
"oh jagoan ayah sudah siap sekolah ya? " tanya arlo dengan membantu aden duduk di sebelahnya .
"aden tidak mau sapa tante davina ya." ujar arlo dengan melihat davina
good morning tanta cantik sapa aden dengan ramah kepada calon mamanya.
ia morning arden ayo sarapan." ujar inna sebisanya dan berharap untuk bisa dekat dengan arden
inna menyiapkan roti untuk aden sedangkan bi sofi mengambil susu yang sudah di siapkan luna.tapi sebelum inna selesai membuatkan roti untuk aden sekilas inna melihat aden mengambil roti milik arlo dan memakannya.
"arden jangan makan roti punya tuan ya ? ini tanta sedang buatkan yang baru untuk arden." ucap davina dengan menaru roti yang sudah selesai di olesi greek yogurt dan menaruh di piring yang di depan arden.
"Saya suka roti yang di ayah makan." ujar aden yang terus memakan roti yang sudah di makan sedikit oleh arlo
davina yang melihat itu merasa familiar dengan kelakuan arden matanya tidak berkedip memandangi aden yang terus makan roti nya arlo tanpa menyentuh roti yang di siapkannya
"kamu jangan heran, ini sudah kebiasaan arden sejak dia tau makan. setiap duduk bersama di meja makan, dia pasti meminta makan yang saya makan." ujar arlo yang memperhatikan davina .
"saya tidak heran tuan, hanya merasa familiar saja dengan tingkah laku arden persis ke adik saya waktu kecil. " jawab davina yang tidak berani melihat wajah arlo biar pun mereka duduk berhadapan.
"oh jadi adik kamu juga punya tingkah laku yang persis arden ya." tanya arlo setelah penasaran.
"ia tuan" jawab davina di sertai angukan kepala dengan gugup
arlo yang memperhatikan sikap davina membuatnya aga sedikit kesal karena sudah seminggu di sini tapi davina belum terbiasa memandangnya.
"angkat kepala kamu !! dan kalau bicara dengan saya harus menatap wajah saya. dan yang paling penting adalah jangan panggil saya dengan sebutan tuan. cukup panggil nama saya, saya tidak akan marah jikalau kamu memanggil saya dengan sebut nama saya kamu itu tunangan saya apa jadinya kalau orang dengar kamu memanggil saya dengan sebutan tuan, dan semua pelayan di sini berjalan dengan kepala tegak sedangkan kamu calon nyonya di rumah ini malah menundukkan kepala apa tanggapan mereka ke calon nyonya mereka." ujar arlo tegas, suara tegas arlo membuat davina semakin gugup.
davina merasa yang di katakan arlo benar dia adalah calon nyonya di rumah ini jadi buat apa dai takut.
"ya mulai hari ini buang davina yang dulu sekarang saya davina tunangan arlo alexander calon nyonya di rumah ini buat apa takut, saya harus tegas untuk kebaikan saya. " ujar davina dalam hati penuh tekat merubah sikap lebih tegas.
coba angkat kepala kamu dan lihat saya. " ujar arlo berharap davina harus merubah sikap apa panggilan tuan harus di hilangkan dari otak davina.
davina pelan pelan mengangkat kepalanya lalu menatap arlo saat menatap wajah arlo membuatnya menelan ludah dengan susah payah
__ADS_1
saat davina menatap arlo, arlo senang
sedangkan bi sofi dan aden hanya bisa melihat kedua orang itu seperti anak kecil bi sofi terkekeh atas sikap tuannya kepada calon nyonya nya.
"coba menyebut nama saya sebanyak lima kali." pinta arlo kepada davina dengan tegas.
"baik, a a ar lo".> davina
"sekali lagi di ucap dengan keras "> arlo
"aa r lo ."> davina
"kurang jelas sekali lagi" > arlo
bi sofi yang melihat kedua orang itu cepat cepat membawa aden pergi dari situ setelah melihat aden sudah menghabiskan susunya
"oya berangkat ke sekolah." ujar bi sofi dengan berbisik di telinga aden, pelahan lahan bi sofi dan aden pergi dari meja makan tanpa arlo dan davina sadari.
"ar lo "> davina
"sekali lagi dengan keras dan cepat" > arlo
sudah bagus hari ini kamu harus belajar menyebut nama saya terus menerus." pinta arlo dengan beranjak dari meja makan hendak pergi.
"Pamteo" penggali arlo kepada kepala pelayannya.
"ya nak arlo" jawab .kepala pelayannya
nanti jam 4 : 30 suruh sopir ke kantor jemput adik nya, nama nya davika putri, nanti bilang damen untuk menyuruh davika menugu di lobby kanto " pinta arlo dengan menunjuk davina dan berlalu pergi.
sedangkan davina melihat kepergian arlo merasa lega karena dari tadi dia serasa tidak bernafas dan paru paru nya sudah kehabisan oksigen
"syukurlah sudah pergi " ujar davina lalu ambruk di atas meja karna merasa tidak punya tenaga untuk beranjak dari ruangan makan tersebut.
sedangkan ika sudah di jalan
__ADS_1
"mumpung masih pagi satu jam lagi masuk kantor aku gunakan waktu untuk bertanya siapa tau ada yang melihat ka inna." ujar ika
ika turun dari motornya dengan berjalan menghampiri orang satu persatu dengan memperlihatkan foto davina yang berada di handphonenya.
"permisi ka apa pernah melihat perempuan ini." ika terus bertanya saat berjumpa dengan orang sudah dua puluh menit berlalu , semua orang yang di tanyai berkata sama tidak pernah lihat dan ada yang bilang tidak kenal ada pula yang mengabaikan pertanyaan ika.
"ho tidak ada yang tau kaka kemana lebih baik pergi jemput chika ke kantor nanti makan siang baru lanjut cari." ujar ika dengan menghapir motornya yang parkir tidak jauh dari pandangan ika lalu menaiki motor itu dan pergi ke kost chika.
setelah menjemput chika, ika dan chika menuju kantor.sesampainyadi kantor sary seperti biasa menugu di lobby masuk.
"gimana ika ada kabar tidak dari ka inna? " tanya sary yang sudah tau jawabannya saat melihat raut wajah ika.
"sudah sudah !! nanti makan siang baru kita pergi cari lagi biar hanya sebentar." ucap sary dengan merangkul ika.
ya yang di katakan sary benar nanti makan siang kita bertiga pergi. " cari ujar chika yang juga merangkul ika. tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka sejak berada di lobby musuk.
"buat apa kalian berangkulan di sini? nanti di lihat atasan pasti di berikan kerjaan yang banyak,karena sudah sampai kantor tidak masuk kerja malah berangkulan di sini. "ujar alex rekan kerja chika.
"eh ka alex sudah lama di sini ya? " tanya chika kepada alex setelah melepaskan rangkulanya.
"ia sedari tadi saat sary di sini ayo masuk kerja. " ujar alex dengan berjalan mendahului mereka bertiga.
"ayo kita juga masuk." ujar chika melangkah mengikuti alex
"kami ke kiri sedangkan kamu kedepan." ujar sary setelah berpisah dari ika ke tempat kerja mereka masing-masing.
setelah menaki lift ke lantai tiga puluh sesampai di lantai paling atas gedung raksasa itu ika keluar dari lift dengan memikirkan kaka nya davina
"ika cepat kesini !!" pangilan anna tidak di dengar ika hingga seorang yang berada di belakang ika menepuk bahunya." anna memanggil kamu !! " ujar orang yang di belakang ika, tepukan bahu menyadarkan ika.
oh ia !! pagi ka sapa" ika kepada anna dengan
segra.
ada apa ka ? tanya ika kepada anna sambil berjalan ke arah anna.
__ADS_1
π trimakasih sudah membaca π
πππππππβπππππππ