SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
duduk dengan berpelukan


__ADS_3

"Ohh ia, memang kemarin sehabis syuting, asura mengajak para rekan kerja untuk bersantai sebelum melanjutkan syuting. oh maaf yan? lain kali saya telfon lagi. " ujar once hendak mengakhiri obrolan itu , tapi malah di larang asisten damen.


"hy ! jangan tutup dulu telfonnya ! karena kebetulan arlo dan arden baru datang , kalau asura kangan dengan mereka lebih baika mereka bertiga video call agar dapat mengobati rasa kangen asura , kepada arden dan arlo." ucap asisten damen membuat once gagap.


"m aaaf, se karang asura harus mandi, baru pulang syuting jadi capek dia." ujar once yang merasa tidak tahan lagi dengan kebohongan yang selama ini dia buat atas perintah asura.


"dasar pembohong , dari suara gugup nya saja saya sudah tau. dia berbohong, kegugupannya membuat semua kata yang keluar dari mulutnya terbata bata , pikir lagi bicara dengan orang bodoh kah? yang ingin di bohongi. " ujar asisten damen dalam hati.


"kenapa telfon di matikan ? saya menyuruh kamu menelfon damen untuk tanya , siapa artis yang di pilih jose grayson ! " ujar asura dengan menarik tangan once, mendekat ke tepi tempat asura berada


"asisten damen menyatakan. arlo dan arden baru datang jadi dia minta kamu video call, tapi dengan keadaan kamu yang seperti itu, pasti akan ketahuan , karna saya bilang ,kamu sedang duduk melihat foto arlo dan Arden di handphone kamu ," ujar once dengan melihat asura yang sedang massage.


"apa kamu masih terus berharap asura pulang ! " tanya asisten damen kepada arlo.


"ya saya berharap dia pulang , sudah hampir tiga bulan tidak melihatnya. " ujar arlo membuat asisten damen terlihat kecewa.


"ar mau sampai kapan kamu menugu harap yang penuh omong kosong , ayo lah , kamu sudah mengambil davina sebagai tunangan kamu , jadi jangan mengharapkan asura lagi." ujar asisten damen.


"kamu lupa, janji yang saya buat dengan asura? " tanya arlo kepada asisten damen membuat asisten damen termenung.


"saya tidak lupa bro ! tapi asura tidak punya hak sama sekali , dia menginginkan arden tapi setelah arden hadir, dia tidak pernah menjaganya sejak lahir." ujar asisten damen mengusap wajahnya dengan kesal.


" kalau saya memilih melepaskan asura, bisa, tapi janji yang saya dan dia lakukan atas nama arden ! kalau saya tidak menempati sama saja menyerahkan arden ke tangan asura, kamu mengerti tidak yang saya maksud ! jangan di bahas lagi , " ujar arlo mengacak rambutnya sendiri.


tok tok tok "permisi , data yang anda minta saya ambil di ka anna, tidak di temukan." ujar ika setelah membuka pintu itu dan berjalan ke arah arlo


"tidak perlu lagi ." ujar arlo membuat ika geram karna sudah buang waktu hanya untuk mencari data yang tidak di perlukan.

__ADS_1


"baiklah, saya kembali untuk lanjutkan kerja saya " ujar asisten damen langsung keluar dari ruangan itu , sedangkan arlo merasa sedikit amarah di dadanya , lalu memanggil ika.


"tikus jelek, ke sini sebentar ! " pinta arlo kepada ika , ika bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah meja arlo.


"ada yang bisa saya bantu ?" tanya ika menatap arlo yang terlihat kesal.


"sini , duduk ! " pinta arlo dengan menepuk pangkuannya , agar ika duduk di pangkuannya.


"maaf, kalau tidak ada yang penting , yang harus saya kerjakan , saya kembali ke meja untuk lanjut membaca. " ujar ika , arlo mengangkat kepalanya dan menatap ika.


"please " ujar arlo , ucapan arlo seperti magnet yang membuat ika bukannya berbalik pergi , malah melangkahkan kakinya menuju samping arlo , dan duduk di pangkuan arlo.


arlo tidak melepaskan peluang itu, dengan langsung memeluk ika dengan erat.


"hoo kenapa saya harus menuruti keinginannya , tapi kenapa melihat wajahnya, yang memohon saya jadi kasian , sebenarnya ada apa ? tadi mungkin berbicara dengan asisten damen tentang sesuatu yang membuatnya marah karena itu dia terlihat menyedihkan. "pikir ika dalam hati.


"hy ! kenapa bisa ketiduran , bangun ! kamu membuat badan saya pegal ." ujar ika dengan terus menggoyangkan badan arlo, semakin ika menggoyangkan badan arlo , maka arlo akan semakin memperkuat pelukannya.


"lebih baik ke ruangan istirahat kamu , supaya tidur , saya rasa kamu ada masalah " ujar ika dengan melihat ke kiri dan kanan , ika ingat saat pertama kali kerja, dia juga masuk ke ruangan arlo pas ada arden , dan saat itu dia melihat sebuah ruangan juga dalam ruangan itu .


"ruang istirahat kamu di belakang kamu kan ? " tanya ika kepada arlo yang sedang memejamkan matanya.


"hmm " jawab arlo hanya bergumam .


"hoo dengan bawa dia ke ruangan istirahatnya saya bisa pulang." pikir ika dalam hati. lalu mulai bangun dari pangkuan arlo dengan tangan masih menopang kepala arlo.


sebenarnya arlo sedar, hanya saja ingin mengetahui apa yang akan di lakukan ika kepadanya, karna itu dia memberikan ika memperlakukannya seperti apa yang di pikiran ika.

__ADS_1


ika perlahan menarik arlo bangun dari tempat duduknya, untuk mebopangnya ke ruangan pribadinya .


"aduh kenapa berat banget sih ? ini lah perbedaan nya sepuluh tahun , kamu tiga puluh satu, sedangkan saya dua puluh satu, karena itu saya tidak kuat membopong kamu hoo sial banget nasib saya, sejak bertemu dengan kamu ." gumaman ika, hampir membuat arlo tertawa tapi di tahannya


"maaf, tikus jelek sekarang otak saya terlalu banyak yang harus saya pikirkan , tapi kalau dekat dengan kamu , saya bahkan tidak bisa berpikir apa apa, jadi tolong bersama saya sebentar . " ujar arlo dalam hati. sedangkan ika yang membopong badan arlo hingga depan pintu itu. lalu di buka tapi sayangnya pintu tidak bisa di buka , harus dengan jari arlo baru bisa di buka ,baru bisa masuk ruangan pribadi itu.


"hy tidak bisa buka sebenarnya ini pintu apa sehingga tidak bisa di buka ? " tanya ika mulai kesal karena beberapa kali berusaha membuka pintu itu tapi tetap saja tidak terbuka, tangannya sudah pegel membopong badan arlo.


lagi lagi arlo pura pura mengangkat tangan dan pintu itu langsung terbuka , ika tidak peduli lagi bagaimana pintu itu bisa terbuka , karena ika hanya fokus mencari tempat tidur untuk membaringkan arlo, ika langsung menemukan tempat tidur itu, dan langsung memberikan arlo di atas tempat tidur itu, lalu menyelimuti badan arlo dengan blanket, yang berada di tempat tidur itu, dan berbalik pergi, sesampainya di pintu keluar , malah pintu itu tidak bisa di tmbuka lagi membuat ika bingung.


ika mencoba beberapa kali untuk membuka pintu itu , tapi tetap saja tidak tebuka ika kesal dan menendang pintu, lalu bebalik melihat di samping tempat tidur itu ada sofa .


"ho lelahnya, badan saya juga pegel semua gara gara dia , dia mungkin salah minum obat hari ini karena itu , kelakuannya aneh , coba dia bangun supaya kasih tau saya gimana caranya buka pintu itu ." ujar ika memejamkan matanya sebentar tapi tenyata malah terlelap di sofa itu.


arlo yang merasa tidak ada pergerakan lagi dari ika perlahan lahan bangun dan melangkah ke arah ika.


"hhh cantik juga kamu tikus jelek kalau sedang tidur . " ujar arlo dengan mengedong ika ke tempat tidur itu, lalu arlo pun ikut berbaring dengan memeluk ika, ika sudah terlelap hingga tidak sadar saat arlo mengendongnya ke tempat tidur.


dua jam kemudian arlo sadar , saat melihat ika yang masih tertidur dalam pelukannya , dengan hati hati bangun agar tidak membangunkan ika, arlo kembali menatap ika yang masih terlelap ,lalu menuduk dan menci*m bib*r ika perlahan sekali kecupan tidak membuat arlo puasa , lalu lagi dan lagi saat arlo ingin memberikan kecukupan terakhir , saat bibirnya kembali menyentuh bibir ika, spontan ika mengalunkan kedua tangan ke leher arlo , arlo tersenyum dan kembali naik ke tempat tidur itu.


dasar tikus jelek jangan salahkan saya , karena kamu mengalunkan kedua tanganmu keleher saya tandanya meminta lebih . gumam arlo di samping ika.


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰


πŸ’ Trimakasih sudah membacaπŸ’ 


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


__ADS_2