
Arlo memita handphone lama ika untuk di perbaiki karena arlo masih ingat kata ika, bahwa handphonenya adalah pemberian dari mamanya sebagai kado ulang tahun ika.
"buat apa beli handphone baru..? saya sekarang menggunakan handphone lama ka inna, jadi tidak perlu beli baru..! " ujar ika, membuat arlo yang tadi bersemangat dengan memberikan handphone itu, berharap ika akan senang saat melihat hadia itu, tapi sayangnya sikap penolakan ika membuat arlo kecewa, tapi berusaha untuk tidak ditunjukkan wajahnya.
"saya beli handphone ini, karena gara gara saya handphone kamu rusak. " ujar arlo dengan berharap ika mengubah keputusannya.
"tidak perlu, kan saya tidak meminta kamu untuk menganti handphone saya..!"
"baik lah memang kamu tidak meminta tapi..! ya sudah kalau tidak mau, tapi lain kali saya tidak ingin mendengarkan penolakan lagi, karena sekarang kamu adalah kesayangan saya, jadi saya ingin membelikan sesuatu untuk kamu sebagai pasangan." ujar arlo membuat ika tersenyum, dengan melihat mata arlo seolah mencari kebenaran atas ucapan arlo.
"baiklah tuan orang kaya..! terserah mau ngapain dengan uangmu. tapi sekarang saya ingin pulang, kalau tidak mau mengantar saya pulang, saya bisa pulang sendiri. " ujar ika berbalik hendak keluar tapi di cegah arlo dengan memeluknya.
"saya akan menghantarkan kamu kemana pun kamu mau. " ujar arlo dengan menggigit daun telinga ika dengan perlahan.
"iiih sikap mesum mu itu tidak hilang hilang juga..!" ujar ika mendorong Arlo lalu keluar.
arlo meraih tangan ika, dan keluar bersama dari ruang istirahatnya,
ika berjalan ke arah meja kerjanya lalu mengambil tas, kemudian berjalan ke lift, Arlo masih terus menggenggam tangan ika.
setibanya di lif, Arlo berhenti..." tunggu..! saya melupakan sesuatu di dalam, tunggu sebentar ya sayang..?" ujar Arlo dengan berbalik kembali ke ruang istirahatnya.
jangan lama-lama di dalam, kalau lama, nanti saya pulang sendiri." ujar ika dengan hanya melihat punggung Arlo semakin menjauh darinya.
"tidak lama sayang cepat ko" ujar Arlo membuka pintu ruangan pribadinya itu, dan langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
to to to "hallo bro..! di mana sekarang..? " tanya Arlo setelah di Jawa panggilan telfonnya.
"di tempat biasa bro"
"masih di luar kota..? " tanya Arlo dengan cepat karena tidak ingin membuat ika menuggu lama.
"saya sudah pulang dari semalam bro, ada apa..?
"saya mau minta bantuan kamu der..!
"bantuan apa..?" tanya derek penasaran.
"saya ingin kamu menyelidiki adiknya Davina, " ujar Arlo membuat derek bersemangat.
"boleh saja bro tapi harus bagi saya sedikit informasi tentang adik ipar mu." ujar derek memancing arlo, karena derek tau sifatnya Arlo, kalau tidak penting dia tidak akan memintanya untuk menyelidiki,
tapi kalau itu sangat penting dia akan mencari tahu sampai akar akarnya.
"dia bukan adik ipar, tapi kesayangan ku bro." ujar Arlo membuat derek langsung tertawa dengan memukul meja kerjanya.
"sudah kuduga bro, kamu tidak akan melakukan sesuatu ke pada seseorang yang tidak penting, tapi akan sebaliknya kalau orang itu penting kamu akan cara sampai akar..! " ujar derek membuat Arlo kesal.
"saya lagi serius, jangan tertawa, kamu mau melakukannya atau tidak..? " ujar Arlo cemas takut ika sudah pergi.
"tenang saja, saya akan melakukan hingga clear segalanya. tapi di kasih info tambahan. " ujar derek bersemangat, jiwa FBI nya bangkit.
__ADS_1
"baiklah, nanti saya cari informasi dari ika." ujar Arlo dengan langsung mengakhiri obrolan telfon sepihak, lalu buru buru keluar, saat Arlo di luar melihat ika yang mondar mandir di depan lift.
"maaf sayang, aga lama menunggu, tadi sedikit sakit perut. jadi ke toilet dulu." ujar Arlo berbohong dan ika hanya memutar bola matanya dengan malas.
ika dan arlo menuruni lift itu dengan arlo terus menggenggam tangan ika, tidak ingin menjauh dari ika sedikit pun.
"permisi, kami dari bandara hendak mengantar barang belanjaan tuan Arlo Alexandre." ujar seorang yang berpakaian khas dari pegawai pesawat pribadi Arlo.
rider mempersilahkan mereka masuk, dan di depan pintu masuk langsung di tunggu pamteo, yang sudah tau akan kedatangan orang orang itu karena memang dari dulu selalu seperti itu setiap turun dari pesawat tidak membawa apa pun segalanya akan di hantar ke kediaman Alexandre.
inna yang melihat barang barang yang di bawah orang orang itu membuatnya senang.
"apa ini semua tuan membelinya untuk saya...? " ujar inna dalam hati dengan berjalan ke arah meja di mana orang orang itu meletakkan barang barang itu.
"nona Davina ingin makan malam..? nanti saya suruh pihak dapur untuk menyiapkan makanan mlm untuk nona Davina." ujar pamteo, yang menyadari kehadiran inna, hal itu membuat inna serba salah, karena inna ingin melihat hadiah hadiah, yang di letakkan di sebuah meja khusus itu.
"sebentar lagi ya paman, saya belum lapar, kayaknya tuan sudah pulang terlihat dari kotak kotak di atas meja ini." ujar inna yang sudah berdiri di tepi meja khusus itu.
πππππππππππππ
πterimakasih sudah mampir untuk
membacaπ
π π π π·π π π π·π π π π·π π
__ADS_1