
sedangkan di kediaman davina ika sedang bercerita kejadian kakanya menjadi tunangan arlo alexander.cerita ika membuat chika sary nia dan adit hanya memberi expresi banga saat melihat ika, acara makan bersama jadi terhenti , mereka berlima hanya fukus medengarkan ika bercerita tanpa menyentuh makan yang di atas meja itu, ibu Melinda melihat anak anak muda itu terbawa suasana cerita ika, hingga tidak ada yang makan.
"ika cukup ceritanya !! mama sudah lapar, kalau kamu cerita terus makanan yang di atas meja tidak akan di makan, ayo makan dulu kalian nanti baru cerita lagi. " ujar ibu Melinda dengan menyedok sayur ke piring makan ika ,chika ,sary ,nia dan Adit.
"makasih tante." ujar chika, sary, nia dan Adit bersamaan, saat melihat piring makan mereka yang di isi sayur oleh mamanya ika ibu Melinda.
"oke kita makan dulu nanti baru cerita soalnya saya juga sudah lapar . " ujar ika
sedangkan sary tidak makan dari tadi dia hanya memperhatikan bibir ika,
"ika bibir kamu kenapa? ko merah ke habis makan makanan pedas. " ujar sary yang terus memperhatikan bibir ika.
"hhhh, tadi saat pulang ada jajan di jalan, jajannya pedas bangat hingga muka ku merah semua dan juga bibir saya' " ujar ika malu sekaligus tertawa datar.
"ohh gitu, saya suka makanan pedas, lain kali ajak saya beli jajanan di tempat itu." ujar sary. membuat ika salah tingkah.
"oke ayo makan nanti selesai makan baru cerita lagi.ujar ika kembali melanjutkan makan malamnya.
sedangkan di kediaman alexander arlo baru selesai mandi, dan ganti baju, beberapa saat kemudian keluar hendak pergi, tidak sengaja berpapasan dengan inna di tangga hendak turun sedangkan inna baru dari dapur mengambil air minum, inna melihat arlo dari kaki hingga kepala , dan dari kepala turun ke kaki.
"ya ampun lebih ganteng kalau tidak pake stelan jas kantornya." ujar inna dalam hati dengan memandang arlo tanpa berkedip.
"pergi dulu ! " ujar arlo pamit tanpa menunggu jawaban inna.
"inna masih berdiri di tangga itu tanpa bergerak inna mulai memikirkan menjadi istrinya arlo.
"saya pasti akan menjadi istri kamu arlo alexander, saya pasti akan menjadi wanita yang paling beruntung, karena menjadi istrimu .ucap inna dalam hati, apa yang di khayal inna membuat pipinya mereh merona.
__ADS_1
sedangkan arlo yang sudah di luar pintu langsung menelfon cris dokter pribadi sekaligus sahabatnya. arlo terus menelfon cris tapi tidak ada jawabannya, dan akhirnya arlo memutuskan untuk ke rumah sakit tempat cris kerja.
"dasar cris apa dia banyak pasien hingga di telfon malah tidak menjawab, lebih baik saya ke rumah sakit saja ." ujar arlo memasuki mobil sport dan langsung pergi dari istananya itu
" nona kenapa berdiri di tangga? " ucap seorang pekerja yang sedang lewat, ucap pelayan itu menyadarkan Inna dari khayalannya.
"saya sedang memikirkan sesuatu jadi berdiri di sini sebentar. " ujar inna dengan malu menaiki tangga itu dengan cepat
"ada apa dengan nona, tadi bilang sedang memikirkan sesuatu , tapi setelah saya tegur malah menaiki tangga dengan cepat seperti berjalan di daretan." ujar pelayan itu kebingungan.
sedangkan ika dengan ke empat sahabatnya sedang mencuci piring sehabis makan , setelah itu mereka ke ruang tamu untuk melanjutkan cerita dari ika.
sedangkan arlo sudah di rumah sakit untuk ketemu dengan dokter cris , sesampainya di rumah sakit depan resepsionis arlo bertanya kepada resepsionis itu.
"dokter cris ada tidak di ruangannya atau tidak ." tanya arlo kepada resepsionis itu.
"tuan arlo ke sini cari dokter cris ya." ujar salah satu dokter di situ
"oh dokter Adrian , ya saya mau ke ruangnya , menunggu . " ujar arlo.
"baik lah tuan, saya akan pergi gantikan dokter cris." ujar dokter Adrian
"akan cepat akan lebih baik. " ujar arlo membuat dokter Adrian menelan silvanya.
"ceo arlo kelihatan sangat baik, tapi setiap kata yang keluar dari mulutnya menekan membuat orang jadi takut." ujar dokter Adrian dalam hati , lalu pergi dari situ menuju tempat doktor cris.
arlo duduk di dalam ruangan menugu kedatangan cris lama kelamaan mulai berdiri, lalu mondar mandir di ruangan dokter cris dengan tidak sabaran, hingga beberapa menit kemudian dokter cris datang, perlahan dokter cris membuka pintu itu dan langsung di sambut acaman dari arlo.
__ADS_1
"kalau lain kali kamu mengabaikan saya, dan membiarkan saya menugu begitu lama di sini, lebih baik rumah sakit ini di tutup saja !! supaya kamu tidak sibuk ketika saya membutuhkan kamu. " ujararlo membuat dokter cris tersenyum lalu melihat jam tangannya.
"hoo baru beberapa menit, dokter Adrian menyuruh saya ke sini, katanya kamu menugu, tapi baru san kamu bilang sudah menunggu begitu lama? " ujar dokter cris sambil duduk di sofa di samping arlo yang sedang berdiri, sedang arlo melihat jam tangannya.
"hhaa, ia baru empat menit. kenapa rasanya seperti menugu kamu sudah empat jam." ujar arlo dengan mengusap tengkuk lehernya.
"tuan alexander pagi kamu membutuhkan dokter, malam pun kamu membutuhkan dokter, sebenarnya ada penyakit apa yang membuat kamu dua puluh empat jam membutuhkan dokter. " tanya cris membuatarlo kembali duduk.
"bukan penyakit , tapi mungkin juga penyakit ." ujar arlo membuat dokter cris bingung dengan ucapan arlo.
"penyakit apa yang saya tidak tau di badan kamu ? dari kepala hingga kaki. semuanya sehat, terus penyakit apa yang mengangu kamu hingga malam malam cari dokter? coba ceritakan ." ujar cris mulai bangkit dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan arlo yang sudah duduk.
"ini mulai dari pagi saat tikus jelek itu menonjok saya, pagi itu. saya tidak berpikir dia adalah inna tapi wangi dari tikus jelek itu seolah menarik saya , rasanya ingin memeluk dia, dan itu saya lakukan , dan saat di kontor entah lah saya meresa mengenal dia, tapi saya kembali berpikir, mungkin aroma yang begitu familiar dari dia, yang persis dengan seorang perempuan yang saya tabrak ketik saya di mall, tapi rasanya tidak puas saat saya berpikir demikian, dan pada akhirnya saya menc*um dia , dan kamu tau saya meresa sudah pernah menci*m dia, saat saya menc*um dia rasa yang sama, ketika saya bersama dengan perempuan tiga tahun lalu.
dan akhirnya tidak sampai di situ saja , saat saya membawa dia main golf, dengan jose grayson, dan pulang saya coba antar dia, dan sekali lagi saya cium dia, rasanya semakin membuat saya percaya kalau dia perempuan tiga tahun lalu.saat saya cium dia ,saya meresa alira darah di sekitar badan saya terasa panas sama seperti tiga tahun lalu, saat saya tanya dia apa dia pernah bertemu dengan saya sebelum , dia jawab hari ini adalah pertemuan kami yang pertama, dan itu membuat saya meresa marah." ujar arlo dengan mencakar rambutnya sendiri.
"haaa, akhirnya duda keluar alexander jatu cinta juga." ujar cris tertawa geli atas ucapannya arlo, lalu kembali duduk saat mendengar cerita arlo membuatnya mondar mandir berusaha memahami cerita arlo.
"apa yang kamu maksud dengan jatuh cinta,dengar ya saya tidak bilang sedang jatuh cinta , saya hanya cerita kalau saya meresa sudah mengenal dia itu saja, bukan jatuh cinta, apa lagi jatuh cinta pada tikus jelek itu." ujar arlo tegas karena hanya itu yang dia rasakan terhadap ika.
sedangkan di rumah ika .cerita ika berakhir, lalu dia bertanya pendapat ke empat sahabatnya.
"menurut kalia ceo arlo itu sosok seperti apa? " tanya ika membuat ke empat sahabatnya memandangnya dengan tatapan bingung.
π π trimakasih sudah membaca π π
πππππππππππππππππ
__ADS_1