
"hari pertama kerja gimana ika" tanya chika.
"biasa saja.kerjaanku hanya membantu ka anna, sebisa saya" ujar ika
chika kamu kerja di sini sudah 4 bulan kan,apa pernah kamu bertemu ceo arlo?tanya ika.
"saya belum pernah jumpa ceo arlo, tapi saya sudah pernah jumpa tuan Davit Alexander ayah dari ceo arlo, emang kenapa ika apa kamu tadi jumpa ceo arlo ya ? kebetulan kan kamu kerja sama asistennya ." ujar chika.
" belum tadi hanya jumpa anaknya ceo arlo,chika. dan apa kamu tau sary asisten ceo arlo itu sipa ." ucap ika
" saya tidak tau ika kamu dan saya baru hari ini kerja di sini, mana saya tau asistennya siapa."ujar sary
"asistennya ceo arlo adalah tuan damen wong laki laki yang kemarin di time zone itu ingat tidak ? ujar ika
"maksud kamu yang kemarin bersama aden anak laki laki yang kemarin bermain sama kamu," ujar sary
"betul sekali !! laki laki itu adalah asisten ceo arlo jadi kesimpulannya dia adalah ayah aden,dan kemarin saya bermain dengan anaknya kalau ceo arlo tau pasti di pecat tendang keluar dari perusahaan ini,semoga saja dia tidak tau." ujar ika
"aduh kalau ketahuan tamatlah nasip kita, apa lagi kita baru kerja pasti tidak ada ampun, kenapa harus kebetulan ke gini pasti aden sudah cerita tentang kita di mall " ucap sary dengan kedua tangan mencambak rambut sendiri.
"memangnya sejak kapan kalia bertemu anaknya ceo arlo, dan di mana kalian bertemu.l saya yang kerja di sini saja belum pernah lihat anaknya ceo arlo ." ucap chika
"itu kemarin di mall, kami selesai belanja terus keluar.saat itu aden tiba tiba merangkul kaki ika setelah itu dia tidak mau bi sofi mengendongnya, dan akhirnya ika memilih untuk temani dia bermain di time zone.kami dapat kartu garatis bermain sepuasnya kerna setiap yang ada di time zone gratis tapi saya tidak ikut bermain ." ujar sary dengan mimik wajah yang sedih .
"oh saya sudah mengerti kenapa kita bisa dapat tiket masuk time zone gratis karena aden adalah anak ceo arlo ." ujar ika
"oh jadi kemarin baju kamu basah gara gara bermain di time zone ya." ucap chika
"tunggu dulu kemarin saya ke toilet ganti baju dan kalung ku sangkut di baju saya, oh tidak kemarin saya lupa mengambil kalung itu dari baju saya, dan pasti tadi pagi mama sudah mencuci baju. ayo pulang semoga kalung saya tidak apa apa karena di masukin ke washing machine, oyo oyo pulang." ujar ika dengan menaki motornya dan berlalu pergi karna ingin cepat cepat sampai rumah nya
__ADS_1
setelah keluar dari parking ika mengoncen chika di ikut sary, ika mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi ,karena harus mengantar chika baru pulang ke rumahnya.
sesampainya di rumah ika langsung menunjuk washing machine untuk mencari kalung nya.
"ma tadi cuci baju lihat barang saya yang ketinggalan di saku baju saya tidak ?" tanya ika yang tidak ingin menyatakan kalungnya takut ibu Melinda memarahinya karena kalung itu pemberian ayahnya.
"tadi mama cuci baju, tapi tidak menemukan barang apa apa di baju kamu, memangnya barang apa yang ketinggalan di saku baju kamu "tanya Ibu melinda membuat ika tambah cemas.
barang biasa aja ma " jawab ika dengan memasuki kamarnya
setelah di kamar dia mengambil baju yang di pake kemarin, yang tadi di cuci ibu Melinda dan mencari kalungnya itu dengan teliti ." tapi tidak menemukannya di baju tersebut akhirnya mencari di tas yang dia pake kemarin tapi tetap saja tidak ada.
ika terus mencari kalung tersebut di dalam kamarnya satu jam berlalu tetap tidak menemukan kalungnya, air mata mulai menetes di pipinya .ika duduk menangisi kalung pemberian ayahnya yang telah hilang.ika menagis sejadi jadinya karena kalung itu satu satunya kenangan yang dia miliki dari ayahnya.
"sudah kehilangan barang satu satunya dari ayah." ucap ika dengan terus menangis
"ia maa sebentar ika mandi dulu" jawab ika
"apa hari pertama magang membuatnya kecapean kah" pikir ibu Melinda
ika yang tidak ingin ketahuan menagis. cepat ke kamar mandi untuk mandi dan mata yang sembab harus di hilangkan agar tidak membuat kaka dan ibu Melinda curiga.
setelah habis mandi ika keluar untuk makan ternyata kaka dan mamanya sudah selesai makan dan itu membuat ika lega, ika duduk makan dengan terus memikirkan kalungnya yang hilang.
"sebenarnya hilang di mana perasaan waktu itu saya menaruh di plastik dan masukkan ke dalam tas ko bisa hilang." pikir ika tanpa menyadari kedatangan kakanya inna
"hayo melamun ya." ucap inna dengan menepuk bahun ika.
"kaka buat kaget saja" ujar chika
__ADS_1
memangnya apa yang sedang kamu lamunin sih hingga tidak menyadari kedatangan saya tanya inna.membuat ika kebingungan.
"aduh ketahuan deh cerita tidak ya ke ka inna ah cerita aja siapa tau ka inna ada solusinya supaya tidak ketahuan mama." pikir ika.
"begini ka kemarin ke mall tersebut beli baju setelah itu, saya bermain hingga keringat dan baju saya basah setelah bermain saya ke kamar mandi untuk menganti baju nah saat saya ganti baju liontin di kalung sangkut terselip di lubang kecil di baju saya setelah itu saya buka kalung dan membawa baju keluar setelah ganti buru buru keluar karena di telfon chika nah pas keluar toilet saya menabrak orang baju saya terjatuh." ucap ika membuatnya tau waktu menabrak orang bajunya jatuh.
oh saya sudah ingat ka mungkin kalung terjatuh saat saya menabrak orang itu di mall."ucap ika
"kenapa kamu tidak hati hati ika itu kalung ayah pakeikan di leher kamu saat ulang tahun kamu yang ke enam,sudah begitu lama di leher kamu,tapi masih ceroboh" ujar inna
"terus gimana dong ka kalau ketahuan mama." ujar ika
mungkin kamu beli baru yang sama persis ke ayah beli, dengan begitu tidak ketahuan mama."ujar inna
"tidak bisa di gantikan oleh kalung apa pun ka akan rasa berbeda tidak sama seperti pemberian ayah." ujar ika
"kalau begitu beli yang sama dengan ayah beli nanti tukar liontin sama saya,kan saya juga punya yang sama persis, dengan begitu masih ada sesuatu dari ayah yang kamu punya."ujar inna membuat ika terharu dengan memeluk kakaknya
"besok saya sudah kerja nanti cari waktu pergi beli" ujar inna
"trimakasih ka kamu yang terbaik." ujar ika dalam keadaan memeluk inna
"ada maunya pasti bilang kaka yang terbaik." ujar inna membuat keduanya tertawa ibu Melinda yang mendengar kedua putrinya tertawa langsung membuka pintu dengan rasa lega karena ini pertama kalinya mendengar mereka tertawa bersama.biasanya hanya mendengar suara kegaduhan.
"mama senang dengan keakraban kalian" uja ibu Melinda yang melihat ika dan inna tertawa dalam keadaan saling berpelukan,yang tidak tau apa yang membuat mereka tertawa.
keesokan paginya ika mampir mengantar kakaknya inna ke tempat inna kerja 7eleven setelah itu mampir menjemput chika.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1