
kamu mau tidak, ikut dalam audisi ini , saya ingin kamu menjadi salah satu dalam film ini. ujar jose grayson membuat ika mengangkat kepalanya dan memandang jose grayson .
"maaf tuan, bukan saya menolak, tapi saya tidak suka jadi artis , saya lebih suka kerja di menajemen seusai jurusan saya." ujar ika membuat arlo tersenyum.
"sayang sekali padahal kamu itu sempurna ,cantik ,imut mengenangkan cocok banget dengan karater adik di film ini ." ujar jose grayson menepuk bahu arlo , seolah memberikan dorongan untuk Arlo ,yang sendiri tidak tau apa yang di maksud jose grayson.
asisten damen berdiri di situ bersama beberapa orang masih kaget dengan kejadian langkah yang di lakukan arlo alexander.
" hoo apa saya salah lihat kah, arlo terang terangan memegang tangan ika ? " ujar asisten damen dalam hati dengan mengusap wajahnya.
tiba tiba telfon arlo berdering , arlo menjawab telfon itu dengan keluar dari ruangan itu meninggalkan jose grayson dan juga ika dan beberapa orang yang ada di ruangan itu.
"maaf saya permisi dulu. " ucap ika canggung dengan tatapan orang-orang di dalam ruangan itu.
" silahkan cantik, kalau kamu berubah pikiran dan ingin ikut audisi , kamu boleh menghubungi saya ,selama belum syuting kamu masih di terima . gimana menurut kalia semuanya ? " ujar jose grayson memberikan ika waktu dan juga bertanya kepada orang-orang yang ada di dalam , dan mereka hanya menganggukan kepala menyetujui ucap jose grayson.
" maaf tuan saya tidak akan berubah pikiran , karena saya benar benar tidak tertarik jadi aktris." ujar ika menundukkan kepala tanda berpamitan.
lalu ika dan anna keluar dari ruangan itu asisten damen dan jose grayson kembali fokus pada para aktris dan aktor yang sedang beraksi di atas panggung di luar ruangan itu.
"ika apa yang sedang terjadi antara kamu dan ceo arlo ? kenapa dia tiba-tiba menarik tangan kamu ? seolah kalian berdua itu sudah sangat akrab ! " tanya anna penuh rasa ingin tau.
"ka, saya dan ceo tidak sedekat itu , mungkin tadi sikapnya hanya sekedar menjauhkan saya dari tuan jose , secara orang bilang tuan jose grayson adalah seorang playboy, " ujar ika berusaha untuk meyakinkan anna , tapi bukan anna namanya, kalau dia sudah merasa ada yang tidak beres , tentu saja akan bertanya terus hingga mendapatkan jawaban yang masuk akalnya.
" dengar dari mana kalau jose grayson itu playboy ? " tanya anna membuat ika salah tingkah.
" ya dari orang-orang . " ujar ika gugup karena dia hanya asal bicara saat di tanya prihal sikap arlo padanya , yang menyebutkan jose grayson playboy ,padahal dia aja nggak tau tentang jose grayson.
" orang-orang yang mana ? setahu saya tidak pernah dengar berita yang menyatakan jose grayson adalah seorang playboy. " ujar anna membuat ika terpojok, pertanyaan anna terus berlanjut ,membuat ika ingin menghindari anna.
sedangkan arlo baru selesai dari obrolan telfon dan kembali ke ruangan itu.
" damen, ada proposal proyek dari kake kah ? sebelum dia ke luar negeri ." tanya arlo kepada asisten damen setelah masuk ruangan itu.
" ada, tadi saya antar ke ruang kamu, saya sudah bilang untuk melihat proposal dari tuan tertua sebelum saya ke sini. " ujar asisten damen membuat arlo teringat kembali.
__ADS_1
saat mengantar kopi asisten damen membawa beberapa dokumen hanya harus di lihat dan di tanda tangani arlo.
"saya sudah ingat , oh ya bro saya ada pertemuan dengan rekan bisnis kake ,kebetulan beliau ada di luar negeri menemani adik saya diva, jadi saya yang hendel kerjaannya. mungkin saya akan pergi sebentar." ujar arlo.
" oke bro serahkan pada tim yang akan menanganinya , saya hanya duduk melihat yang cantik saja." ujar jose grayson
sedangkan ika dan anna pergi ke toilet ,anna masih terus bertanya membuat ika pening kepala menghadapi anna yang bertanya terus menerus.
sedangkan arlo sudah berada di ruangannya hendak mengambil proposal dari tertua matthew alexander, saat hendak mengambil proposal itu tiba-tiba bunyi telfon masuk,dan langsung di jawab arlo.
" hallo , apa ini dengan arlo alexander ? " ujar sih penelfon.
" ya , dengan siapa saya bicara ? "tanya arlo kepada sih penelfon
" oh, maaf telah mengganggu waktu anda, saya rayhan nugroho ." ujar sih penelfon memperkenalkan diri.
" ya , saya arlo alexander , bagaimana anda tau nomor pribadi saya ? " tanya arlo kepada Rayhan Nugroho.
"saya mendapatkan nomor anda dari tuan matthew alexander, kebetulan saya ada proyek bersama beliau ,dan kemarin saat saya menghubungi beliau , untuk merubah proposal yang sudah saya dan tuan matthew tanda tangan , kebetulan saya menelpon beliau untuk menambah beberapa hal pasal pembagunan hotel saya , tapi beliau berkata sedang berada di luar negeri, jadi beliau memberikan nomor pribadi anda supaya saya menelfon anda untuk bertemu, sebagai wakil dari tuan matthew ." ujar rayhan nugroho.
"kebetulan, tadi baru kake menelfon saya, dan sekarang saya lagi melihat proposal itu ,apa harus bertemu sekarang ? " ujar arlo.
" baik, kita bertemu di hotel bintang lima, deretan ke empat dari perusahaan saya, gimana ? " ujar arlo.
baik , saya setuju." ujar rayhan nugroho menanggapi usulan arlo.
" empat puluh menit lagi kita bertemu."ujar arlo dengan melihat proposal itu dengan teliti.
" baik lah pak arlo alexander , trimakasih atas waktunya." ujar rayhan nugroho.
" panggil saja arlo, baiklah sampai bertemu." ujar arlo dengan mengakhiri obrolan telfon dengan rayhan nugroho.
" baiklah ka, berhentilah bertanya saya akan cerita." ujar ika mulai frustrasi atas pertanyaan anna yang bertubi tubi dan akhirnya ika menyerah dan mulai cerita kenapa dia dan arlo bisa dekat dalam sehari.
" what ! dalam sehari kalian berdua sudah sedekat itu, dan juga kalian berdua sudah kiss kissan ,oh my god. ? " ujar anna dengan menakutkan jari jarinya mengikuti kata kiss kissan sedang ika hanya menganggukan kepala mengiakan ucap anna.
__ADS_1
sedangkan arlo baru selesai memeriksa proposal itu tanpa dia sadari waktu sudah mepet untuk bertemu rayhan nugroho.
" sial waktu begitu cepat berlalu." ujar arlo membereskan beberapa berkas yang ada di atas mejanya, dengan buru buru ke toilet, setelah keluar dari toilet itu langsung menyambar proposal di atas meja. tanpa melihat dan langsung pergi ke hotel tempat
pertemuan.
ayo ka kita kembali ke atas dari pada di sini."ujar ika dan langsung di setujui anna.
baik lah kita pergi ke asisten damen untuk memberi tau dia. " ujar anna.ika dan anna pergi ke ruangan itu.
sedangkan asisten damen menemani jose grayson dan tiba-tiba arlo menelfon asisten damen.
"hallo tuan ." ujar asisten damen belum selesai bicara langsung di potong omongannya.
"tolong kamu antar kasih saya proposal kake tua itu, tadi saya buru buru dan salah ambil proposalnya ,cepat tidak boleh pake lama ." ujar arlo dengan memukul mejadi dalam hotel itu karena salah membawa proposalnya.
" non inna hari ini anda harus belajar menyetir." ujar rider.
" bukannya besok , hari ini saya ingin temani arden bisa tidak ? " ujar inna yang melupakan jadwal kursusnya.
"tidak non hari ini saya akan membawa non ke jalan raya dan non perhatikan saya menyetir." ujar rider
" baik lah ayo lakukan lebih cepat lebih baik." ujar inna sedikit kesal.
ika masuk ke ruangan itu untuk meminta asisten damen mengijinkan mereka kembali kerja.
tok tok tok permisi tuan damen saya ingin minta ijin ? " ujar ika belum selesai langsung di potong omongannya oleh asisten damen.
"kebetulan kamu ke sini tolong kamu ke ruang ceo dan ambil proposal yang ada nama rayhan nugroho, ambil dan pergi antar ke ceo di hotel bintang lima deretan ke empat dari sini sekarang , ceo menugu " ujar asisten damen membuat ika berlari tanpa bertanya.
setelah naik lift dan tiba di ruangan arlo, langsung mencari proposal yang di sebut asisten damen , setelah menemukan ika langsung berlari keluar menuruni lift dan akhirnya di depan lobby , hendak ke parkiran
aduh sial lupa bawa kunci motor ,tidak ada waktu lagi lebih baik pergi kedepan cari ojek. " ujar ika dengan berlari ke tepi jalan mencari ojek.
βtrimakasih sudah membaca β
__ADS_1
πππππππππππππππ
"