SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
ika bersikap dingin dengan arlo


__ADS_3

setelah selesai membuat kopi ika kembali ke ruangan arlo dengan secangkir kopi lalu di taruh di meja kerja arlo.


"ini kopinya tuan silahkan di minum. " ujar ika langsung berbalik pergi tanpa menunggu jawab arlo.


"kenapa dia malah pergi ! seharusnya dia jelaskan kenapa tidak menjawab telfon saya semalam dan juga tidak balas chating saya. " ucap arlo dalam hati dengan memandang ika yang sudah duduk di kursinya dan mulai melihat beberapa jadwal arlo.


"dia ada jadwal pertemuan dengan rekan bisnis tuan besar Davit Alexander. " pikir ika dengan sedikit tidak senang dengan jadwal itu.


arlo yang sudah tidak tahan dengan sikap dingin ika, yang mengabaikan nya sejak dia masuk, hal itu di karnakan ika masih marah atas kerusakan telfonnya jadi lebih memilih diam dan patuh


"kenapa dari semalam tidak angkat telfon saya, bahkan chatting saya juga tidak kamu balas ? apa kamu masih marah dengan saya ? saya minta maaf , kalau membuat kamu marah, saya salah karena tidak menepati janji untuk tidak mencium kamu di rumah . " ujar arlo yang sudah berjalan ke arah meja kerja ika.


ika tidak menjawab sekata patah pun, membuat arlo mulai emosi,


"Come on, I'm talking to you ! " ujar arlo kesal hingga mengakat dagu ika, arlo tidak suka ika mengabaikannya, arlo terus mengonceh seperti anak kecil, ika yang sudah tidak tahan dengan ocehan arlo dan langsung teriak.


"gara-gara kamu handphone saya rusak, kalau lain kali telfon orang satu atau dua kali tidak di jawab berarti orang lagi sibuk ,atau tidak ingin menjawab, kenapa kamu yang marah ? seharusnya yang marah itu saya, tau ! padahal itu handphone mama yang beli bukan saya ! mana saya ada uang untuk beli, kamu benar benar brengs*k. " teriak ika hingga anna dan asisten damen berdatangan, pintu ruangan arlo yang tidak tertutup rapat membuat suara ika keluar dan di dengar beberapa orang yang dekat.


arlo tidak marah atas ucap ika , malah arlo lebih senang dengan sikap ika baru san, hal itu yang membuat arlo senang karena ika tidak bersikap dingin dengannya, arlo bergegas mengunci pintu itu membuat asisten damen dan anna yang berdiri di depan pintu, saling berpandangan dengan kebingungan.


arlo berjalan ke arah ika dengan senyum.


"nah sikap seperti itu baru namanya tikus jelek. " ujar arlo membuat ika kesal, karena arlo tidak peduli dengan ucapannya tadi.


"kenapa marah lagi ? " ujar arlo membuat ika mengepalkan tangannya.


"kamu benar benar menyebalkan , kamu bahkan tidak tau apa yang saya bilang tadi." ujar ika hendak pergi karena tidak tahan berada satu ruangan dengan arlo.

__ADS_1


"mau kemana ? " ujar arlo


"mau pergi mati " teriak ika mulai menagis karena kesal.


arlo langsung meraih tangan ika dan menariknya kedalam pelukannya.


"maaf gara-gara saya telfon kamu rusak, semalam saat kamu tidak menjawab panggilan telepon saya, saya jadi kesal karena itu saya terus menelfon , bahkan setelah di rumah saya telfon lagi, dan chat kamu, tapi tidak di balas , bahkan saat di kamar aden saya terus memikirkan kamu, kenapa telfon kamu di matikan , setiap saya telfon, hanya dapat jawaban nomor di luar jangkauan atau sedang tidak aktif.saya benar benar khawatirkan kamu . " ujar arlo dengan membelai rambut ika dengan perlahan membuat kekesalan ika perlahan lahan menghilang di ganti dengan jantung dug dag


"itu handphone , mama kamu yang beli ya ? nanti saya belikan yang baru." ujar arlo dengan ibu jarinya mengusap bibir ika.


"saya tidak menginginkan yang baru ! saya hanya ingin handphone pemberian mama saya, saya sudah kehilangan kalung pemberian ayah, dan sekarang merusak hadiah ulang tahun dari mama , saya benar benar anak yang tidak bisa menghargai pemberian orang tua ." ujar ika mengingat kalung pemberian ayahnya yang hilang entah di mana.


"kalau begitu saya belikan kamu kalung dan juga handphone. "ujar arlo membuat ika menatapnya dengan marah.


"ini bukan masalah baru, atau lama masalahnya adalah itu semua pemberian ayah dan mama saya, jadi mau beli baru juga tidak akan sama rasanya." ujar ika membuat arlo bingung.


"bukannya sama saja, handphone akan tetapi jadi handphone , kalau kalung juga berbentuk kalung. " ujar arlo membuat ika memutar bola matanya.


ika membalas ciuman arlo dengan mata yang masih terbuka, membuat arlo senang dan langsung menuntut lebih mereka berdua mulai menikmati rasa bibir satu sama yang lain.


arlo mulai membimbing ika ke arah sofa dan langsung memangku ika, ika duduk di pangkuan arlo dengan kaki sebelah kiri dan kanan.


"jangan pernah marah lagi ya dengan saya ! kalau saya telfon, tolong di jawab oke !" ujar arlo dengan menautkutkan kedua wajah mereka berhadapan agar saling melihat satu sama yang lain ika hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya menyetujui permintaan arlo.


"arlo memasukkanb tangannya ke balik baju ika sambil menatap ika , seolah meminta persetujuan ika , ika hanya tersenyum, senyuman ika membangkitkan setan arlo.


"lihat saya seperti itu honey, jangan menutup mata, saya suka dengan pandangan kamu mata yang sangat jernih, " ujar arlo dengan tangan menepis menutup gunung kembar ika.

__ADS_1


tangan arlo mulai memijat kedua kembar ika dengan perlahan membuat ika mende*s*k lalu menyusupkan kepala ke bahu dan leher arlo.


"biarkan saya melihat wajah mu honey." bisik arlo di telingaika ,dan ika pun perlahan mengangkat kepalanya dan berhadapan dengan arlo.


"saya akan keluar negeri ' kamu mau iku pergi ? " tanya arlo membuat ika takut dan langsung menggelengkan kepalanya.


"ke kamar ya! bantu saya siapa kan baju ? " ujar arlo dengan mengendong ika dengan kedua kakinya melingkar di pinggang arlo, hal itu membuat ika malu hingga pipinya merona.


sesampainya di dalam arlo membaringkan ika di tempat tidur itu dan arlo pun naik dengan posisi menindih ika.


ika kaget sekaligus takut dengan apa yang akan terjadi.


"jangan takut saya tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu ijinkan , yang ini sudah saya minta ijin kan ? " ujar arlo dengan melepaskan baju ika agar dapat melihat gunung kembar ika


perlahan lahan arlo menuduk kepada ke arah gunung kembar ika dan mencium di sekeliling kembar itu spontan ika mendorong arlo.


"maaf ini tidak pantas untuk kita lakukan, kita tidak ada hubungan apa apa. jangan melakukan sesuatu yang akan kita sesali kemudian hari. " ujar ika saat teringat kembali kata katanya, arlo memperlakukannya seperti perempuan murahan, seketika ika mendorong arlo saat arlo mulai permainannya di gunung kembar ika.


"baik lah, saya tidak akan melakukan nya lagi, tapi boleh minta di temani sebentar bisa kan ? ujar arlo memegang tangan dan menariknya mendekat arlo membantu ika menautkutkan kembali kancing baju ika.


"boleh tapi jangan mengulangi lagi, oke ! " ujar ika dengan kembali berbaring di samping arlo.


"saya sebentar lagi akan keluar kota, selama seminggu, kamu mau ikut ? " tanya arlo kepada ika untuk kedua kalinya, arlo berharap ika ikut bersamanya. pertanyaan arlo membuat ika sedikit geli, karena pertanyaan arlo seperti sedang bertanya kepada pacarnya .


"kenapa menyatakan hal itu dengan saya, dan kenapa saya harus ikut dengan kamu, kamu dan saya, hanya hubungan bawahan dan juga atasan." ucap ika tepat seperti apa yang di pikirankan arlo.


♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️

__ADS_1


💠trimakasih sudah membaca💠


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2