
"apa yang terjadi kenapa saya memeluk tikus jelek ini , ini pasti hanya halusinasi saya saja. tidak mungkin saya akan memeluk tikus jelek ini." ujar arlo menyangkal tindakannya.
sedangkan ika merasa tidak nyaman dalam tangisannya karena merasa sesak nafas
"mungki perasaan marah dan takut yang saya rasakan bersamaan membuat saya sesak nafas." pikir ika lalu berhenti menangis karena merasa sudah meluapkan emosinya tapi dia masih sesak nafas
"kenapa masih susah bernafas, dan siapa yang memeluk saya dengan begitu erat. tunggu dulu !! bukannya baru san saya menangis, dan tiba tiba merasa ada yang memeluk saya dan minta maaf. tapi di dalam ruangan ini hanya ada saya dan sih anjing laut ." pikir ika membuatnya menelan salivanya dengan susah payah karna tenggorokan kering sehabis menangis.
arlo merasa canggung atas sikapnya karena spontan memeluk ika, padahal dia sangat tidak menyukai ika sejak kejadian tadi pagi.
"kenapa jadi begini" pikir arlo
keduanya tiba tiba membatu dalam keadaan masih berpelukan karena kebingungan atas sikap masing-masing saat arlo memeluk ika secara refleks ika juga membalas pelukan arlo.
ika berhenti bernafas berharap bisa pingsan karena malu , canggung membuatnya merasa tidak aman di peluk arlo.
"ohh tuhan ku, buatlah saya pingsan agar tidak bertatap dengan anjing laut mesum ini." pikir ika yang merasa sudah tidak nyaman dalam dekapan arlo.
sedangkan arlo berusaha mencerna apa yang terjadi tapi gengsinya menolak untuk mengingat kembali.
"karena kamu sudah tidak menagis lagi , segarlah kembali kerja !!" ujar arlo dengan melepaskan pelukannya membuat ika langsung mencengkeram kedua sisi baju arlo kiri dan kanan, lalu membenamkan wajahnya di antara kedua tangannya di dada arlo , karena merasa malu jika bertatap dengan arlo kelakuan ika itu spontan membuat arlo kaget, karena posisi ika masing berdiri di atas kaki arlo, dan tidak ada jarak di antara mereka.
"hy mau sampai kapan kamu ke gini, saya mau kerja." ujar arlo hendak mengakat kaki untuk melangkah ternyata berat dengan paksa di tarik kakinya hingga membuat ika kehilangan keseimbangan dan ika mencengkeram baju arlo secara spontan mereka berdua jatuh ke sofa dengan posisi arlo menindi ika, lalu posisi bibir mereka saling bersentuhan arlo merasakan perasaan yang familiar, seolah kesetrum listrik saat bibirnya menyentuh bibir ika, sedangkan ika seolah di sambar petir.
"kenapa rasanya seperti sudah pernah merasakan bibir ini? " ujar arlo dalam hati dengan kembali mencium bibir ika dengan intens.
saat kembali mencium bibir lemut ika yang begitu familiar arlo merasakan perasaan yang sangat luar biasa liar, membuat suhu badannya memanas seolah pembuluh darah nya akan pecah saat itu juga , dalam seketika konsentrasi arlo hilang saat bibirnya terus dan terus mencicipi bibir lembutnya ika.
ika yang kaget dengan perlakuan arlo yang mencium dangan ganas, seolah bibirnya adalah makan yang begitu nikmat untuk arlo, sampai membuatnya kehabis nafas.
__ADS_1
ika mencoba bergerak meronta ronta tapi arlo sudah memeluk dengan erat seolah ada yang akan merampas miliknya, dengan mendekap ika erat. ika berusaha menggeleng kepala untuk menhindari ciuman arlo tapi kepalanya juga di bisa di gelengkan membuat ika kebingungan menghadapi sikap brutal arlo
ika merasa bingung dengan apa yang dia rasakan saat arlo menciumnya ika merasa geli di bagian perutnya seolah terkena setruman listrik di perutnya dan menyebar keseluruhan badannya.
"apa ini kenapa badan saya tidak bisa di gerakan, dan ada apa dengan perasaan aneh ini ." pikir ika saat merasakan bibirnya terus di belai dengan kecupan bertubi tubi membuat otaknya tidak bisa berpikir lagi.
sedangkan arlo terus menuntut ika untuk membalas ciumannya, dengan tangan kiri arlo menekan kedua tangan ika ke belakang dan tangan kanan memegang dagu ika hingga bibir ika merespon kecupan di bibirnya
"kenapa rasa ini begitu familiar, rasa yang sama dengan tiga tahun lalu." bikir arlo dengan terus mencicipi bibir ika seolah mencari kebenaran.dari rasa yang di ciptakan kedua bibir mereka
ika dan arlo masih belum sadar dari rasa kenikmatan bibir mereka, hingga terdengarlah ketukan pintu membuat keduanya panik hingga dalam seketika mereka berdi dengan berjalan kearah yang berlawanan.
arlo berjalan ke pintu sedang ika berjalan ke arah meja tempat kerja arlo. mereka berdua serba salah dan linglung atas apa yang baru mereka rasakan ,
setelah di pintu arlo sadar seharusnya dia ke meja kerja sedangkan ika yang ke pintu.
"hy kenapa kamu yang ke meja kerja saya !! seharusnya kamu yang ke pintu." ujar arlo tegas seolah tidak terjadi apa apa di antara mereka. sedangkan ika masing dalam keadaan linglung karena belum sadar sepenuhnya dari ciuman arlo.
apa yang terjadi barusan ? saya di ciuman anjing laut mesum ini ,kenapa jadi sial banget hidup saya kalau berhadapan dengan anjing laut mesum ini , dan ciuman pertama ku. " pikir ika dengan mata berlinang air mata panggilan arlo menyadarkan ika
arlo memanggil ika sekali lagi dengan perasaan tidak enak hati atas perlakuannya
"aduh kenapa jadi plin plan , tapi bibir tikus jelek itu enak lembut , manis pokoknya tiada duanya." pikir arlo dengan melihat bibir ika yang sudah merah marun karna ulahnya.
"apa yang di pikirankan anjing laut itu jangan-jangan dia ingin mencium saya lagi. jangan hara untuk kedua kalinya dasar mesum ." pikir ika yang tidak menyadari keberadaan arlo yang sudah di sampingnya.
"jangan pikir akan terulang lagi tikus jelek, itu hanya kecelakaan jadi tidak akan terulang untuk kedua kalinya. " bisikan arlo ke telinga ika membuat pipi ika memerah karna malu.
"kamu harus sembunyi." ujar arlo kepada ika yang masih malu mematung lalu menarik tangan ika dan pembimbingnya ke kolong mejanya, menyuruh ika sembunyi saat mendengar ketukan di pintu sekali lagi.
__ADS_1
ika yang tidak protes dan dengan taat bersembunyi dan duduk di samping kaki arlo, di bawa kolong meja kerjanya
"masuk !! " ujar arlo menyuruh orang yang mengetuk pintu masuk
asisten damen masuk membawa beberapa berkas untuk di lihat arlo.
"nanti satu jam stengah lagi tuan ada pertemuan di tempat tuan tertua" ujar asisten damen yang memperhatikan kopi di atas meja arlo yang tidak di minum.
sedangkan ika di kolong meja merasa tidak enak dengan bersembunyi seharusnya dia pergi dari ruangan ini
"kenapa saya merasa seperti wanita simpanan yang bersembunyi, takut ketahuan istri sahnya. " pikir ika membuat nya geli atas pikirannya sendiri.
"kopi masi hangat apa tidak mau kamu minum? " tanya asisten damen memperhatikan kopi dalam cangkir itu.
"kamu mau minum !! ambil saja ? " ujar arlo spontan ika meghantam kaki arlo, berharap tidak memberikan kopi itu ke asisten damen .
"ya ampun semoga asisten damen tidak meminum kopi itu, karena isinya garam kopi. " ujar ika belum selesai. berpikir mendengar semburan dan itu dari asisten damen memuncratkan kopi yang baru di minumnya.
"apa kamu sudah berukar selera kopi ya? ko kopi rasanya asin seperti minum air laut ? "ujar asisten damen membuat arlo kaget.
"asin? maksud kamu kopi itu rasanya asin? " ujar arlo mengingat kembali kata kata ika yang bilang kopi ke empat berisi dua sendok garam dan saya bilang rasanya hambar. " pikir arlo merasa lega karena bukan dia yang minum.
"tanyakan ke pada bawahan kamu itu dia yang membuat kopi ini . " ucapan arlo membuat asisten damen tersedak air liurnya sendiri.dia tersedak karena mengingat ucap arlo untuk mengirim dia ke amazon.
"saya tidak boleh mengungkit duda ini dengan ika kalau saya masih mau kerja di sampingnya." pikir asisten damen dengan kembali memperbaiki raut wajah nya.
๐primer beso๐
โป๏ธtrimakasih sudah membacaโป๏ธ
__ADS_1
๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐ ๐