SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
kanker usus (flash on 2)


__ADS_3

flash on (2)


"siapa keluarga pasien ibu Melinda. ujar dokter itu ," ika dan inna langsung menghadap dokter dengan begitu banyak pertanyaan , tapi hanya satu yang di jawab dokter itu.


"mama kamu terkena kanker usus, stadium dua hampir mendekati ke tiga , dan harus di operasi segra , karna jikalau sudah memasuki stadium tiga dan empat tidak akan ada harapan untuk bertahan hidup. karena umumnya stadium tiga dan empat itu kanker sudah menyebar. hidup tidak akan lama , hanya empat tahun dapat bertahan hidup, " ucapan dokter itu membuat inna pingsan.


dokter meminta perawat yang di situ, untuk membatu inna. sedangkan ika masih bertahan, dan ingin mendengar penjelasan dokter lebih lanjut , tanpa melihat kakanya yang di bawa masuk, ke sebuah ruangan yang ada di situ.


"apa yang harus kami lakukan dok ? " tanya ika dengan air mata mulai menetes .


"yang harus di lakukan adalah operasi pemotongan usus agar kanker di usus tidak menyebar, dan sekarang harus di operasi segra, jadi tolong pergi ke resepsionis, untuk di lengkapi dulu pembayarannya agar mama anda segra di tangani. " ujar dokter itu membuat ika hanya sanggup menganggukan kepala.


"tolong slamatkan mama saya dok , saya dan kaka akan segera bayar. "ujar ika dengan mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya.


"berapa biayanya dokter? " tanya ika , sedangkan perawatan yang membawa inna membantu untuk menyadarkan inna dari pingsannya dan berhasil inna membuka mata dan langsung berlari keluar kamar itu.


"sekitar dua puluh lima juta . " jawab dokter itu membuat ika dan inna kaget karena mereka tidak punya uang sepeser pun, inna yang baru sampai di belakang ika hanya berdiri memandang dokter yang sedang bicara dengan ika, tiba tiba seorang perawat keluar dari UGD


"dok pasien ibu Melinda, harus di tunda operasinya, karena kondisinya belum stabil dokter bedah berkata kondisinya tidak mendukung untuk operasi jadi di tunda besok jam sebelas." ujar salah satu perawat itu.


"kalian berdua sudah dengar kan operasinya besok jam sebelas, jadi besok pagi harus bayar baru operasi ." ujar dokter itu lalu pergi dari situ


"ika kamu jaga di sini, saya pergi ke bank coba pinjam uang ." ujar inna langsung pergi, sedangkan ika duduk menunggu dengan perasaan sedih membayangkan kondisi mamanya ika ingin mamanya sering menyelu sakit , tapi pas di tanya ika ,atau inna mamanya hanya menyatakan maagnya kambuh , karena itu sakit.


inna yang sudah di depan bank langsung masuk dan menghadap resepsionis bank itu.


"permisi ka, saya ingin pinjam uang bisa tidak ka ? " tanya Inna dan langsung di sambut tawa oleh orang orang yang berada di bank itu.


"adik berapa umur kamu ? masih muda sudah belajar pinjam uang di sini, kami tidak bisa meminjamkan uang untuk kamu , tolong keluar dari sini dan jangan menggangu. " ujar resepsionis itu membuat inna menagis dengan keluar dari bank itu lalu pulang ke rumah sakit , tempat ika menunggu

__ADS_1


inna mengingat waktu ayahnya masuk rumah sakit, dia dan memanya datang ke bank, untuk pinjam uang , dan langsung di setujui menejer bank itu, dia pun melakukan hal yang sama tapi malah di talok oleh pihak bank.


"ka giman apa sudah dapat uangnya ? " tanya ika dengan cemas. dan inna hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


" kalau begitu , saya pulang ke rumah, untuk jual semua barang di rumah, yang bisa di jual boleh tidak ka ? demi mama ka. " ujar ika, inna yang berdiri di situ mondar mandir memikirkan apa yang harus mereka berdua lakukan agar dapat uang dua puluh lima juta dalam semalam.


"boleh ika, nanti saya coba telfon bibi di kampung, siapa tau dia menyimpan uang." ujar inna sedangkan ika merasa harus kuat tidak boleh menagis tapi tetap saja air mata itu keluar dengan sendirinya.


"kau harus bisa ika, semoga dapat uang untuk operasi mama." ujar ika dalam hati mengamati dirinya sendiri.


ika berjalan pulang dengan air mata terus mengalir hingga menabrak seorang pembersih rumah sakit itu, karena air mata yang memenuhi kelopak matanya, membuatnya tidak dapat melihat jalan dengan benar. setelah berjalan beberapa minit akhirnya tiba di halte bus, ika terus menangis membayangkan nasip mereka, apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan uang dua puluh lima juta untuk mamanya operasi.


"canti cantik ko menagis ! " ujar seorang pria yang berada di samping ika, ika tidak mempedulikan omongan pria itu, karena sangat sedih membayangkan hidup tempa mamanya, membuatnya tambah menagis dengan hanya membayangkan menjadi enak yatim piatu,membuat hatinya sakit.


"berhentilah menagis ! kalau kamu menagis terus , kamu tidak akan bisa berpikir dengan jernih , boleh tau ! apa yang membuat kamu menagis? " ujar pria itu .


"mama di rumah sakit dan dokter bilang dia harus segera di operasi , sedangkan saya dan kaka tidak punya uang ." ujar ika dengan tangisan bertambah, tiba tiba pria itu memberikan kertas yang tertulis sebuah nomor.


"benarkah, ada orang yang bisa membantu saya, meminjamkan uang dengan segra ? " tanya ika berbalik untuk melihat orang itu, tapi tidak ada orang di sampingnya , ika berpikir orang itu mungkin hanya mau mempermainkannya karna itu langsung menghilang.


ika melihat nomor itu dengan berharap, pemilik nomor ini benar benar ada, dan dia orang baik , yang dapat menolongnya.


"saya berharap kamu ada , tolong bantu saya siapa pun kamu" pikir ika dengan melihat nomor itu. lalu bus pun tiba ika naik Lima belas menit kemudian ika tiba di kampung itu. lalu berjalan ke tempat penggadaian barang.


"permisi paman, saya ingin menggadaikan kulkas , tivi, mesin cuci, bisa kah ? " tanya ika kepada pria paruh baya itu.


"eh ika anaknya ibu Melinda, kenapa mau di gadekan barang barangnya ibu Melinda ?." tanya pria paruh baya itu.


"mama di rumah sakit dan harus segera di operasi, paman saya butuh uang segra. " ujar ika dengan menutup matanya.

__ADS_1


"jadi ambulance tadi siang itu ibu Melinda ya ? " tanya pria paruh baya itu.


"ia paman, boleh tidak barang barang itu saya gadaikan ? " ujar ika dengan berat hati.


" boleh nanti saya ikut untuk lihat dulu"


ika dan pria paruh baya itu pergi ke rumah ika , ika langsung mengosongkan kulkas ,dan mesin cuci ,


"kulkas lima ratus karena masih bagus


mesin cuci tujuh ratus ribu ,dan tv lima ratus jadi totalnya, satu juta tujuh ratus." ujar pria paruh paruh baya itu, dan menyerahkan uang kepada ika. mereka membawa barang barang itu keluar dan ika melihat dalam rumah terasa kosong.


ika melihat uang itu dengan sedih sudah jual banyak barang tapi uangnya tidak cukup


ika duduk di samping tempat tidurnya dan menagis, berapa menit kemudian ika bangun dan tanpa sengaja membuat tas sekolah yang di bawahnya jatu, ika mengabil tas itu , dan kertas kecil yang berisi nomor yang di berikan pria tadi jatu, ika langsung mengambil kertas itu , dan langsung menekan nomor itu di handphonenya dan langsung masuk pangilan itu ,ika mematikan telfon itu karena takut , lalu mencoba lagi , dan langsung di jawab pemilik nomor itu.


"hallo ada yang bisa saya bantu " suara yang terdengar di telfon itu membuat ika gugup karena suara seorang pria.


"ha aa llo ! " ujar ika gugup hingga gagap.


"ya hallo " ujar pria di telfon itu. ika mendengar suara pria itu lagi aga takut , tapi kali ini ika bertekad .


"hallo maaf menganggu anda tuan , tadi di halte bus ada seorang pria memberikan nomor telfon anda , dia berkata anda bisa membantu saya ! " ujar ika lega karena bisa lancar berbicara.


"ya, saya bisa membantu kamu , tapi tidak gratis ." ujar pria di telfon itu membuat ika menelan silavanya.♻️


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


🐲Trimakasih sudah membaca 🐲

__ADS_1


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️


__ADS_2