
sedangkan arlo kembali mencium bibir ika dengan perlahan karena ika tertidur dengan lelap , perlahan arlo kembali merebahkan diri di samping ika lalu menarinya kedalam pelukannya.
"kenapa kamu begitu manis tikus jelek ! apa kita pernah bertemu sebelumnya? saya akan suruh derek mencari tau kejadian kamu lupa ingat, apa kamu mengalami kecelakaan, hingga menyebabkan ingat kamu bilang separuh ! " ucap arlo bergumaman, dengan mengelus pipi ika, lalu kembali tertidur.
jam enam sore ika sadar, perlahan lahan membuka matanya , dan pandangan yang begitu mengiurkan untuk di sentuh.
"ternyata kamu tidak melakukan hal yang jahat pada saya, hmm saat tertidur juga ganteng banget." ujar ika dengan ibu jarinya menelusuri bibir arlo, arlo sadar dengan belaian tangan ika di bibirnya, tapi membiarkan ika terus membelai bibinya
kalau kamu terus membelai seperti itu, saya tidak akan tahan untuk memakan mu." ujar arlo dalam hati, dengan terus berpura pura nyenyak, ika kembali untuk menutup mata karena arlo tidak menanggapi sentuhannya.
tiba tiba arlo menindih ika, kelakuan arlo yang spontan itu membuat ika kaget dengan mata meloloti arlo yang sudah menindihnya.
"lain kali jikalau bersama pria lain, jangan sentuhan bibirnya dengan lemut seperti yang barusan kamu lakukan pada saya, karena singa yang tertidur di goa bisa saja terbangun, jika di pancing dengan daging mentah yang segar, tentu saja semegantuk apa pun dia pasti terbangun. ujar arlo dengan menautkutkan jidatnya ke jidat ika dengan mengosokan hidungnya ke hidung ika, wajah mereka tidak ada jarak, arlo yang merasa nyaman dengan posisi ika di bawah kungkungannya.
"apa hubungannya singa dengan posisi kamu sekarang ? " ujar ika dengan memukul tagan arlo yang tertumpu dengan siku kiri dan kanan sisi samping ika.
"hubungannya adalah, pria itu seperti singa, jika kamu membelai bibir seorang laki laki seperti yang barusan kamu lakukan pada, kamu pasti sudah di makan tanpa sisa, dan kenapa saya dengan posisi ini agar dapat melihat kamu dengan jelas. " ujar arlo dengan mengecup bibi ika dan ika pun membalas ciuman arlo, tapi tiba-tiba terdengar suara telfon masuk dari handphonenya ika. ika mendorong arlo agar menjauh, sedangkan arlo kesal karena baru saja menikmati manisnya bibir, di mana ika membalas ciumannya tapi di saat bersama terdengar bunyi telfon masuk.
"iiih menjauh dulu telfon saya sedang berbunyi, mungkin mama telfon karna saya belum pulang. " ujar ika dengan mendorong arlo tapi di tahan tangannya oleh arlo dan perlahan membawa tangan ke bibirnya lalu di kecup dengan ringan.
__ADS_1
"
"kamu di sini saya yang pergi ambil handphone kamu. " ujar arlo dengan bangkit dan berjalan ke arah ruangan kerjanya dan langsung menuju meja kerja ika lalu mengambil handphone ika dan kembali dengan langsung menjawab telfon itu dan di serahkan ke ika.
arlo kembali ke tepi ranjang itu lalu mendengarkan obrolan telfon yang di jawab ika.
"hallo ma, maaf ika masi di tepat kerja "
"oh jagan pulang malam malam, bilang bos kamu sudah waktunya pulang ! kamu kan hanya maggang kenapa di berikan pekerjaan yang banyak melebihi karyawan tetap." ujar ibu Melinda yang berada dalam terminal bus.
"mama di mana ko suara terdengar seperti berada di terminal ! bising bangat. "
"ia" saya sedang menunggu bus keberagkatan menuju kampung nenek, tadi siang mama kicil di kampung menelfon saya, dan ternyata nenek kamu yang telfon ,nenek bilang sudah lama kita tidak mengunjunginya. jadi saya kesana karena sekolah libur minggu, tadi saya menunggu kamu pulang kerja baru saya berangkat, tapi setelah menunggu satu jam belum pulang, akhirnya saya memilih berangkat, nanti di rumah manaskan makan di meja, dan ingat cuci baju itu harus di pisahkan, putih, putih hitam, hitam, atau yang warna jangan campur. dan jaga rumah dengan baik, setiap pagi jangan lupa matikan lamu,... ya sudah busnya sudah datang.saya pergi dulu." ujar Ibu melinda.arlo yang duduk dengan posisi di belakang ika.
"sudah saya telfon tapi tidak di angkat, mungkin dia sibuk ." ujar Ibu Melinda membuat ika kesal mendengar ucapan mamanya karena kaka nya ika tidak menjawab panggilan telfon dari mamanya.
"ya sudah ma hati hati semoga sampai tempat nenek dengan selamat, dan satu permintaan ika mama sampai kampung nenek jangan angkat barang barang yang berat ingat kata dokter. " ujar ika cemas.
"ya sudah, mama tau hal itu, tapi trimakasih ya nak, sudah peringatan mama." ujar Ibu melinda dengan menaiki bus tujuan kampung melati tempat ika lahir.
arlo melihat ika yang berwajah kwatir, lalu membalikkan badan ika hingga berhadapan.
__ADS_1
"ada apa, kenapa wajah kamu jadi cemas ke gitu ? tadi kamu baik baik saja ! tapi setelah mama kamu menelfon raut wajah kamu langsung berubah ." ujar arlo dengan mengelus pipi ika.
"boleh tidak ! saat kamu pulang, bilang sama ka inna agar sering menelfon mama, bisa tidak ? " ujar ika memohon karena setelah mendengar ucapan mamanya di mana mamanya menghubungi inna tapi tidak di jawab.
"bisa sayang, apa sih yang tidak bisa saya lakukan untuk tikus jelek kesayangan ku." ujar arlo dengan mengecup bibir ika dengan gemas, "kamu benar benar enak banget sayang ! " ujar arlo di selah selah ciumannya.
ika yang mendengar ucapan arlo, langsung pipinya jadi merah merona, kulitnya yang putih bersih memamerkan rona sempurna di wajahnya, dengan tatapannya fukus ke mata arlo , mencari kebenaran atas ucapan arlo.
"dasar gombal : golongan orang suka ngumbar cinta. " ujar ika setelah arlo melepaskan bibirnya, arlo menatap ika dengan alis berkerut atas ucapan ika.
"saya baru tau, kalau yang namanya gombal itu : adalah golongan orang suka ngumbar cinta ?" ujar arlo membuat ika langsung lepas tawa dan hal itu di manfaatkan arlo dengan mendorong ika hingga terlentang di atas tempat tidur itu, dan mulai menggelitiknya.
ika yang tertawa terpingkal pingkal di tempat tidur itu, karena gelitikan arlo, arlo yang melihat ika tertawa bebas membuatnya senang karena ika tidak berwajah kwatir lagi seperti sebelumnya.
"auhhhhh ampun, stop, perut saya sudah sakit, saya juga ingin kencing." teriak ika di selah selah tawanya.
"baik lah, pergi kencing, kalau kelamaan takutnya kamu kencing di tempat tidur." ujar arlo setelah melepaskan ika, dari gelitikannya.
"Enak saja, saya tidak akan mungki, kencing di tempat tidur, saya masih bisa menahannya. " ujar ika dengan turun dari tempat tidur itu dengan berlari ke arah kamar mandi.
"Kalau bisa tahan kembali jangan ke kamar mandi." teriak arlo dengan hanya memandang belakang ika yang menghilang di selah pintu kamar mandi tertutup.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀