
"aroma ini berasal dari orang yang di bawah,, mungkin itu davina kah ?" ujar arlo belari turun dan langsung kedua tangan melingkar di pinggan dan dagu di bahu perempuan itu,, lalu berbisik "kamu sangat wangi"
secara refleks perempuan itu langsung menonjok pas hidug arlo.
"aaaauuuh sakit " teriak arlo dengan memegang hidung nya
perempuan itu berbalik dengan memakai kacamata dan berhadapan dengan arlo yang sudah mundur 2 langka ke belakang.
dasar laki-laki cabul , mesum main peluk peluk aja. ujar perempuan itu dengan garang
"hy !! saya pikir kamu itu tunangan saya, karena itu saya peluk dasar perempuan jelek , barbar ." ujar arlo dengan mengangkat tangan dari hidungnya dan ternyata berdarah .
"dasar barbar lihat apa yang kamu lakukan pada hidung saya !! kamu berani menonjok pemilik rumah ini ha ? " teriak arlo
" kalau kamu pemilik rumah ini,, maka saya adalah tuannya,, dan saya bukan hanya akan menjadi perempuan barbar,, kalau lain kali kamu main peluk orang seenak jidat kamu,, saya akan buat hidung kamu patah !! teriak perempuan itu.
sedangkan dua orang yang melihat arlo di tonjok, tertawa dengan menahan suara mereka,, agar tidak ketahuan. lalu mereka bersembunyi di balik bunga bunga di halaman itu.
grandpa kenapa kita harus sembunyi ? saya ingin melihat perempuan yang memukul kaka dari dekat,, seumur saya baru lihat orang lain memukul kaka dan juga di maki-maki." ujar salah satunya dengan berdiri tapi langsung di tarik merunduk lagi.
diva, jangan berdiri !! nanti ketahuan.kalau sampai kaka melihat kamu , nanti kita yang akan kena imbasnya dari amarah kaka kamu." ujar tuan tertua matthew alexander yang bersembunyi dengan adiknya arlo ,, diva alexander yang melihat pemandangan yang jarang mereka lihat.
diva kembali ke posisi sembunyi.perempuan itu habat,,kaka ku yang selalu di hormati malah di tonjok seorang perempuan haaa." ujar diva cengar cengir
sedangkan di dalam inna sedang mencari adiknya davika.
aduh kemana ika pergi,, kalau dia tersesat, dan pergi ke tempat mamanya tuan arlo bisa kacau." pikir inna dengan bertanya ke beberapa pelayan di situ,, saat berada di samping istana itu inna mendengar suara adiknya lalu keluar ke samping untuk mencari ika.
siapa sih kamu ? tikus jelek,, kamu itu perempuan, tapi kelakuan ke preman di jalan!! kata arlo dengan terus membersihkan darah dari hidungnya
__ADS_1
"apa kamu bilang saya tikus jelek ? hello ,, mata kamu pasti rabun, orang cantik di bilang jelek dasar anjing laut.
" kamu bilang saya anjing laut?
"ya,, kenapa? anjing laut,, mesum,, cabul !!!
"eh,, tikus jelek !! apa pernah lihat orang suka dengan tikus jelek ? kalau pun lihat tikus,, pasti sudah di kasih mati,, apa lagi saya yang pikiran mesum ke tikus jelek seperti kamu,, maaf saja kamu bukan tipe wanita yang saya suka ." ujar arlo
"jelek tidak jadi masalah asalkan tidak bersikap mesum cabul ." balas perempuan itu dengan suara tajam
"berhenti memanggil saya mesum dan cabul karena saya tidak melakukan apa pun kepada kamu,, tadi hanya kesalahpahaman,, kamu tidak kenal saya seenaknya memanggil orang dengan sebutan mesum ,, apa kamu ingin saya buktikan sekap seorang pria mesum di sini ,, saya tidak melakukan sesuatu yang mesum tapi kamu terus memanggil saya mesum,, kalau kamu mau saya akan buktikan ke kamu sekarang juga ." kata kata arlo membuat perempuan itu gugup dengan menelan salivanya.
"ko perasaan saya tidak enak nih,, kayaknya ada yang salah" kata perempuan itu dalam hati
sebuah teriak menyadarkan
"ika,, ya ampun apa yang kamu lakukan ke pada tuan arlo ? " tanya davina kepada adiknya ika lalu melihat arlo dengan darah di selah jari - jarinya.
"davika tuan dia adik saya. " jawab davina dengan gugup dan kwatir atau kelakuan adiknya ika.
"jadi perempuan barbar ini,, adalah adik kamu ? yang kemarin rid jemput di kantor. " ujar arlo
"ia tuan dia adik saya davika putri yang magang di perusahaan tuan." jawab Inna sedangkan ika mematung setelah mendengar sebutan tuan arlo ika langsung mematung dan tidak percaya atas nama yang di sebut kakany,, dengan pikirannya sendiri mencari solusinya .
"oh davika putri ,, tamat sudah hidupmu kenapa menonjok orang tidak pake mikir,, sekarang tau akibatnya,, kamu pasti di pecat sekarang juga.selamt tinggal nilaiku mahasiswa gagal magang.kata kata ika dengan menagis dalam hati.
"ajari dia agar tidak sembarangan menonjok orang !! " ujar arlo sedangkan ika yang mendengar kata kata arlo,, merasa tidak terima.
"tadi apa kamu bilang menonjok orang sembarangan ? apakah otak kamu ada masalah ya? caba kamu telfon dokter untuk cek otak kamu jangan sampai pukulan saya telah membuat otak kamu rusak,, seenaknya jidat bilang, tadi kamu yang memeluk orang sembarangan." teriak ika dengan hati menangis tanpa air mata.
__ADS_1
"kenapa mulut ini tidak bisa diam,, tadi mau minta maaf, tapi bukannya saya minta maaf,, malah ke bawa bensin siram ke api,, saya pasti tidak akan di maafkan dengan mudah,, saya pasti di pecat ." kata ika dalam hati yang menagis
"kayaknya yang di katakan tikus jelek ini ada benarnya juga,, saya yang salah." pikir arlo
"ika,, minta maaf kepada tuan arlo." pintah davina kepada adiknya ika sebelum inna selesai bicara ika sudah menunduk dengan menyatakan.
"saya minta maaf tuan atas sikap kasar saya"
"saya minta maaf tuan atas sikap kasar saya"
"saya minta maaf tuan atas sikap kasar saya"
setiap kata yang keluar dari mulut ika terdengar begitu tulus tapi di hati mengumpat kesal
"dasar anjing laut,, kenapa belum memaafkan saya,, dasar mesum, cabul." kata ika dalam hati dengan merasa ingin tangan memelintir sesuatu baru dia puas.
sedangkan arlo merasa menang dengan mendengar ika meminta maaf berkali kali.membuatnya tertawa menang dalam hati.
"sudah sudah kamu minta maaf juga tidak penting,, karena hidung saya sudah berdarah,, jadi percuma minta maaf ." ujar arlo senang karena menyulitkan ika. lalu berbalik mencari air untuk membersihkan darah dari hidungnya dan tangan dan berjalan masuk ke rumahnya.
"biar jelek tapi wangi dari badannya sangat familiar,, atau mungkin dia perempuan yang menabrak saya di mall waktu itu pikir arlo dengan memasuki lift di istananya.
sedangkan ika dan inna juga berjalan masuk ika yang di belakang inna merasa badannya ringan hingga berjalan seolah olah melayang. dengan terus berpikir dia akan di pecat.
sedangkan tuan tertua matthew alexander dan cucunya diva alexander masih tidak bergerak dari situ dengan masih sembunyi.
"tuan tertua dan nona kecil ngapain di situ?" tanya rider penasaran.
"sssssst diam kamu mulut besar,,kalau ketahuan kaka !! gaji kamu akan di potong selama 5 bulan."ujar diva dengan berbisik.
__ADS_1
♻️ trimakasih sudah membaca ♻️
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠.