SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
sudah terlanjur


__ADS_3

"kalian berdua mau sampai kapan di dalam mobil ! saya tidak punya waktu banyak untuk melihat kalian berdua berpelukan terus, saya masih ada pekerjaan yang menugu di kantor." ujar arlo hendak mengendong aden , tapi ika menepis tangan arlo lalu memandang arlo.


"boleh saya ikut masuk, menemani arden ke dalam ?" tanya ika kepada arlo dan langsung di angukan kepala oleh arlo tanpa kata kata.


arlo kaget dengan permintaan ika, arlo tidak menyangka ika akan ikut masuk kedalam dengan mengendong aden.


"apa kamu tidak akan risih dengan pandangan orang ke kamu, dan mungkin mereka akan berpikir kamu adalah mamanya arden." ujar arlo bersemangat karena pertama kali ada yang menemaninya masuk ke sekolah arden , sedangkan ika yang mendengar kata kata arlo menelan silvanya.


"buat apa peduli dengan pandangan orang, kan hanya menemani arden, apa yang salah dengan itu ? " ujar ika yang melihat tingkah laku arlo sedikit bersemangat.


"karena hal itu lah, yang sudah membuat saya datang selalu terlambat, kalau saya datang tepat waktu semua ibu ibu dari teman sekolah arden akan bertanya: ko mamanya tidak ikut ! dan kalau hanya satu orang yang tanya, masih saya tangani, tapi sekali tannya lima sampai tujuh ibu ibu yang bertanya, membuat saya susah untuk menjawab. karena itu, selalu datang agak lewat, alias terlambat ." ujar arlo mengingat tentang pengalaman menemani arden ke sekolah, sedangkan ika baru keluar dari dalam mobil.


"alasan saja , kenapa tidak bilang mamanya sibuk dan tidak bisa hadir, kamu lebih mementingkan perkataan ibu ibu itu di bandingkan anak kamu sendiri." ujar ika dengan suara terdengar sedikit marah, nada bicara yang sedikt tinggi.


"baik lah nanti lain kali saya akan datang tepat waktu seperti hari ini, dan kamu harus menemani saya "


"kenapa tidak ajak saja ka inna untuk menemani kamu, secara ka inna akan menjadi mamanya arden, jadi dia harus tau di mana anak kamu sekolah, dengan begitu dia bisa menjemput arden ketika bi sofi nana dan luna sibuk." arlo mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak senang dengan ucapan ika.


"ya sudah" jangan di bahas lagi, ayo kita masuk." ujar arlo dengan menaruh tangan di pinggang ika, dan hal itu langsung di protes keras oleh arden .


"what is daddy's hand doing ?"


"kamu ingin teman teman melihat dewi kamu kan? kalau mau maka, stop talking ! " ucap arlo membuat Arden langsung bungkam seribu bahasa, arden yang sedang memegang tangan ika dan arlo merangkul pinggangnya ika membuat semua mata hanya tertuju pada mereka.


"jangan menaruh tangan di pinggang saya ! nanti mereka akan berpikir yang tidak tidak. " ujar ika yang merasa geli dengan posisi tangan arlo di pinggangnya, ika tidak nyaman dengan hal itu.


"sudah terlanjur ! jadi lakukan sampai akhir "

__ADS_1


"kamu tidak melihat pandangan orang- orang yang melihat ke sini ? kalau ada yang mengabil foto kita dengan posisi seperti ini akan jadi masalah besar. " ujar ika membuat arlo terkekeh.


"sudah terlanjur untuk mundur, jadi teruskan. ikuti saja apa yang di inginkan arden." ucap arlo dengan mengangkat tangan memberi isyarat kepada para bodyguard arden.


"jadi ini mamanya arden ya ? ternyata masih muda ! "ucap seorang ibu dari teman arden.


"anak dan mamanya memiliki mata yang sama " ujar seorang ibu lainnya.


"ia kamu benar ternyata anak pertama lebih mirip mamanya ketimbang papanya, papanya arden jangan khawatir , biasanya kalau anak pertama mirip mamanya, maka anak kedua akan mirip dengan papanya. " ucap ibu ibu yang di situ dengan serentak membuat ika menelan silavanya, kakinya berhenti melangkah karena lemas mendengar ucapan ibu-ibu itu.


"hhhh, hanya hal sepeleh saja sudah membuat kamu gugup hingga tidak bisa berjalan, mau saya gendong ? " ucap arlo dengan berbisik di telinga ika , membuat ika langsung berlari mengikuti arden.


"permisi mamanya arden ya ? saya wali kelas arden , tolong iku saya untuk membantu arden mengambar ya , karena tema hari ini adalah mengambar sosok seorang ayah.jadi mamanya arden akan membantu arden, sedangkan ayahnya berdiri di sini." semua orang tua dan anak mereka mengambil posisi seperti yang di minta wali kelas arden,


sedangkan ika hanya berdiri melototi arlo ika berharap arlo menjelaskan situsnya sekarang, tapi arlo malah pura pura tidak mengerti dengan tatapan ika, dan langsung melihat ke lain kearah , hal itu membuat ika pasrah mengikuti saran dari wali kelas arden.


dewiku kamu bisa mengambar ayah ? tanya arden dengan melihat ika.


"ia , bisa sayang , ayo kita mulai nanti ketinggalan dari teman teman arden." ujar ika dengan mengambil semua yang mereka butuhkan sedangkan arlo berdiri seperti patung.



ika dan arden mulai mengambar, tapi ika tidak merasa puas dengan pose arlo yang berdiri seperti patung tanpa tersenyum, ika terus menatap arlo berharap arlo tersenyum.


"ya ampun apa yang harus di gambar, kalau orang yang menjadi model seperti patung tanpa tersenyum." ujar ika dengan menepuk jidatnya sendiri, ika mulai memberikan isyarat ke arlo untuk tersenyum tapi arlo tidak menanggapinya membuat ika kesal.


"dasar anjing laut, apa dia anak kecil yang harus di arahkan, apa yang harus dia lakukan." ujar ika mulai mengambar tapi tidak melihat arlo beberapa menit kemudian ika selesai mengambar dan tentu saja apa yang ika gambar simpel tapi sesuai dengan apa yang ada di pikirkannya , anjing laut." 🤣

__ADS_1



"wah dewiku gambarnya bagus nanti buat arden ya ? " permintaan aden di setujui ika dengan mengangguk kepala, sedangkan arlo penasaran apa yang di gambar ika, karena sewaktu mengambar ika tidak melihatnya.


ika mengangkat kepalanya untuk melihat arlo tapi secara bersamaan arlo juga menatap ika, ika tersenyum jahil dengan mengangkat alis hingga matangnya menatap arlo dengan menggoda.


"sial dasar tikus jelek, apa dia tidak sadar dengan kelakuannya ,menggoda seorang pria di hadapan banyak orang ! sial. " ujar arlo dengan menghembuskan nafas dengan kasar.


"rasakan suruh tersenyum malah mengabaikan saya." pikiran ika dengan terus memainkan matanya, hal itu membuat arlo menelan silvanya sekali lagi.


"wah ternyata istri sedang mengoda suaminya, mesranya kalian berdua seperti baru pacaran saja, padahal anak sudah mau empat tahun." ujar Ibu yang duduk di samping ika dan arden, ika hanya menatap ibu di sampingnya dengan senyuman canggung"


"ngerjain arlo malah ikut kena ,sial ." pikiran ika dengan menatap arlo dengan kesal, arlo juga menatap ika dengan senyuman puas karena di bantu oleh ibu di sebelah ika.


ika kembali fokus dengan memegang tangan arden untuk mengambar wajah arlo, beberapa menit kemudian akhirnya sketsa wajah arlo sudah jadi, arlo merasa lega karena akhirnya bisa duduk siksaan menjadi model membuatnya bosan.


arlo berjalan ke arah ika dan arden dan langsung memeluk ika di hadapan banyak orang, sontak semua yang melihat menjerit.


:waaaaaaaaaah" teriakan ibu ibu itu membuat ika malu .


"makannya jangan menggoda saya, kalau kamu melakukannya lagi, saya pastikan akan mencium kamu di hadapan banyak orang ini."ujar arlo membuat ika menelan silavanya.


♻️💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠♻️


🐉🍀trimakasih sudah membaca🍀🐉


☘♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️☘

__ADS_1


__ADS_2