box lagi untuk arlo lalu berjalan ke arah ruangan arlo.
tok tok tok "permisi makan siang sudah datang. " ujar ika setelah mengetuk pintu
"masuk" ujar arlo dengan pikiran melayang saat pintu di buka
"apa ini makan siang saya." ujar arlo dalam hati dengan melihat ika dari kepala sampai kaki berulang kali kali.
"ini makan siangnya."ujar ika hendak menaruh kotak makan siang itu
"jangan taruh di sini bawa ke ruang istirahat saya dan simpan di atas meja. " ujar arlo dengan menunjuk ruangan privasinya.
ika berjalan masuk ke ruangan privasi itu tanpa sekata pun dengan patuh ika menyimpan kotak makan siang itu di meja ruangan itu seperti yang di minta.
"jangan hanya di simpan tapi di buka supaya orang yang ingin mekan tidak kerepotan dengan kotaknya." ujar arlo dengan berbisik di telinga ika membuat ika kaget sekaligus memiringkan kepala menhindari dari arlo.
"ya ampun buat kaget saja, " ujar ika dengan melangkah kesamping menjauhi arlo.
" ini makanan apa yang kamu beli, apa ini bisa di makan ? tapi kamu cicipi dulu sebelum saya makan !! siapa tau kamu menaruh racun." ujar arlo membuat ika melototinya.
"ini makan orang biasa, saya beli di pingir jalan , orang seperti kamu tidak akan pernah merasakannya." ujar ika membuat arlo menelan salivanya.
"kalau begitu kamu cicipi dulu sebelum saya makan" ucap arlo membuat kemarahan di dalam diri ika bergemuruh seakan akan meledak.
"baiklah" jawab ika datar
"aduh tadi saya menaruh sebiji cabe di bagian mana, mati saya kalau ke ambil." ujar ika menghela napas perlahan dengan mengambil sendok plastik itu lalu di sendoklah makan itu ke mulutnya
__ADS_1
β»οΈtrimakasih sudah membaca β»οΈ
π π π π π π π π π π π π π π