SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
hallo ganteng.


__ADS_3

ika kembali fukus membaca sedangkan arlo juga mulai sibuk. keduanya sangat serius dengan apa yang mereka lakukan dua orang berada dalam ruangan itu , tapi ruangan itu serasa tidak berpenghuni , hingga tiba-tiba bunyi telfon ika memecahkan keheningan di ruangan itu.


"hallo ka ! " ujar ika saat menjawab panggilan dari kaka nya itu, arlo mencuri pandang kepada ika saat ika lagi bicara dengan kakanya


"ika, tadi ada orang yang mengantarkan proposal tidak ? " tanya Inna kepada ika


"Sudah ka, trimakasih berkat bantuan kaka, saya tidak perlu tinggal di kantor polis." ucap ika membuat inna kaget.sedangkan arlo yang nenguping pembicaraan ika, dengan kakanya juga yang menyebutkan kantor polis , membuat arlo menelan ludah.


"hallo ika. kenapa bisa berkata ke gitu." ujar inna kawatir.


tidak apa apa ka , tadinya ceo pikir proposalnya hilang, jadi ceo menelfon polisi." ucap ika gugup untuk cerita ,karna ujung ujungnya dia juga akan terseret dalam cerita.


"baiklah, kerja yang bagus , jangan buat keluarganya tuan menilai kita dengan buruk , kamu tau kan sekarang kaka adalah calon tunangan ceo ,jadi kamu harus jaga sikap , dan kelakuan kamu di kantor ceo ,ingat ya? jangan buat saya di pandangan rendah oleh keluarga alexander. " kata kata inna membuat ika termenung sesat.


"apa maksud ka inna apa dia tau tunangan mesumnya telah mencium saya ! karena itu kaka bicara seperti itu ? " pikir ika dengan dengan raut wajah bersalah.


arlo yang melihat ika berhenti berbicara, dengan raut wajah yang tidak bersemangat membuatnya penasaran , dan akhirnya bangkit dari duduknya menuju meja ika.


hallo ,hallo ika ! kamu dengar kaka bicara tidak ? " tanya Inna setelah tidak mendengar responnya dari ika.


"ia ka , saya dengar bicara saja." jawab ika, sedangkan arlo menempelkan telinga di samping telfon yang di genggaman ika, ika merasakan kehadiran arlo di sampingnya ,tapi di biarkan ika, karena tidak ingin kakanya tau , kalau dia dan arlo satu ruangan.


"ingat ya, pesan kaka ! tadi jangan membuat keluarga alexander tidak menyukai kita, oh ya tadi saya ke sekolah bertemu mama, saya tidak turun hanya meminta salah satu siswa di skolah memanggil mama, mama senang dan mendukung kaka untuk menjadi tunangan tuan arlo. " ujar Inna, membuat arlo yang mendengar ucapan inna menelan silavanya, sedangkan ika merasa aga marah dengan sikap inna ,yang bertemu mamanya ,malah tidak turun hanya meminta siswa memanggil , terkesan berlebihan .


"baiklah ka ! saya lagi sibuk kerja nanti saya telfon kalau tidak sibuk ." ujar ika dengan suara ketus.


arlo yang melihat ika sedikit marah ,langsung tertawa.


"hhhhh kamu lagi cemburu ya ? tikus jelek , karena itu kamu marah, saat mendengar kaka kamu memberitahu mama kamu. dan ternyata mama kamu mendukung keputusan kaka kamu untuk menjadi tunangan saya ! ya kan? " ujar arlo membuat ika menatap datar ke padanya.


"maaf tuan alexander, sepertinya anda terlalu overthinking" ucap ika membuat arlo kecewa dari raut wajah tidak senang.


"Ohh gitu " ujar arlo kecewa membuat ika merasa tidak senang dengan melihat wajah kekecewaan arlo atas ucapannya.

__ADS_1


"kenapa suara ika terdengar marah , bahkan mengakhiri obrolan sepihak ! " ujar inna membuat rider tertawa.


"non inna, mungkin non ika lagi sibuk , jam segini orang kerja kantoran pasti sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka, karena dua jam lagi waktunya pulang. jadi jam segini sibuk. " ujar rider membuat inna mengangguk tanda menyetujui perkataan rider.


"ya mungkin." ujar inna dengan suara datar, karena dia tau, Dan menyenal sikap ika dengan baik.


arlo mulai fokus menatap laptopnya dengan ,kadang mengangkat kepalanya hendak melihat ika tapi mengurungkan niatnya , karena perkataan ika masih terngiang di telinganya.


tok tok tok "permisi." ujar asisten damen saat berada di ruangan ceonya.


"kenapa suasana dalam ruangan ini terasah mencekam. " ujar asisten yang melihat kedua orang dalam ruangan itu yang tidak bergerak atau pun merespon kedatangannya.


"ini semua adalah biodata para artis yang di pilih jose grayson, tolong kamu lihat dan pilih menurut pengamatan kamu terhadap mereka. " ujar asisten damen meletakkan beberapa biodata yang di bawanya ke meja arlo.


kasih ke tikus jelek itu, nanti dia bacakan nama nama mereka. saya masih memeriksa perkembangan properti yang di beli tuan besar. " ujar arlo membuat ika kaget karena belum bisa memilih artis, yang sesuai keinginan arlo.


"maaf, saya belum mengerti dan memahami artis yang ada di biodata itu. " ujar ika serbah salah dengan langsung berdiri.


"siapa yang suruh kamu memilih ? saya hanya bilang kamu bacakan sesuai yang tercantum di biodata mereka, dan nanti saya yang akan memilih mana yang tepat.ujar arlo membuat ika malu , karena salah mengerti perkataan arlo.


"iiiih, bodoh bagat kamu davika putri , malu maluin saja ." ucap ika pada diri sendiri.


asisten damen pamit hendak keluar tiba tiba telfonnya berdering asisten damen langsung menjawab telfon itu dan ternyata sih penelfon adalah once asisten asura , damen menatap arlo bingung harus jawab atau tidak.


" aduh kenapa sih once itu menelfon saya ! apa saya harus bilang arlo , tapi kalau bilang nanti asura ingin bicara dengan arlo , tapi kalau tidak di kasih tau ,saya pasti di ganggu terus oleh telfon dari once." ujar asisten damen serba salah di bingung.


arlo yang menatap asisten damen yang tidak menjawab telfon itu langsung mengerti , karena dia tau siapa yang menelfon asisten damen.


"hy tikus jelek, tolong minta sebuah data kepada anna. bilang data yang saya minta tadi pagi." ujar arlo ,ika yang mendengar peritah pertama dari arlo membuat senang karena bisa menjauh dari arlo untuk sekejap.


" baik lah, saya ke tempat ka anna." ucap ika secepat kilat sudah di depan pintu hendak keluar , dengan wajah senang.


"cepat banget dia , padahal saya hanya ingin dia keluar sebentar dari ruangan ini. " pikir arlo dengan kembali menatap asisten damen.

__ADS_1


"jawab telfon dia sekarang ! " ujar arlo menatap asisten damen dengan gerang.


"ka anna, ceo menyuruh saya untuk mengambil sebuah data yang di minta tadi pagi. " ujar ika membuat anna bingung , karena setau anna biasanya arlo meminta pendataan di asisten damen.


"kenapa jadi minta pendataan ke saya." ujar anna dalam hati.


"ah tunggu saya cari ya ." ujar anna pura pura mencari dengan obrak abrik semuayang di atas mejanya, sedangkan ika hanya mengangguk.


.baiklah. " ujar asisten damen dengan langsung menjawab panggilan masuk itu.


"hallo once ! " ujar asisten damen saat menjawab panggilan telepon itu.


"hallo ganteng apa kabar diri mu "


"kabar selalu baik , kamu juga apa kabar ? " ujar asisten damen dengan melihat arlo.


" saya sangat baik sayang ku ! " ucap once membuat bulu badan asisten damen berdiri,


asisten damen mendengar kata sayang dari suara once membuatnya geli dan hampir mematikan obrolan itu. sedangkan arlo membisikkan sesuatu ke telinga asisten damen.


"gimana kabarnya asura ? " tanya asisten damen, sambil melihat arlo yang mengangguk kepala menyetujui pertanyaan asisten damen, ke pada asisten asura prihal kabar asura.


"As sedang duduk memandangi foto arlo dengan putra mereka, di handphonenya , o ya , gimana kabar arlo dengan sih kecil , asura bilang dia sangat kangan dengan sih kecil ." ujar asisten asura. kata kata dari asisten asura membuat asisten damen berwajah sinis saat mendengar ucapan once.


"oh kalau kangan dengan mereka berdua , kenapa tidak pulang , dan kalau tidak bisa pulang, seharusnya sering video call, supaya melihat orang orang yang di kangani asura." ujar asisten damen.


"oh i i i ya , seharusnya aaaasura video call dengan mereka, tap i i jadwal asura pada tidak ada waktu untuk bermain handphone. " ujar once asisten asura dengan gugup.


"oh benar kah ? tadi pagi saya baru melihat berita dari sebuah media elektronik , yang di tabloid itu terpampang foto asura sedang berada di night club.


🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲🐲


πŸ’ Trimakasih sudah membacaπŸ’ 

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2